Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Bertemu Angel


__ADS_3

Angel membaca nota berisi nama barang yang akan dibeli. kelihatannya tidak sedikit, karena ada lebih dari 10 barang yang harus dia beli bersama Enzy. Untuk mempersingkat waktu, Mereka akhirnya berbagi tugas mencari barang kebutuhan yang dibutuhkan. Angel akan pergi ke rak bagian bumbu, kecap dan daging. sementara Enzy akan ke bagian rak buah, susu dan masih banyak lagi. Untuk kebutuhan sayur, restoran Selera Kita sudah beberapa bulan terakhir membeli langsung dari kelompok petani sayur yang berada tidak jauh dari kota. biasanya berbagai sayuran segar sesuai kebutuhan masakan resto, setiap dua hari sekali akan dihantarkan langsung oleh pemiliknya.


Angel saat ini tengah serius membaca deretan nama dan merek bumbu dapur di sebuah rak sebelah kiri supermarket. Saat tengah memilih bumbu. Seseorang menyapa dirinya.


"Angel" panggil seseorang dari belakang


deg..


Angel sepertinya merasa familiar dengan suara tersebut. Dan saat berbalik badan, Angel sangat kaget melihat Martin berdiri tepat di belakangnya. Laki-laki ini salah satu dari masa lalu yang dia hindari.


"wah ternyata benar ini kamu, Angel. Saya hampir tidak mengenal kamu tadi. Kamu banyak berubah, makin tinggi dan makin cantik"


Ujar Martin serius dan pangling melihat perubahan Angel sekarang. Gadis itu, bertambah tinggi, Makin cantik dan manis tentunya.


"apa kabar, dek? lama tidak berjumpa "


Tanya Martin setelah melihat Angel bahkan seperti tidak mengharapkan keberadaannya di situ.


"baik" Jawab Angel singkat dan datar.


deg


Martin kaget melihat perubahan sikap Angel yang sekarang jadi dingin dan Tegas. Apa ini masih ada kaitannya sama taruhan itu. wah kalau iya, Martin harus segera meminta maaf, sebelum kesempatan tidak datang lagi.


"Angel, saya minta maaf, untuk hal-hal yang sudah terjadi di masa lalu. Saya saat itu ikut egois tentang kesepakatan bersama kedua sahabat saya. Maaf dek. Tapi kalau boleh saya jujur, Matthew betul-betul sayang sama kamu. Dia bahkan hampir gila saat kamu mengetahui segalanya." Jelas Martin memandang lekat wajah gadis di depannya.


"Apa sudah selesai basa basinya?" Tanya Angel dengan tampang datarnya.


"iya?"


bingung Martin dan menggaruk kepala yang tidak gatal. Dia jadi merasa sungkan, karena penjelasannya tadi dianggap basa basi oleh Angel.


"Saya permisi " Pamit Angel tanpa melihat Martin.


"Sayang kamu di sini rupanya. Ibu Cariin tadi"


Ujar seorang wanita parubaya yang masih terlihat cantik di usia hampir setengah abad.

__ADS_1


"Siapa gadis manis ini, nak? Apakah kekasih kamu?" Tanya Jesslyn ibu Martin setelah melihat keberadaan Angel yang sebenarnya sudah hendak pergi.


Angel yang merasa jadi bahan pertanyaan menghentikan langkah sebagai bentuk sopan santun.


"Ini Angel, bu. Adik kelas ku dulu.


jelas Martin pada ibunya.


"wah cantik ya" puji Jesslyn sambil menatap lekat wajah Angel.


"Hallo tante, saya Angel" Angel memperkenalkan diri dengan singkat.


"Hai nak, saya ibunya Martin. Senang bertemu dengan kamu" Angel hanya menanggapi dengan senyuman.


"Maaf tante saya buru-buru. Senang bertemu tante juga, kalau begitu saya duluan" Pamit Angel dan mengambil beberapa jenis bumbu yang tadi dia cari.


Martin menatap Angel yang melangkah dengan cepat. Hal itu tidak lepas dari pandangan ibunya.


"kamu menyukai gadis itu, nak?"


" dulu, tapi aku sudah melakukan kesalahan jadi dia tidak akan mau denganku"


"sangat manis" gumam Martin dengan kedua sudut bibir terangkat. dia segera menekan tombol send pada aplikasi pesan singkat instan. Dia mengirim beberapa potret tersebut pada seseorang yang bisa dijamin akan jungkir balik setelah melihat isi pesannya.


'dia semakin cantik, manis dan juga tinggi. bukankah dia tumbuh dengan baik? tapi dia menjadi dingin dan tidak ekpresif saat bertemu denganku' isi pesan Martin yang menyertai beberapa foto tadi.


Sementara di apartemen Matthew, saat ini pria itu tengah serius mengerjakan beberapa tugas kuliahnya. Dia tidak berangkat ke Kantor Lucas karena tidak ingin bertemu Morena. Karena gadis itu juga hampir tiap hari berada di sana.


Saat mendengar bunyi notifikasi pesan dari ponselnya, dia mengabaikan begitu saja, karena tidak ingin diganggu. Dia harus menyelesaikan semua tugasnya karena sebentar lagi dia juga akan mulai sibuk dengan pengerjaan Proposal tugas akhir.


"hahh, finish" desah Matthew lega setelah hampir dua jam berkutat di depan laptop. Dia berdiri dan menuju lemari pendingin untuk mengambil sebotol soft drink. sambil meneguk minuman tersebut, tangan Matthew menscroll isi notifikasi dalam ponselnya. Dia tertarik untuk membuka pesan dari Martin sahabatnya yang dikirim hampir dua jam lalu.


ada info apa atau sekedar basa basi mengganggu ku lagi. batin Matthew


Saat hendak meneguk minuman, matanya melotot kaget, dengan dada bergemuruh hebat, kaleng minuman sampai jatuh ke lantai bahkan dia tersedak minuman yang belum sepenuhnya dia teguk.


air mata Matthew mengalir dari dua sudut matanya saat melihat isi pesan Martin.

__ADS_1


Gadis yang selama ini tetap bertahtah indah di hati dan pikirannya sedang tersenyum dan tertawa begitu manis dan cantik.


" Iya, kau tumbuh dengan sangat baik, sayang. Sepertinya kau sangat bahagia berbeda dengan aku yang selalu menekan rasa rindu ini" gumam Matthew menanggapi pesan dari Martin.


Matthew melangkah dengan cepat, masuk ke kamar dan menjatuhkan diri di atas kasur, dia guling-guling hingga nyaris terjatuh ke lantai. Dia seperti orang gila yang habis menangis justru kini senyum-senyum tidak jelas melihat ponselnya.


"Ahhh, gadis ku sangat manis"


cup cup cup cup cup cup cup


gumam Matthew sambil mengecup berkali-kali potret Angel dalam ponselnya.


"kau harus menunggu aku kembali, oke. pokoknya harus tunggu aku"


lirih Matthew dengan suara yang parau menahan tangis. Dia semakin rindu dengan gadis itu. Akhirnya dia tertidur sambil memeluk ponselnya. Bahkan setelah larut dalam mimpi, masih nampak jelas pria itu tersenyum dalam tidurnya. mungkin mimpi indah tengah mewarnai tidurnya saat itu.


Kembali ke supermarket


setelah Angel dan Enzy selesai membayar belanjaan mereka segera keluar dati supermarket. rencananya setelah ini, keduanya akan menuju toko buku sinar Jaya. Saat di parkiran, Martin menghampirinya.


"Angel, ini buat kamu. tolong diterima. sebelum berangkat ke luar negeri dua tahun lalu, Matthew menitipkan ini untuk kamu. terserah kamu mau ngapain barang ini, namun saya berharap kamu membuka dan melihat isinya. Mungkin itu sangat penting" Jelas Martin sambil menyerahkan sebuah kotak kado yang pernah dititipkan Matthew dua tahun lalu.


dengan ragu Angel menerima barang tersebut dan menyimpannya dalam totebag yang dia bawa.


"makasih. Saya permisi."


ujar Angel dingin. Dari tadi Angel menahan diri untuk tidak meluapkan rasa sakit hati dan kecewannya.


Martin hanya bisa mendesah panjang dan melihat langkah Angel yang semakin menjauh.


Sementara itu di kantor Lucas, Morena tengah berbincang serius dengan Daddynya


"kamu serius?" Tanya lucas pada Morena yang memasang wajah memelas di hadapannya.


"Iya dad, tolong bantu aku ya. Kita langsung bilang saja ke uncle Marcel dan Aunty Helena" Jawab Morena serius.


"baiklah" Jawab lucas dan ditanggapi senyum miring oleh Morena namun hanya sekilas, hingga lucas tidak sempat melihatnya.

__ADS_1


Entah apa yang direncanakan gadis itu, hanya dia yang tahu.


__ADS_2