Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Kamu Tidak Sendiri


__ADS_3

Angel Pov


Saat ini aku sedang merenung di kamar. Sejak dua Hari lalu aku membulatkan tekad untuk kembali belajar di sekolah. Aku harus bangkit dan keluar dari kubangan hitam yang selalu membuatku takut, karena dengan terus begini pun tidak akan membuat aku seratus persen pulih yang ada aku malah semakin sulit berinteraksi dengan banyak orang khususnya laki-laki. Kak Matthew benar bahwa aku harus melawan rasa takutku, berani keluar untuk melawan kekerasan dunia luar, karena masalah yang sulit tidak hanya seperti yang perkara yang kurasakan bahkan ada yang jauh lebih menyakitkan dariku. Dunia akan semakin keras kalau aku terus mendiamkannya. Mengingat Pria itu rasanya jantungku selalu rajin berolahraga. Membayangkan semua perhatian dan dukungannya selama ini entah kenapa sekarang membuat aku rindu ingin selalu mengulang moment kebersamaan kami. Namun, nama kak Laras tiba-tiba terlintas dalam pikiranku. Dia Gadis yang cantik dan anggun sangat selaras apabila disandingkan dengan kak Matthew. Aku selalu berkecil hati mengingat itu.


Angel pov end.


Saat ini, Matthew sampai lebih dulu di rumah Angel, dari dalam Mobil dia melihat Mama Vita, Bestie dan Noval tengah mengobrol di teras rumah. Kedatangan mobilnya tadi sempat menjadi pusat perhatian ketiga orang itu. Matthew turun dengan dengan membawa sekotak brownies kesukaan Angel.


"Sore tante, Bestie, Noval" sapa Matthew seraya mencium tangan mama Vita.


"Sore nak Matthew"


"Sore kak"


" Ayo masuk nak. Mau ketemu Angel?" Tanya mama vita. Sebenarnya itu pertanyaan retoris karena sudah pasti Matthew ke sana mau ketemu Angel.


"Iya tante, kalau tidak keberatan. Saya ingin mengobrol dan mengajak Angel kembali belajar di sekolah. Saya berharap dia berani keluar dan ketemu orang banyak, tidak takut lagi dengan keadaannya.


"Boleh nak, tapi perlahan ya. Tante juga sering mengobrol tentang hal ini dengannya. Bestie dan Noval juga kemarin sudah mulai mengajak dia belajar di taman samping rumah. Puji Tuhan dia mau. Terima kasih ya nak, ini juga banyak campur tangan kamu" tutur mama vita dengan tulus setelah duduk di sofa sambil mengelus bahu Matthew.


"Saya tidak banyak membantu tan. Lebih banyak berasal dari usaha Angel sendiri yang mau cepat sembuh dari traumanya". Balas Matthew dengan senyum tulus lalu menyerahkan kotak brownies tadi ke mama Vita. kedatangannya memang disambut senyum hangat oleh mama Vita dan Bestie. Sementara Noval hanya berwajah datar. Dia sebenarnya masih mempertanyakan semua perhatian Matthew dan 3M sekawan selama ini. Kalau perkara soal pertolongan Matthew saat itu, harusnya tidak sampai berlanjut seperti ini. Apakah lelaki ini menyukai sahabatnya atau ada tujuan lain? Sepertinya Dia perlu mengingatkan Matthew akan keberadaan Laras sebagai kekasihnya. Noval tidak mau Angel akan dicap sebagai wanita perebut pacar orang. Menyadari ekspresi Noval, Bestie berinisiatif untuk mengajak pria itu pulang.


"Tan, kita pamit pulang dulu ya. Sudah sore, aku belum mandi" itu hanya alasan dia, lagian sejak kapan bestie berkunjung ke rumah Angel pakai batasan waktu biasanya juga tidak ingat waktu bahkan bermalam di sana. Dia hanya tidak mau Noval sampai membuat suasana canggung dan membuat Angel tertekan kalau melihat Noval terus memasang wajah tidak suka terhadap Matthew.


"Nggak nunggu makan malam dulu?" tanya mama Vita.


"Nggak usah tan. Ayo Val, jangan bengong. Salaman dulu" Bestie sengaja menarik tangan Noval dan pamitan dengan mama Vita kemudian menyeret dengan paksa Noval agar lekas melangkah ke luar rumah. Sedang mama Vita, hanya menggeleng lucu melihat aksi Bestie yang selalu semuanya dengan Noval.


"Mau langsung mengobrol dengan Angel? pertanyaan mama vita menyadarkan Matthew dari pandangannya keluar rumah mengikuti langkah dua orang tadi. Bukanya dia tidak menyadari tatapan Noval, hanya saja dia tidak terlalu mempedulikannya.


"Boleh tan."


"Ayo, tante hantar ke kamarnya. Kamu kan tahu, dia susah di ajak keluar kalau sudah mandi" Ajak mama vita menuju kamar Angel. sesampainya di depan pintu, dia mengetuk pintu kamar putrinya.

__ADS_1


Tok..tokk tokkk....


"Nak, boleh, mama masuk?"


"Masuk saja ma, tidak dikunci" sahut Angel dari dalam. Mama Vita memutar handle pintu dan melihat putrinya kembali serius membaca buku pelajaran.


"Lihat, siapa yang datang" Angel menoleh dan langsung memasang senyum sumringah setelah mengetahui Matthew mengunjunginya lagi sore ini. Dia beranjak dari kursi dan menyapa Matthew.


"Hai kak"


"Hai, kakak tidak mengganggu kamu kan" Angel menjawab dengan gelengan dan senyum malu-malu. Keduanya saling menatap seolah ada kerinduan di sana.


"Kalau gitu mama tinggal ya" intrupsi mama vita menyadarkan kegiatan saling pandang mereka.


"Iya tan"


"Iya ma"


Mama vita keluar dengan tetap membuka pintu kamar anaknya dengan lebar. Itu adalah salah satu bentuk kewaspadaannya. Percaya boleh saja kita berikan pada orang namun waspada tetap harus menyertai.


"Gimana hari ini" tanya Matthew memulai obrolan


"semua baik dan aku sudah memutuskan kak, kalau aku akan kembali ke sekolah minggu depan dan seterusnya" mendengar itu, ada rasa senang sekaligus takjub dalam diri Matthew terhadap gadis di depannya karena punya semangat untuk kembali berkutat dengan kekerasan dunia setelah mengalami peristiwa yang menguncang jiwanya.


"kamu sudah memikirkankanya dengan Serius? Jangan jadikan saran kakak kemarin untuk kamu memutuskan dengan secepat ini. Kamu benar-benar sudah merasa siap, hem?" Matthew bertanya lembut sambil memandang lekat wajah gadis di depannya. Ditatap seperti itu membuat Angel merasa malu. Matthew justru tersenyum lebar dan merasa gemas.


"Aku sudah siap dan yakin kak. Aku merasa apa yang kakak katakan memang benar, bahwa kalau aku terus bersembunyi sampai selamanya aku akan merasa takut bertemu orang di kuat sana. Maka aku harus mendorong diriku untuk berani keluar dan terus melanjutkan hidupku" Jelas Angel dengan penuh kejujuran. Mendengar itu, Tangan Matthew terangkat dan mengelus puncak kepala Angel dengan halus.


"ini kemajuan yang baik untuk kamu. Ingat kamu tidak sendiri. Ada begitu banyak orang yang mendukung dan menyayangi kamu, hem.." Kini tangan Matthew beralih memegang pundak Angel seolah menyalurkan kekuatan untuk gadis itu.


"termasuk kakak? menyayangi aku juga?" entah disadari atau tidak Angel memberi pertanyaan seperti itu.


"Tentu" Jawab Matthew yakin. 'bahkan lebih dari itu' lanjutnya yang hanya diungkapkan dalam hati. Mereka memandang satu sama lain dengan perasaan yang hanya mereka sendiri yang tahu. Sapaan dari pintu membuat Mereka kaget, sebenarnya hanya Angel, Karena Matthew merasa biasa saja dengan kehadiran orang lain.

__ADS_1


"Wah, sepertinya kami datang di waktu yang tidak tepat" tutur Melvin yang kini melipat tangan di depan pintu dan meledek dua orang di dalam sana.


"yuk, mar. Kita balik saja, sepertinya kita mengganggu mereka" lanjut Melvin. Namun Martin tidak menanggapi malah menyapa Angel yang kini tersipu dengan perkataan Melvin.


"Hai Angel"


"Hai kak"


Mama Vita muncul dan menyarankan mereka untuk mengobrol di ruang tamu. Angel mengiyakan karena dia sudah bertekad untuk berani keluar dan bertemu orang banyak.


"Hei rabit rabit, gimana keadaan kamu?"


"seperti yang kakak lihat. Aku jauh lebih baik sekarang. pertanyaan melvin dijawab dengan senyuman lucu oleh Angel karena panggilan sayang dari Noval justru di rubah oleh Melvin. Kalau saja noval masih di sana dia mungkin akan protes dan marah pada Melvin.


"Maaf, tadi kakak sempat sedikit dengar, kamu mau kembali belajar ke sekolah, dek?" kini giliran Martin yang bertanya.


"Iya kah. Aku rasanya mulai rindu sekolah dan teman-teman.


"syukurlah. Kakak senang kalau kamu berani mengambil jalan tetap melangkah seperti ini dek. Semangat ya, kamu tidak sendiri. Banyak yang peduli sama kamu"


"Iya kak. Terima kasih"


mama Vita muncul membawa minuman untuk mereka di sana.


"Maaf tan, sudah merepotkan" ucap Matthew sungkan.


"Terima kasih ya tan sudah mau direpotkan oleh tamu tidak tahu diri seperti kami. Tapi aku tetap senang kok tan, karena melihat putri tante yang manisnya mengalahkan segala macam jenis gula" ucap Melvin yang tujuannya memang hanya untuk menggoda Angel agar terus ceria. Mama vita hanya tersenyum mendengar tuturan melvin barusan.


"Sudah, diam, dari tadi kamu ini berisik mulu, kamu nggak lihat si Angel sudah tersipu, mukanya sudah memerah tu. Terima kasih tan" lanjut Martin yang turut menggoda Angel.


setelah mengobrol lama, akhirnya mama vita mengajak mereka untuk makan malam bersama. sejam setelahnya mereka pamit pulang. Matthew menjadi orang terakhir yang pamitan dengan Angel. Tangan Matthew kembali mengelus puncak kepala Angel dengan sayang dan berkata,


"Malam ini bobo yang nyenyak, mimpi yang indah dan bangun pagi esok harus lebih semangat lagi. Sampai ketemu di sekolah ya"

__ADS_1


Angel mengangguk dan tersipu. Malam ini, dia pasti akan tidur dengan penuh senyuman di bibir.


__ADS_2