
Derap buru-buru langkah kaki terdengar mendekat. matthew mengangkat wajah. menyambut sang istri dalam pelukan. beberapa saat lalu meski dalam perasaan tidak menentu dia menghubungi orang di rumah melalui dad marcel.
"sayang" sambutnya menarik angel dalam pelukan. wajah wanita itu sembab menggambarkan tidak berhenti menangis dari tadi.
"Hubby, dimana mama? bagaimana keadaan mama? sebenarnya apa yang terjadi? dimana kalian menemukan mama? apakah mama terluka? hiksss.. tolong.. hiksss.. jawab"
rentetan pertanyaan Angel membuat Matthew makin tidak karuan. dia takut Angel tidak akan kuat menerima kenyataan nanti.
"Sweetheart, tolong tenang ya. kita tunggu dokter. nanti aku akan jelaskan semuanya sayang" tidak hanya sekedar menjawab, tangan Matthew juga bergerak lembut mengelus perut Angel untuk membuat bayi-bayi mereka tenang. takutnya ikut sedih merasakan perasaan sang mama.
bersamaan dengan itu, dokter yang menangani mama vita keluar. dia adalah Dokter Selena. wanita yang kini mendapat perhatian khusus dari melvin. juga merupakan saudara angkatnya.
"selamat malam semua" sapa selena
"nak, bagaimana keadaan besan saya" dad marcel langsung bertanya mewakili semua orang
"karena semua keluarga di sini, jadi saya jelaskan di sini saja ya"
dad marcel mengangguk menyetujui juga Leo di sampingnya.
semua menunggu dengan cemas. sepertinya ada sesuatu yang serius. terlihat wajah dokter Selena sangat tegang.
"keadaan pasien tidak baik-baik saja. fisik korban mengalami luka yang serius. khususnya organ intim bawa mengalami luka parah akibat kekerasan seksual yang brutal. Jiwa pasien juga terguncang. tadi sempat sadar dan berteriak minta tolong. sepertinya kita butuh psikiater untuk menangani ini. Kami sudah berusaha membersihkan cairan kekerasan di bagian sensitifnya. kami berharap tidak ada penularan penyakit kelamin berbahaya pada pasien. beberapa hari ke depan kita akan melakukan observasi untuk memastikan"
jelas dokter selena tentang kondisi mama vita. membuat Angel tidak mampu menahan rasa kaget, sedih, sesak di dada juga syok.
"sayanggggg!!!" teriak Matthew menyadari sang istri pingsan dalam pelukannya.
" bawa dia ke UGD, cepat" perintah dokter selena
rupanya Angel sangat syok mendengar kenyataan yang terjadi pada mama vita. 20 menit berselang dia kembali sadar dan langsung menangis. bahkan saking stressnya dia memikirkan sang mama perutnya mengalami keram. hingga membutuhkan pemeriksaan dokter kandungan.
"Sayang aku tahu kamu sangat khawatir dan sedih. tapi ingat kandungan kamu, ada bayi-bayi kita. ayo kita ke ruangan mama. aku akan menjelaskan segalanya di sana nanti"
dengan ditopang Matthew Angel melangkah. setibanya di ruang perawatan mama vita, angel kembali menangis kencang sambil menggenggam tangannya. mama vita masih tidak sadarkan diri. luka fisiknya nampak jelas dan parah. Angel ingin marah, dia ingin meluapkan semua kesesakan di dadanya. mengapa mamanya malah mengalami kejadian tragis seperti itu. mamanya adalah wanita tanpa musuh, berhati lembut, malaikat dalam hidupnya. tapi kenapa ada manusia yang begitu tega, bejat, dan biadab melakukan kekejaman pada mamanya.
"hiksss, ma. kenapa bisa seperti ini. maafin angel tidak bisa melindungi mama. aku benar-benar merasa tidak berguna. harusnya siang tadi aku menunggu mama saja. biar kita pulang bersama. hiksss..hiksss.. pantas saja perasaan ku tidak tenang meninggalkan mama sendiri. padahal malah seperti ini kejadiannya, hiksss.. ma. maafin aku"
Angel malah jadi menyalahkan diri sendiri. dia merasa seharusnya siang tadi menunggu mama vita pulang bersama saja. tapi dia malah mengikuti keinginan sang mama untuk pulang lebih dulu.
Matthew menghela napas. tentu dia juga merasa gagal. selama ini dia hanya fokus melindungi sang istri dan sedikit lalai memastikan keamanan mertuanya. ada rasa sesal dan bersalah yang begitu dahsyat di hatinya. namun sekarang tidak ada waktu menyalahkan diri. Angel membutuhkan dirinya. sang istri terguncang saat ini. jadi dia harus jadi suami yang bisa diandalkan untuk menguatkan angel.
"Sayang, tenangkan dirimu" ujarnya lembut dan mengelus punggung angel.
"nak, bersabar ya. semoga mama kamu cepat sadar. sekarang ayo kita dengar penjelasan suami kamu" mom helena merangkul menantunya dengan penuh kasih. sementara di sisi sebelahnya dia juga merangkul enzy. wanita itu tidak kalah syok dan menangis sejak tadi. Leo terus menenangkan istrinya itu.
__ADS_1
karena semua keluarga ada di sana, Matthew mulai menjelaskan kejadian yang dia lihat di lokasi tadi. tentang bagaimana mama vita di siksa secara brutal oleh para preman melalui kekerasan seksual dan tentang rencana nyonya desi, bersama jovanka dan Margaret untuk ikut menculik angel dan enzy. semua itu di dasari rasa dendam, cemburu, iri hati dan obsesi.
tentu saja semua yang ada di sana. sangat syok sekaligus sangat marah. nyonya desi bersama putrinya dan Margaret sangat kejam. wanita tidak berperasaan. berjiwa psikopat.
"biadab " umpat dad marcel. sementara mom helena dan mommy Yohana mengelus dada menenangkan diri. mereka benar-benar tidak menyangka apa yang telah dialami besan mereka.
lalu bagaimana dengan angel. wanita itu menangis tanpa suara. dadanya begitu sesak. ibunya diperlukan seperti pelacur, di siksa fisik dan batinnya. dia tidak akan memaafkan wanita-wanita kejam itu. dia sendiri yang akan memastikan hukuman yang berat bagi pelaku. dia akan menegakkan keadilan bagi sang mama. dia harus kuat sekarang untuk bisa mewujudkan itu.
"Hubby, hiksss kenapa ada wanita seperti mereka di dunia ini. hiksss.. hiksss aku ingin sekali membalas mereka. apa yang harus aku lakukan hubby, hiksss.."
"suttt, tenang Sweetheart. aku akan pastikan mereka mendapat hukuman lebih berat. serahkan semuanya padaku, hmm? cupp" Angel mengangguk setuju. sekarang jiwa marah yang tidak pernah dia tunjukkan, bangun dan berkobar-kobar siap menegakkan keadilan bagi sang mama. bayi-bayi dalam perutnya terus menendang seakan juga ikut marah mendengar kejadian yang menimpa nenek mereka.
"dimana mereka sekarang?" tanya dad marcel mengepalkan tangan bertanda sangat marah
"leon barusan membawa mereka ke Markas kita dad. aku tidak ingin menyerahkan mereka ke polisi dulu. biar aku yang tangani"
"tidak usah. serahkan urusan ini pada uncle. istrimu sedang hamil. biar aku ke sana mengurus mereka dulu" timpal daddy Jhonson yang memang dari tadi sudah sangat ingin memberi pelajaran pada pelaku.
"aku ikut dady" seloroh melvin.
"ayo kita sama-sama ke sana. Leo dan Matthew di sini saja tenangkan istri kalian" perintah dad marcel dan keluar setelah memberi kecupan sayang pada kening mom helena.
Noval yang sedari tadi di sana, terpaksa pamit pulang. saat ini, Bestie sendiri di rumah mengurus anak mereka. dia harus menemani sang istri karena baby mereka sering rewel tengah malam.
waktu sudah menunjukkan pukul satu pagi, tapi Angel belum juga mau tidur. sedari tadi dia duduk di kursi samping ranjang mama vita. begitu pula dengan enzy. wanita itu menggenggam tangan sang mama sambil memeluk Angel.
Matthew pamit keluar karena ada telepon dari dad marcel. sepertinya ada kabar penting.
"tangan mama bergerak, dek. lihat" pekik enzy senang melihat jemari mama vita bergerak halus diikuti mata yang perlahan terbuka.
"mama.. hiksss " isak angel langsung memeluk mama vita
"nakkk" lirih mama vita dengan mata berkaca-kaca.
"maafin mama" lanjutnya lagi.
Angel menggeleng. kenapa mamanya harus minta maaf. wanita hebat itu sama sekali tidak punya kesalahan. justru dia yang merasa bersalah di sini.
"suttt, mama tenang dulu ya. kita panggilkan dokter" ucap enzy cemas melihat sang mama yang masih lemas.
Leo langsung menekan Bell memanggil dokter. sementara mom helena langsung bangun setelah mendengar besannya sudah siuman.
tidak menunggu lama dokter Yohana dan dokter selena muncul. kebetulan mereka memang sedang tugas malam dan ingin secara langsung menangani kondisi mama vita.
keduanya langsung memeriksa keadaan mama vita. Leo langsung menyingkir menyadari akan ada pemeriksaan secara menyeluruh pada tubuh mertuanya.
__ADS_1
perkembangannya lumayan. namun sepertinya luka pada bagian sensitifnya tidak mengering. justru mengeluarkan cairan. mereka akan melakukan tes lab untuk memastikan tidak ada penularan penyakit pada pada pasien. mereka tetap akan membutuhkan psikiater sebab mama vita terlihat banyak bengong dan menangis tanpa suara. mama vita sama sekali tidak bisa bergerak karena seluruh badannya terasa kaku. dokter Yohana menjelaskan segalanya kepada keluarga di sana.
"lakukan yang terbaik, apapun itu, untuk menyembuhkan mamaku dokter. aku mohon" pilu angel semakin sesak mendengar keadaan sang mama.
"kita akan berusaha maksimal nak. kalian bantu dengan doa dan banyak menghibur mama kamu ya. satu lagi, kalian berdua jangan terlalu tertekan dan banyak pikiran. ingat kandungan kalian"
respon mommy Yohana seraya mengelus lembut lengan angel dan enzy.
selesai di periksa, mama vita memandang kedua putrinya.
"ma, maafin angel telah gagal menjaga mama. hiksss.. harusnya tadi kita pulang bersama. segeralah pulih ma, aku akan membalas semua penderitaan dan rasa sakit mama kepada mereka nanti. mereka harus membayar segalanya dengan hukuman yang setimpal" ujar Angel sambil terisak dan mencium berkali-kali punggung tangan sang mama. kemarahannya seperti berkorbar. dia tidak pernah seperti ini. namun keadaan memaksanya bertindak tegas demi keadilan bagi sang mama.
"Nak, jangan menaruh dendam dihati. takdir hidup tidak ada yang tahu akan seperti apa. ini musibah. ingat kandungan kamu, cucu-cucu mama pasti merasakan kesedihan kamu. kasihan mereka"
"kamu juga nak. ingat mama pernah kehilangan cucu. kali ini jangan lagi" lanjutnya seraya menoleh pada enzy.
"hiduplah dengan bahagia. jangan menaruh dendam. mama sangat menyayangi kalian berdua"
"Angel juga sayang mana"
"enzy pun sama "
Angel dan enzy tidak mampu berbicara lagi, selain memeluk mama vita. mereka menangis. mama vita sebisa mungkin menahan semua rasa sakit dan perasaan bersalah di depan kedua putrinya. tidak ingin membuat keduanya beban.
"besan, terima kasih sudah menjaga kedua putriku. tolong tetap sayangi mereka" ungkap mama vita sambil membalas pelukan kedua putrinya.
mom helena yang juga berdiri di sana mengangguk terisak.
"itu sudah seharusnya saya lakukan. sekarang mereka juga putriku. jangan khawatir, sekarang kamu cukup fokus untuk sembuh. biar nanti kita bisa sama-sama menyambut kelahiran cucu-cucu kita dalam keadaan sehat" Jawab mom helena seraya menggenggam tangan mama vita.
"kalian berdua belum tidur kan. sekarang istirahatlah. ini perintah dari mama. jangan membantah. kalian wanita hamil jangan begadang. itu tidak sehat" ucap mama vita mencoba tegas setelah melepaskan pelukan Angel dan enzy.
mau tidak mau, kedua putrinya itu menurut. keduanya tidur di dua sofa berukuran cukup lebar dan panjang di temani mom helena. sementara Leo masih di sisi mama vita karena ditahan mertuanya itu.
bersamaan dengan itu, Matthew masuk. dia segera menghampiri mertuanya yang kini berbincang dengan Leo.
"ma, syukurlah sudah sadar. gimana keadaan mama?"
"sudah lebih baik nak. duduklah. mama ingin mengatakan sesuatu pada kalian berdua"
perasaan Matthew mendadak berat. dia seperti tengah merasa sesak tapi tidak tahu harus mengekspresikan seperti apa.
rasa bersalah bersarang di dadanya melihat keadaan mama vita. sekilas dia berbalik menatap sang istri yang kini terlelap. ada kehangatan yang menyelinap ke hatinya.
"mama ingin menitipkan pesan pada kalian berdua"
__ADS_1
deg