Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Sedikit Terungkap


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu saja. perubahan sikap Enzy yang murung dan tidak banyak bicara membuat Leo menjadi cemas. walau selalu mengatakan baik-baik saja. Leo merasa ada yang disembunyikan sang istri. karena sering memergoki enzy menangis seorang diri.


sementara itu, Kediaman Matthew...


"apa? bodoh kenapa kalian bodoh!! "


pagi-pagi Matthew berteriak marah dan kesal mendapati kabar Jovanka kabur. pihak polisi baru saja menelepon, jovanka kabur setelah dibawah ke rumah sakit jiwa.


padahal yang sebenarnya, gadis itu pura-pura gangguan mental dengan bersikap aneh di sel tahanan yang membuat rekan satu sel ketakutan.


itu semua tentu saja atas ide gila desi. dokter yang menangani jovanka sebenarnya adalah orang suruhannya. sehingga memudahkan pemberian diagnosa sakit jiwa. semua sudah direncanakan dengan matang. Jovanka berhasil kabur ke luar negeri dengan identitas baru yang sudah dipersiapkan desi.


"aku tidak mau tahu, cari wanita gila itu sampai dapat. kalau tidak aku akan menuntut kalian pihak berwajib yang tidak becus"


bentak Matthew masih dengan sambungan telepon. dia kesal dan marah kenapa pihak berwajib begitu yang sangat lengah. inilah mengapa dia malas berurusan dengan polisi. dia lebih memilih memberi hukuman dengan caranya yang sudah pasti seperti apa hasil akhirnya. tapi dia tidak ingin membuat istrinya curiga dan banyak berpikir.


dia juga memarahi kedua pengawal yang diutus untuk mengikuti desi. kenapa mereka kecolongan dan tidak mengetahui pergerakan mencurigakan wanita sinting itu. atau apakah desi sudah tahu kalau dia sedang diawasi.


jawabannya iya. bagaimana tidak tahu, kalau setiap hari dia melihat mobil yang sama selalu mengikuti kemana pun kuda besinya pergi.


Matthew berangkat ke perusahan dalam suasana hati yang tidak baik. tapi sebisa mungkin dia menyembunyikan segalanya dari sang istri.l dan mertuanya. tidak ingin keduanya kepikiran.


setibanya di perusahaan, dean menjadi sasaran kemarahannya. apalagi melihat Margaret yang berada di ruangannya dengan pakaian persis wanita penggoda tapi membawa alasan ada urusan pekerjaan. Matthew makin kesal hingga dean menahan napas mendengar semua umpatan tuannya. Berteriak lantang memanggil pengawal untuk menyeret Margaret keluar. sebenarnya dean bingung. hal apa yang membuat tuannya begitu marah. dia hanya bisa menutup telinga dan mengelus dada melihat kegalakan Matthew.


Tidak berselang lama Leo tiba dan segera masuk ke ruangan Matthew. pria itu datang lengkap dengan laporan dari hasil penelusurannya sebelum ke perusahan. tanpa basa basi dia langsung menjelaskan kepada Matthew.


"dia menggunakan nama cornelia sebagai identitas baru. nyonya desi sudah mengurus pengantian identitas ini dua hari lalu di pencatatan sipil melalui penyewaan orang dalam. tadi subuh sekitar jam setengah 4, jovanka alias cornelia kabur dengan jet pribadi Tuan robby. oh iya, pria yang menyamar sebagai dokter sudah di amankan leon di markas. dia adalah mantan dokter yang dipecat atas tindakan asusila pada pasiennya" jelas Leo di depan Matthew yang berwajah datar.


"kemana tujuan wanita gila itu?" tanya Matthew


"maksud mu Jovanka?" respon Leo yang lemot malah bertanya


"ckk, siapa lagi. memang ada orang lain yang kita bahas" kesal Matthew dengan tampang tidak enaknya.


"woow, calm down brother "


"cepat jelaskan " tegas Matthew tidak sabaran


"ckkk, kau ini menyebalkan" dengus leo tapi tetap menuruti keinginan Matthew


"dia ke Singapura. jovankan akan menempati kembali apartemennya waktu kuliah dulu. tenang saja. dua orang pengawal kita sudah menyusul ke sana"


"pastikan wanita itu benar-benar berada dalam pantauan. aku tidak menerima laporan jelek lagi. untuk dokter gadungan sinting tadi, suruh leon beri dia sedikit pelajaran sebelum aku datang"


suruh Matthew tanpa ingin mendengar bantahan.


Di sisi lain, yaitu di Jhonson hospital grup. seorang petinggi perusahan yang masih punya kesetiaan kepada Tuan robby datang mengunjungi pria itu pagi ini.


bahkan dia membawa beberapa laporan yang membuat tuan robby murka sekaligus bingung.

__ADS_1


"katakan, apa yang kamu ketahui " tegasnya walau sekarang seperti bayi tua yang sama sekali tidak berdaya untuk bergerak. tentu dia merasa malu namun tetap menjaga imagenya.


"tuan, sebenarnya perusahan anda di beli atas nama enzy, bukan atas nama marcel atau putranya Matthew" lapor pria tadi yang sekiranya 3 tahun lebih tua dari Matthew.


"siapa enzy?" bingung tuan robby


"istri dari Leo, asisten tuan muda Matthew. anda pasti tahu, kalau Leo adalah anak dari Tuan damian"


tuan robby tidak bersuara lagi melainkan mengangguk sekaligus bingung, kenapa perusahaannya malah dibeli atas nama orang lain yang tidak terpikirkan olehnya.


"ada kabar menarik juga tuan. Nona enzy beberapa hari lalu adalah orang yang mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan nyawa nyonya Laura "


kali ini mata tuan robby melebar dan menatap lekat pria di depannya.


"apakah kamu tahu identitas wanita yang bernama enzy itu?" tanyanya tidak sabaran


" setahu ku dia adalah putri sulung dari nyonya vita yang punya restoran Selera Kita. Anda juga pasti tahu nyonya vita merupakan mertua Matthew"


penjelasan pria dihadapannya justru semakin membuatnya melotot kaget.


"tidak mungkin. setahu ku wanita yang bernama vita itu hanya punya satu anak yang sekarang menjadi istri Matthew "


tuan robby ingat betul, dulu setelah menjadi pelaku penabrakan, dia juga mencari tahu tentang identitas korban. di situlah dia mendapatkan info bahwa pria yang ditabraknya bernama Michael, suami dari Wanita bernama vita dengan satu-satunya anak, seorang putri bernama Angel.


lalu kenapa sekarang malah ada lagi putri sulungnya. apakah info yang dia dapatkan dulu kurang akurat.


"maaf tuan, robby, hanya itu yang saya tahu. selebihnya mungkin saya cari tahu lagi nanti "


sementara itu, di luar pintu ruang perawatan tuan robby, berdiri desi dengan tatapan tajam sekaligus tersenyum miring. akhirnya dia mendapatkan titik terang menemukan anak hubungan gelap suaminya di masa lalu. dan dia akan kembali berurusan dengan Vita , wanita yang paling dia benci seumur hidupnya.


"vita, sepertinya takdir mu memang harus menderita di tanganku" monolognya dengan seringai licik


Hari kembali beranjak sore. Enzy yang merasakan perasaan kurang baik belakangan ini, meminta izin pada Leo untuk mengantarnya ke kediaman Matthew. dia ingin mengobrol bersama mama vita dan Angel.


di sana dia disambut hangat oleh mama vita yang sedang memasak di dapur bersama beberapa ART. ada angel juga tapi wanita itu sedang duduk sambil mengiris bumbu.


dia pun ikut bergabung. sepertinya itu pilihan yang tepat karena kini perasaannya sedikit lebih tenang dan sejenak bisa melupakan beban pikirannya.


sementara itu, Leo dan Matthew sedang mengobrol di ruang kerja. keduanya bertukar pendapat mengenai pekerjaan proyek pembangunan pabrik jagung di kota B yang kini berjalan lancar.


Leo juga menceritakan kepada Matthew tentang perubahan sikap istrinya beberapa hari terakhir.


"apakah dia mulai curiga tentang keberadaan orang tua kandungnya" tanya Matthew seraya menatap Leo yang memandangnya juga.


"rasanya tidak mungkin. aku bahkan belum menceritakan apapun padanya begitu juga ayah"


Matthew mengangguk paham.


Tepat jam 7 mereka sudah berkumpul di meja untuk makan malam. tidak banyak suara yang terdengar di sana membuat mama vita sedikit merasa ada yang berbeda. biasanya di meja makan selalu ada obrolan yang membuat gelak tawa. dia juga sejak tadi melihat wajah murung putri sulungnya.

__ADS_1


akhirnya setelah selesai makan malam, wanita cantik pada usianya yang setengah abad itu mengajak dua putrinya untuk mengobrol di dekat perapian.


"Nak, ada yang kamu pikirkan? mama lihat kamu murung sejak tadi"


Angel menoleh ikut melihat wajah enzy yang terlihat mencoba baik-baik saja.


"kakak ada masalah. apakah Kak damian diganggu wanita penggoda atau dia sengaja selingkuh? kalau iya biar aku kasih kakak ipar pelajaran. biar kapok"


Angel ikut bersuara dengan pertanyaan sedikit konyol. membuat senyum dua wanita di sampingnya terbit bagai bulan sabit.


"aku baik-baik saja" respon enzy dengan suara yang hampir tidak terdengar.


"bohong. kakak belakangan ini sering murung dan keliatan seperti tidak semangat "


"betul yang dikatakan adik kamu. mama sengaja ajak ke sini biar kamu leluasa bercerita" mama vita sedikit bergeser mendekati enzy lalu mengelus punggung putrinya itu.


elusan lembut itulah yang membuat perasaan enzy tidak tertahan. dia menangis tergugu.


dia pun menceritakan apa yang dia dengar beberapa hari yang lalu tentang obrolan suaminya dan mertuanya. termasuk hal sensitif yang berhubungan dengan orang tua kandungnya dengan mama vita termasuk Angel.


Mendengar itu, respon mama vita dan Angel tentu sama. bengong dan tidak tahu harus mengatakan apa. itu hal yang wajar. sebab mereka pun tidak pernah menduga siapa orang tua enzy sebenarnya.


"ma, aku tidak mau orang tua yang lain. aku hanya mau mama saja. hiksss..hiksss " enzy menangis meluapkan isi hatinya.


mama vita terenyuh. dia memeluk enzy dengan erat.


"nak terlepas dari siapapun orang tua kandung kamu. tetaplah yakin akan satu hal. putri sulung mama tetaplah kamu"


"Iya, mama benar kak. kakak enzy adalah saudari tertuaku" Angel ikut meneteskan air mata. dia mengelus punggung kakaknya itu untuk menyalurkan perasaan sayang.


"aku takut. ada sesuatu yang akan membuat kita berpisah" jujur enzy akan perasaan perasaan takutnya.


"tidak usah takut. percaya sama mama. semua akan baik-baik saja. kita akan selalu bersama" mama vita mencoba menenangkan putrinya. dia pun sebenarnya takut ada hal yang akan memisahkan mereka di masa depan.


sementara itu, angel mulai berpikir, kenapa Matthew tidak menceritakan tentang ini padanya. pasti suaminya itu juga tahu hal ini. sepertinya dia harus menanyakan ini nanti.


karena malam semakin larut, Leo dan enzy pamit pulang.


di kamarnya, setelah membersihkan diri. Angel dan Matthew tidur dengan posisi saling berpelukan. Angel berpikir untuk mulai memancing Matthew bercerita jujur padanya soal orang tua kandung kakaknya.


"hubby?"


"Iya sayang" Matthew menunduk menjangkau wajah manis angel dalam dekapan dada bidangnya.


"hari ini kakak enzy bercerita. sepertinya dia mengetahui tentang keberadaan orang tua kandungnya" selagi bercerita, Angel membalas tatapan Matthew. matanya sangat jelas menangkap ekspresi kaget sang suami. membuat dirinya semakin yakin, pria itu tahu segala hal tentang orang tua enzy.


"oh, yeah. apa saja yang dia ceritakan?" Matthew sebisa mungkin menutupi rasa kaget dan pura-pura bertanya.


"kamu yakin, tidak mengetahui apapun tentang ini, hubby? aku pernah bilang kan jangan membohongi apapun dariku" tatapan Angel begitu tenang namun mampu mengusik ketenangan batin Matthew.

__ADS_1


telak sekali. pertanyaan Angel membuat Matthew kelimpungan. bibirnya mendadak sulit bicara. dia bingung harus menjawab dengan kalimat apa pertanyaan istrinya.


__ADS_2