
Seminggu telah berlalu. Hubungan Angel dan Matthew lengket kembali. Hari ini adalah hari sabtu, rencananya Dia akan menemani Matthew mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan untuk membeli kado untuk Mom Helena yang sedang berulang tahun. Matthew akan memberikan kejutan dihari bahagia mom tercinta. Dia sengaja mengajak Angel karena dia ingin kekasihnya itu yang akan memilih kado. Dia juga tidak melewatkan kencan mereka hari ini.
Sesampainya di mall, mereka segera memasuki salah satu tokoh Tas branded. Awalnya Angel takut dan menolak saat Matthew seolah memberikan tanggung jawab penuh padanya untuk memilih kado. Dia ragu dan juga cemas, seleranya tidak sesuai selera mom Helena. Tapi Matthew menyakini bahwa orangtuanya bukan tipe pemilih jadi mereka akan menghargai apapun yang orang berikan. Akhirnya Angel pasrah dan memutuskan untuk membeli Tas dan kalung untuk mom Helena. Setelah selesai membeli kado tas dan Kalung, Kini Giliran Matthew mengajak Angel ke sebuah tokoh baju dengan brand ternama. Saat masuk langkah Angel sangat pelan seakan ragu. Dia merasa tidak pantas untuk memasuki tempat tersebut. Orang miskin sepertinya tidak cocok melihat barang dengan harga mahal nanti malah takutnya pingsan. Matthew mendekati seorang wanita penjaga toko dan memintanya untuk mengantarkan kekasihnya ke bagian dress atau gaun terbaik di toko tersebut.
"Sayang, ikuti dia. Ambil Saja yang kamu mau dan butuhkan" tutur Matthew menyuruh Angel mengikuti langkah pegawai toko.
"Eh, tidak usah kak. Aku sedang tidak ingin beli baju. Aku juga belum butuh apa-apa. Ayo kita keluar" Jawab Angel seraya menarik tangan Matthew hendak keluar.
"Sayang dengar, malam ini aku akan mengajak kamu bersama-sama memberikan kado untuk mom. Jadi sekarang kita akan memilih baju yang akan kita pakai nanti malam" Jelas Matthew membuat Angel melongo. Kok pacar tampannya ini nggak bilang dukungan kalau mau diajak ke rumahnya. Angel kan Jadi Grogi dan porno sendiri.Takut orang tua Matthew orang galak dan malah mengusirnya.
"apa? aku juga ikut kasih Kado" tanya Angel dengan nada tidak percaya. sementara Matthew hanya mengangguk lucu dengan ekspresi kekasihnya.
"Kakak saja ya. Aku malu kak" ucap Angel dengan wajah memohon karena merasa tidak pantas bertemu orang tua Matthew yang dia rasa tidak akan suka dengan kehadirannya.
Matthew mengelus kepala kekasihnya dengan penuh sayang.
"Sayang, Orang tua ku bukan orang yang galak, kalau itu yang kau takutkan. Justru nanti mereka akan bahagia kalau kau datang ke sana dengan ku. Percayalah." Jelas Matthew untuk meyakinkan Angel. Akhirnya Angel pasrah karena terus didorong Matthew ke tempat berjejernya puluhan dress tercantik dari brand ternama di dunia. Dengan Iseng Angel mencoba mengecek harga pada salah satu dress yang dia rasa cukup sederhana. Namun betapa kagetnya Angel setelah melihat harga dress tersebut. Bentuk yang sederhana tidak menjamin harga yang sederhana juga. Jiwa miskinnya mendominasi hingga perlahan langkahnya mundur karena masih syok dengan harga dress tersebut yang mencapai 60 juta, bagaimana dengan dress yang lain.
"Silakan nona, mau pilih yang mana? di sini banyak koleksi gaun untuk cara formal dan informal" tanya Pegawai toko tadi sekaligus menjelaskan pada Angel.
"ehh, kakak apakah ada yang paling murah?" tanya Angel dengan berbisik pada pegawai tersebut. Pegawai itu hanya mengulum senyum. Apakah gadis di depannya tidak tahu bahwa pria yang datang bersamanya tadi sanggup membeli dress termahal di toko tersebut bahkan dia sanggup memborong semua isi satu toko. Karena menghargai permintaan Angel, Pegawai tersebut menunjukan pada Angel dua dress dengan bentuk dan warna yang berbeda, Satu berwarna kuning cerah dan satu lagi berwarna putih. Menurut pegawai tersebut harga dua dress yang dia tunjukan sudah dalam kategori termurah tapi tetap saja membuat kepala Angel pusing. Murah yang dimaksud adalah dua puluhan juta. Benar-benar bikin miskin dadakan.
"Aku mau coba yang putih kak" Kata Angel. Dia tertarik dengan dress tersebut karena bentuknya sederhana dan kelihatan manis dengan ukiran floral seperti bunga musim gugur.
"Silakan dicoba nona" Kata pegawai tadi dan menyerahkan dress floral putih tersebut pada Angel. lalu Angel memasuki ruang ganti pakaian.
__ADS_1
Setelah gaun tersebut dia kenakan, Angel merasa terkejut dan penampilannya yang terlihat jauh berbeda dari sebelumnya. Memang benar pakaian mahal dengan kualitas terbaik juga mempengaruhi tampilan seseorang, dari buruk dan burik jadi manis, cantik dan elegan mempesona. Mendadak Angel merasa grogi dengan penampilan manisnya yang telah dicover pakaian mahal.
Sementara di luar, Matthew sedang menunggu Angel. Dia telah selesai memilih pakaian yang akan dia gunakan nanti, sekarang dia sedang menanti bidadarinya keluar untuk menunjukan hasil pilihannya. Tak berselang lama, Angel keluar dari ruang ganti dan tidak menyadari kehadiran Matthew di sana. Melihat kekasihnya dalam balutan dress yang melekat sempurna di tubuh indahnya, Matthew sampai melongo dan terpesona bukan main. Sungguh kekasihnya sangat imut, manis dan elegan di saat yang bersamaan. Dengan langkah tegas dia menghampiri Angel yang masih membenahi dressnya.
" Wow beautiful. Sweetheart, you look so pretty in that dress" puji Matthew yang membuat Angel terkejut. Dia Malu karena ditatap dengan begitu intes oleh prianya.
"Kak, apakah ini tidak berlebihan?" Dress ini sangat mahal" Keluh Angel dengan wajah memelas. Bukannya menjawab, Matthew justru menarik tangan Angel dan mendudukannya di sebuah sofa. Dia berjongkok dengan satu kaki menekuk, dia melepaskan sepatu yang dipakai Angel kemudian menggantikannya dengan sepasang flatshoes berwarna cream. Sangat manis di kaki putih dan jenjang Angel. Menyadari perlakuan Matthew, Angel ingin mencegah dan menyuruh pria itu berdiri.
"Kak, tidak usah seperti itu, aku bisa melakukannya sendiri" Perintah Angel meras tidak nyaman karena Matthew sedang memperlakukan dirinya bak cindarella.
"ini keinginan ku. Aku ingin melakukannya untuk kekasih hatiku. See, you look beautiful, Sweetheart. Ungkap Matthew dengan menatap penuh cinta pada Angel. Sementara Angel membalasnya dengan senyum malu-malu.
Akhirnya Matthew menyuruh pegawai tadi membungkus pakaian yang dipilih Angel bahkan dress yang tadi sempat dipegang Angel namun tidak dia coba. Matthew membelinya juga tanpa memberi tahu Angel karena dia tahu gadis itu akan menolak.
"Sayang, makannya jangan banyak-banyak nanti sakit perut. Lihat sampai belopotan begitu" ujar Matthew gemas dengan cara makan Angel yang tidak malu-malu. Dia membersihkan bibir gadisnya itu dengan jempol lalu menjilatnya. Sementara Angel masih menikmati Es krim tanpa memperhatikan cara Matthew membersihkan bibirnya yang penuh es krim.
"Hehehe ini enak kak. Sudah lama tidak makan Es krim. Mama larang kalau sering. Katanya takut sakit perut" Jelas Angel dengan cengiran yang lucu Matthew terkekeh mendengarnya.
"habis ini mau ngapain lagi?" tanya Matthew
"Mau foto bareng di snapshot, boleh ya kak? Jawab Angel seraya mengajak Matthew untuk narsis bersama denga mesin snapshot.
"tentu boleh sayang" jawab Matthew menyetujui permintaan kekasihnya.
"Yeah, makasih kak" Angel bersorak kegirangan seperti anak kecil. Matthew mengacak rambutnya karena gemas.
__ADS_1
Saat ini, mereka berdua sudah berada di timezona mesin snapshot. Setelah membayar, keduanya masuk dan berpose dengan banyak gaya. Mulai dari senyum, muka cemberut, muka jelek, berpelukan dan sampai pada pose Matthew mencium pipi Angel dan muka Angel justru terkejut. Hasil foto yang dicetak adalah double strip. Angel keluar dari mesin snapshot dengan muka cemberut karena banyaknya hasil foto saat Matthew mencium pipi bahkan hingga ke kening juga lehernya. Sebenarnya dia bukan kesal melainkan malu.
"Kenapa, bibirnya monyong gitu? Minta dicium, hemm? sini biar ku cium" kata Matthew yang lucu dengan raut Cemberut Angel.
"ishhh kakak, Jangan kayak gitu lagi" ujar Angel dengan malu-malu
"Jangan apa sayang" goda Matthew
"ciumnya kebanyakan" Jawab Angel
"lalu maunya, berapa kali? dimana dan gimana cara ciumnya? tanya Matthew bertubi-tubi seraya perlahan memepetkan tubuh Angel ke tembok. Angel merasa ketar ketir dengan posisi mereka saat ini yang bahkan wajah yang sangat dekat. Dia mulai berkeringat dingin. Tatapan Matthew terkunci pada bibir tipis dan ranum milik Angel sungguh menggoda untuk dilahap dan dilumat. Sial, Matthew tidak mampu menahan dirinya, hampir saja dia melakukannya, mencium Angel di depan banyak Orang. Sementara gadis di depannya sudah mulai bergetar seperti ketakutan. Melihatnya, Matthew menjadi menyesal karena hampir saja dia berbuat yang mungkin akan membuat Angel takut padanya. Matthew menarik Angel dalam pelukannya seraya meminta maaf dan memberi alasan kalau tadi dia hanya bercanda.
"Kakak Ayo kita pulang " Ajak Angel karena merasa tidak nyaman dan itu membuat Matthew semakin merasa bersalah. Entah kenapa di dekat Angel membuat Hasratnya bergejolak.
"Oke, oke...kita pulang, hem. Jangan takut. Kakak tidak bermaksud seperti tadi. maaf sayang" jelas Matthew dengan perasaan bersalah dan dijawab dengan anggukan oleh Angel. Beruntungnya mereka berada di bagian yang tidak begitu ramai dilewati orang apalagi terhalang tembok besar jadi tidak nampak terlihat.
"Nanti malam kakak jemput dan pakai pakaian yang tadi kamu coba, oke? Pinta Matthew pada kekasihnya yang kini mulai tenang.
"Iya kak"
"Jam 5 aku jemput "
"hem"
Mereka akhirnya pulang dengan membawa perasaan masing-masing. Matthew yang kesal dengan dirinya sendiri karena hampir ******* bibir kekasihnya yang begitu menggoda sementara Angel merasa bahwa dia harus bisa waspada dari buaya seperti Matthew yang sayangnya adalah kekasih tampannya. Sepertinya Matthew harus bisa banyak-banyak menahan diri ke depannya. Karena Angel masih sangat awam dengan tindakan spontannya tadi. Jangan sampai kekasih hatinya merasa takut dan justru membangkitkan traumanya lagi.
__ADS_1