Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Jangan Pulang Sebelum Saya Minta


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan juga berlalu, Kini tidak terasa 2 tahun sudah Angel dan Matthew berpisah. Sekarang Angel sedang duduk di bangku kelas XII dan Matthew masih menjalani aktivitas perkuliahan dan semakin mantap dan berkompeten dalam dunia bisnis. Saham keluarga yang ditanam pada perubahan uncle Lucas berdampak positif pada kerja sama kedua perusahaan tersebut. Karena Keuletan dan kecerdasan Matthew dalam bisnis, dia dapat dengan mudah menggaet perusahaan besar di Berlin untuk bekerja sama dengan perusahaan uncle Lucas.


Matthew mendesah kasar mengingat perbincangan dengan Dad Marcel beberapa hari yang lalu.


Flashback on


"iya hallo, Kenapa dad?"


"Laba keuntungan dari saham kita yang di perusahan Lucas sudah lebih dari cukup untuk membuat cabang perusahan di sana" jelas Dad Marcel to the point.


"Tapi dad, Bisnis kita tidak sesuai dengan kondisi di sini"


"kamu bisa mencoba mengembang bisnis yang lain, kerja sama dengan butik Morena untuk pengembang desain dan juga distribusi kain lokal ke sana."


"Baiklah dad, aku akan coba diskusi dengan uncle Lucas dan Morena nanti"


"Ingat jangan pulang sebelum saya minta!" tegas Dad Marcel.


"tapi kenapa dad, bukankah setahun lagi kuliah ku selesai?" tanya Matthew tidak terima karena dia bertekad untuk menyelesaikan studi lebih cepat dan segera pulang ke Indonesia.


"Kamu harus belajar bisnis baru yang tadi dad jelaskan sampai benar-benar menguasai semua bidang bisnis. ingat di Indonesia kamu tidak hanya memegang perusahaan kita, nantinya tapi juga ada butik Mom kamu yang sekarang sudah tersebar di berbagai daerah."


"Terserah dad saja. Kalau sudah selesai biar aku matikan " Ujar Matthew kesal


"Dasar anak durhaka, berani kamu matikan telepon dari dad, Hahh?" Tegur dad Marcel yang sebenarnya hanya bercanda dan Matthew tahu itu. Tanpa menunggu lama Matthew segera menutupi telepon. bisa dipastikan sekarang Dad nya sedang kesal. Matthew hanya menghindari pertanyaan lain yang mengarah pada kedekatannya dengan Morena. Entah bagaimana Orang tuanya tahu kalau Morena menyukai dirinya dan mencoba untuk menarik perhatian pria itu. Hingga sekarang hanya ada satu nama yang masih tertarik dalam hati dan pikirannya.


Sementara itu, di Restoran Selera Kita.

__ADS_1


Saat ini, Mira tengah menikmati makan malam bersama Noval, tadinya Gadis itu menghubungi noval untuk menemaninya makan bersama di Restoran milik mama vita. itu hanya alibi karena sebenarnya dia ingin mengenal Noval lebih dekat dan ingin menikmati waktu berdua. Dari meja kasir Angel melihat keduanya.


tiba-tiba terlintas saja dalam ingatan, dia dan Matthew pernah juga makan bersama tepat di meja ujung Restoran yang ditempati Noval dan Mira. Namun Angel segera menggeleng kepala untuk menolak lebih jauh mengingat kenangan tersebut. Sebelum dadanya kembali sesak dan berujung dia menangis sendiri.


terbesit dalam benaknya ide jahil. Dia mengambil foto Noval dan Mira yang tengah saling tersenyum dan mengirimkannya ke Bestie.


'mereka cocok ya kalau lagi senyum begitu. sama-sama manis'


Isi caption foto yang dikirim Angel kepada Bestie. Dua menit, tiga menit bahkan 10 menit berlalu belum juga ada balasan. Mungkin Bestie sedang sibuk pikir Angel. Namun saat dia tengah melayani pembayaran pelanggan, dia sangat terkejut dengan kedatangan Bestie yang acak-acakan, rambut tidak dikuncir rapi, menggunakan kaos crop top, celana pendek dan apa itu di wajahnya. Tawa Angel rasanya mau meledak melihat Bestie yang masih mengenakan masker lumpur berwarna hitam. Dengan galaknya dia, mendatangi meja Noval dan Mira dan secara paksa segera membawa Noval pergi dari sana. Angel untuk pertama kalinya setelah dua tahun tertawa terpingkal-pingkal. Bestie terang-teranangan menunjukkan rasa cemburu namun tetap menolak mengakui.


Tidak lama setelahnya, kedua sahabatnya itu masuk lagi.


"aku ingin cuci muka "


ujar Bestie dengan membuang muka karena malu. Dia sepertinya sudah menyadari kondisinya yang jauh dari kata layak untuk keluar rumah. untung tidak ada yang mengira dia gembel.


"duduk! "


Perintah Noval tegas. Bestie menurut namun dengan wajah cemberut.


"mau ngapain?" tanya bestie setelah merasakan noval melepas ikat rambutnya.


"Diam!" Tegas noval lagi dan Bestie mendadak Bisu. Angel terkikik. dia merasa gemas dengan tingkah kedua sahabatnya yang selalu berdebat dan romantis di waktu yang sama.


"ini baru kelihatan cantik" ujar Matthew dan menepuk lembut puncak kepala Bestie setelah mengikat rapi rambut gadis itu.


"Memangnya tadi aku tidak cantik?" tanya Bestie tidak terima.

__ADS_1


"kamu tidak sadar ya, tadi kamu mirip gembel saat ke sini. Ganggu suasana orang lagi"


ujar Mira sinis yang kini berdiri di samping Noval. Sepertinya gadis itu tidak suka dengan keberadaan Bestie yang selalu menghalangi kebersamaannya dengan Noval.


"gembel kamu bilang, hah! kamu tu yangbmirip badut. dandan kok menor kayak kuntilanak"


Balas Bastie menyindir Mira yang memang dandanannya terkesan lebih dewasa dan menor. Noval nampak menahan tawa. Pria itu begitu gemas dengan gadis di depannya.


"sudah, sudah. Mira sorry soal yang tadi, aku kayaknya tidak bisa lanjut dinner sama kamu. Angel aku sama Bestie pamit dulu. salam buat tante. Ayo..!"


ujar Noval dan menarik tangan Bestie keluar resto. Sebelum benar-benar keluar, Bestie menoleh ke belakang dan memberi senyum mengejek pada Mira yang sedang kesal. Angel hanya bisa Mengeleng kepala melihat kelakuan sahabatnya yang bar-bar.


Mira juga keluar tanpa pamitan sama Angel.


Malamnya, Angel kembali berkutat dengan tugas-tugas sekolah. Dua bulan lagi pelaksanaan Ujian Nasional. Dia juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti tes beasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri terbaik di kota J. Dia akan belajar jurusan bisnis karena mama vita memberi amanah mengelola Restoran saat dia sudah siap nanti. Namun tetap Mendukung penuh impian Angel yang ingin menjadi dosen ilmu bisnis.


Saat malam kian larut, Angel sudah semakin jauh terbawa mimpi. Dia tersenyum, sepertinya ada hal indah yang terjadi dalam bunga tidurnya malam ini.


mentari nampak muncul malu-malu dengan kicauan burung yang meramaikan suasana pagi. Angel perlahan membuka matanya. Hari ini tanggal merah jadi dia libur sekolah. Restoran juga libur hari ini karena merayakan perayaan besar sesama umat beragama. Setelah memberbersihkan diri dan berpakaian, Angel keluar kamar dan menghampiri mama vita di meja makan untuk sarapan. Hari ini rencananya mereka akan di rumah saja. Bukan berdiam diri, melainkan mencobo belajar membuat menu baru bersama sang mama.


"Gimana persiapan Ujian nak?" tanya mama vita yang kini tengah membuat bumbu masakan.


"sejauh ini tidak ada masalah ma. aman kok" Jawab Angel.


"Syukurlah.Jangan terlalu forsir waktu untuk belajar. Sesekali istirahat"


"Iya ma. tenang saja"

__ADS_1


Sementara di Berlin Jerman saat ini, Matthew masih menikmati waktu tidur. Dia merasa seperti ada yang mengelus pipinya. Namu dia begitu berat untuk membuka mata. Semalam dia mabuk di Club dan pulang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Seseorang mengantarnya ke apartemen dan dia tidak mengingat apapun selain saat datang menemui clien yang minta bertemu di Club.


__ADS_2