Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Seutuhnya


__ADS_3

Matthew perlahan mengiringi langkah Angel menuju kasur dengan bibir yang masih saling membelit. dengan pelan mendorong badan keduanya hingga tertidur di kasur. sebelah tangan Matthew menopang badannya sementara sebelahnya lagi menahan tekuk sang istri untuk semakin memperdalam ciuman itu. lidah mereka saling membelit bertukar saliva dengan sangat menggelora. saat pasokan oksigen menipis, barulah ciuman itu berhenti. dengan napas terengah-engah mereka menyatukan dahi dan saling menatap dengan pandangan berkabut.


"aku sangat menginginkan dirimu lebih dari apapun sayang" lirih Matthew dengan pandangan yang semakin berkabut.


"lakukan hubby. aku milikmu seutuhnya "


akhirnya ciuman itu kembali berlanjut. kali ini tangan Matthew dengan tak sabar melepas jubah Angel tangan merambah masuk hingga menemukan dua benda favoritnya di sana. memijatnya dengan penuh semangat dan memilih ujungnya.


Angel sampai menelenguh dan terbuai


Matthew melepaskan ciuman itu dan memandang tubuh sang istri yang kini tampak polos seperti bayi.


"Sayang, kamu sangat seksi. sempurna. aku semakin tidak mampu menahannya "


Angel hanya mampu mengangguk karena tersipu. dia pun sama mengagumi tubuh sang suami yang kini juga tida menggunakan apapun. Matthew sangat macho dan keren dengan badan berototnya. kekaguman itu tidak sampai dia suarakan karena dirinya sungguh malu saat ini. di tatap intes oleh Matthew. apalagi pria itu perlahan menggerakkan dua tangannya dari ujung kepala hingga ujung kakinya. tanpa terlewat seinci pun dari anggota tubuhnya. semua di belai, dire*mas , dikulum, dan dihisap Matthew. hingga pelepasan kesekian kalinya dirasakan Angel.


masih dengan napas memburuh, Matthew mengarahkan tangan Angel untuk menyentuh miliknya melakukan gerakan naik turun hingga suara laknatnya pun memenuhi ruangan itu.


"Sayang please jangan berhenti " lirih Matthew


hingga dia merasa sangat tidak sanggup lagi akhirnya dia mengarahkan tongkat sakti premiumnya itu di depan lembah indah sang istri.


"hubby tunggu. aku takut" dengan napas naik turun dan berkeringat, Angel masih sempat mengutarakan perasaan takutnya.


"kenapa takut sayang, hmmm?" tanya Matthew yang tersiksa menahan gejolaknya


"aku pernah baca dari artikel dan mendengar dari bestie. katanya akan sangat sakit saat melakukan itu" Rupanya Angel sungguh-sungguh takut. melihat betapa besar dan panjangnya tongkat sakti premium sang suami. buktinya sekarang wajahnya nampak pucat. entah hilang kemana keberanian gadis itu di awal tadi.


"itu memang benar. dan semua gadis akan merasakan itu saat pertama kali melakukannya. mau ditunda sampai kapanpun rasa sakit itu akan tetap sama" jelas Matthew lembut namun tidak dapat dibohongi wajahnya kian memerah menahan cenat cenut tongkat saktinya.


"lihat aku sayang. aku sangat mencintai dan menyayangimu. aku akan melakukannya dengan lembut dan perlahan. gigit dan cakar aku kalau rasa sakit itu tidak mampu kau tahan. tapi pleaseee... tolong jangan hentikan aku ya. aku tidak sanggup menahannya lebih lama lagi"


suara serak Matthew khas pria menahan gairah cukup dipahami oleh Angel. apalagi melihat tatapan sang suami yang kini seperti menahan sakit dan bergejolak. Angel tidak mungkin menolak dan menunda nya lagi.

__ADS_1


"lakukan hubby. aku akan menjadi istri mu seutuhnya malam ini" lirih Angel dengan suara yang juga merasakan hal yang sama.


tanpa menunggu lagi Matthew kembali menyatukan bibir mereka membuai sang istri dengan ciuman dan gesekan tangannya di titik sensitif gadis itu. hingga lenguhan berkali-kali lolos dari bibir Angel.


dengan masih mengulum bibir sang istri, Matthew mengarahkan tongkat premiumnya menggesek perlahan hingga mendorong pelan. walau gagal berkali-kali namun diulang lagi hingga akhirnya pekikan sang istri menandakan dia berhasil masuk.


"hubby sakitttt" lirih Angel dengan air mata mata mengalir di sudut kedua matanya. dia bahkan sampai mencakar punggung dan menggigit pundak Matthew.


"hiksss.. hiksss.. hiksss.. sakittt"


sebenarnya Matthew merasa kasihan. namun apa mau dikata kalau berhenti pun akan tetap terasa sakit kalau dilakukan lagi esok dan demi apapun dia sudah tidak sanggup menahannya lagi.


"terima kasih sayang. sudah menjaganya untuk ku. terima kasih karena menjadikan aku pria pertama. aku sangat beruntung memiliki mu dalam hidupku. aku mencintaimu sayang"


cupp cupp


perasaan Matthew sungguh membuncah bahagia dan bergelorah. melihat bukti dialah pria pertama untuk sang istri sunggu dia merasa sangat beruntung.


"hubby pelan" lirih Angel sebab merasa ngilu saat pinggang sang suami perlahan bergerak.


"ini sakitnya cuma sebentar. nanti kau akan sangat menikmatinya istriku" bisik Matthew pelan dan terkesan nakal.


dan benar saja. dari rasa sakit yang membuatnya mengeluarkan air mata. kini menjadi sebuah rasa nikmat tiada tara. lenguhan dan ******* mereka memenuhi kamar itu.


keduanya sama-sama tidak ingin berhenti. ingin terus meneguk nikmatnya surga dunia. Matthew terus berpacu dengan semangat, berbagai pujian, ungkapan cinta terus keluar dari bibirnya.


"Sayang kau sangat luar biasa. aku tidak ingin berhenti"


puji Matthew masih dengan tongkat sakti premiumnya yang begitu semangat menjemput puncak.


"hubbyyyy..." Angel hanya mampu menjawab dengan panggilan ini. dia masih fokus dengan perasaan buai dan rasa nikmatnya saat ini.


hingga dirasa puncak itu segera datang. Matthew bergerak sangat cepat dan tak karuan di atas sang istri. hingga akhirnya Angel meledak lebih awal disusul Matthew beberapa saat setelahnya. bibir kecebongnya sangat banyak tumpah di dalam rahim Angel. dia sangat berharap satu di antara kecebong itu akan segera menjadi calon baby untuk mereka.

__ADS_1


keringat mengalir membasahi seluruh tubuh keduanya.


masih ngos-ngosan Matthew membuka mata melihat sang istri yang masih terpejam menikmati sisa pelepasannya.


Matthew membelai lembut wajah sang istri perasaan sayang dan cintanya teramat dalam. Angel pun membalas tatapan itu dengan rasa yang sama.


"terima kasih sayang, aku sangat puas " jujur Matthew


"terima kasih kembali hubby, aku juga sangat puas" Jawab Angel jujur meski dengan wajah tersipu.


"mau lagi" minta Matthew merengek manja


"tapi masih sakit, hubby"


"Kamu harus terbiasa sayang. biar ke depannya tidak sakit lagi" jelas Matthew disertai rayuan mautnya. bahkan kini dia perlahan mulai bergerak. sesuatu di dalam sana dirasa Angel memang kembali mengembang.


rupanya tongkat sakti premium milik Matthew sudah mendapatkan sarang yang tepat hingga dia menginginkan lagi dan lagi.


akhirnya kamar itu kembali diisi oleh merdunya jeritan dan leguhan keduanya.


hingga mereka mendapatkan puncak berkali-kali dan badan Angel lemas tak berdaya barulah Matthew berhenti. dia sebenarnya sanggup menggempur sang istri hingga pagi. namun melihat betapa lemahnya Angel membuat dia kasihan.


Dia kemudian melepaskan tongkat sakti premiumnya diiringi perasaan geli dan ngilu. membersihkan miliknya dan milik sang istri dengan tisu kemudian membawa tubuh lemas Angel ke dalam pelukan.


"terima kasih sayang. kamu begitu luar biasa. aku mencintaimu "


cup


cup


cup


Angel tidak sanggup menjawab saking lemasnya. dia hanya merespon dengan semakin mendekap erat tubuh sang suami.

__ADS_1


keduanya tidur dengan perasaan lega, puas dan bahagia. bedanya badan Angel saat ini remuk redam seperti sehabis memikul beras satu ton.


__ADS_2