Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Angel Menghilang!


__ADS_3

Hari ini, Aktivitas belajar di SMA Jaya kembali dimulai yaitu pembelajaran semester genap. Nampak banyak siswa mulai berdatangan dan memenuhi gerbang sekolah hendak ke parkiran. Nampak Angel dan Bestie sedang berjalan menuju kelas. Namun tiba-tiba mereka dikagetkan dengan kedatangan Vivi yang secara sengaja menabrak Bahu Angel.


"woi kamu buta ya, Atau Mata kamu ada di bokong sampai jalan saja nabrak orang" teriak Bestie kesal karena melihat Angel yang hampir saja terjungkal.


"makannya kalau jalan jangan kayak siput" Ujar Vivi membela diri


Namun saat dia hendak berbalik melanjutkan langkah, entah bagaimana ceritanya dia malah tersungkur dalam posisi jatuh terduduk.


"sialan, siapa yang berani!" ujarnya kesal dan juga malu dilihat orang


"makanya kalau ngomong jangan di tengah jalan. halangin orang. Jatuh kan" Entah sejak kapan Melvin ada di sana dan bisa dipastikan pelaku yang membuat vivi terjatuh adalah pria tersebut.


"Rasain, emang enak" Sindir Bestie.


"Sudah, sudah. Kasihan dia jatuh gitu" Angel justru merasa kasihan pada Vivi yang jelas-jelas tadi hampir membuatnya jatuh. Bestie hanya memutar mata jengah dengan sikap polos sahabatnya itu yang tidak pernah berubah.


"Ayo, berdiri" ujar Angel seraya mengeluarkan tangan ingin membantu vivi yang sekarang jadi tontonan dan ledekan banyak orang.


"Ayo, ke kelas. Orang kayak dia memang perlu dikasih pelajaran. biar kapok" tutur Bestie seraya menarik tangan Angel menuju kelas.


"Eh,, btw, thank you ya kak, sudah kasih vitamin jatuh buat dia" lanjut Bestie namun tatapannya penuh ledekan ke Vivi dan dibalas tatapn penuh dendam oleh gadis itu. Melvin hanya terkekeh melihatnya.


"Gemasnya" gumam Melvin seraya melihat Bestie yang perlahan menjauh. Bestie ini memang unik, manis dan tidak neko-neko. Melvin merasa sangat tertarik pada gadis tersebut.


"tidak usah lihat terus, entar saya congkel mata kamu" Noval muncul dengan aurah garang karena mendapati Melvin tengah tersenyum ke arah Bestie. Dia tidak suka bahkan sangat tidak suka.


"eitsss.. santai bro" Ujar Melvin membela diri. Noval hanya menanggapi dengan pelototan tajam dan berlalu ke kelasnya.


Kantin sekolah


"Sayang, Masakan kamu ini selalu enak ya" tutur Matthew seraya mengunyah bekal yang dibawa Angel dari rumah. Saat ini mereka sedang berada di kantin sekolah. Dari Tadi Matthew nempel kayak cicak pada Angel yang membuat gadis itu sedikit risih karena diperhatikan orang


"Syukurlah kalau kakak suka. Tadinya aku mengira seleraku tidak akan sama dengan lidah orang kebanyakan karena aku suka makanan dengan rasa yang kuat" Jelas Angel dengan tersenyum.


"Mau lagi. Suapi aku ya" rengek Matthew dengan manja. Martin yang sedari tadi melihat interaksi mereka sedikit merasa iri. Dia juga ingin seperti itu kalau seandainya berpacaran dengan Angel.


Sementara di Meja sebelah, Noval sejak tadi merecoki Bestie dengan memakan hampir setengah bekal gadis itu.


"Bekal ku" Rengek Bestie dan menatap galak pada Noval yang justru sibuk mengunyah. Tadinya gadis itu hanya berpamitan ke toilet. Tau-taunya saat balik si biang kerok noval dengan santainya memakan bekal miliknya. bukannya mau pelit, hanya saja, Itu Menu favoritnya yang selalu dimasak Mama Kirana setiap awal sekolah. Nasi uduk, ikan bakar, sambal ijo. Dengan tidak sabar tadi dia menuju kantin ingin segera menghabiskan bekalnya, apalagi sekarang cacing di perutnya terus berdemo.


"Eh, tadi aku cuma cicip sedikit saja. Ternyata rasanya nggak enak" Ujar Noval dengan tidak tahu malu. Apa dia bilang? tidak enak? makanan sudah mau habis begitu malah dibilang tidak enak. Kan tidak tahu malu namanya.


"Iya tidak enak, tapi bekalnya hampir habis sampai tulang ikan saja dikunyah kayak gitu, jilatt tangan pula, itu yang namanya tidak enak, Iya?" sindir Bestie. Dengan wajah galak dia menarik kerah baju seragam Noval dan melotot dengan lucunya. Noval malah merasa gemas. Dia memcubit pipi Bestie hingga membuat wajah gadis itu mengembang dan rata seperti tripleks.


"Aduh lucunya sayangku. Makin manis kalau galak begini" Goda Noval yang malah semakin membuat Bestie kesal. Dengan perasaan dongkol dia menghempas tangan Noval Lalu taringnya mendarat sempurna di bahu Pria itu.

__ADS_1


"Aaaaaaahhhhhhh, lepas.. lepassss. ampun ampun, besss" Teriak Noval sangat kencang sampai hampir merobohkan satu gedung sekolah. Bagaimana tidak berteriak, Bestie menggigitnya dengan sangat kuat. Bisa dijamin gigi gadis itu bisa terbenam di kulit Noval andai digigit tidak menggunakan baju.


"Rasain, kapok nggak?" tanya bestie masih dengan wajah galaknya.


"Iya, ampun-ampun. Lepasin dulu ya" Mohon Noval dengan wajah kesakitan.


Setelahnya Noval, bagai anak ayam, duduk dengan patuh dan diam sambil menatap Bestie menyantap bekalnya. Dia tersenyum penuh arti menatap gadis di depannya itu. Keduanya tidak menyadari mereka sudah menjadi pusat perhatian para siswa yang berada di kantin. Bahkan para siswa yang tadinya sedang berada di kelas atau berjalan di sekitar taman sekolah justru berlari ke arah kantin setelah mendengar suara teriakan Noval. Kedua pelakunya malah masa bodoh dan tidak mau tahu.


Matthew, Angel, Martin dan Melvin yang awalnya tercengang, sekarang malah geleng-geleng kepala tidak habis pikir dengan tingkah kedua temannya itu.


Sementara di bagian sisi lain kantin, nampak Laras dan Vivi mencebik tidak suka. Lebih tepatnya Vivi yang menaruh dendam karena kejadian memalukan yang dialaminya tadi pagi. Sementara Laras, menatap kemesraan Matthew dan Angel dengan aura kemarahan dan kecemburuan. Dia Dan Vivi kemudian berpandangan dan tersenyum miring penuh arti. sepertinya mereka tengah merencanakan sesuatu.


Seminggu setelah Sekolah dimulai, Kini kelas XII semakin disibukan dengan persiapan Ujian akhir yang tinggal menghitung bulan. Saat ini semua siswa kelas XII, tak terkecuali 3M sekawan dan Laras tengah mengikuti test try out pertama. untuk itu, kelas X dan XI melakukan kegiatan pembelajaran yang lebih kondusif untuk menciptakan kenyaman dan ketenangan di sekolah.


Saat Bell istirahat berbunyi, Angel dan kedua sahabatnya hendak ke kantin. Namun dia masih akan mengembalikan buku yang sempat dia pinjam ke perpustakaan. setelahnya dia akan menyusul kedua sahabatnya tersebut. Namun, dia tiba-tiba merasa ingin membuang air kecil saat hendak ke kantin akhirnya dia berjalan menuju toilet. tidak jauh darinya, seorang gadis tersenyum miring saat memperhatikan Angel berjalan ke arah toilet.


Bugh


Bugh


Mendadak dua pukulan mengenai tengkuk belakang Angel hingga seketika membuatnya pingsan. Dengan segera gadis yang mengikuti Angel tadi , menyuruh dua orang lelaki untuk memapah Angel ke ruang paling belakang gedung sekolah yang juga bisa melewati jalan dari toilet tersebut. Di ruang belakang, Angel di sekap dan dengan kasarnya gadis tadi menendang perut dan kaki Angel saat kondisinya masih pingsan.


"Membusuklah di sini b*tch!" ujar gadis tadi dan keluar dari ruang tersebut dengan senyum penuh kemenangan.


"Nhi, buat kalian berdua. Ingat tutup mulut" peringat gadis tersebut dan memberikan bayaran pada dua siswa yang membantunya tadi.


"kemana sih, kok lama banget " Ujar bestie


"Sabar bentar honey" Ujar Noval tulus dan mengelus sayang kepala gadis di sampingnya. Bestie yang mendengar panggilan Noval yang berbeda padanya mendadak memasang ancang-ancang seolah akan menggigit Noval seperti tempo hari.


"Nggak kapok ya" Tanya Bestie dengan galaknya


"ehh kapok kok, sayang, eh maksudnya bestie. Heheheh" Jawab Noval cengegesan. Dia suka sekali menggoda sahabatnya yang satu ini. Entah kenapa rasanya beda saja kalau mereka melewati hari tanpa berdebat.


"mending kamu, susul Angel ke perpus deh. sudah lama soalnya " Ujar Noval pada bestie dan diangguki gadis tersebut. sesampainya di perpustakaan, Bestie mengelilingi dan mencari disiapkan sudut ruangan tersebut namun tidak menemukan orang yang dicari. Dia berinisiatif bertanya ke pihak perpustakaan yang juga sudah mengenal mereka karena saking rajinnya berkunjung ke ruangan tersebut. Dari info yang dia peroleh justru diberi tahu Angel sudah keluar dari sana setelah mengembalikan buku. Lalu dimana gadis itu berada sekarang. Terbesit dalam pikirannya untuk melihat Angel ke kelas. Barangkali tadi balik ke kelas. Namun nihil. Di sana juga tidak ada. Kemudian dia berpikir untuk ke toilet, mungkin temannya sakit perut. dan ini dugaannya yang paling kuat. dia sudah mencari di tiap toilet wanita di sekolah tersebut namun tetap tidak menemukan sahabatnya. Dia pun mendadak panik dan kembali ke kantin dengan terburu-buru.


"Angel hilang" ujarnya sambil ngos-ngosan


"Apaaaaa" kaget Noval.


"Hilang gimana? lanjut noval lagi.


Bestie menceritakan semuanya ke Noval. sama hal dengannya lelaki tersebut juga kaget. Dia segera mengambil ponsel dan menghubungi Matthew yang sekarang sedang berkumpul di aula sekolah untuk mengikuti arahan mengenai ujian akhir. Hingga lima kali menelepon, tetap saja tidak diangkat. Lalu dia menghubungi Melvin, namun tidak mendapat jawaban. wajar saja tidak diangkat, ponsel keduanya lupa dibawa ke gedung tersebut.


Pilihan terakhir yaitu menelepon Martin, hingga dipanggilan ketiga barulah ada jawaban. terdengar Martin menjawab dengan berbisik karena di sana di tengah serius mendengar arahan guru.

__ADS_1


"Angel hilang" Ujar Noval langsung memberi tahu maksudnya menelepon. saat akan berbicara lagi, Panggilannya dimatikan sepihaknya oleh Martin.


"sialan, kok dimatiin sih" geram Noval. akhirnya dia memilih untuk mengirim pesan melalui aplikasi pesan singkat.


'tolong, Angel sepertinya menghilang'


setelahnya dia langsung memasukan ponsel ke saku namun sebelumnya sudah dibuat dalam mode suara agar tahu saat ada yang menghubungi.


Dia dan Bestie kembali ke kelas untuk melihat Angel, ke UKS, ke sekertariat, ke gedung olahraga dan ke parkiran. Nihil, belum juga mereka menemukan Angel. Bahkan sekarang pelajaran kedua sudah dimulai setengah jam yang lalu namun mereka belum menemukan Angel.


Drtttt..drttt.. Ponsel Noval berbunyi


setelah dia cek padahal Matthew menghubungi lewat ponsel Martin. Lelaki itu hanya menanyakan posisi Noval sekarang. Noval memberi tahu bahwa dia dan Bestie sedang di parkiran. Sambungan ponsel dimatikan kembali. Noval semakin kesal.


Sementara sebelumnya


Flashback on


Saat Noval menelepon sebenarnya Martin sedikit mendengar suara yaitu "hilang", namun dia mendadak mematikan panggilan karena dia dipergoki pak Bola dan menegurnya. Namun Tidak berselang lama, justru pesan yang dikirim Noval membuat matanya membola dan dengan segera memberi ponsel tersebut ke Matthew yang ada disebelah Melvin. Melihat isi pesan tersebut, dada Matthew naik turun dan mendadak sesak. Dia sangat takut dan kaget diwaktu yang sama. Tanpa banyak kata dia segera keluar aula dan diikuti oleh Martin. Melvin yang kebingungan juga ikutan keluar. Pak Bola mencoba mencegah namun dikasih tahu Martin kalah ada urusan yang sangat mendesak menyangkut nyawa setelahnya mereka berlari menuju kantin. Di sana tidak mendapati Noval.


"Sini ponsel kamu" Perintah Matthew pada Martin


"nhi" Jawab Martin.


Matthew segera menghubungi noval, sementara Martin memberi tahu Melvin tentang apa yang terjadi. Melvin pun kaget dan juga khawatir.


"Dimana" tanya Matthew setelah panggilannya dijawab noval. setelah mendapat jawaban, mereka bergegas menuju parkiran


Flashback off


Di Parkiran mereka bertemu. Bestie menceritakan segalanya ke 3M sekawan. Matthew menjadi sangat khawatir dan bahkan dadanya terasa sangat sesak. Dia khawatir, kekasihnya dalam bahaya. Mereka memutuskan berpencar untuk mencari Angel di tiap sudut ruangan. Namun hasilnya nihil.


Sementara di ruang belakang, Angel sudah siuman beberapa saat yang laku. sekarang dia tengah menangis ketakutan. keringat bercucuran di sekujur tubuhnya. Ruangan tersebut sangat gelap, tanpa cahaya dan berbau khas. Bahkan dia kesulitan bernapas di dalam sana.


"Mama tolong"


"kak Matthew tolong "


"Noval, bestie, aku takut, hiks.. hiks.. hikss" Angel menangis ketakutan sambil memangil nama orang-orang tercintanya. dia ingin segera keluar dari sana. Namun siapa yang yang bisa menolongnya.


Hingga waktu pulang sekolah mereka tidak menemukan Angel.


Matthew semakin kalut dan luar biasa khawatir..


Ada dimana kekasih hatinya. Apakah dia baik-baik saja? atau justru menangis, terluka dna ketakutan? Matthew frustrasi membayangkan itu. Sekarang kondisi Matthew sangat berantakan. Dengan seragam dan rambut yang acak-acakan.

__ADS_1


Sementara itu, di salah satu ruangan kelas, seorang siswa justru sedari tadi memasang wajah bahagia penuh kepuasan.


"mati dan Membusuklah di sana, Pengganggu" Gumamnya dengan senyum miring. Dia sangat yakin tidak akan ada orang yang akan menolong Angel. Karena CCTV di luar toilet sudah dia matikan.


__ADS_2