
Matthew mondar mandir di depan Ruang pemeriksaan Angel. Hampir 30 menit berlalu dokter belum juga keluar. sudah pasti dia semakin cemas. Dari kejauhan nampak mama vita dan Exel berlari menghampiri Matthew.
"Nak, gimana keadaan Angel?" mama vita bertanya dengan suara bergetar ingin menangis. Matthew menggeleng sebagai tanda dia pun tidak tahu.
"dokter masih memeriksa Tan" Jawab Matthew lemah
"tan, sebaiknya duduk dulu, sambil menunggu" ajak Exel sembari menarik tangan mama vita untuk duduk di kursi tunggu bersamanya.
saat masih menunggu, Beberapa teman dosen tiba di sana, mereka menanyakan hal yang sama tentang keadaan Angel. dosen yang datang di antaranya Kaprodi, Lauro, dan dua dosen wanita.
"sebenarnya apa yang terjadi, kenapa Calon istri saya babak belur seperti tadi?" Tanya Matthew dengan penuh penekanan dan amarah.
"sebelumnya kami minta maaf atas kelalaian pengetatan penjagaan di ruang dosen. Tadi, tanpa kami duga 3 orang mahasiswi menghampiri ruangan Angel dan melakukan kekerasan fisik. kami sudah mengamankan mereka. Dari hasil pemeriksaan kami, mereka mengatakan kecewa dan sangat marah terhadap Angel. mereka tidak ingin Angel masih ada di kampus sebagai dosen. Mungkin penyebabnya dari berita yang beredar pagi ini" Jelas Pak Basuki selaku Kaprodi.
mendengar itu, Matthew semakin marah.
"atas dasar apa mereka menghakimi calon istri ku hanya dengan berita yang tidak jelas seperti itu. Saya tida akan membiarkan mereka".
setiap kata yang diucapkan Matthew dipenuhi aura mencekam. Mereka tahu bahwa nasib ketiga mahasiswa tersebut pasti tidak akan baik-baik saja karena telah berani mengusik orang tersayang dari Pewaris Dirgantara Grup.
"Alan!" panggil Matthew tegas padahal Alan berada di sampingnya saat ini.
"Iya tuan" Jawab Alan dengan menunduk, dia Tahu tuannya Sangat emosi.
"segera seret tiga mahasiswa itu ke kantor polisi. pastikan mereka membusuk di penjara" tegas Matthew tanpa mau menerima kompromi.
mendengar penuturan Matthew, salah satu dosen wanita yang berdiri di sana, mencoba untuk meminta belas kasih Matthew. karena satu dari tiga pelaku tersebut adalah keponakannya.
"tuan muda Matthew, apakah tidak sebaiknya kita bicarakan dulu baik-baik dengan mahasiswa tadi. kasihan mereka masih terlalu muda untuk dibawa ke kantor polisi apalagi masuk bui"
Matthew terkekeh sinis mendengarnya.
"kenapa aku harus mengampuni mereka?" apakah dengan mengampuni mereka keadaan Angel akan kembali seperti semula? Mereka harus merasakan efek Jera dari perbuatan mereka"
__ADS_1
Matthew tidak ingin dibantah, semua yang di sana pun tidak berani bersuara lagi. termasuk mama vita, rasa cemas membuatnya memberikan segala keputusan kepada Matthew. dia yakin Calon menantunya itu akan membuat keputusan yang baik.
Ceklekk
bunyi pintu terbuka segera mencairkan suasana yang menegang. Melihat dokter keluar, Refleks Mama vita dan Matthew menghampirinya.
"dok, bagaimana keadaan Calon istri saya. apakah dia baik-baik saja? bagaimana luka yang ada di kepalanya apakah sangat parah?" Matthew segera memberondong dokter dengan banyak pertanyaan hingga membuat dokter bingung jawab yang mana dulu.
"dokter gimana keadaan putri saya?" tanya mama vita bukan bermaksud mengabaikan segala pertanyaan Matthew barusan. namun satu pertanyaan darinya sudah mewakili yang lainnya. terbukti dokter kini lebih fokus pada pertanyaan mama vita karena mewakili semua pertanyaan Matthew tadi.
"Kondisi pasien sudah stabil. tapi luka akibat benturan keras membuat adanya memar di kepala. nanti setelah pasien sadar akan dilakukan CT Scan untuk pemeriksaan lebih detail. ada beberapa memar juga di tangan, pundak dan kaki pasien.. tapi sejauh ini tidak terlalu serius. kami sudah menangani dengan memberi obat" Jelas dokter yang berjenis kelamin wanita tersebut yang nampak seumuran mama vita.
Semua yang di sana sedikit lega namun terselip rasa khawatir. Apalagi mama vita dan Matthew, mereka khawatir benturan di kepala Angel akan berakibat fatal.
"apakah sekarang pasien sudah boleh di kunjungi" tanya Matthew tidak sabar
"boleh, tapi setelah dipindahkan ke ruang perawatan"
setelah memberikan penjelasan mendetail dokter pun segera berlalu.
"Sayang, segeralah bangun. Jangan buat aku semakin tidak berdaya seperti ini. Aku mohon buka mata mu" lirih Matthew seraya menggenggam jemari Angel yang tidak terpasang infus. air mata pria itu luruh begitu saja di pipinya.
"nak, minumlah dulu" mama vita memberikan sebotol air mineral untuk membuat perasaan Matthew lebih tenang walau diapun sama cemasnya.
"terima kasih tan" Matthew menerima namun tidak ada niat untuk meneguk walau setetes pun. dia tidak mau mengalihkan fokus pada hal lain kecuali terus memandang wajah pucat Angel yang masih belum sadar.
Di tengah suasana hening dalam ruang tersebut, terdengar pintu dibuka dari luar. Mama vita melihat Calon besannya yaitu orang tua Matthew dan kedua sahabat Angel, Bestie dan Noval masuk. kebetulan sekarang memang jam besuk.
"Bagaimana keadaan calon menantuku?" tanya mom Helena mewakili rasa penasaran mereka yang baru datang.
"Tidak baik-baik saja" Mama vita kemudian menceritakan keadaan Angel berdasarkan pemeriksaan Dokter tadi juga alasan kenapa Angel sampai babak belur seperti itu. tentu saja, mereka kaget, apalagi dad Marcel dan Noval kini ikutan marah. Namun mereka bersyukur ketiga pelaku sudah di bawa ke kantor polisi. Alan sudah mengurus segalanya di sana. Sekarang Meraka tinggal mencari tahu dalang dibalik penyebaran berita bohong pagi tadi. sambil menunggu angel siuman mereka memilih duduk.
"tan, yang sabar ya, aku yakin Angel akan baik-baik saja" ujar Bestie diangguki Noval. mereka memberi kekuatan pada mama vita yang nampak Khawatir.
__ADS_1
"betul karena dia gadis yang kuat" ujar mom helena menimpali untuk memberi kekuatan pada Calon besannya.
saat masih fokus memandang wajah pucat Angel, ponsel Matthew terdengar bergetar cukup kuat Matthew yang awalnya merasa terusik dan ingin marah namun urung setelah melihat Leo yang menelepon. tanpa menunggu lagi dia segera keluar untuk menjawab panggilan itu.
"Ada kabar apa? jelaskan semuanya" tanpa memberi salam, Matthew langsung bertanya pada intinya.
"Kami menemukan jejak nomor yang mengirim gosip ke Media gosip Zxx dan Byy. Kami juga sudah bertanya pada pihak media. mereka tidak mengenal pengirim berita, tapi mereka diimingi uang ratusan juta apabila menerbitkan artikel dari gosip yang dikirim oleh nomor tidak dikenal tersebut. Karena merasa akan mendatangkan keuntungan maka mereka menerbitkannya menjadi berita hingga menjadi seheboh ini. Kami sudah mencoba mencari jejak pemilik kontak, ternyata nomor itu sudah terblokir artinya hanya digunakan sekali pakai, karena setelah berita beredar, nomor itu sudah tidak aktif lagi dan bayaran sudah dia transfer."
Jelas Leo panjang lebar. Matthew yang mendengar mendesah panjang sebagai tanda tidak puas dengan laporan Leo.
"segera cari tahu hingga menemukan pelakunya. Aku tidak menerima Kegagalan kamu Leo" tegas Matthew penuh amarah. Bukan amarah untuk Leo tapi untuk dalang dari penyebaran berita heboh ini.
"segera Matt. oh iya, gimana keadaan Angel?"
"masih belum sadar dan butuh CT scan, ada memar di kepala"
"semoga semuanya baik-baik saja Matt. Aku tutup dulu.
setelah panggilan itu berakhir, Matthew ingin kembali masuk kembali ke dalam, namun urung melihat Dad Marcel keluar.
"dad, mau ke kantor dulu. Ada rapat dengan investor siang ini. Kabari dad kalau Angel sudah sadar" tutur dad marcel sambil menepuk-nepuk lembut pundak Matthew untuk menyalurkan kekuatan pada putranya itu.
"oke dad"
setelahnya Matthew masuk dan saat hendak duduk kembali di kursi Samping ranjang Angel, matanya melihat sedikit gerakan dari jemari Angel dan perlahan mata gadis itu mengerjab pelan. sontak dia pun sangat bahagia dan lega.
"Sayang, kamu sudah bangun, hm. syukurlah " Ujar Matthew antusias sambil mengelus surau gadisnya.
mendengar itu, mama vita, mom Helena, bestie dan noval segera mendekat ke ranjang angel. merekabjuga bahagia melihat Angel yang kini siuman dan tersenyum ke arah mereka.
"Nak, apa yang kamu rasakan sekarang? ada yang sakit?" tanya mama vita yang kini menggeser posisi Matthew.
"kepalaku pusing ma" lirih Angel pelan. mendengar itu, Matthew segera menekan tombol nurse call. tidak lama setelahnya perawat dan dokter tiba di sana. mereka memeriksa kondisi Angel dan memutuskan untuk segera CT Scan kepala. Angel segera di bawa ke ruang radiologi. keluarga hany diperkenankan menunggu di luar.
__ADS_1
mereka merapalkan doa, berharap hasil CT Scan kepala Angel tidak ada yang serius. Saat tengah menunggu pemeriksaqn selesai, Matthew menerima kabar melalui pesan singkat dari Leo. Senyum penuh kepuasan dan aura membunuh nampak menghiasi wajahnya.
"Tidak ada ampun untuk kalian" gumamnya penuh penekanan