Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Anugerah dan Kebahagiaan


__ADS_3

"Sekali lagi nona dorong yang kuat ya"


"satu... dua... tiga.. dorong" dokter kembali memberi instruksi


"Sweetheart kamu pasti bisa..cup" Matthew pun tidak henti berbisik memberikan semangat pada sang istri. air mata kebahagiaan terus mengalir, bayi pertamanya sudah lahir. tinggal menanti yang satu lagi. istrinya sungguh luar biasa hebat.


rasanya angel tidak kuat lagi, badannya remuk, lemas, pinggang bahkan sangat sakit. namun mengingat satu buah hatinya juga masih harus segera lahir maka dia akan berjuang habis-habisan.


"eeemmmhhhh.....hubby....eeemmmhhhhh....." Angel mengejan sekuat tenaga. lelehan air mata menganak sungai, perjuangan itu membuahkan hasil. tangisan bayi keduanya menggema di ruang bersalin.


oekkk


oekkk


oekkk


"selamat tuan Matthew, nona angel, kedua bayi kalian lahir dengan selamat dan sehat. dua-duanya laki-laki " dokter dibantu perawatan meletakkan kedua bayi mungil itu di atas dada sang mama. keduanya akan proses belajar mencari P*ting mamanya. proses ini memudahkan bayi beradaptasi dan memudahkan menyusu.


Matthew sekarang bahkan tidak peduli image dan tatapan orang padanya. tangisnya pecah begitu melihat kedua anaknya sedang menggeliat mencari kehangatan dan p*ting di dada sang istri.


"hiksss.. Sweetheart terima kasih. terima kasih sudah berjuang melahirkan dua putra tampan kita, kau wanita hebat. aku mencintai mu, aku mencintai anak-anak kita. aku mencintai kalian.. selamat menjadi mama sayangku. hiksss cup.. cup.. cup"


"sama-sama hubby. terima kasih juga sudah mau berjuang bersama ku di sini. selamat menjadi papa ya" air mata Angel tidak berhenti keluar. perjuangannya terbayar. sang suami setia mendampingi hingga kedua buah cinta mereka lahir.


Matthew mengangguk haru dan bahagia. tangannya turut membelai tubuh kedua anaknya yang masih di atas dada sang istri. keduanya tengah berusaha langsung menyusu dari p*ting istrinya. Angel dan Matthew memandang penuh kasih kedua putra mereka. sungguh anugerah dan Kebahagiaan yang tiada tergambarkan dengan kata-kata.


beberapa saat berlalu, kedua bayi itu pun harus dibersihkan setelah berhasil menikmati asi pertama mereka langsung dari p*ting sang mama. Angel juga harus dibersihkan. sehingga Matthew harus keluar ruangan.


di luar, kedua orang tuanya sudah menanti. tadi mereka sempat mendengar tangisan bayi. jadi sudah dipastikan cucu-cucu mereka telah lahir.


"nak bagaimana keadaan menantu dan cucu-cucu mom" cecar mom helena tidak sabaran.


Matthew tidak menjawab melainkan langsung memeluk kedua orang tuanya secara bersamaan diiringi isak tangis bahagia.


"mom dad, terima kasih untuk cinta kalian selama ini. aku sudah resmi menjadi orang tua. kedua cucu kalian telah lahir. sehat tanpa kekurangan apapun. keduanya laki-laki. Angel-ku sudah berjuang. dia wanita hebat. sama seperti mom dulu saat memperjuangkan aku lahir. istriku baik-baik saja. sekarang masih dibersihkan"


mom helena dan dad marcel kompak menangis bahagia. tidak menyangka kedua cucu mereka laki-laki.


"selamat nak. sekarang kamu sudah menjadi orang tua" ucap mom helena setelah melepaskan pelukan dan menghapus air mata putranya.


"dad turut bahagia. selamat, sekarang kamu mengemban tanggung jawab sebagai suami dan orang tua. terus semangat, nak" dad marcel mengungkapkan rasa bahagia seraya menepuk lembut pundak sang putra.


Di sinilah mereka sekarang. ruang perawatan angel. bahkan kedua bayi Angel saat ini sedang digendong kedua kakek-neneknya. bahkan Matthew pun belum mendapat giliran menggendong.


"mereka tampan sekali sayang. mirip putra kita" ucap mom helena saat melihat visual dua cucunya.


"Iya sayang. sangat tampan. tentunya mirip aku juga, kakek mereka" ucap dad marcel bangga.

__ADS_1


kali ini Matthew tidak mengelak. justru dia terkekeh mendengar ucapan sang dad. malas juga berdebat dengan dadnya.


dia sekarang sedang membelai penuh cinta sang istri. sambil keduanya memandang bahagia kedua orang tuanya yang begitu antusias menimang cucu-cucu mereka.


"Hubby" panggil Angel mesra


"Iya sayangku "


"kamu belum memberi kedua putra kita"


"tenang sayang, aku sudah menyiapkan nama untuk mereka sejak jauh hari" respon Matthew seraya matanya kini membalas tatapan sang istri dengan binar penuh cinta.


memang sejak awal, mereka sudah mengatur, kalau anak laki-laki, Matthew yang akan memberi nama. tapi kalau perempuan angel yang akan menamainya.


"baby yang digendong mom, namanya adalah Mickhael Kaelo Dirgantara, sementara yang digendong dad aku beri nama Mickhael Kendrick Dirgantara. kita bisa memanggil mereka baby Kaelo dan baby kendrick. mereka adalah anugerah dari Tuhan. kelak saat besar, mereka akan menjadi sang juara dan pembawa suka cita bagi sesama"


terang Matthew yang bisa didengar oleh semua orang yang ada di ruangan tersebut.


"nama yang bagus. mom suka. bagaimana dad?" timpal mom helena


"dad setuju saja" respon dad marcell.


"gimana menurut kamu sayang?" Matthew kembali bertanya pada sang istri karena sejak tadi hanya diam saja.


"nama yang indah. seperti waktu kelahiran mereka dimoment suka cita natal. aku suka hubby. tapi, kenapa kamu kepikiran untuk memberi nama depan Mickhael?" tanya Angel penasaran


"terima kasih hubby " Angel terharu mendengar ucapan sang suami.


"sama-sama sayang. cupp..." sebuah kecupan panjang mendarat di pelipis angel sebagai bentuk rasa sayang Matthew.


'ma, pa, kalian lihat, sekarang cucu kalian telah lahir. suamiku memberi mereka nama yang indah. terima kasih sudah menjaga kami dari sana. Tetap doakan kami ya. Love you, ma pa"


Angel membatin karena teringat kedua orang tuanya. walau dia sedih sebab kedua orang tuanya tidak secara langsung merasakan kebahagiaan atas kelahiran buah hatinya. tapi dia yakin saat ini, dari atas sana, kedua orang tuanya sedang bahagia juga.


beberapa jam berlalu, Angel dan kedua putranya terlelap. Matthew juga ikut terlelap di sofa. sementara orang tuanya kembali dulu ke rumah untuk membersihkan diri.


saat waktu menunjukan pukul 10 pagi para sahabat angel dan suaminya datang berkunjung. mereka sangat antusias melihat dua putra Matthew dan Angel yang kini sedang terlelap setelah tadi puas minum asi langsung dari sang mama.


seketika ruangan itu menjadi ramai. namun sebisa mungkin mereka tetap menjaga ketenangan. supaya tidak mengganggu tidur dua bos kecil.


"mereka sangat tampan. tapi juga mirip, aku hampir tidak bisa membedakan mereka sayang" ucap enzy pada Leo sang memperhatikan visual baby Kaelo dan baby kendrick.


"rambut mereka, beda sayang" Jawab Leo


"coba lihat dengan benar bahkan di wajah mereka juga ada yang berbeda" timpal dokter selena yang padahal dari tadi sudah bisa melihat jelas letak perbedaan dari dua bayi tampan tersebut


"oh yeah. memang apa lagi yang membedakan mereka baby?" bingung melvin. sambil bertanya, dia memeluk pinggang selena dari belakang. seraya dagunya ditopang pada pundak sang dokter manis.

__ADS_1


"baby Kaelo punya tahi lalat kecil di ujung hidungnya. itu semakin membuatnya menawan. aku rasa kelak dia menjadi rebutan banyak gadis. sementara baby Kendrick wajahnyan polos saja, tapi dagunya sedikit lancip seperti mamanya"


jelas selena seraya sebelah tangan membelai pipi melvin yang masih menopang manja dipundaknya.


sontak cara panggilan dan interaksi keduanya menimbulkan tanda tanya dan spekulasi dalam pikiran semua orang di ruangan itu. apakah mereka menjalin hubungan, kalau iya bukankah mereka jadi pasangan selingkuh. sebab melvin belum resmi bercerai.


tapi sudahlah biarlah itu menjadi urusan mereka. nanti saja minta penjelasan mereka. sekarang lebih baik menikmati moment kebahagiaan dulu.


setelah pasangan leo dan melvin pulang. pada jam kunjung berikutnya, Bestie dan noval, serta exel dan Cristy juga datang menjenguk baby Kaelo dan baby kendrick. begitu juga dengan orang tua melvin. saat datang, Bestie menitipkan anaknya pada mertuanya di rumah.


dari sekian keluarga dan sahabat yang datang, cuma Martin yang tidak ada. pria itu rupanya masih di luar negeri. dia juga sedang menikmati moment bahagianya. karena sebulan lalu, Vivi sudah melahirkan seorang putra yang tampan, bernama Baby Ronel. dia dan Matthew akhirnya hanya bisa saling bertukar ucapan lewat alat komunikasi.


ke esokan harinya, Angel dan kedua bayinya diizinkan pulang ke rumah. karena tidak ada sesuatu yang serius pada kondisi angel maupun bayinya.


setibanya dirumah mereka disambut dengan meriah. semua art dan pengawal bahkan berbaris rapi dan menunduk hormat menyambut kedatangan dua calon penerus Dirgantara Grup.


Angel terharu, semua orang di sekitarnya begitu antusias menyambut dua buah hatinya. dalam hati dia selalu berharap semoga kelak, dua putranya itu bisa membanggakan orang di sekitar baik karena sifat maupun keberhasilan mereka.


"sayang"


Matthew memeluk Angel dari belakang. baru saja, mereka selesai menina bobokan anak-anak mereka. cukup rewel karena dua-duanya merasa lapar diwaktu yang sama. jadi sebisa mungkin Angel langsung menggunakan dua sumber ASI untuk kedua putranya.


"Iya hubby "


"aku sangat bahagia" jujur Matthew. dia membenamkan wajahnya dipundak sang istri. menghirup aroma yang selalu membuatnya candu dan melayang.


"aku pun sama, kebahagiaan ku sekarang berkali-kali lipat dengan adanya kedua buah hati kita hubby " ucap angel yang kini berbalik menghadap Matthew.


mata mereka saling memandang lekat. tanpa menunggu lama bibir mereka juga menyatu. saling mengisap dan membelit. ciuman dahsyat, syarat akan cinta dan kasih mereka yang begitu besar.


"terima kasih sayang. aku mencintaimu"


"i Love you more hubby "


Matthew semakin merapatkan tubuh mereka. hingga Angel dengan jelas merasakan sesuatu yang besar mengganjal di bawa sana


"hubby, dia bangun" lirih Angel memandang wajah suaminya yang kini berkobar hasrat.


"it's okay. aku bisa menahannya Sweetheart " elak Matthew mencoba sekuat tenaga menahan gejolak. entah bagaimana, tubuhnya selalu candu berdekatan dengan sang istri.


Dia paham saat ini mereka tidak mungkin saling bergelut. dia meski puasa hingga sebulan lebih kedepan. bagian bawah istrinya yang selalu membuatnya melenguh nikmat masih luka dan basah.


Angel mengelus lembut pipi sang suami. "katakan saja. jika aku bisa memuaskannya dengan cara yang lain?"


"aku tidak boleh egois sayang. kau masih capek. aku bisa menahannya sampai waktu yang dikatakan dokter kemarin. tidak usah khawatir "


mereka kembali berciuman mesra sebagai bentuk ungkapan perasaan dalam dada mereka saat ini. saling memuja walau belum bisa menyatu seutuhnya.

__ADS_1


__ADS_2