
Berlin, Jerman pukul 06.57 Pagi
Mata Matthew perlahan mengerjab, dia merasakan kepala berat dan badan sedikit kaku. Namun dia merasa ada sesuatu yang menahan pergerakannnya, apalagi rasa dingin begitu menusuk langsung ke kulit. Dengan segera Matthew membuka mata lebar. Yang pertama dia lihat adalah langit-langit kamarnya. Lalu bingkai foto besar yang berada persis di bagian Timur tempat tidur. Senyum perlahan menghiasi wajah tampannya.
"Selamat pagi sayang" Ucap Matthew pada seorang wanita cantik yang menghiasi bingkai besar tersebut. Yang hingga saat ini menjadi ratu di hati dan pikirannya.
"pagi juga sayang " Jawab seseorang yang langsung membuat Matthew kaget bukan main. dengan segera dia menoleh ke samping. Betapa terkejunya Matthew melihat Morena tengah tersenyum padanya, belum lagi tangan wanita itu tengah memeluk dirinya erat.
'whatttttt!!!!!' batin Matthew
"Apa yang terjadi?" Tanya Matthew dengan bingung. Dia semakin kaget setelah melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benangpun. Gadis si sampingnya juga sama. dia segera beranjak dari kasur dan mengenakan celana yang berada di lantai.
"apa yang terjadi?" Tanya Matthew kembali.
"semalam kamu buas banget" Jawab Morena malu-malu.
"sangat buas, apa maksud kamu?" tanya Matthew datar.
"apakah kamu tidak ingat kejadian semalam? kamu memaksaku untuk melakukan hubungan i*tim" Jelas Morena dengan gelapan
"bagaimana bisa aku mengingat sementara semalam aku mabuk bahkan tertidur sejak dari club. menurutmu di bagian mana ceritanya orang tertidur bisa bern*fsu dan memaksa melakukan hubungan" ujar Matthew datar dan melihat kegugupan gadis di depannya.
"jadi menurut kamu aku menjebak kamu, dan memaksa kamu untuk melakukan hal itu? hikss... Hiksss..."
tanya Morena lirih dan perlahan terisak.
"aku tidak mengatakannya kecuali, kejadiannya memang seperti itu. kamu bahkan mengatakan apa yang tidak ada dalam benakku" tutur Matthew semakin mengintimidasi Morena.
"tapi kita melakukannya" Ujar Morena dengan kekeuh.
"mana buktinya, bahkan di kasur tidak ada jejak apapun. kalau itu memang sungguh terjadi, ayo ke rumah sakit. Kita lakukan pemeriksaan, apakah ada cairanku yang masuk" Jelas Matthew dengan tatapan yang tidak lepas dari Morena.
Gadis di depannya nampak kegugupan mencari kata-kata untuk menjawab. Matthew bukan orang yang bodoh yang mau mempercayai sesuatu tanpa mencari tahu lebih dulu. kalau itu benar-benar terjadi dia akan bertanggung jawab apabila Morena hamil. Bahkan jejak darah dan cairan k*lamin tidak nampak tertinggal di tempat tidur atau pun pada rudal miliknya.
__ADS_1
"Pakai baju kamu dan segera keluar dari sini"
tegas Matthew dan berlalu ke kamar mandi. Di dalam sana, dia langsung meninju dinding westafel. Saat ini dirinya antara merasa geram, khawatir, sesal dan bingung menjadi satu.
Matthew segera mandi untuk menjernihkan pikirannya. Setelah selesai dia menuju lemari pakaian, saat itu Morena sudah tidak ada di kamar. selesai berpakaian Matthew segera keluar. Di ruang Tamu dia melihat Morena tengah menangis sesegukan.
"Kalau kamu tidak bicara jujur soal semalam, saya sendiri yang akan ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, apakah semalam saya melepaskan cairan." Jelas Matthew dan berdiri di belakang sofa.
Kini sebutan akan dirinya menjadi berubah dari aku menjadi saya. dia ingin menciptakan jarak pada gadis itu. Apalagi selama ini yang orang tahu di luar sana Morena adalah pacarnya. Karena gadis itu selalu menempel padanya.
"Kamu masih belum mau mengatakan sesuatu?" tanya Matthew semakin ingin menggali kejujuran Morena.
"semalam kita tidak melakukan apapun, aku yang membuka baju kamu dan sengaja tidur sama kamu! Sekarang kamu puas!!!!!" Ujar Morena dengan suara meninggi yang memenuhi ruangan tersebut.
"Ya, saya puas, sekarang saya jadi tahu betapa liciknya kamu. Selama ini saya masih bisa menghargai kamu sebagai teman walau kamu banyak membuat drama tentang hubungan kita" Jawab Matthew sinis.
"sekarang keluar dari sini" Ujar Matthew datar.
tanpa menjawab apapun Morena keluar dari apartemen Matthew dengan perasaan sangat geram, dongkol, kesal juga marah. Matthew sungguh membuatnya malu. padahal kalau dipikir dia sendiri yang menggali lubang untuk dirinya.
Di SMA Jaya saat ini sedang dilakukan pembinaan dan sosialisasi terkait ujian nasional bagi kelas XII. Hingga dua jam berlalu kegiatan itu selesai. Angel dan kedua sahabatnya segera keluar dan menuju kantin untuk makan. Saat menikmati bekal, seorang siswa mendekat kemarahan mereka. diketahui pria tampan itu salah satu siswa populer juga menjadi saingan berat Noval di sekolah. Namanya Exel.
"Hai, Angel" Sapa exel dengan memasang senyum manis.
" hai" Jawab Angel seadanya
"boleh duduk di sini?
"masih banyak kursi yang kosong, kenapa harus di sini!" ketus Bestie menyadari gelagat pria di depannya yang menyukai Angel.
Noval menatap datar pria di depannya.
"Tidak apa-apa, duduk saja" Ujar Angel yang disambut senyum sumringah oleh exel. Sementara bestie merenggut tidak suka.
__ADS_1
"kamu sibuk malam ini?"
tanya exel sembari memandang lekat wajah manis Angel yang selama 3 tahun ini dia sukai diam-diam.
"tidak. Ada apa?" Respon Angel
"nonton yuk, ada film baru"
"Sorry aku tidak bisa jalan malam jika pada hari biasa kecuali weekend. Jawab Angel mencoba menolak secara halus.
"Kalau gitu weekend saja gimana? " tanya exel tidak mau menyerah. Nah, kan Angel terjebak dengan jawaban sendiri. sekarang dia bingung mau bilang apa lagi.
"kami sudah janjian untuk nonton di rumah Bestie malam minggu. " ujar noval menyelamatkan kebingungan Angel.
"Kalau gitu weekend depannya lagi, gimana " Tawar exel masih tidak mau menyerah.
"kami janji nonton setiap malam minggu, jadi sudah pasti Angel tidak bisa pergi sama kamu." Kali ini Bestie yang menjawab dengan tatapan datarnya. Terlihat wajah exel yang sangat kecewa. Dia sebenarnya berpikir, tidak masuk akal saja kalau Angel dan teman-temannya janji menonton bersama setiap malming.
Angel merasa tidak enak melihat Wajah kecewa Exel.
"Maaf ya exel, tapi saya ingin menghabiskan waktu bersama mereka sebelum sibuk persiapan Ujian" Jelas Angel semakin membumbuhi kebohongan mereka.
"it's okay Angel. mungkin lain kesempatan masih bisa" Jawab exel mencoba menyembunyikan rasa kecewanya. Angel hanya menjawab dengan tersenyum.
Sepulangnya dari sekolah, Angel tidak ke resto melainkan langsung beristirahat. Karena sorenya dia akan pergi ke swalayan membeli bahan makanan untuk stok di resto.
Sekitar pukul 4 sore, Angel berangkat ke super market bersama Enzy salah satu pegawai resto. Angel juga akan sekalian singgah di toko buku sinar Jaya untuk membeli buku pengetahuan yang dia butuhkan. Mereka berangkat dengan menggunakan Motor dari restoran yang biasanya digunakan untuk menghantarkan nasi box pesanan pelanggan atau pun cathering.
Di supermarket, saat tengah memilih bumbu. Seseorang menyapa dirinya.
"Angel" panggil seseorang dari belakang
deg..
__ADS_1
Angel kenal suara ini, bahkan dia juga menghindar untuk bertemu dengan orang tersebut