
"Iya pak" Jawab Matthew
deg
"apa!?" teriak Matthew dengan suara keras karena kaget.
"Maaf dad. aku akan jelaskan semuanya. Kalau mom siuman. kita akan video call" Ujar Matthew dengan lirih. Akhirnya panggilan itu terputus.
Baru saja dia mendapat kabar bahwa ibunya kecelakaan. Yang membuat lebih kaget adalah kecelakaan itu karena taruhan yang pernah dia buat bersama sahabatnya.
Sementara itu di Kota J, Indonesia
"sayang" Panggil mom Helena pada Suaminya
"Iya sayang" Jawab dad Marcel
"aku sudah dapat Alamat Rumah dan restoran milik keluarga Angel dari Asisten kamu Roby.
"lalu kau akan ke sana, sayang?"
"iya sayang, ini aku mau jalan ke sana"
"tidak usah ke sana bibi" ujar Melvin yang tiba-tiba saja muncul di ruang tamu dan membawa kotak ole-ole titipan orang tuanya.
"Kenapa tidak boleh nak? bibi rindu Angel, sudah lama tidak bertemu dengannya" tanya mom Helena bingung. melvin mendesah kasar. Dia kemudian menceritakan permasalahan antara Matthew dan Angel. Sontak saja kedua pasangan suami istri tersebut kaget dan juga kecewa pada 3M sekawan. Mereka membuat taruhan seolah Angel adalah barang yang bisa di tukar dan di jual beli.
"lebih baik bibi jangan ke sana dulu, takutnya Angel dan mamanya menolak kehadiran bibi. Dia bahkan menghilangkan semua jejaknya bersama Matthew bahkan orang-orang terdekat Matthew. bukan tidak mungkin juga paman dan bibi dia hindari." Jelas Melvin.
Mom Helena menitikkan air mata kesedihan dan kekecewaan akan sikap putranya. Dia sekarang menjadi sedikit tidak enak untuk bertemu Angel. Akhirnya dia berlalu ke kamar sambil menagis. Melvin sendiri langsung diberi nasehat panjang lebar oleh dad Marcel yang intinya jangan mempermainkan perasaan perempuan apalagi membuat taruhan seperti yang mereka lakukan, daripada ujungnya menyesal. Akhirnya dad Marcel paham kenapa Matthew begitu kacau sejak sore hari sebelum berangkat ke jerman.
Saat waktu menunjukan pukul 5 sore, mom Helena berpakaian rapi dan terlihat seperti hendak pergi.
__ADS_1
"Mau kemana sayang?" Tanya dad Marcel
"menemui Angel" Jawab mom Helena
"lebih baik jangan sekarang" tegas dad Marcel
"aku tidak bisa diam saja, setelah aku tahu anak gadis itu menjadi korban keegoisan putra kita. Dia pasti sangat kecewa. Jadi aku harus kesana menyampaikan maaf atas nama Matthew" tanpa mendengarkan panggilan suaminya, mom Helena segera keluar rumah dan masuk ke dalam mobil. dia akan mengemudi sendiri.
Saat tiba di ujung jalan perumahan dan hendak mengambil jalur kanan, mom Helena tidak menyadari adanya sebuah mobil yang melaju kencang dari lawan arah hingga tabrakan tidak terhindarkan. Mom Helena luka parah dan dilarikan ke rumah sakit oleh orang-orang yang menolongnya. Dad Marcel yang sedang bersiap menyusul sang istri justru mendapat telepon dari rumah sakit memberi kabar istrinya kecelakaan. Dad Marcel kaget, panik dan khawatir, dia tidak ingin hal buruk sampai terjadi pada istrinya. akhirnya dia menuju rumah sakit. Di sana dia melihat kondisi istrinya yang terluka parah, tulang lengan tangan kanan bergeser, luka di wajah, leher, tangan, kaki, perut. Hampir semua badan terluka karena terkena pecahan kaca mobil. Dia sangat sedih dan menitikkan air mata melihat kondisi sang istri. satu kata yang terlintas di kepalanya saat itu adalah Matthew. Akhirnya dia menghubungi putranya tersebut.
"mom kamu kecelakaan!" ujar Dad Marcel setelah mendengar sapaan Matthew
"....."
"Istriku kecelakaan dan itu gara-gara kamu! apa yang kau lakukan terhadap Angel sehingga Istriku merasa bersalah, hahhn!" Bentak Dad Marcel yang menyalahkan putranya Matthew atas kecelakaan istrinya. rasa cinta dan sayang yang begitu besar pada sang istri sampai putranya pun dia salahkan. Menurutnya kalau saja tadi istrinya tidak merasa bersalah akan taruhan yang pernah dibuat Matthew maka Istrinya tidak akan keluar rumah sehingga kecelakaan itu tidak terjadi.
"......"
4 jam kemudian mom Helena sadar. Setelah melewati serangkian pemeriksaan. Dokter meminta Mom Helena untuk dirawat di rumah sakit selama beberapa hari ke depan. kebetulan rumah sakit itu merupakan milik keluarga Melvin. Yohana yang merupakan adik Mom Helena adalah momy dari Melvin dan merupakan direktur di rumah sakit tersebut. Rumah sakit itu peninggalan orang tua suaminya. dimana kedua mertuanya dulu adalah dokter. Sekarang mereka sudah pensiun. Daddy Jhonson adalah ayah melvin yang berprofesi sebagai seorang tentara. Dia tidak meneruskan pekerjaan orang tuanya sebagai dokter. Justru dia lebih tertarik menjadi tentara.
Setelah dokter pergi, Dad Marcel melakukan panggilan Video bersama Matthew. Matthew sangat terkejut dan merasa sangat sedih juga bersalah atas kondisi wanita yang dia sayangi. Matthew menceritakan segala yang terjadi sebelum dia berangkat ke jerman. Dia meminta maaf pada orang tuanya khususnya pada mom Helena. namun mau bagaimana pun, Mom Helena sudah terlanjur kecewa dengan Matthew bahkan tidak mau berbicara dengan putranya tersebut.
Sementara di tempat lain, saat ini, Angel, Noval dan Bestie serta Mira teman satu kelas mereka tengah mengerjakan tugas kelompok di rumah Angel. Dari tadi Bestie menahan kesal saat melihat Mira yang selalu menempel ke Noval dan mencoba mencari perhatian sahabatnya itu. Entah kenapa dia sangat tidak suka melihatnya. Sementara Noval, menanggapi dengan perasaan biasa saja. Justru dia sedikit meladeni Mira karena dia tahu Bestie tengah menahan kesal. Dia ingin mengerjai gadis berisik itu.
"Val, kamu sudah punya pacar?" tanya Mira malu-malu
"belum. kenapa?" Jawab sekaligus tanya noval
"Kalau gebetan ada, tidak?" tanya Mira lagi
"tidak ada "
__ADS_1
"berarti aku ada kesempatan juga ya dekat sama kamu" ujar Mira dengan perasaan senang
sementara noval hanya tersenyum dan tanpa mengatakan apapun.
melihat itu, hati bestie menjadi panas, dia bahkan tidak sadar sudah menghabiskan jus mangga dalam satu kali minum. padahal jus itu belum dua menit di sajikan. Angel terkikik melihat ekspresi kesal Bestie yang dia duga kalau sahabatnya itu tengah merasakan cemburu.
"eheeeemmmm" Angel berdehem keras dan menatap bestie dengan senyum menggoda.
"ishh apa sih, ngel." ujar Bestie saat menyadari responnya yang berlebihan pada interaksi noval dan Mira, Bestie malah salah tingkah sendiri digoda Angel.
"mau tambah minuman lagi? biar hatinya tetap adem" ujar Angel tetap menggoda bestie.
"Apa sih Ngel, minumanku masih ada kok" bantah Bestie tanpa melihat gelas minuman di depannya yang padahal sudah kosong.
"oh ya? terus gelas kosong itu milik siapa? ujar Angel semakin menggoda sahabatnya.
" hahhh" kaget Bestie setelah melihat padahal gelasnya sudah kosong. Dia hanya mampu cengegesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Noval yang melihatnya malah ingin ikutan menggoda gadis itu.
"cemburu,hmmm?" bisik Matthew lembut di telinga Bestie yang membuat gadis itu meremang.
"Tidak akan dan tidak mungkin" elak Bestie dengan tatapan galak yang justru terlihat gemas di mata noval.
Sementara di Berlin , Jerman
Hari ini Matthew kuliah sore. Sementara pagi sampai siang dia habiskan di kantor uncle Lucas. Sebaliknya dari kampus , Matthew segera bergegas Ke apartemen. Saat sampai di lantai tempat tinggalnya, dia melihat Morena sedang berdiri di depan pintu. Matthew mendesah kasar. Dia sebenarnya ingin menghindari gadis itu. dia kesal karena Morena mengaku sebagai kekasihnya di kampus. Tadi dia kaget saat tiba-tiba teman sekelasnya memberikan selamat. ingin memutar langkah, justru gadis itu lebih dulu menyadari kehadirannya.
"Hai Matt " sapa Morena yang dijawab senyum sekilas oleh Matthew.
Kemudian dia membuka pintu dengan mengetik beberapa digit angka. Sesampainya di dalam Matthew langsung menuju kamar untuk mandi dan meninggalkan Morena di ruang depan. Apartemen yang ditempati Matthew memiliki dua kamar tidur yang masing-masing punya kamar mandi dalam. Ruang tamu yang cukup luas menyatu dengan dapur dan meja makan. cukup mewah untuk dia tempati seorang diri. Setelah selesai dengan ritual mandi, Matthew segera keluar kamar. Di sana dia mendapati Morena tengah menonton televisi. Menyadari kehadiran Matthew, morena menoleh dan tersenyum manis. dia terpesona akan ketampanan Matthew yang begitu bersinar sehabis mandi.
"aku bawa ayam goreng spicy, kita makan yuk" Ajak Morena sambil mengangkat dan menunjukkan pada Matthew tas makanan yang dia bawa.
__ADS_1
Tanpa menolak Matthew ikut makan bersama Morena karena sebenarnya dia juga sedang lapar. sambil makan Morena selalu menatap ke arah Matthew yang disadari oleh pria tersebut. Sebenarnya Matthew merasa gadis di depannya ini baik dan penuh perhatian. Hanya saja dia terlalu agresif. Apalagi secara terang-teranangan menunjukkan rasa suka terhadap dirinya. Tentu saja Matthew menolak. Karena hati dan pikirannya sudah terisi penuh oleh Seorang Angela Abichail.