Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Kehilangan


__ADS_3

Akibat panik, Leo jadi tidak tahu harus berbuat apa selain terus berteriak memanggil nama istrinya. beruntung kewarasan dad marcel dan ayah damian masih stabil hingga kemudian mengajak semua orang ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan kedua menantu mereka.


di sinilah mereka sekarang, di jhonson hospital grup, Angel dan enzy langsung ditangan oleh dokter masing-masing. sementara keluarga menunggu di luar dengan cemas. leo dan Matthew sejak tadi mondar-mandir di depan pintu penanganan istri mereka.


"Leo" panggil mama vita pelan.


"Iya ma" Leo menjawab dengan suara yang parauh. dia memang menangis tanpa suara sejak tadi. khawatir dengan keadaan istrinya.


"apakah enzy sedang mengandung?"


"mengandung? tidak ma"


mereka kembali fokus dengan pikiran masing-masing. mama vita dengan perasaan sangat yakin bahwa enzy sebenarnya sedang hamil tapi belum dia sadari. kalau itu benar, semoga apa yang dia khawatir kan tidak terjadi.


Leo pun sama. dia mendadak kaku di tempat. sambil melihat kedua tangan dan bajunya penuh noda darah enzy yang perlahan mengering. pria itu mencoba membuang jauh semua pikiran buruk yang kini bersarang di otaknya.


Tidak lama kemudian, dokter yang menangani Angel keluar dan langsung melepas masker yang dipakainya.


melihat itu, Matthew segera memberondong dokter dengan banyak pertanyaan. benar-benar kebiasaan yang tidak akan hilang dari diri Matthew, ya seperti ini.


"dokter bagaimana keadaan istriku, apakah dia sudah siuman, bagaimana bayi-bayi kami, mereka baik-baik saja kan?"


melihat betapa khawatirnya Matthew pada istrinya, dokter tersebut tersenyum sekilas.


"tenang tuan muda, Matthew. istri dan bayi-bayi anda baik-baik saja. sekarang pasien sudah siuman. tadi sepertinya istri anda mengalami syok dan tertekan sehingga menimbulkan kontraksi pada kandungannya. keluarga boleh menjenguk pasien, setelah dipindahkan ke ruang Perawatan" jelas dokter tersebut sangat lancar tanpa keraguan sedikit pun. setelah selesai, dokter pamit undur diri.


para keluarga pun menjadi lega setelah mengetahui keadaan angel. namun sekarang mereka masih menunggu kabar soal enzy.


lima belas menit berselang, dokter yang menangani enzy keluar dan menghampiri keluarga. Leo yang merupakan suami mewakili semua orang bertanya.

__ADS_1


"dokter bagaimana keadaan istriku?" suaranya sangat lemah nampak juga dari wajahnya yang menyiratkan kecemasan dan ketakutan.


dokter di depannya menghela bapas panjang sebelum akhirnya berbicara.


"sebelumnya saya meminta maaf. kandungan pasien tidak bisa kami selamatkan. pasien mengalami keguguran sebelum sampai di rumah sakit. usia kandungan masih sangat mudah. sepertinya pasien mengalami serangan panik, tertekan dan kepikiran yang bertubi-tubi. kami harus segera melakukan tindakan kuret untuk membersihkan kandungan pasien"


deg


deg


semua keluarga di sana kaget dan tidak siap mendengar penjelasan dokter. berita buruk apa lagi ini. pikir mereka.


Leo langsung terhuyung ke belakang mendengar kenyataan pahit itu.


istrinya hamil dan dia tidak tahu, justru sekarang dia malah langsung mendapat berita kehilangan buah hatinya dengan enzy. lalu bagaimana perasaan sang istri ketika mendengar ini nanti. Leo tidak mampu menjawab apapun lagi dari penjelasan dokter. dia langsung jatuh berlutut di depan ruang penanganan istrinya. menangis dengan suara lirih. belum sempat dia dan sang istri bahagia menyambut kehadiran buah hati yang begitu mereka dambakan tapi kenyataan pahitlah yang mereka terima saat ini. Matthew segera menghampiri pria itu dan memeluknya. sebagai teman juga sahabat dia harus memberikan support.


sementara mama vita yang juga sangat kaget dan syok langsung menghampiri dokter, meminta untuk melakukan penanganan terbaik pada putrinya.


"dokter berikan penanganan terbaik untuk putriku. tolong segera lakukan dokter" mohon mama vita yang diangguki mom helena di sampingnya.


"lakukan yang terbaik untuk menantuku dokter " suara mom helena menimpali.


dokter mengangguk pasti dan segera pamit undur diri untuk segera melakukan tindakan medis pada pasien.


selang beberapa jam kemudian...


Angel dan enzy sudah berada di ruang perawatan masing-masing. Angel yang mendengar kabar keguguran enzy sangat kaget juga sedih. dia tidak tega akan seperti apa perasaan kakaknya nanti. selama ini, kakaknya itu selalu menceritakan bahwa dia dan Leo tidak ingin menunda memiliki momongan. justru sekarang malah kehilangan apa yang benar-benar mereka impikan.


setelah memaksa Matthew mengizinkannya untuk menjenguk saudaranya itu, di sinilah mereka sekarang. di ruang perawatan enzy. padahal wanita itu baru saja siuman dan langsung menangis sesegukan dalam pelukan leo. dia merasa bersalah dan kembali menyalahkan dirinya sendiri.

__ADS_1


sungguh dia benar-benar tidak tahu dan tidak menyadari kalau sedang berbadan dua. karena bulan ini pun dia menstruasi seperti jadwal biasanya walau cuma dua hari saja. biasanya bisa sampai seminggu.


"hiksss... hiksss.. Aku minta maaf. ini semua salah ku. aku bahkan tidak menyadari kalau sedang hamil anak kita, sayang. aku benar-benar bodoh. hiksss.."


"suttt, jangan berkata seperti itu. ini bukan salah kamu. aku sebenarnya pun merasa bersalah sebab tidak menyadari perubahan dalam diri kamu. bukankah tiga hari terakhir kamu selalu bangun pagi dan mual. kamu pun tidak ada napsu makan. aku merasa bodoh karena tidak menyadari semua tanda-tanda ini. namun lebih dari itu, kita harus percaya bahwa Tuhan mungkin belum mengizinkan dia ada bersama kita. Tapi dilainkan kesempatan kita akan memiliki dia lagi. Tuhan pasti akan memberikan banyak bayi-bayi untuk kita suatu hari nanti. bayi-bayi yang manis seperti kamu. Jadi sekarang berhenti menyalahkan diri sendiri, hmm?"


Leo dengan segala kelembutan dan sikap dewasa sebagai seorang suami harus bisa diandalkan dalam kondisi seperti ini. enzy sangat membutuhkan keberadaan dan kasih sayangnya.


tidak ada yang bisa enzy lakukan selain semakin memeluk erat tubuh bidang suaminya. Leo pun memberikan banyak kecupan sayang di kening wanitanya.


Mama vita yang juga sedari tadi ingin memeluk putrinya segera meminta izin Leo untuk bergeser.


"Sayang, kamu wanita yang kuat. mama bahagia melihat kamu tumbuh dewasa hingga menjadi seorang istri. Tapi semua hal yang terjadi hari ini bukanlah kesalahan kamu. semua terjadi atas kehendak Tuhan. Jangan menyalahkan diri sendiri, oke?"


"hiksss... iya mama"


keduanya saling memeluk tapi saat akan melepaskan pelukan itu, angel justru ikut masuk, hingga mereka pun berpelukan bertiga sambil menahan isak tangis.


tidak ketinggalan ayah damian juga menguatkan menantunya. walau pun impiannya segera memiliki cucu harus terkandas. tapi semua orang benar. bahwa Tuhan pasti akan menghadirkan rejeki itu di lain kesempatan.


mom helena berusaha menguatkan enzy dan mengajaknya mengobrol hal lain yang dapat mengalihkan pikiran sedih wanita itu. sementara dad marcel tadi izin keluar menemui Leon. ada laporan dari pria itu tentang kedua orang tua enzy.


"Tuan, Nyonya Laura sudah siuman. dan barusan saja kami melihat, Tuan robby mengunjunginya. perlu kami laporkan bahwa sepertinya tuan Robby sudah mengetahui kalau nona enzy adalah putrinya yang dia dan nyonya Laura buang dulu"


dad marcel mengangguk dan tersenyum miring. rupanya mantan teman lamanya itu bertindak cepat setelah dia memberikan sedikit rahasia mengenai keberadaan putrinya.


"emmm, bagus. terus pantau pergerakan mereka. laporkan kalau ada perkembangan baru"


setelah itu keduanya berjalan terpisah menuju tujuan masing-masing. dad marcel kembali ke ruangan enzy sementara Leon, akan menemui Matthew untuk memberikan laporan penting mengenai desi dan Margaret.

__ADS_1


__ADS_2