
Setelah bertemu dengan kakek mereka, ayu meminta Anabelle membawa ketiganya pulang, walau mereka keberatan karena mereka sangat bahagia bercerita dan tertawa bersama kakeknya, namun kondisinya belum memungkinkan, ia takut jika Aurel dan aman nya kembali, dengan terpaksa ia memberitahu Arjuna jika putra dan putri mereka ada di ruangan kakek nya
"Apaaaa???
Apa kau tidak tahu ini bahaya??? disini mama tiri ku baru saja pulang dan ada mama tiri serta saudari tiri mu, bagaimana ku bisa ceroboh membawa mereka ?" tanya Arjuna setengah berbisik
"Dengar, mereka kesini bukan aku yang bawa, mereka mencari sendiri kamar kakeknya!!!" ucap Ayudia tak suka di salahkan
"Kau ingin aku percaya???? come on babe mereka masih balita" ucap Arjuna mencibir
"Pertama kau belum tahu anakmu seperti apa, kedua aku bukan babe mu"
Klik.... Tut Tut Tut
Panggilan di putuskan secara sepihak oleh Ayudia
"Astaga mengapa wanita ini begitu galak??? bagaimana jika nanti kami satu kelurga, apa aku akan masuk dalam klub ikatan suami-suami takut istri????
Arghhh ...." Arjuna meremas rambutnya dengan kasar
"Mas, mas Arjuna apa kamu baik-baik saja???"
tanya Aurel yang menyusul Arjuna keluar, beruntung panggilan telepon sudah berakhir
"Aku, aku baik-baik saja"
"Kenapa mukanya kaya orang frustasi begitu?" selidik aurell
"Ah itu, itu ada proyek yang berantakan, kau temani mas ya jaga papa" ucap Arjuna berusaha tersenyum
"Selalu sayang, aku akan selalu ada di sisimu tanpa kamu pinta" ucap Aurell bersemangat
"Apa mas Arjuna sudah menyadari jika hanya aku wanita yang cocok dengannya?
Money i'm coming xixi
impianku menjadi nyonya Arjuna sebentar lagi akan terwujud, aku bisa membeli apapun yang ku mau" gumam Aurel berkhayal
"Kamu Kenapa??? mesam mesem sendiri sakit??? minum obat kamu sana.
Dasar stress" gumam Arjuna meninggalkan Aurel yang tersadar dari lamunannya dan mendapati kenyataan mulut Arjuna yang pedes sepedes omongan tetangga
"Dasar pria gila, untuk cakep dan kaya, klo gak dah gue santet loe" ancam Aurell kesal
"Kenapa??? kesal????" tanya Arjuna tahu-tahu berhenti
"Ah gak kok mas, aku tahu mas bercanda" ucap Aurel nyengir
"Baguslah kalo gak kesal, tapi aku gak becanda" ucap Arjuna langsung masuk ke dalam ruang perawatan papanya
"Astaga ada racun ga sih buat bungkam tuh mulut" umpat Aurel dalam hati
"Mau di situ ja jadi satpam apa mah masuk???" ucap Arjun. yang menjulurkan kepalnya keluar menengok Aurel yang malah terdiam di tempatnya
"Iya ma, iya.
Bawel amat mas lever judes" celetuk Aurel kesal
"Apa ku bilang???"
"Enggak, kuping kamu aja yang salah dengar" ucap Aurel lirih
"Maksud kamu aku tuli????" tanya Arjuna kesal
"Ih mas apa sih kamu, kaya cewe datang bulan aja sensitif. kamu jadi aneh gitu sehabis Nerima telepon.
Aku curiga ...."
"Banyak berfikir, kau bilang mau merawat papa tapi dari tadi kerajaanmu bengong saja" sindir Arjuna sambil melirik Lia,
"Ah Aurel sayang cepat siapkan makan buat papa mertuamu sayang" ucap Lia yang paham jika Arjuna meminta dukungan ya
"Iya, iya, mama sama..."
"Sama siapa??? aku mau beli kopi dulu, kurang tidur membuat tempramen ku buruk" ucap Arjuna beralasan, padahal dalam hatinya ingin segera menemui istri nakalnya itu dan sedikit memberinya pelajaran
"Baik nak pergilah. biar mama sama Aurel yang jaga papamu"
"Makasih ma, apa mama mau kopi juga???"
"Boleh dua cappucino ya punya mama yang less sugar" ucap Lia
__ADS_1
"Baik ma Arjuna tinggal dulu" tanpa menunggu jawaban Arjun meninggalkan tempat itu. ia dengan semangat menuju ruang rawat papa mertuanya
"Ayudiaaaa, tunggu suamimu ini datang, kita lihat apa yang akan kamu lakukan.
aku akan membuatmu patuh" geram Arjuna
Setelah sampai di ruangan rawat papa mertuanya, Arjuna langsung masuk tanpa mengetuk pintu. ia melupakan etikanya.
Beruntung Adhi sedang tidur sehingga ia bisa menutupi malunya.
Terdengar suara gemericik air, bibir Arjuna menyeringai lebar.
"Kena kau istri nakal" gumam Arjuna mengendap-endap berusaha mendekati pintu toilet, ia perlahan membuka pintu dan
"Bugh"
"Aduh" teriak Arjuna yang terkena tendangan Ayudia
"Dasar pria mesum, mau apa kamu mengendap-endap seperti maling saja"
"Mengapa kau menendang ku????" ucap Arjuna kesal dan malu kalah dari istrinya, ia tak menduga Ayudia memiliki ilmu bela diri
"itu hanya reflek, lagi pula gak keras juga, tubuhmu aja yang lemah" cibir Ayudia membuat Arjuna langsung bangkit melupakan sakitnya.
Arjuna melirik ke arah mertuanya yang seolah tak terganggu. ia masih pulas tertidur
Arjuna langsung mendekati Ayudia, Ayudia terus mundur hingga ia terpojok, Arjuna menyeringai licik terus mendekatkan tubuhnya ke Ayudia hingga tubuh mereka menempel satu sama lainnya
"Aa... aaapa yang mau kamu lakukan dasar mesum" pekik Ayudia gugup, wajahnya merona merah
"Aku??? aku hanya ingin memeluk istriku, apa salah???"
"Dengar ya tuan Arjuna yang terhormat
Kita belum menikah lagi yang artinya aku bukan muhrim mu" Ayudia berusaha memperingati Arjuna namun Arjuna malah menyeringai lebar puas melihat ketakutan di wajah Ayudia
"Nanti kita juga akan menikah lagi, tak ada bedanya.
Kita kan sudah punya anak tiga sayang" goda Arjuna membuat Ayudia makin panik.
ia belum siap di sentuh oleh Arjuna, terlebih hatinya belum memiliki perasaan apapun.
"Itu, itu karena kecelakaan. menjauhkan dariku"
ingin menggertak saja pada wanita ini.
"Sial, kenapa aku punya suami mesum sekali.
mau mengerjai ku??? ok, aku akan bermain sedikit denganmu.
aku mau lihat bagaimana reaksi tuan sok keren ini" gumam Ayudia tertawa dalam hati.
"Suamiku sayang, bisakah kau menjauh dariku??? apa kau sudah sangat merindukan diriku????" tanya Ayudia membelai wajah Arjuna.
Arjuna tersentak, jantungnya berdegup dengan kencang.
di usianya yang sudah kepala tiga puluh, baru sekali ia bercinta dan itupun karena pengaruh minuman keras .
Arjuna tak punya waktu memikirkan wanita, ia gila kerja.
Bagaimanapun ia awam dengan sentuhan wanita karena ia tak pernah mengizinkan wanita manapun menyentuhnya, bahkan Aurel sekalipun.
kini dengan berani Ayudia membelainya, ia merasakan panas dingin.
Jantungnya berdetak dengan cepat.
"Aku Hanya bercanda istriku" ucap Arjun berusaha menutupi perasaanya
namun Ayudia malah mengalungkan tangannya di leher Arjuna, wajah mereka begitu dekat
"Ternyata suamiku tampan juga" ucap Ayudia lirih
"Tera.kasih.
bisakah kau melepas tanganku dari leherku???"
"Kenapa??? bukankah aku istrimu?" ucap Ayudia membalik omongan Arjuna beberapa waktu lalu
Ayudia tidak menggubrisnya, ia terus mendekatkan wajahnya hingga Arjuna bisa merasakan hembusan nafas Ayudia di wajahnya.
wangi wanita ini tak pernah berubah, masih seperti dalam ingatannya.
__ADS_1
Arjuna memejamkan mata nya karena mengira Ayudia akan menciumnya, namun terdengar tawa cekikikan Ayudia disertai tubuhnya yang menjauh
"Panik gak??? masa enggak??? hahaha
Lain kali kalau mengerjakan orang latihan dulu xixi
"Dasar cewe sinting" Dengus Arjuna merasa malu
"Sinting juga istrimu dan ibu dari anak-anakmu, jangan lupa itu ”
"Aku berharap kau amnesia saja"
"Pssttttt, jangan sembarangan ngomong.
ucapan adalah doa. ucapkan yang baik-baik.
apa kau siap jika anak-anakku punya papa baru??? goda Ayudia tertawa geli
"Dalam mimpimu" ucap Arjuna lu mendekati Ayudia, ia dendam pada wanita usil ini dan mulai menggelitiknya sampai ayudia lupa jika mereka di rumah sakit.
Ayudia menjerit kegelian dan tubuh mereka berdua menegang, tanpa di komando kedua wajah mereka mendekat dan bibir mereka menyatu.
Awalnya hanya menempel lalu Arjuna mulai ******* bibir Ayudia.
Ayudia yang kembali mendapat kesadaran nya berusaha melepas pungutan bibir nya namun Arjuna malah memegang kepalanya dan menciumnya lebih dalam.
Drtttttt drttttt Drttttt
Arjuna menghentikan ciumannya, ia menatap wajah Ayudia yang merona merah dan buru-buru keluar dari kamar mandi.
"Ya, benarkah??? pastikan orang tersebut benar.
sembunyikan sementara waktu karena dia saksi kunci sekaligus pelaku.
Ancam dia buka mulut, karena kesaksiannya akan meringankan hukumannya. jika ia tak mau kerjasama langsung laporkan di setelah kit menemukan BI Minah Asisten rumah tangga orangtuaku.
Baik, atur semua, Pastika mereka tidak kabur atau bunuh diri."
Arjuna mengakhiri panggilan teleponnya. ia tersenyum lebar
"Kau harus membayar dosa mu satu persatu wanita ******. dosa karena menghancurkan keluargaku dan dosa karena membunuh istriku.
Aku pastikan kau membusuk di penjara!!!!! gumam Arjuna meremas ponselnya keras
"Aku akan kembali ke ruangan papa, jangan lepas penyamaran mu, kau takut sehabis ini mereka kembali.
Oh ya kita audah menemukan Parno, tukang kebun yang menjadi kaki tangan wanita itu, tinggal mencari bi Mirna, lalu kita buat laporannya"
"Benarkah????" Tya Ayudia senang, Arjuna mengangguk dan mengelus kepalanya.
"Siapapun yang berani menyakiti keluargaku, akan ku balas berkali-kali lipat, by the way bibir mu sedikit kaku, sebaiknya perbanyak latihan mencium ku nanti" bisik Arjuna lalu berjalan keluar
"Cowok mesummmmm" teriak Ayudia marah melempar bantal sofa di dekatnya
Bruuggg sebuah bantal sofa melayang dan membentur pintu ruang rawat yang tertutup
"Ayudia?? kenapa kamu?" tanya Adhi yang terbangun karena terkejut
Hai semuanya , author mau jawab banyak yang tanya
"Thor kenapa bertele-tele, muter-muter bukan langsung hukum bla, bla, bla..."
untuk kasus Deswita dia melakukan tiga kejahatan, dimana setiap kejahatan perlu bukti, bener gak??
kalau author langsung buat Deswita di hukum kan kayanya gak realistis aja, trus untuk kejahatan yang mana dulu???
setiap kejahatan perlu bukti baru di hukum, perlu saksi untuk menguatkan bukti kejahatan.
Naaaah, akak-akak yang ganteng and cantik di harap sabar ya, karena semua butuh proses. author akan beri Deswita hukuman yang setimpal hehehe
Tak terkecuali Lia dan Aurel ( ibu dan kakak tiri Ayudia)
why??? pasti kalian nanya ya kan???
yang jeli baca part-part awal pasti tahu deh kenapa mereka juga harus diadili juga dan dapat hukuman yang setimpal
Author akan mencoba gak berbelit-belit tapi juga gak bisa langsung bleg ( aduh kalimatnya hehe) pokoknya ada part bagian mereka kena hukuman atas kejahatan mereka, soooo...
ditunggu ya kak.
author ucapkan banyak terima kasih Pada semua reader yang sudah mendukung dan memberi masukan untuk author. Author sadar tanpa kalian apalah author ini.
__ADS_1
pooh***