Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Dalang


__ADS_3

Matthew, Mama vita dan semua yang menunggu di sana, merasa lega. hasil pemeriksaan CT scan kepala Angel tidak ada yang serius. Artinya keadaan Angel baik-baik saja. Angel saat ini sudah kembali ke ruang perawatannya, ditemani mama vita. Bestie dan Noval serta mom Helena sudah pamit beberapa waktu lalu.


"Sayang, aku keluar bentar ya, janji tidak lama" Matthew juga pamit karena akan mengurus sesuatu yang penting. Karena masih merasa lemah, Angel hanya menjawab dengan anggukan disertai senyuman.


Cup


kecupan panjang Matthew daratkan di kening Angel sebelum akhirnya pergi dari sana.


Matthew mengendarai mobil dengan kecepatan penuh menuju tempat yang sudah diberitahu Leo beberapa saat lalu.


Setelah tiba di sana dia segera naik ke lantai 10 dan masuk ke satu unit apartemen.


"dimana mereka?" tanya Matthew pada Leo begitu tiba di dalam.


"di kamar. ikut aku Matt" Leo segera membawa Matthew ke sebuah kamar yang terkunci dari luar, setelah dibuka, nampak dua wanita dengan tampilan berantakan sedang terikat di atas tempat tidur.


"Matthew!!" kompak kedua wanita tersebut. sementara Matthew saat ini mengetatkan rahang ingin menumpahkan segala amarahnya.


"Matthew, apa-apaan ini. kenapa kami diikat seperti ini?" tanya dari satu dari dua wanita tersebut. bukanya menjawab Matthew melemparkan sebuah tablet berisi sebuah video dua orang wanita bertemu si sebuah kafe. Video itu secara jelas menampilkan mereka sedang berdiskusi merencanakan sesuatu. tentu saja keduanya kaget melihat isi dalam video itu.


"Matt, aku bisa jelaskan. ini bukan ideku, dia yang merencanakan semua ini" Ucapnya menyalahkan seorang wanita yang juga ikut terikat bersamanya.


"hei, sialan. bukankah kamu yang mengajak bertemu" bantah temannya tidak mau dikambing hitamkan.


"diamm!" bentak Matthew emosi.


"kalian pikir aku bodoh ha. saya pernah memperingati kamu dimasa lalu, laura. Jangan pernah mengusik hidup saya lagi. Dan kamu Morena, Bukankah saya juga sudah mengatakan tidak ada pertunangan diantara kita dan satu lagi, saya tidak pernah setuju untuk menjalin hubungan denganmu. saya tidak akan mengampuni kalian. Ingat semua bukti kejahatan dan aib kalian saya punya lebih banyak" Tutur Matthew menggebu-gebu karena emosi. ya, Kedua wanita tersebut adalah Morena dan Laura. yang merupakan dalang dibalik semua peristiwa yang menimpa Angel.

__ADS_1


Flashback on


Laura baru saja mendarat di bandara internasional kota J, dia sudah membuat janji dengan morena untuk bertemu di sebuah kafe di dekat apartemennya. Tidak menunggu lama dia pun segera ke sana, setibanya di sana dia melihat morena sudah menunggu sambil fokus bermain ponsel.


"sorry, aku Terlambat" ujar Laura tanoa merasa bersalah. Morena menatap laura dengan senyuman namun terlihat sedikit sinis.


"tidak masalah. lain kali kalau membuat janji ingat waktu" sindirnya. Laura sebenarnya marah, namun karena dia ingin membuat kerja sama dengan wanita di depannya maka dia harus banyak menahan emosi.


"sorry, aku landing sejam lalu. ke sini juga butuh waktu" jawabnya kesal.


"lalu, apa yang ingin kamu rencanakan. ingat Laura, kamu hanya punya dendam dengan Angel, berarti tujuan kamu adalah gadis sialan itu, sementara aku mau Matthew untuk ku seorang. kamu jangan melunjak " tutur Morena memperingati Laura akan posisinya sebagai wanita yang punya dendam dengan Angel bukan untuk membuat Matthew kembali padanya.


"cihhh, kau pikir aku seorang penjilat. Matthew hanya masa lalu, ja*lang sialan itu yang akan menjadi urusanku" jawabnya yakin, padahal antara mulut dan hatinya tidak sejalan. tentu saja dia juga ingin memiliki Matthew kembali. Dia ingin memanfaatkan Morena untuk mencapai keinginannya.


"baguslah. lalu apa rencana kamu?" tanya Morena sinis dan tidak sabar.


"kita akan membayar seorang untuk mengirim kisah kita ke media. Kamu tahu kan, Semua orang tahu, di masa lalu aku adalah kekasih Matthew dan kami bersahabatdari kecil, namun Matthew memilih berpaling karena kehadiran Gadis si*alan itu. Dan sekarang yang orang tahu kamu adalah tunangan Matthew, tapi lagi-lagi dia hadir sebagai orang ketiga. bukankah dia menunjukan bahwa dia seorang pelakor. biarkan publik menyadari, kalau Angela Abichail wanita berwajah polos berhati busuk, dan perebut lelaki orang" Jelas Laura dengan penuh keyakinan bahwa apa yang dia rencanakan akan berhasil.


"jangan bodoh. kau ini punya otak dipakai dong" sindir Laura yang membuat morena jengkel setengah mati.


"Angel itu, gadis bodoh. kamu bayangin saja, jika namanya buruk di hadapan publik pasti dia tidak punya muka di depan Matthew dan keluarganya, dia akan sadar diri dan memilih untuk meninggalkan Matthew. Sementara Matthew adalah pria yang tidak mau memaksa kehendak Angel. dia akan lebih memilih kebahagiaan Angel dan pastinya setuju untuk pisah. Sampai di sini kau paham?" lanjut Laura menjelaskan pada Morena yang membuat wanita itu ikut tersenyum jahat.


setelah menyusun rencana, pada malamnya mereka menemui seseorang wartawan yang akan mereka bayar untuk menjual kisah mereka ke media. hingga saat pagi tiba berita heboh itu tersebar. sesuai dugaan mereka. Angel hancur dalam satu hari. mereka sangat senang karena merasa menang apalagi mendengar laporan dari mahasiswa yang mereka bayar telah berhasil membuat Angel babak belur dan para mahasiswa di kampus banyak yang protes agar Angel segera berhenti jadi dosen.


keduanya memilih untuk tinggal sementara di apartemen Laura sambil menunggu hasil dari kehebohan berita itu. Namun, belum juga setengah hari menikmati kesenangan, Leo muncul di sana dan menyekap mereka di kamar Laura. setelahnya, Leo menghubungi Matthew untuk ke sana. Leo telah berhasil menemukan bukti bahwa morena dan Laura dalang utama atas penyebaran berita hoax dan membayar mahasiswa untuk memukul Angel di kampus.


Flashback off

__ADS_1


"Matt, mohon lepaskan aku. kamu pasti tahu kan dari Video itu, bukan aku yang punya ide, tapi dia" ujar morena membela diri dan menyudutkan Laura.


"Hei, kau sia*lan. kamu juga terlibat dalam rencana itu!" Respon Laura tidak terima disalahkan seorang diri.


"tapi kamu yang punya ide, dan mengajak ketemu. kamu juga yang bayar wartawan kan" bantah Morena


"apa kau lupa, bukankah kau yang membayar pihak media agar beritanya dinaikkan pagi ini" jelas laura tak mau kalah. Enak saja dia yang disalahkan sendiri.


"sudah cukup debatnya? atau masih ada yang ingin kalian jelaskan?" tanya Matthew tersenyum sinis sekaligus puas. kedua wanita itu tidak sadar bahwa mereka sendiri telah membongkar ide busuk keduanya.


"Lihat ke sana. terima kasih karena telah membantu saya menjelaskan kepada publik apa yang sebenarnya terjadi" tutur Matthew puas apalagi melihat wajah pucat kedua wanita itu.


Morena dan Laura kaget bukan main setelah melihat apa yang ditunjuk Matthew, padahal sedari tadi, seorang pengawal Matthew membuat siaran langsung dan mengundang beberapa media online untuk menyaksikan siaran langsung itu di media sosial miliknya. tentu saja, saat ini publik pasti lebih heboh. dan pintarnya, pengawal Matthew tidak mengambil semua gambar Kedua wanita itu namun hanya sebatas dada, sehingga tangan yang terikat tidak nampak dalam kamera.


"kita lihat, kehebohan apa yang kalian buat sore ini. Leo nyalakan TV nya" dalam kamar laura ada sebuah layar TV berukuran sedang. mendengar perintah Matthew tentu dengan senang hati Leo melakukannya.


mata Morena dan Laura semakin melotot tajam hingga lemas tidak berdaya. sungguh sekarang mereka tidak mampu mengatakan apapun. hampir semua siaran stasiun Televisi menyiarkan berita kehebohan siaran langsung tersebut ditambah beberapa foto dan video Liar keduanya tersebar di internet. semua cacian, makian, dan hujatan kini berbalik menyerang keduanya.


"Gimana puas dengan hasil kerja keras kalian?" tanya Matthew penuh sindiran dan sinis.


Rasa terkejut Morena dan Laura tidak berhenti sampai di situ. rupanya tidak berselang lama, beberapa orang polisi masuk dan menangkap keduanya atas laporan penyebaran berita bohong dan pencemaran nama baik, serta dugaan pembayaran orang untuk menganiaya Angel.


keduanya berontak tidak mau ditangkap dan semakin jengkel merasa Angel menang di atas penderitaan mereka.


"Matthew, aku mohon tolong lepaskan aku. aku janji akan kembali ke paris setelah ini" mohon Morena dengan air mata tumpah ruah.


sementara Laura bukannya kapok, justru dia menghujat Angel dengan tidak tahu malunya.

__ADS_1


"matt, apa hebatnya Si Angel sia*lan itu. kamu akan menyesal telah melakukan ini kepada ku".


Matthew tidak mempedulikan teriakan keduanya. dia memilih keluar dari sana dan segera kembali ke rumah sakit untuk menemui pujaan hatinya. Rasanya dia rindu berat walau baru dua jam berpisah. sementara untuk urusan Morena dan Laura dia serahkan kepada Leo.


__ADS_2