(Anak Genius) YANG TERBUANG

(Anak Genius) YANG TERBUANG
Cemburu


__ADS_3

Arjuna rasanya sudah gatal ingin menyudahi meeting nya dengan Rendy, Marcel dan Thomas, pikirannya terpecah karena melihat kedekatan Jovanka dan Faisal, ia sungguh merasa hatinya tak nyaman, perasaan aneh yang membuatnya berfikir jika kini ia sudah gila


"Jadi, loe ngerti kan bro, kita juga harus memikirkan sisi hiburannya, apakah itu permainan di pantai atau live music " ucap Marcel yang ahli dalam urusan entertainment


"Gue setuju sama loe bro, Gue sih lagi mikir bagaimana kalo kita juga ada spa nya, terus ada tempat fitnes, gimana menurut loe bro" tanya Rendy menatap Arjuna


"Atur aja" ucap Arjuna tanpa menoleh


"Jadi loe setuju ya??" tanya Thomas langsung meminta sekretarisnya mencatat


"Atur aja" jawab Arjuna membuat semua orang akhirnya tahu jika Arjuna sedang tidak fokus pada meeting mereka, biasanya seorang Arjun akan banyak menuntut ini dan itu, namun kini ia langsung menyetujuinya??? sangat aneh.Rendy menyenggol Marcel dan menunjuk sesuatu yang menjadi perhatian Arjuna, sontak pandangan semua orang beralih pada kemana mata Arjuna memandang, lalu semuanya menggelengkan kepalanya, penasaran siapa wanita itu hingga berhasil membuat seorang Arjuna yang terkenal gila kerja sampai tidak fokus di buatnya.


Mereka tak menyangka jika Arjuna yang dingin dan terkesan menjauhi wanita, ternyata bisa tertarik pada sesosok wanita yang sederhana di luar sana


Marcel dan Thomas menjadi penasaran bagaimana tampang wanita itu yang berhasil membuat Arjun seperti orang bodoh


Randy dengan usil membisikan sesuatu pada Thomas dan Marcel, mereka mengangguk dan tersenyum.


terlihat senyum licik di wajah ketiga pria itu


"Dia manis ya? ucap Rendy lirih


"Dia menyebalkan" saut Arjuna


"Sepertinya pria itu kegatelan" tambah Rendy


"Apa kita perlu beri pelajaran pada pria itu???" tanya Marcel datar


"Emang sialan itu Faisal" ucap Arjuna tanpa sadar


Rendy langsung mengangguk pada kedua temannya, mereka kini yakin sepenuhnya Arjuna sedang melamun.


mereka menyeringai licik seperti merencanakan sesuatu


"Gue butuh tambahan dana buat proyek gue di Bali, loe mau kan investasi bro???tanya Marcel hati-hati


" Gue beri" ucap Arjuna sementara Rendy, Marcel dan Thomas tertawa tertahan. mereka sudah merekam ucapan Arjuna akan memberi, sehingga nanti tinggal menagih janji pada Arjuna, sekali-kali mengerjai manusia menyebalkan ini tak ada salahnya bukan???


"Loe suka sama cewe itu????" tanya Thomas penasaran, wanita itu mengalihkan dunia Arjuna


"Di bikin gue gila, tapi entahlah

__ADS_1


" sebuah pernyataan yang mereka ingin dengar dari mulut Arjuna


Bhahahahhaha


Ketiga sahabatnya itu sudah tak tahan lagi, mereka tertawa terbahak-bahak, Arjuna sontak tersadar, ia terbengong tak mengerti mengapa sahabatnya itu tertawa.


"Ok deh meeting hari ini selesai, gue mau mandi trus jalan" ucap Thomas langsung bangkit diikuti sekertaris ya.


Diantara mereka berempat, Thomas paling pendiam sehingga ia memilih pergi sebelum Arjuna menyadari sesuatu


"Gue juga bro, cewek gue udah nelpon Mulu" ucap Marcel bangkit, ia tak pernah membawa sekretarisnya karena kekasihnya akan cemburu, daripada perang dunia kedua, lebih baik ia mengerjakan semuanya.


Kini tinggal Arjuna dan Rendy, Rendy terlihat tersenyum lebar menatap Arjuna


"Jadi??? apa yang mau loe lakukan???"


"Maksud loe???" tanya Arjuna balik


"Itu.... pergilah bro, gue ikut bahagia akhirnya loe normal setelah sekian purnama. Gue hanya khawatir kalau lama gak di pake, punya loe karatan hahaha" Rendy tertawa tanpa Tedeng aling-aling hingga membuat Arjuna kesal, ia langsung melempat sahabatnya itu dengan cake di depannya.


Rendy yang sudah mengantisipasi, dengan lincah ia menangkap cake tersebut dan memakannya sambil memasang muka menjengkelkan


"Hahaha" Rendy hanya tertawa dan memilih kabur, ia tak mau Arjuna menendangnya keluar dari perusaan sahabatnya itu, bisaa kena keramas ceramah tujuh hari tujuh malam oleh papanya, si tua bangka itu mengirimnya pada Arjuna untuk belajar berbisnis, entah mengapa papanya sangat membangga-banggakan Arjuna


Arjuna masih menatap keintiman Faisal dan Jovanka, i menimbang-menimbang apakah harus kesana atau tidak, namun begitu melihat tangan Faisal menyentuh bahu Jovanka, ia langsung berjalan menuju tempat dimana jovanka duduk.


"Ehem, ehem"


"Eh pak Arjuna, sore pak" sapa Faisal sopan


"Hmm" jawab Arjuna tanpa membalas, ia melihat ke arah Jovanka yang memilih menunduk menghindari tatapan matanya, seperti seorang kekasih yang ketangkap sedang berduaan dengan pria lain, canggung dan serba salah dengan muka yang memerah


"Apa kamu tidak ada kerjaan??? saya mau laporan perincian biaya sekarang juga" ucap Arjuna tanpa menyebutkan nama, Faisal membulatkan matanya terkejut


Pasalnya sehari sebelumnya Arjuna meminta laporan itu seminggu kemudian, namun kini??? apa dia sudah membuat kesalahan???


Faisal menelan Saliva nya , ia tak tau kesalahan pa yang dibuatnya, namun ia masih menyayangi kariernya sendiri


"Ba..baik pak, saya akan usahakan secepatnya" ucap Faisal langsung pamit dan pergi.


Jovanka merasa aura pria di depannya tidak baik, ada kilatan kemarahan disana,

__ADS_1


"So,,sore pak" sap Jovanka saking terkejutnya i sampai lupa menyapa bos nya itu dengan gugup


"Apa kau begitu gugup ketahuan sedang mojok dengan pria itu??? hingga atasan datang lupa menyapa???" sindir Arjuna


"Ma..maaf pak" ucap Jovanka lirih


"Sial kenapa gue jadi gugup gini???


seperti maling ketangkap basah mencuri, tapi kan dia gak tahu gue istrinya, lagi pula itu sudah tujuh tahun lalu yang artinya statusnya dan dia entah masih suami istri atau bukan.


Sepertinya gue harus bertanya sama yang ahli" gumam Jovanka dalam hati


"Kalau diajak bicara itu menatap lawan bicaranya, apa wajah saya terlalu tampan sampai kamu takut jatuh cinta??" goda Arjuna tersenyum lebar


"Pede"


"Apa??? "


"bukan apa-apa, bapak gak ikutan yang lain tuh main ke pantai??" tanya Jovanka mengalihkan pembicaraan


"Kamu kenapa hanya duduk di tepi pantai??? "


"Ditanya malah balik bertanya, aneh" cibir Jovanka lirih


"Saya juga tadi tanya, kamu balas bertanya, kamu juga aneh. Jadi kita dua orang yang aneh" ucap Arjuna masih tersenyum membuat jantung Jovanka berdetak tak karuan.


Setelah tahu Arjuna adalah suaminya, Jovanka mau tak mau harus bersikap sedikit baik padanya, ia takut kualat karena melawan suami, tapi apa dia masih istrinya????


kalau papa anak-anaknya benar, sampai kapanpun Arjuna adalah papa biologis si kembar, namun istri???


bukankah mereka sudah berpisah sekian lama dan Jovanka tidak menerima nafkah lahir dan batin, lalu???


Jovanka menggelengkan kepalanya beberapa kali, itu semua tak luput dari pandangan Arjuna yang mengerutkan alisnya bingung


"Kenapa kamu gak terima saya gak balas pertanyaan kamu??? Pertama, saya tadi sedang meeting dan baru selesai meeting.


Kedua, saya sedang tidak mood main air" ucap Arjuna menjelaskan tanpa Jovanka minta membuat wanita itu melongo bengong


"Sial, Pasti dia berfikir gue aneh , Kenapa gue jadi begonya di depan dia sekarang.


apa pentingnya gue jelasin ke dia?? pasti dia pikir gue aneh, ah sial, sial" gerutu Arjuna malu

__ADS_1


__ADS_2