
"aku tidak mau tahu kak. pokoknya kakak harus menerima ini. anggap ini permintaan dan pemberian terakhir mama" tutur Angel yang kini memohon pada enzy untuk menerima warisan sesuai surat wasiat sang mama.
sekarang semua berada di ruang tamu. tadi Angel sengaja mengumpulkan mereka di sana untuk menyampaikan berita penting itu. Matthew merasa lega. tadinya dia berpikir sang istri mungkin akan marah-marah dan tidak terima melihat isi surat pembagian warisan oleh almarumah mertuanya. padahal istrinya malah memohon supaya kakaknya menerima saja, seperti yang dia lihat sekarang. sungguh wanita berhati mulia, benaknya makin cinta.
"tapi dek, kakak merasa ini terlalu banyak. kakak merasa kurang pantas mendapatkan sebanyak ini" enzy kekeuh menolak. menurutnya pembagian warisan masing-masing 50% antara dirinya dan Angel tidak semestinya begitu.
"kalau kakak menolak ini. mama pasti sangat sedih dan menangis dari sana. Kakak tahu kan, semenjak papa pergi kakak adalah salah satu sumber kebahagiaan mama. kakak adalah anak sulung mama, saudari tertua ku. jadi tidak ada istilah berlebihan. anggap saja 50% ini mama memberikan sebagian untuk kakak sebagian lagi untuk cucunya, anak kak enzy dan kak leo"
Matthew dan Leo hanya sanggup saling memandang. membiarkan dua saudari itu saling berbicara mengenai warisan yang sudah dibagikan mertua mereka.
enzy masih memandang wajah adiknya sendu. membiarkan tangan mereka saling menggenggam.
"dek kau tahu, dulu saat kakak bertemu kalian, kakak bisa merasakan bagaimana indahnya hidup diperhatikan dan disayang keluarga hingga sekarang. kakak sangat bersyukur hingga tidak menginginkan apapun lagi selain kebahagiaan itu"
Angel tahu kakaknya merasa berhutang budi kalau menerima. tapi mau bagaimana pun enzy adalah kakaknya. jadi menurutnya sangat adil kalau mama vita meninggalkan wasiat seperti itu.
dari empat restoran akan di bagi masing-masing 50% pada kedua putrinya. restoran pusat dan satu resto cabang di pinggir kota akan diserahkan pada angel sedangkan dua lagi yang dipusatkan kota akan menjadi milik enzy. namun pengelolaan resto tetap berjalan seperti biasanya.
untuk rumah tetap atas nama mama vita. rumah itu akan menjadi tempat tersimpan banyak kenangan mereka sekeluarga. namun tetap ada catatan kecil yang ditinggal mama vita. apabila angel dan enzy punya kebutuhan yang sangat mendesak, gunakan rumah itu semestinya untuk membantu.
"aku tahu kakak keberatan karena merasa berhutang budi kan. kalau kakak merasa seperti itu dan menolak. mama pasti akan sangat sedih. apalagi aku, bukan cuma sedih tapi marah. aku bisa saja berpikir selama ini kakak tidak sungguh menganggap kami keluarga"
"bukan seperti itu dek, tap.."
"kakak terima atau tidak?" tanya Angel dengan ekspresi galaknya. Matthew hampir saja tertawa melihat wajah lucu sang istri.
"baiklah.. baiklah. kakak tidak akan menolak"
"bagus" singkat Angel tersenyum cerah dan memeluk sang kakak.
"auwwww" Angel meringis memegang perutnya
"Sayang kau kenapa?" tanya Matthew khawatir
"bayi-bayi kita menendang hubby. kencang banget "
mata Matthew berbinar senang mendengarnya. sudah lama dua tidak melihat bayi-bayinya bergerak aktif.
"hallo kesayangan papa, kalian senang dengar keputusan mama?" tanya Matthew antusias mencoba berinteraksi, mendekatkan wajahnya ke perut angel.
tidak lama nampak jelas beberapa bagian tonjolan dan pergerakan aktif di perut Angel. tentu bumil itu meringis karena dua bayinya menendang kencang. Matthew mengecup perut buncit angel berkali-kali saking bahagianya dan mengajak kedua anaknya untuk tenang agar tidak membuat sang istri kesakitan.
sementara itu, enzy ikut sangat antusias melihatnya.
"waawww.. apakah mereka sering menendang seperti itu?"
__ADS_1
"Iya kak. nanti kakak juga akan merasakan ini"
"aku sudah tidak sabar menanti dek"
leo yang berada di samping enzy juga turut merasa tidak sabar menanti moment dimana dia bisa mengajak bayinya mengobrol seperti Matthew tadi. pasti akan sangat menyenangkan.
dua hari berselang setelah kejadian itu, Matthew dan Leo sedang berada di markas. wajah penuh kemarahan Matthew membuat wanita didepannya gemetar ketakutan. badannya sudah penuh luka cabuk. karena sejak ditahan selalu berteriak minta dibebaskan dan tidak mau jujur akan tujuan sebenarnya menyelinap sebagai pembantu. sampai akhirnya Matthew turun tangan sendiri.
"apa tujuan mu?"
"saya hanya bekerja karena membutuhkan uang tuan" jawab wanita itu sedikit berani
"dengan cara menjadi penyusup ke rumah ku. kau ingin menyakiti istriku?"
" dia pantas mendapatkannya. bukankah dia wanita hina yang sudah menghalalkan segala cara untuk menikahi anda" Jawab wanita itu sangat berani hingga membuat Matthew murka bahkan Leo dan leon juga sangat ingin menampar mulutnya.
"hentikan mulut sialan mu itu. berani sekali kau menghina istri ku. leonn!! cambuk dia sampai memohon untuk mati"
slashhh... slah...
bunyi cambukan terdengar nyaring di sana. sementara korbannya sudah berteriak minta ampun. namun tidak dihiraukan. rupanya nyonya desi benar-benar mencuci otak wanita itu sampai membenci angel dan melihatnya sebagai wanita tidak baik. dia mengikuti semua perintah nyonya desi untuk mencelakai angel dan bayi-bayinya.
"arhhhh.. ampun..arghhhhhhhh.. ampun tuan"
belaskan kali menerima cambukan akhirnya wanita itu pingsan.
setelahnya kedua calon papa tersebut langsung keluar dan menuju lokasi masing-masing. Matthew akan langsung ke perusahan Dirgantara untuk mengikuti rapat bersama dewan direksi. sementara Leo akan ke perusahan Jasa milik tuan robby yang sudah dibeli utuh atas nama istrinya. rencananya, saat perusahan itu sudah benar-benar stabil, leo akan bekerja sebagai pimpinan perusahaan tersebut dan berhenti menjadi asisten Matthew.
ini semu atas permintaan Dad marcel dan Matthew sendiri. sementara itu, hingga kini, enzy masih belum setuju dan benar-benar syok saat mendengar Perusahaan jasa besar milik keluarga robby sudah menjadi miliknya. sepertinya wanita itu menerima banyak kejutan dalam hidupnya.
Masih di rumah duka,
mom helena mencoba membuat kesibukan dengan dua menantunya. Setelah hampir dua minggu dirundung duka, mom helena datang dengan istruktur senam kehamilan menantunya. rencananya pagi ini dia akan mengajak kedua bumil itu untuk senam hamil bersama. terus mengajak mereka untuk memasak. supaya keduanya tidak larut dalam kesedihan.
beberapa jam kembali berlalu.
waktu hampir sore saat Matthew tiba di rumah. dia mendapati rumah sepi.
"mom dimana istriku?" tanyanya pada mom helena yang sedang menikmati siaran tv
"di kamar, sedang beristirahat " tanpa merespon lagi, matthew segera ke kamar sang istri. di sana dia mendapati angel memang sedang tidur. saking pulasnya, bahkan wanita itu tidak terganggu sama sekali saat Matthew ikut merebahkan diri di sampingnya.
"cupp.. aku sangat merindukanmu seharian ini sayang" dipeluknya angel untuk mengobati kerinduan yang menumpuk dalam dada. baru beberapa jam berpisah tapi pikiran dan hatinya selalu ada satu nama yaitu istrinya. apalagi kondisi angel hamil besar. dia selalu takut untuk meninggalkan wanita itu sendiri.
Angel menggeliat mencari posisi nyaman. tdurnya akhir-akhir ini memang kurang nyenyak dan kurang nyaman. perut yang membesar dan kehamilan bayi kembar membuat dia harus pandai mencari posisi yang agar bisa membuat tidurnya nyenyak, walau sebenarnya cukup sulit.
__ADS_1
drtttt
drtttt
drttt
getar ponsel di saku celana Matthew mengalihkan perhatiannya dari wajah gemas angel. wanita itu tertidur dengan bibir sedikit terbuka. mungkin lelah karena diajak beraktivitas hampir setengah hari penuh.
Matthew mengernyit dahi saat melihat siapa yang menghubunginya
merasa akan ada pembicaraan penting, dia segera beranjak keluar kamar.
"hallo" Jawabnya setelah menutup pintu
"apa?!!! kenapa bisa? kalian benar-benar aparat tidak becus. cari sampai dapat"
klik
emosi Matthew meledak saat pihak kepolisian baru saja menelepon dan melaporkan Margaret kabur dari ruang perawatannya. inilah yang membuat dia sangat ragu melibatkan polisi untuk menyelesaikan masalahnya. benar-benar tidak becus. bagaimana bisa seorang wanita yang sedang sakit bisa kabur dalam pengawasan yang meraka katakan sangat ketat.
"shittt, tidak becusss" umpatnya dengan emosi membuncah
"Sayang, ada apa?" rupanya teriakan Matthew tadi terdengar mom helena dan membuatnya kaget sekaligus penasaran.
"Margaret kabur mom"
"apa? bagaimana bisa?" respon mom helena tidak kalah kaget.
"aku tidak tahu. mom, aku titip angel. aku mau ke kantor polisi mengurus ini" jelasnya masih dipenuhi emosi dan bersiap melangkah.
"tidak usah. biar dad saja. kau tetap di sini menjaga istrimu"
dad mercel yang baru saja sampai dan mendengar segalanya, dia segera mengambil keputusan sendiri saja ke kantor polisi.
"tapi dad"
"tetap di sini. jangan gegabah. kita tidak tahu apalagi yang direncanakan wanita itu"
akhirnya Matthew mengangguk setuju. benar juga kata dad marcel, bisa saja nanti Margaret datang ke sana saat dia ke kantor posisi. perlu waspada di tengah kepanikan dan kemarahan.
rupanya di depan, dad marcel berpapasan dengan leo yang baru saja pulang. laki-laki itu sudah mendapat kabar kaburnya Margaret saat di jalan tadi. dia berniat ikut dad marcel ke kantor polisi untuk mengurus masah ini. tapi sekali lagi dad marcel menyuruhnya tetap di rumah menjaga enzy dan semua orang di rumah. para pengawal juga semakin perketat penjagaan di luar rumah.
sementara itu di sisi lain, seorang wanita nampak melangkah terseok-seok dan kelelahan. kakinya sudah dipenuhi luka lecet karena berlari tidak menggunakan alas kaki. entah sudah sejauh mana dia kabur. tapi yang pasti dia mengelabui polisi yang mengejarnya tadi.
"arghh..sakit. sialan" makinya karena tidak tahan sakit dan perih pada lukanya
__ADS_1
"Angel aku akan membuat kamu menyusul mama mu ke neraka"