
Angel bersedekap sambil menatap Matthew dengan cemberut. rasanya dia tidak habis pikir dengan apa yang dia dengar tadi di kolam. sehabis berenang sambil menikmati sunset dia segera membuka ponsel untuk mencari tahu kira-kira seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk membooking kolam tempat dia dan Matthew menghabiskan waktu sore ini.
Betapa kagetnya Angel setelah melihat hasil penelusurannya, di sana terpampang nyata sebuah angka dengan nominal ratusan juta hanya untuk satu jam. sebagai orang yang selama ini mengedepankan prinsip hemat, tentu Angel merasa sangat sayang kalau uang sebanyak itu hanya untuk membayar kolam sejam. sungguh tidak masuk akal pikirnya.
"sudah dong cemberutnya. itu tidak seberapa sayang. apapun aku lakukan agar kamu bahagia" nampak Matthew berujar tulus sambil mendekati istrinya yang masih saja cemberut dari tadi.
"ini moment spesial dan kado pernikahan kita, khususnya untuk kamu sayang. aku tidak ingin perhitungan untuk mensyukurinya, selagi aku mampu. aku akan melakukan apapun itu, khususnya, untuk kamu, istriku pelengkap hidupku " dengan penuh cinta Matthew berujar dan membelai pipi Angel kemudian mengecupnya sekilas.
cup
"tapi itu pemborosan hubby" sanggah Angel walaupun dia merasa tersentuh dengan pengakuan suaminya barusan.
"aku tahu kamu menyayangi dan mencintai ku hubby. tapi bagiku bahagia tidak dengan sesuatu yang mahal. sekarang cukup bersama kamu dalam hal yang sederhana sekalipun aku tetap bersyukur dan bahagia. pokoknya lain kali jangan seperti ini lagi" lanjutnya dengan mimik serius.
"baiklah sayang. lain kali tidak lagi tapi aku tidak janji ya" ujar Matthew dengan kekehannya yang membuat Angel mendelik.
ini adalah moment diskusi pertama mereka setelah resmi menjadi sepasang suami istri. rasanya begitu bahagia saat keduanya saling mengingatkan dan melengkapi satu sama lain. moment itu mereka tutup dengan berpangutan mesra.
Matthew bahkan memangku Angel yang saat ini masih menggunakan jubah mandi. dia begitu bersemangat menghisap manisnya madu di bibir manis Angel. bunyi kecapan bibir mereka terdengar nyaring.
bahkan Matthew sudah mengarahkan salah satu tangan Angel untuk memegang tongkat sakti premiumnya. nampak jelas sudah on, berdiri tegak dan siap bertempur kembali di lembah sang istri.
"emmhh.. jangan dilepas sayang, please. aku sangat menyukai gerakan tangan kamu. tetap seperti itu" Matthew berdesis saat tangan lembut Angel tidak berhenti bergerak naik turun. rasanya dia sudah sangat tidak sanggup. hingga dia pun membalas sang istri dengan lebih liar lagi. tangannya juga melakukan hal yang sama bergerilya di lembah Angel yang kini semakin lembab.
"ahhh..hubby. aku tidak kuat lagi" lenguh Angel saat tangan Matthew semakin cepat bergerak di sana. dia juga melakukan hal yang sama. semakin tidak terkendali menggerakkan tanganya. entah belajar dari mana dia bisa bertindak pro seperti ini.
ledakan akhir menandakan puncak dari kegiatan panas itu
"ughhhhh" lenguh keduanya kompak dengan napas tidak beraturan. senyum puas dan lega nampak menghiasi wajah mereka hingga kecupan mesra menutupi kegiatan panas itu.
saat ini Angel dan Matthew sedang duduk bersandar sambil berpelukan mesra di atas ranjang. lebih tepatnya Angel yang manja pada Suaminya itu. mereka sudah selesai menikmati makan malam di restoran dekat hotel beberapa saat lalu dan kini menunggu waktu untuk tidur.
"hubby?"
"Iya sayang"
"sejak kemarin ponselku mati. aku belum memberi kabar keluarga kita di Indonesia. boleh aku mengaktifkan ponsel sekarang?"
bukan tanpa sebab Angel meminta Izin. karena memang semenjak berangkat Ponselnya sudah diambil Matthew. pria itu beralasan tidak ingin diganggu selama honeymoon.
"jangan khawatir, aku sudah memberi kabar kepada keluarga kita sejak saat kita tiba di sini" beritahu Matthew
"tapi kalau kamu ingin menghubungi mereka. tidak masalah. ini ponselnya" lanjutnya lagi seraya memberikan ponsel milik Angel
__ADS_1
"thank you hubby. cup"
saking senangnya Angel sampai memberikan sebuah ciuman mesra. tentu Matthew tidak menolak justru menyambutnya dengan sangat menggebu.
melepas tautan bibir mereka, Angel merasa malu, karena baru saja dia menyadari sikap agresifnya.
"manis banget sih istriku " goda Matthew membuat pipi Angel semakin merah.
"ihhh hubby, maluu" rengek Angel dengan wajah yang tersembunyi dari balik dua telapak tangannya.
"aku suka sayang. Rasanya pengen dicium kamu terus"
"hubby stopp" muka Angel merah padam. wanita yang resmi melepas masa gadisnya dua malam lalu, masih saja merasa malu melakukan kegiatan mesra dengan sang suami.
Matthew tertawa lepas melihat pipi Angel yang jelas sekali dalam pandangannya sudah memerah.
"gemasnya. sini biar aku gigit " saking gemasnya Matthew dengan sangat sadar menggigit dua pipi gembil Angel. membuat wanita itu mengadu sakit dan cemberut. setelahnya dengan tersenyum bahagia dia pamit ke toilet karena sebenarnya sejak tadi dia merasa sakit perut.
"aku ke toilet bentar sayang"
Angel mengangguk dan masih mengelus pipinya yang merah. bukan lagi karena malu tapi bekas gigitan gemas suaminya.
sambil menunggu Matthew, dia mengaktifkan ponselnya. di sana nampak banyak sekali panggilan masuk tidak terjawab serta ratusan pesan dari sahabat, keluarga dan temannya.
pertama-tama yang Angel hubungi adalah mama vita. setelah puas bercerita, dia kemudian melakukan panggilan video dengan ibu mertuanya. karena Angel sempat membaca pesan masuk ibu mertuanya meminta melakukan panggilan video.
Angel sempat tersipu saat digoda ibu mertuanya, karena bekas tato alias cupangan Matthew di lehernya terlihat jelas di layar mom Helena. tentu saja wanita itu heboh hingga memanggil sang suami untuk ikut melihat. pertanyaan cukup frontal pun terdengar dari bibir mertuanya.
"Gimana malam pertamanya? sudah bisa langsung jadi kecebong calon cucu untuk mom dan dad ?"
"doain saja mom, dad" Angel malu-malu menjawab. dia menggaruk asal kepalanya yang tidak gatal.
dia tidak bisa mengelak apalagi dengan harapan kedua mertuanya untuk segera memiliki cucu. tentu dia tidak akan sanggup menolaknya.
"tenang saja, aku jamin akan langsung jadi 3 kecebong.
tentunya bibit ku berkualitas premium dan manjur. tidak seperti milik dad"
entah sejak kapan, Matthew sudah berada di samping Angel dan ikut menimpali pertanyaan mom Helena. jawaban Matthew membuat mom Helena terpekik senang. sementara dad marcel mencebik kesal karena putranya masih sempat-sempatnya menyindirnya.
selesai bertukar kabar dengan kedua mertuanya, kini Angel melakukan panggilan video dengan Sahabatnya bestie.
nampak sang sahabat begitu semangat dan antusias mendapat panggilan dari pengantin baru. tentu jiwa kepo bumil itu melambung. berbagai pertanyaan yang berbau mesum pun lolos dari bibirnya. Angel sampai malu dan tidak sanggup menjawab apalagi ada Matthew di sana.
__ADS_1
tapi sebuah kalimat berita dari Bestie membuat mereka kaget.
"beb, aku dan noval tadi habis dari rumah sakit. periksa periksa dede bayi. tapi di sana jumpa kak melvin dan keluarganya. jadi kami mampir sebentar karena istri kak melvin melahirkan. bayinya laki-laki. tampan seperti kak melvin"
sontak Matthew dan Angel kaget dan saling memandang. mereka seperti tidak yakin dengan perkataan Bestie.
"masa sih beb, bukannya kehamilan kak Diana masih tujuh bulan?"
"entahlah beb. tapi sepertinya terjadi sesuatu. aku melihat Kak melvin seperti sangat marah. keluarga seperti tidak antusias. Sorry bukannya mau mengompori, kak melvin memang terlihat tidak bahagia "
mendengar itu, Matthew bergerak cepat mengaktifkan ponselnya juga. sama seperti Angel. rupanya dia juga mendapat banyak telepon masuk tidak terjawab kemudian ratusan pesan dari aplikasi berlogo telepon dan berwarna hijau.
Matanya tertuju pada pesan yang dibagikan sang asisten yaitu Leo. yang padahal memberitahukan kurang lebih seperti yang diberitakan bestie sahabat istrinya.
"Matt, sorry aku ganggu honeymoon kamu dan angel. ini penting, Melvin Kacau. Diana melahirkan siang ini. Lebih cepat 2 bulan dari perkiraan. Melvin menolak untuk mengakui itu bayinya "
Matthew tertegun setelah mendapat informasi itu. Sahabat sekaligus sepupunya sedang dalam situasi yang sangat kacau.
Dia kemudian memeriksa chat dari Martin yang mengatakan padanya untuk segera pulang. melvin kacau dan marah-marah.
"Matt, aku tahu kamu sedang tidak ingin di ganggu. tapi ini serius. Diana melahirkan tapi Melvin sangat kacau. jangan perpanjangan bulan madunya"
Matthew mendesah panjang. sepertinya ini akan sedikit rumit. mengingat hubungan Melvin dan Diana memang sudah berlangsung dari Masa kuliah. Melvin walau mantan casanova, tapi kalau soal jatuh cinta dia tidak akan main-main. walau diawal Matthew sempat mengingatkan sepupunya itu tentang kehidupan Diana yang nampak bebas. tapi kalau sudah cinta, mau dinasehati bagaimana pun mata melvin tetap akan memuji Diana.
Matthew sedikit berpikir, Kenapa tadi orang tuanya tidak mengatakan apapun tentang ini, padahal mereka berbincang cukup lama dan tidak ada sedikit pun tanda dari wajah mereka kalau sedang ada sesuatu di sana. Mengingat mom Helena begitu menyayangi melvin bagai putranya juga.
"hubby" panggil Angel menyadarkan Matthew dari lamunannya.
"Iya Sweetheart " Matthew membuka kedua tangannya lebar-lebar untuk menyambut istri kecilnya dalam pelukan.
"apa yang terjadi?" Angel mendongak untuk melihat respon Matthew
"Seperti yang Bestie ceritakan tadi" singkat Matthew
"apa kita perlu mempercepat waktu kepulangan? sepertinya kak melvin juga membutuhkan support dari kita"
"tidak perlu sayang. kita tetap akan berada di sini sesuai jadwal awal. kita akan mengunjunginya saat kita pulang nanti"
"baiklah " respon Angel disertai anggukan kepala.
"bobo yukk" ajak Matthew dengan sebelah mata mengerling genit. Angel paham kode itu. apalagi kalau bukan mau kuda-kudaan.
"bobo saja kan?" Angel pura-pura tidak paham dengan ajakan Matthew.
__ADS_1
"Iya, kamu bobo saja, biar aku yang goyang. cukup mendesah dan teriak nama ku kuat-kuat sayang" ujar Matthew makin genit yang membuat Angel malu-malu melihatnya.
akhirnya malam itu, seperti keinginan Matthew, mereka kembali berkeringat karena kuda-kudaan sampai pagi menjelang. tubuh angel kembali remuk redam.