Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Sama-Sama Berjuang


__ADS_3

Mata Angel perlahan terbuka, yang pertama kali dia lihat adalah langit-langit ruangan dengan tembok putih. wangi medis memenuhi indra penciuman gadis itu. kepalanya terasa sangat berat dan pusing serta badannya juga lemas.


"ughhh" lirih Angel bersuara karena merasakan badannya kaku untuk bergerak.


"Nak, kamu sudah sadar. Puji Tuhan" kata kan apa yang kamu rasakan? ada yang sakit? dimana yang sakit?


tanya mama vita bertubi-tubi dan legah saat melihat Angel sadar setelah tidak sadarkan diri selama satu hari.


Angel hanya mampu merespon dengan air mata dan perlahan histeris. sehingga mama vita memencet bell untuk memanggil dokter. Di sana juga nampak ada Noval, bestie dan orang tua Noval. mereka bersyukur Angel sudah sadar meski keadaannya masih sangat lemah. Tidak berselang lama dokter datang dan segera melakukan pemeriksaan terhadap kondisi Angel.


sementara tidak jauh dari ruangan Angel. Matthew juga sedang berjuang antara hidup dan mati. Mommy dari Melvin yang merupakan seorang dokter dan juga adik dari Mom Helena menangani langsung keadaan Matthew. Pria itu belum sadar sejak kemarin. dia kehilangan banyak darah sehingga harus melakukan transfusi. untungnya masih ada Melvin dan Dad Marcel yang golongan darahnya sama dengan Matthew.


setelah memastikan keadaan Angel dan anak gadisnya tertidur kembali. Mama vita keluar menuju ruang perawatan Matthew. sejak kemarin dia belum menyampaikan ucapan terima yang tulus pada pria itu dan juga belum bertemu orang tuanya.


Dari jauh dia melihat nampak Mom Helena masih sesegukan dalam pelukan Dad Marcel. Rupanya wanita itu tengah sangat cemas. Sama dengan dirinya yang mencemaskan putrinya.


"permisi, selamat pagi" sapa mama vita begitu tiba di depan kamar Matthew


semua keluarga Matthew yang tengah menunggu menoleh dan kompak menjawab sapaan wanita itu.


"selamat pagi. kompak mereka


Maaf anda siapa? jawab Dad Marcel


"Saya Vita Tuan. Mama dari Angel" Jawab Mama vita lembut dan merasa bersalah atas kondisi Matthew


"silakan duduk tan" Melvin yang juga di sana, menyuruh wanita parubaya itu duduk.


"terima kasih nak Melvin" jawab mama vita. setelah Hening beberapa saat, dia akhirnya membuka suara.


" saya minta maaf atas keadaan yang menimpa nak Matthew sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus atas pengorbanan nak Matthew demi putriku, Angel" ujar mama vita tulus dengan mata yang berkaca-kaca. sebagai seorang ibu tentu dia sangat memahami keresahan Wanita parubaya di depannya yang tidak lain adalah mom Helena.


"bagaimana keadaan Angel sekarang " Mom Helena justru menanyakan keadaan Angel. bukan mengabaikan ucapan mama vita tetapi wanita itu juga sejak kemarin belum mengetahui keadaan Angel.


"puji tuhan sejam lalu sudah siuman dan tadi sudah tidur lagi nyonya" Respon mama vita.

__ADS_1


"lalu, bagaimana keadaan Nak Matthew sekarang?" tanya mama vita ingin tahu.


hanya gelengan dan air mata sebagai jawaban Mom Helena. sebagai tanda keadaan Matthew jauh dari kata baik.


"Saya minta maaf Tuan dan Nyonya" ucap tulus mama vita serta merasa bersalah atas keadaan Matthew. meskipun sebenarnya dia juga bersyukur putrinya baik-baik saja sekarang.


"ini musibah. tidak ada yang perlu disalahkan. tolong bantu doa saja, semoga putra kami segera sadar" Jawab dad marcel bijak. Mama vita pun mengangguk mengiyakan.


"Nak, sebenarnya apa yang terjadi kemarin?' Maaf saya belum mengetahui yang sebenarnya " pertanyaan mama vita yang ditujukan pada Leo.


Leo menarik napas panjang dan mulai menceritakan apa yang terjadi.


kemarin Leo dan Matthew sedang dalam perjalanan menuju kantor cabang luar kota. Karena mendadak paginya mereka mendapat kabar sedang ada gangguan di kantor cabang. Karena Jalan menuju luar kota searah dengan kampus Angel, Matthew berniat berpamitan langsung dengan Angel. Sebelum sampai kampus dia menghubungi Gadis itu mau memberi tahu bahwa dia ingin bertemu sebentar saja dengan gadisnya. Justru telepon tersebut mengejutkannya karena mendengar teriakan dan minta tolong Angel. Rupanya gadis itu yang tengah menjadi korban perampokan dan percobaan pemerkosaan oleh penjahat. Beruntungnya setelah mengecek lokasi Ponsel Angel, mereka berada tidak jauh dari tempat tersebut.


Leo terus menceritakan semua yang terjadi hingga tanpa ada yang tertinggal.


semua yang di sana turut tegang dan menghela napas panjang setelah Leo selesai bercerita.


Akhirnya mama vita paham kenapa tadi tiba-tiba putrinya berteriak ketakutan. Trauma beratnya kambuh.


setelah menghabiskan waktu selama setengah jam, mama vita izin untuk menegok Matthew ke dalam ruang ICU, setelahnya mama vita undur diri. dia juga menitipkan doa untuk kesembuhan Matthew.


Tiga jam berlalu, Angel kini kembali sadar. Di ruang tersebut hanya ada mama vita yang bahagia melihat putrinya bangun dan tidak histetis lagi. Namun kata pertama yang ia ucap adalah 'kak Matthew '


"Nak, mau minum?" tawar mama vita mencoba mengalihkan perhatian putrinya.


"ma aku mau ketemu kak Matthew. dia terluka ma, dia berkorban demi menyelamatkan aku" Ujar Angel sedih dan berkaca-kaca.


"nanti nak. kamu masih sangat pucat dan lemah. Sabarlah sedikit lagi ya"


Angel menggeleng dan menolak. Dia benar-benar khawatir dan ingin ketemu pria itu. mama vita terpaksa berbohong mengatakan kalau Matthew baik-baik saja.


"Kalau gitu biarkan aku menjenguknya sekarang." kekeuh Angel


mama vita menghela napas melihat sifat putrinya yang keras kepala. sungguh sangat mirip Alm. suaminya.

__ADS_1


"baiklah. tapi kita tanyakan dokter dulu, dibolehkan atau tidak" tegas mama vita


setelah dicek dokter memang tidak ada yang serius dengan keadaan Angel selain rasa trauma dan bengkak serta lebam di pipi. Dia diperbolehkan keluar ruangan dengan menggunakan kursi roda dan jika Angel sendiri merasa mampu untuk menopang diri.


Di sinilah dia sekarang, dengan pakaian khusus dia duduk di dekat ranjang pasien di ruangan ICU. Di sana nampak seorang pria tidak berdaya dengan beberapa alat mendis terpasang di tubuhnya untuk menopang kehidupan pria itu. Air mata Angel meluncur deras. dia merasa sangat bersalah, dan sangat khawatir.


"kak" gumamnya lirih, dia menyentuh jamari Matthew yang sangat lemah.


"ini aku Angel. tolong buka matamu kak. segeralah sadar. Maaf aku telah membuat kakak seperti ini. hiks.. hikss.... hiksss " Air mata Angel jatuh ke tangan Matthew yang dia genggam.


"Bukannya mau berjuang untuk membuat aku kembali mencintai mu kak? kalau begitu ayo bangun. Sebelum akau benar-benar menikah dengan orang lain" lanjut Angel mencoba untuk bicara serius.


entah karena tidak menyukai ucapan Angel yang terakhir, perlahan Matthew merespon. tangannya bergerak beberapa kali. Hal itu sontak saja membuat Angel kaget sekaligus bahagia.


"kak, kau mendengar ku? segeralah bangun" Matthew masih terus menggerakkan jemarinya dengan kaku sehingga Angel meutuskan menekan bel untuk memanggil dokter. sementara orang di luar sana kaget melihat Kedatangan dokter bersama timnya yang terburu-buru ke ruangan Matthew. tidak berselang lama Angel juga keluar dan langsung dicecar pertanyaan orang yang menunggu di luar.


"ada apa, nak? Matthew kenapa? tanya mom Helena yang pertama kali menghampiri Angel yang masih sesegukan


"Kakak Matthew merespon pembicaraan ku mom, dia menggerakkan jemarinya terus, makanya aku memanggil dokter" Jawaban Angel membuat semua yang di situ lega juga bahagia. Beberapa menit berlalu, Tim dokter keluar dan menghampiri keluarga Matthew.


"pasien sudah sadar" satu kalimat yang keluar dari mulut dokter membuat mereka yang di sana dipenuhi suasana haru dan bahagia. bahkan Angel dan Mom Helena sampai menangis saking bahagianya.


"kami akan mempersiapkan pasien untuk segera di pindahkan ke ruang perawatan. Karena kondisinya sudah jauh lebih baik. Kami permisi" ujar pimpinan dokter yang merupakan mommy dari Melvin.


Saat Angel masih mengatur napasnya, Diana istri Melvin menghampiri Angel dan menyapanya.


"Hai Angel" sapa Diana tersenyum


"Hai Mbak" balas Angel dan tersenyum tipis.


"Angel gimana keadaan kamu?" Martin yang juga baru sampai beberapa saat lalu menanyakan keadaan gadis yang pernah menjadi pengisi hatinya.


"Puji Tuhan, sudah lebih baik kak" Respon Angel lemah


"Syukurlah. Banyak-banyak istirahat Ya Angel" ujar Martin tersenyum tulus.

__ADS_1


"Iya kak. terima kasih " Martin menggangguk menimpali.


Karena masih harus beristirahat, Angel akhirnya kembali ke ruangan perawatan dengan mama vita yang mendorong kursi rodanya. Sebenarnya Angel masih ingin melihat Matthew secara langsung saat sadar. Dia ingin Mengucapkan banyak hal kepada pria itu. Namun sekarang kondisi mereka sedang sama-sama berjuang untuk sembuh total.


__ADS_2