
Hari minggu pagi, Angel menemani Bestie ke butik desainer terkenal langganan keluarganya. Hari ini tujuan mereka akan mencoba gaun pengantin untuk pemberkatan dan resepsi bestie dan Noval. setibanya di sana, Bestie langsung mencoba dua gaun yang berbeda. satu untuk pemberkatan dan satu untuk acara resepsi. Sementara Noval akan menyusul karena masih ada kesibukan lain.
"beb, kamu sangat luar biasa. cantik banget " puji Angel saat Bestie mencoba gaun pertama. Mendengar pujian sahabatnya, bestie tersenyum malu-malu. Dia pun sangat menyukai gaun pengantin tersebut.
"terima kasih beb. Ini juga berkat gaun pengantin ini. sangat keren" Jawab Bestie antusias
"Sayaangggg " teriak Noval yang entah sejak kapan tiba di sana. pria itu nampak takjub dan tidak berkedip melihat keanggunan calon istrinya saat ini.
"hey kenapa kau berteriak " bingung Bestie "
"Sayang kenapa kamu sangat cantik. dua minggu rasanya sangat lama. kita nikah hari ini saja ya" Jujur noval yang juga disertai kalimat rayuan yang semakin membuat Bestie tersipu.
"ishhhh, jangan begitu, aku malu. sudah sana. coba dulu setelan jas dan kemeja kamu" ujar bestie mencoba menutupi perasan gugup karena sudah dipandang lekat oleh Noval.
"Iya deh iya. Sabar ya sayang. Jangan kangen, oke?" gombal Noval disertai dengan kedipan mata yang membuat jantung Bestie lompat-lompat tak karuan.
"ehemmmmm. aku masih di sini" ketus Angel yang diabaikan oleh kemesraan kedua sahabatnya. bukan cemburu melainkan untuk menyadarkan kedua sahabatnya itu yang kini menjadi pusat perhatian pemilik dan karyawan butik.
"heheheh.. sorry beb, suka lupa kalau lagi baper gini" ujar bestie cengegesan
"cari pacar sana" timpal noval bercanda.
Angel mendengus sebal mendengar kedua sahabatnya.
akhirnya setelah hampir sejam, mereka selesai mencoba gaun pengantin dan setelan jas, kemeja serta celana untuk Noval. mereka memutuskan untuk pulang namun sebelum itu mereka akan mampir dulu ke restoran Selera Kita untuk mengenyangkan perut yang kini mulai berdemo.
Saat masih menikmati makanan yang terhidang, seseorang datang dan minta bergabung bersama ketiganya.
"boleh gabung?" Pinta pria tersebut
mereka kompak menoleh dan menemukan keberadaan Matthew di sana.
"tidak. di sini sudah penuh " ketus Angel menolak namun justru tidak sejalan dengan ucapan Noval yang mempersilakan Matthew duduk di satu kursi tersisa di samping Angel.
"silakan Matthew, itu masih ada kursi kosong " ujar noval yang mendapat pelototan tajam dari Angel. Namun Noval pura-pura tidak melihat. Angel segera menggeser kursi duduknya agar terlihat jauh dari kursi Matthew yang berada di sebelahnya. Matthew ikut duduk sambil tersenyum lucu melihat reaksi Angel padanya. akhirnya Matthew ikut bergabung dan menikmati lunch bersama Angel dan kedua sahabatnya.
"Matt, kemarin saya titip undangan pernikahan melalui Leo. Saya harap kamu datang" jelas Noval setelah menghabiskan Makanannya.
"Iya, Leo sudah memberitahu saya. bagaimana persiapannya?" tanya Matthew yang justru matanya sibuk memandang Angel.
"semuanya lancar kak, tadi barusan selesai fitting baju" bestie ikut menimpali.
__ADS_1
"Syukurlah " ujar Matthew tulus
"beb, barusan pemilik butik ngirim pesan, untuk pakaian bridesmaid dicoba H-1 pernikahan" ujar bestie seraya membaca pesan masuk dalam ponselnya
"tidak masalah beb, aku mana-mana saja" timpal Angel. karena memang nanti dia akan menjadi salah satu bridesmaid pada acara pernikahan kedua sahabatnya itu.
"setelah kami berdua, kamu ya beb" ujar Bestie memandang Angel tersenyum
"apanya?" tanya Angel bingung
"menikah" Jawab bestie santai yang membuat Angel melotot pada gadis itu.
"kita akan menikah kalau Angel siap" ucap Matthew lugas.
"uhukkk..uhukk... uhukk.."
"Siapa yang mau menikah dengan mu!" ujar Angel sedikit berteriak karena kesal. Dia bahkan sampai tersedak minumannya mendengar perkataan Matthew.
"pelan-pelan sayang" ujar Matthew khawatir dan penuh perhatian. Dia mengusap lembut punggung gadis itu. tanpa mempedulikan penolakan Angel.
bukan hanya Angel, Bestie dan Noval juga sangat kaget mendengar ucapan Matthew. sementara pria itu malah asik memandang wajah Angel.
"Angel, Matthew, kita pamit duluan . Masih mau cek hotel setelah ini" Ucap Noval pamit. dan diangguki oleh Angel dan Matthew.
"beb aku pulang dulu" pamit Bestie
"Iya hati-hati" Jawab Angel dan mendekatkan telinganya ke wajah Bestie saat gadis itu seolah ingin berbisik padanya.
"aku tunggu penjelasan kamu" bisik Bestie menuntut. Angel hanya bisa menghela napas panjang dan mengangguk kepalanya.
Sepulangnya Bestie dan Noval, kini di situ tinggal Matthew dan Angel.
"Sayang " panggil Matthew. Angel yang mendengar panggilan tentu saja ada perasaan lama yang mengelitik laju jantungnya namun dia pura-pura tuli.
"aku mau jelasin sesuatu" namun lagi-lagi Angel tidak menyahut justru sibuk membantu membereskan piring kotor bersama seorang pelayan resto.
Saat Angel ingin ke area dapur sambil membawa piring kotor Matthew segera menahan langkah gadis itu.
"Tolong berikan itu pada pegawai yang lain. aku mau bicara" pinta pria itu dengan tenang. Angel hanya menatapnya datar.
"mba" panggil Matthew pada seorang pelayan namun sebelah tangannya masih mencegah Angel pergi
__ADS_1
"Iya pak, ada yang bisa saya bantu" tanya pelayan tersebut.
"Tolong bawa ini ke dapur" ujar Matthew dan menunjuk pada piring yang dipegang Angel.
sebenarnya pegawai itu bingung, karena Angel menggeleng kepala seolah menolak untuk dibantu. Namun dia juga di desak oleh Matthew.
"Sayang please sebenar saja" pinta Matthew lagi
pelayan tadi sepertinya memahami situasi yang tengah dihadapi Ibu bosnya dan pria yang memanggilnya tadi. Maka dengan cepat dia mengambil piring dari tangan Angel.
"biar saja saja mba Angel" katanya dan berlalu dari sana. Matthew menarik tangan Angel dan mendudukan gadis itu pada sebuah kursi di hadapannya.
"katakan" ucap Angel yang akhirnya bersuara
"aku minta maaf, karena tidak peka, kemarin malam Laras mengusik kamu. aku sudah mencari tahu dan sudah menegurnya" Jelas Matthew
"lalu hal yang pentingnya apa?" Tanya Angel heran dengan sebelah alis terangkat
"aku sudah membatalkan pertunanganku dengan Morena" Jawab Matthew sangat santai
"apaaaa?!!" di sini justru Angel yang terlihat syok.
"suttt... jangan teriak sayang, entar leher kamu sakit" tutur Matthew perhatian.
"kenapa" Angel bertanya seperti orang bingung
"Karena memang kami tidak cocok satu sama lain. Dan kamu tentu tahu, siapa gadis yang paling kucintai. Jelas Matthew beralasan mencoba menutupi kebenarannya.
"Anda membatalkan pertunangan dengan seorang wanita yang sudah sangat lama bersama anda. bukankah itu terdengar sangat menyakitkan untuknya" ujar Angel tidak habis pikir dengan ucapan Matthew tadi.
"aku ingin fokus dengan satu gadis. Dan gadis itu adalah kamu" Ucap Matthew begitu dalam dengan pandangan yang mampu membuat tubuh Angel bergetar
"anda bahkan dengan satu tarikan napas dengan mudahnya memutuskan rencana pertunangan bersama wanita yang sudah lama bersama anda. lalu bagaimana saya harus percaya dengan anda yang begitu ringannya mengucapkan cinta?" tutur Angel terdengar meremehkan namun tidak dengan Matthew yang justru nampak lesu mendengar perkataan Angel.
"karena aku hanya mencintai kamu Sweetheart. semoga kamu selalu mengingat itu" ucap Matthew tulus dan sambil membelai pipi kanan Angel dengan sebuah tangannya yang bebas.
Angel membuang muka seolah menolak sentuhan Matthew sambil berkata
"bulshit!!" ucap Angel lirih namun tajam
Tentu pria itu kaget mendengar umpatan Angel. Matthew kini menyadari begitu banyak perubahan yang terjadi dalam diri Angel. salah satunya dari segi sikap yang kini lebih tegas dan tidak mudah terpengaruh. Namun dia sudah bertekad bahwa dia akan meluluhkan kembali hati wanita itu.
__ADS_1