Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Mengunjungi Teman Lama


__ADS_3

"Hubbyyyyy" suara cempreng Angel membuat mata Matthew terbuka lebar membuyarkan lamunan dan segala kepenatan yang dia rasakan sepanjang hari ini. sang istri dengan senyum sangat merekahh menyambut kepulangannya.


"Sweetheart, kau menunggu ku pulang, hmm?"


cup


cup


ujar Matthew seraya memberikan dua kecupan basah di kening dan bibir Angel.


wanita itu mengangguk antusias tanpa menghilangkan senyum.


"hello bayi-bayi papa. hari ini kalian tidak membuat mama repot, kan?" Matthew menunduk sambil berbicara di depan perut buncit angel.


"no, papa. hari ini kami sangat tenang" respon Angel dengan suara anak kecil menggemaskan.


Matthew menatapnya gemas dan penuh cinta, tapi dia juga merasa ada sesuatu yang disembunyikan dan ingin disampaikan sang istri. karena sejak tadi kedua tangannya bersembunyi di belakang dan senyum yang tidak luntur dari wajah manisnya.


"Hubby, aku punya sesuatu untuk mu"


benarkan dugaan Matthew, tapi entah apakah itu dia juga penasaran.


"taraaaaaaa, kamu harus mencobanya hubby, ini sangat enak"


dengan semangat 45 Angel memberikan satu kotak rujak mangga muda yang sengaja dia sisakan tadi dari restoran setelah berhasil menelan dua korban jiwa. siapa lagi kalau bukan enzy dan mama vita yang merasa kepedasan dan kecut di mulut hingga perut.


glekkk


Matthew meneguk ludahnya kasar. Ya Tuhan, yang dia lihat itu rujak mangga pakai cabe atau rujak cabai pakai mangga. kenapa warnanya merah semua bahkan bumbu kacangnya saja hampir tidak terlihat.


Matthew tersenyum kaku. "ini mau diapakan sayang?"


benar-benar pertanyaan bodoh, harusnya tadi dia mengintrogasi sang istri kenapa rujaknya penuh cabai. biar angel berpikir dua kali untuk menawar padanya.


"ya untuk dimakan hubby. kamu yang makan" sambil berbicara Angel juga mengelus perut buncitnya seolah mengatakan ini permintaan bayi-bayi kita.


muka Matthew langsung pias dan dia membisu. melihat suaminya yang menunjukkan tanda menolak, Angel maju, mendekatkan bibirnya ke telinga Matthew. dengan suara yang begitu sensual dia berbisik


"malam ini 3 ronde. aku yang dia atas"


whattt,, mata Matthew melebar dan wajahnya berbinar cerah bagai lampu 1000 watt. benar-benar tawaran yang sangat menggiurkan. apalagi sekarang tongkat sakti premiumnya sudah bereaksi, membuat celananya semakin sesak saja.


"demi bayi-bayi kita aku akan melakukan apapun. termasuk memakan rujak yang terlibat super enak ini"


ujar mulut Matthew berdusta. dia segera mengambil kotak rujak di tangan angel. padahal dalam hati dia meringis meminta tolong tapi di sisi lain dia tidak mampu menolak tawaran bergelut sang istri tadi.


di belakangnya angel sudah tersenyum tanpa beban. sepertinya bayi-bayi dalam perutnya senang mengerjai papa mereka.


sementara di sisi lain, Dad marsel begitu keluar dari perusahan Dirgantara tadi, dia tidak langsung ke butik sang istri melainkan membawa kuda besinya menuju rumah sakit.

__ADS_1


tadi, adik iparnya, yaitu Yohana memberikan kabar bahwa sang teman lama sudah siuman. dan sekarang sedang mengamuk memaki-maki dirinya.


Tidak menunggu lama dia tiba di jhonson hospital grup. Padahal Dokter Selena putri angkat dari Jhonson dan Yohana yang menyambutnya.


"Uncle"


"hallo, nak"


setelah saling menyapa, selena langsung membawa dad marcel menuju sebuah ruang perawatan. gadis itu undur diri begitu dad marcel masuk.


di dalam sana, nampak jelas dad marcel lihat seorang pria tua seusia dirinya marah-marah dengan muka merah. tapi tidak mampu bergerak di atas ranjang pasien.


"desi sialan. kau benar-benar wanita tidak tahu diri. aku akan membunuhmu"


"sekarang Marcel pasti tertawa senang melihat penderitaan ku. benar-benar sialan "


umpat dan makinya tanpa menyadari kehadiran orangbkain di sana. tentu dad marcel tersenyum smirk menikmati pemandangan di depannya.


"tentu saja, aku sedang bahagia sekarang. apalagi melihat kamu menderita, menjadi laki-laki tidak berguna. tidak usah memaki istrimu. kau dan dia memang berjodoh, karena sama-sama bodoh. oh iya, aku senang sekarang perusahan milikmu sudah berada dibawa kekuasaan ku. bukankah dulu, kau mempertahankannya dengan uang hasil menipu proyek kita? ckk...ckk... sekarang skornya satu sama. kau tidak usah memaki diriku. lapangan dada dan bersyukur saja.


ejek dad marcel, tersenyum puas dengan kedua tangan dia masukkan ke dalam saku celana. menampilkan aura wibawa sekaligus penuh pesona di usia tuanya.


"kau!!!!" sentak kaget pria di depannya. pria yang sudah berhasil mengambil alias membeli perusahaannya atas ulah istri sintingnya.


"Iya ini aku. selamat bertemu kembali mantan teman lama, Roberto Robby" ejek dad marcel dan kini duduk di kursi samping ranjang pasien sambil berpangku kaki.


"apa yang kau lakukan di sini, sialan?! jangan senang dulu. aku akan pastikan merebut kembali milikku " Teriak Tuan robby marah sekaligus malu karena terlihat sangat tidak berdaya saat ini.


"aku ke sini hanya untuk melihat wajah penuh deritamu" enteng dad marcel.


"kalau tidak ada urusan segera keluar. aku akan pastikan untuk merebut kembali perusahaan itu" tuan robby benar-benar sangat marah, mukanya memerah hingga urat-urat di sekujur tubuhnya nampak terlihat jelas.


dad marcel berdiri dan segera mendekat. badannya setengah membungkuk. di samping Tuan robby.


"silakan saja kalau kamu masih punya nyali dan tenaga.. bukankah lebih baik kau simpan sisa energi untuk belajar berjalan kembali, biar tidak jadi bayi tua yang bego dan merepotkan. Kau ingin membunuh istri gilamu bukan"


bisik dad marcel terus memberikan ejekan dan remehan kepada Tuan robby.


puas melihat wajah derita tuan robby, dad Marcel segera berlalu. meninggalkan sang penghuni kamar dengan segala kemarahan dan kekesalan yang mencapai ubun-ubun.


namun sebelum membuka pintu dia berhenti sejenak lalu mengucapkan sesuatu yang langsung membuat teman lamanya itu tersentak.


"satu lagi sebelum aku lupa. bukankah kau mencari dan ingin bertemu bayi Malang yang kau dan laura buang dulu"


hati Tuan tobby tercubit, walau masih marah, dia melihat punggung mantan temannya itu dengan mata yang melebar.


"katakan dimana dia? aku tahu kau yang berusaha menyembunyikan dia selama ini. sialan kau marcel "


"ckkkk..memangnya apa pedulimu. aku berharap kau bisa bertemu dengannya sebelum kau benar-benar mati"

__ADS_1


setelah mengatakan itu, dad marcel langsung keluar tanpa mempedulikan teriak Tuan robby yang malah terdengar memohon memberi tahu keberadaan anak yang dia dan Laura buang dulu.


Malam semakin Larutt...


di kediaman Angel dan Matthew saat ini sedang dalam suasana sedikit panik. si Matthew sudah 4 kali bolak balik toilet. sejak sore tadi perutnya terasa sakit seperti melilit. sudah pasti ini semua penyebabnya adalah rujak setan yang diberikan sang istri tadi.


"huffftt, aduhhh. aku lemas banget"


antara menahan sakit dan kesal. dia tidak bisa tidur karena perutnya terus bergemuruh dan badannya penuh keringat. padahal dia bukankah penikmat makanan pedas, tapi masih sok jagoan menerima tawaran sang istri karena tergoda dengan bisikan sensual 3 ronde. yang ada sekarang bukannya berkali-kali menggerang nikmati dengan sang istri di ranjang, justru beronde-ronde keluar masuk toilet.


selain menahan sakit, dia juga harus menenangkan istrinya yang kini malah menangis merasa bersalah.


"hiksss.. hubb..bby.. maafkan aku. hiksss..bbbyy, ini semua salah ku" Angel menangis hingga sesegukan.


tentu saja, Matthew harus punya tenaga ekstra untuk menenangkan wanitanya juga menahan rasa sakitnya.


"husttt, cup cup.. sayang, ini bukan salah kamu, aku yang.. auwwhh.. oh god"


belum selesai Matthew berujar menenangkan angel, perutnya kembali melilit sakit, hingga dia harus berlari kembali menuju toilet. melihat itu angel juga semakin menagis.


"baby, harusnya tadi kalian tidak menyuruh mama meminta papa untuk memakan rujak itu, hiksss... hiksss"


lucu juga melihat tingkah bumil itu sekarang. kalau bayi-bayi dalam perut Angel bisa bicara, mereka pasti menjawab mama mereka saat ini. mereka mana tahu urusan kayak begituan. apalagi meminta papa mereka memakan rujak. mama mereka ada-ada saja. tapi mau bagaimana lagi. begitulah mengidam. pasti bawaannya bilang ini adalah keinginan jabang bayi.


Di sisi lain, tepatnya di kediaman Leo. pria itu tengah berdebat dengan sang ayah di ruang kerjanya. ini masih tentang fakta yang dia ketahui siang tadi. sepertinya Leo sedikit kesal, ayahnya selama ini menyimpan rahasia tentang identitas istrinya.


"aku seperti orang bodoh, ayah dan uncle menyembunyikan semua ini dari aku Dan Matthew"


ayah damian mendesah halus melihat kekesalan Leo.


"ayah tidak punya kesempatan yang tepat untuk bercerita. perkenalan ayah dengan istri kamu begitu singkat hingga kalian menikah. Sudahlah yang penting sekarang kau sudah tahu siapa orang tua kandungnya. ayah berharap kau bisa melindungi istrimu. Robby dan Laura termasuk orang yang nekad. kita tidak tahu tujuan mereka mencari enzy selama ini, apakah untuk mengakui secara resmi bahwa istri kamu sebagai anak mereka atau punya niat lainnya"


terang ayah damian tanpa bermaksud membuat putranya semakin kesal.


"Aku pasti akan melakukan itu, tanpa ayah minta"


"cari waktu yang tepat untuk bercerita padanya. memang ini akan berisiko pada hubungannya dengan mertua dan adik ipar kamu. tapi mau disimpan bagaimana pun suatu saat pasti tetap akan terbongkar"


"emmm" Leo hanya bisa bergumam pelan. sebenarnya dia takut perasaan istrinya terluka. sungguh dia tidak ingin melihat enzy bersedih.


tapi tanpa keduanya sadari seseorang di balik pintu tengah meramat ujung gaun dan dadanya. walau dia mendengar sekilas tapi fakta itu sungguh mengguncang jiwanya. air mata luruh begitu saja bahkan tidak mampu dia hentikan. dadanya sesak seakan kekurangan oksigen.


dia segera berbalik menuju kamar dengan langkah berat.


sungguh. dia sangat tidak ingin tahu tentang masa lalunya. semua itu akan mengingat dia kembali akan penderitaannya di masa lalu.


"kenapa harus mereka" lirihnya pilu mendengar fakta tentang siapa orang tua kandungnya.


sekarang pikirannya pun bertanya-tanya, apa hubungan tentang orang tua kandungnya dengan mama vita dan Angel.

__ADS_1


__ADS_2