Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Angel Trauma


__ADS_3

Senyum Matthew terbit saat mendengar dengkuran halus dari gadis dalam dekapannya. Matthew menunduk memperhatikan Wajah Angel yang lusuh dengan mata bengkak dan sembab, sudut bibir berdarah yang nampak mengering dan pelipis yang sedikit membiru. Belum lagi gambaran cakaran membentuk luka di tangannya akibat paksaan dari dua lelaki bejat tadi. Melihat Wajah gadis tersebut yang layu, membuat dada Matthew sesak. Dia yakin pasti ada kekerasan fisik saat dia belum sampai ke lokasi kejadian. Dalam hati dia mengumpati kedua preman tadi. Dia berjanji akan memenjarakan keduanya. Tangannya terangkat terulur mengelus pipi Angel. Dengan Sadar dia mendaratkan sebuah kecupan hangat di dahi gadis itu. Sang pengawal yang menjadi sopir saat ini melihat apa yang dilakukan anak dari saudara majikannya, membuat dia yakin gadis yang terluka tersebut punya ruang tersendiri di hati Matthew.


Sementar itu, di rumah mama Vita sedari tadi mondar mandir dengan penuh cemas. Dia sudah menghubungi Noval dan Bestie menanyakan keberadaan putri tersayangnya. Noval dan Bestie memberi tahu bahwa tadi mereka pulang lebih dulu karena Angel masih ada pertemuan dengan teman-teman anggota mading sekolah. Mereka menjadi khawatir setelah mendengar cerita mama Vita bahwa sampai sekarang Angel belum pulang ke rumah dan nomornya tidak aktif. mereka juga berusaha menghubungi Angel namun hasilnya sama, nomor Angel di laur jangkauan. Sialnya lagi mereka tidak punya kontak teman Angel dari tim mading sekolah. Dengan Kondisi Hujan deras begini mereka sangat tahu Angel pasti ketakutan, karena dia sangat takut petir dan guntur. Mama Vita sedari tadi menangis sambil berdiri bergerak ke sana kemari dan berkali-kali memanjatkan doa kepada sang pencipta agar putrinya selalu dalam Lindungan-Nya.


Saat mama Vita sedang kalut, Dia melihat mobil Noval memasuki pekarangan rumah. Kemudian Turun Bestie dan Noval yang berlari ke arahnya. Bestie langsung memeluk Mama Vita seraya memberi kekuatan bahwa Angel baik-baik saja dan diangguki Noval. Mama vita hanya jika mengangguk. Namun perasaan seorang ibu tidak akan bisa berbohong bahwa anaknya saat ini sangat membutuhkannya. Tak berselang lama muncul Mobil Sport biru tua ke halaman rumah. yang membuat ketiganya bingung sekaligus bertanya-tanya, mobil siapakah ini? ada keperluan apa? Namun semuanya tertawa saat dari dalam Mobil muncul pemuda dengan baju sedikit berantakan dengan mengendong seorang gadis yang tengah terlelap. Menyadari Gadis itu adalah putrinya, Mama Vita histeris dan berlari menuju Matthew tanpa peduli hujan deras. Sementara Noval dan Bestie berinisiatif membuka pintu rumah dengan kepala Yang masih dipenuhi pertanyaan.


"Angel. Sayang. Kau kenapa? Anakku kenapa?" tanya mama vita sambil menjerit histeris karena melihat kondisi putrinya.


"Tante, sebaiknya kita masuk dulu, kasihan Angel butuh pertolongan dari tadi dia menangis mencari tante" jelas Matthew, bahunya sudah basah akibat payung yang dipegang pengawal tidak cukup besar. Sementara mama Vita sudah basah kuyup.


"Ayo nak, kita masuk" akhirnya mama vita dengan segala perasaan berkecamuk di dadanya mengajak Matthew masuk ke rumah. Dia mengarahkan Matthew ke kamar Angel diikuti Bestie yang terisak melihat kondisi Angel dan Noval yang sedih melihat keadaan sahabatnya.


"Tan, sebaiknya tante, ganti baju, supaya nanti saat Angel bangun dia bisa leluasa sama tante" Ajak Bestie. Mama vita mengangguk dan langsung berlari ke kamarnya, tidak sampai 2 menit dia sudah kembali dengan pakaian yang sudah baru.


Matthew membaringkan Angel ke kasur dengan perlahan dan lembut. Dia tidak ingin gadis itu terbangun. Setelahnya dia izin pamit untuk menganti baju yang sudah disiapkan pengawal dan berjanji akan menceritakan semuanya setelah mengganti pakaian.

__ADS_1


Saat ini, semua orang sedang berada di kamar Angel.


Matthew membuka suara memulai pembicaraan. Dia menceritakan semua yang terjadi. Mendengar itu, mama Vita semakin terisak tertahan dia langsung memeluk putrinya yang masih tidur. Nyawa putrinya tadi dalam bahaya. Dia tidak sanggup membayangkan kalau Angel-nya kenapa-napa. Mama Vita menagis sembari mengelus pipi Angel yang sudah dikompres dan beri obat. Bajunya pun sudah diganti mama Vita.


Bestie juga ikut menangis dan ditenangkan oleh Noval yang sejak tadi memeluk gadis itu. Kalau begini mereka sangat akur dan nampak saling menyayangi. Manis sekali.


Sementara, Matthew saat ini hanya diam menyaksikan segala yang terjadi di kamar Angel. Pandangan Matthew mengitari seisi kamar yang bernuansa Pink dan hijau muda. Warna yang manis selaras dengan pemilik kamar tersebut yang jauh lebih manis. Senyumnya terbit melihat gambar dalam pigura di atas meja kecil di samping tempat tidur. Figura itu berisi potongan-potongan kecil foto perkembangan Angel dari kecil hingga merayakan ultah ke 15 tahun. Matthew menyadari Gadis dalam foto tersebut sangat, manis, cute dan juga cantik. Masih asik melihat kamar Angel, HP nya berdering dam ternyata itu telepon dari Melvin yang mengatakan kasusnya berjalan Lancar karena ada CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun Matthew tetap harus ke kantor polisi untuk memberi keterangan sebagai saksi dan Matthew akan ke sana setelah Angel bangun tidur.


Beberapa saat setelahnya, Angel terbangun dan histeris, sepertinya dia mimpi buruk, terlihat dari wajahnya yang penuh keringat dan sebelum bangun sempat mengigau ketakutan.


"Ah, tidak.. jangan... jangan sentuh aku.. tolong,, tolong" teriak Angel seperti orang ketakutan dan linglung. Kejadian tadi sampai mengganggu psikisnya hingga dia trauma.


" Ini mama. Ini mama. semua baik-baik saja" ucap mama bita seperti berbisik di telinga Angel. Noval dan Bestie turut memegang tangan Angel, sementara Matthew memperhatikan gadis itu dengan perasaan berkecamuk. Dia ingin mendekap gadis itu seperti tadi. Namun akan sangat lancang apabila dia mendadak melakukannya.


"Mama, ma.. ma.. Angel takut. Orang itu mau jahatin Angel. Aku takut. Ujar Angel dengan mendekap sang mana dengan erat. sebelum akhirnya tertidur kembali.

__ADS_1


"Tan, sebaiknya aku panggil dokter ke sini untuk memeriksa keadaan fisik dan Psikis Angel " tawar Matthew.


"Iya nak, tolong ya" Jawab mama vita dengan sangat pelan karena posisinya masih memeluk Angel yang tertidur. Matthew menjawab dengan Aggukan dan senyuman. Setelahnya dia menelepon dokter keluarga yang bekerja di rumah sakit bibinya, mama dari Melvin. Dia juga meminta agar dikirimkan seorang Psikiater dari Rumah sakit. Matthew menyuruh dokter untuk le alamat yang dia kirim.


Tak menunggu lama, Dokter tiba di rumah Angel dan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik. Di sana juga dia membawa seorang Psikiater yang juga rekannya atas saran Matthew.


Saat bangun, Angel kembali histeris dan tidak mau melihat orang-orang di sana kecuali mamanya. Matanya selalu terpejam, badan bergetar dan berkeringat. Dokter terpaksa memberi obat penenang hingga Ange kembali terlelap.


Setelah diperiksa oleh kedua Dokter tadi, Mama vita juga menyempatkan cerita bahwa sebelumnya saat berusia 10 tahun, Angel pernah mengalami hal yang sama, diculik hingga nyaris diperkosa oleh suami tetangganya. Saat itu, Angel Trauma berat dan membutuhkan waktu 2 Tahun untuk benar-benar pulih. Beruntungnya mama vita tidak sendiri menemani Angel melewati masa sulit itu, ada Bestie, Noval, keluarga Bestie dan keluarga noval juga. Mendengar cerita itu, dari observasi yang dia lakukan tadi terhadap Angel, Psikiater mengatakan bahwa Angel Trauma berat. Orang-orang di sekitar Angel harus memberi support dan menciptakan suasana yang bahagia. Untuk sementara, tidak boleh menceritakan dan menunjukan kejadian kekerasan dalam bentuk apapun pada Angel, Karena itu bisa memicu kembalinya ingatan pada kejadian yang menimpanya. Kalau bisa ajak Angel ke tempat yang lebih tenang, yang membuat dia melupakan kejadian yang menimpanya. Dokter pamit dan memberikan resep obat yang harus diteruskan ke apotek untuk luka fisik Angel.


Saat malam Bestie dan Noval memutuskan untuk menginap. Di sana juga ada orang tua Bestie yang turut prihatin atas peristiwa yang Angel alami. Mereka sudah menganggap Angel seperi putri bungsu mereka.


Sementara Matthew hendak ke kantor polisi, untuk memberi keterangan sebagai saksi dan juga karena Angel belum bisa dimintai keterangan sebagai korban sebab kondisinya yang tidak memungkinkan. Sebelum berangkat, Matthew meminta Izin untuk pamit dengan Angel. Semua di sana mengangguk, karena tadi saat bangun, Angel membuat orang kaget karena dia tidak takut terhadap Matthew bahkan sempat memberi senyum.


Saat ini, Matthew duduk di sisi Tempat tidur sambil melihat Angel yang tertidur pulas. Tangannya terulur mengusap pipi Angel dan berbisik Lirih.

__ADS_1


"lekas pulih, jangan Takut. Kira akan melindungi dan menyayangi kamu. Semua akan baik-baim saja. Aku pamit dulu, esok ke sini lagi, See you tomorrow, Sweetheart". Entah ada apa dengan Matthew, kenapa dia seperhatian itu, hanya dia yang tahu. Matthew berbicara seolah Angel yang tertidur bisa mendengar. Setelahnya dia pamit ke kantor polisi.


Pagi ini di sekolah, Guru-guru sudah mengetahui peristiwa yang menimpa Angel dan memberi izin untuk Angel beristirahat di rumah hingga keadaannya membaik. Beberapa guru, seperti wali kelas, guru BK, kepala sekolah dan beberapa orang teman Angel, datang menjenguk Angel walau belum bisa bertatap muka secara langsung. Mereka hanya bisa mengobrol dengan Mama vita di ruang tamu. Angel belum mau menemui orang lain, kecuali, Mama vita, Bestie, noval dan Matthew.


__ADS_2