
Pagi ini sesuai janji, Angel dan Matthew sedang olahraga pagi di taman kota. Sejak mereka datang taman itu rupanya sudah penuh dengan orang-orang yang juga ingin lari pagi. kini mereka sudah dua putaran mengelilingi taman. Namun tiba-tiba saja
brukkk
"ouhh" rintih Angel saat tidak sengaja bersenggolan dengan seseorang.
"Sorry. saya tidak sengaja. sorry" ujar seorang wanita yang bersenggolan dengan Angel tadi. Namun dia belum sempat melihat siapa wanita tersebut.
"Sayang, kamu tidak apa-apa?" tanya Matthew cemas.
"tidak apa-apa kak. aku baik-baik saja "
"sekali lagi maaf, saya tiddd..." sekali lagi wanita itu minta maaf namun berhenti berbicara saat kaget dan menyadari siapa yang gadis di hadapannya.
"kamu"
"kamu"
kompak Angel dan wanita tersebut.
"kamu vivi kan?" tanya Angel untuk memastikan siapa wanita di hadapannya.
"i-iya saya vivi" Jawab wanita itu gugup yang merupakan vivi, mantan teman di masa lalu angel yang pernah membuatnya hampir kehilangan nyawa.
"hei kamu! kalau jalan tu lihat pakai mata. jangan pakai dengkul! ujar Matthew emosi. dia sangat cemas melihat Angel yang hampir terjungkal tadi.
"sorry kak, aku tidak fokus tadi. Angel maaf ya aku yang salah" Ujar vivi merasa bersalah dan diangguki Angel.
"saya tidak apa-apa, vi" balas Angel. untuk beberapa saat hanya ada keheningan di situ. sebelum akhirnya vivi bersuara memecah kesunyian di antara mereka.
" kamu apa kabar, Angel?" Vivi memberanikan diri untuk bicara santai padahal jantungnya kini sedang tidak baik-baik saja. Rasa bersalah atas kesalahan fatalnya di masa lalu selalu menghantui dirinya hingga kini. apalagi sekarang dia langsung berhadapan dengan Angel. Sungguh sesuatu yang belum ada dalam perkiraannya.
"aku baik Vi. kamu apa kabar?"
rupanya Angel menjawab dengan santai tanpa ada tekanan atau ketakutan. Namun tidak dengan Matthew yang justru khawatir Angel masih trauma kembali bertemu pelaku kejahatan pada dirinya di masa lalu.
"Syukurlah. Puji Tuhan aku baik juga Angel" Jawab vivi tersenyum tulus.
"Sayang, yuk. kita lanjut lari saja ngapain kamu ngajak dia ngobrol. belum tentu dia tulus. Mungkin saja dia masih selicik dulu. dia kan manipulatif" dengus Matthew menatap vivi tajam membuat gadis itu tertunduk malu sekaligus merasa sangat bersalah.
"kak, kok ngomongnya gitu. Jangan berburuk sangka, tidak baik" mendengar perkataan Angel Matthew mendengus kesal dan semakin menatap vivi tajam. sementara vivi dia merasa sangat bersyukur Angel tidak punya dendam atas kesalahan fatal yang dia lakukan di masa lalu.
"Sayang, ayo" Matthew menarik tangan Angel untuk beranjak dari sana. dia masih mewanti-wanti keberadaan vivi di situ.
"Iya kak, yuk. Vi, kita duluan ya"
"tunggu" Tahan vivi yang sepertinya masih ingin mengatakan sesuatu.
"apa lagi!!?" bukan Angel yang Jawab melainkan Matthew. pria itu bertanya dengan nada ketus.
"sebentar saja kak. mau ngomong sama Angel" ujar vivi takut melihat mata Matthew.
"ada apa vi?" Angel merasa sepertinya vivi ingin mengatakan sesuatu padanya. terlihat gadis itu sangat ingin berbicara namun takut karena terintimidasi oleh tatapan Matthew.
"Angel, aku minta maaf. untuk kesalahan ku dimasa lalu. aku menyesal melakukan itu. aku sangat bersalah sama kamu" ungkap vivi jujur dan tulus. mata gadis itu berkaca-kaca bahkan perlahan air matanya tumpah.
"semua sudah berlalu vi. tidak usah dipikirin lagi. aku sudah memaafkan segalanya" Entah kenapa Angel merasa vivi tulus minta maaf padanya maka dia pun tidak ragu untuk mengatakan bahwa dia sudah memaafkan gafis itu.
"Angel, hiksss.. terima kasih. lega rasanya setelah mengatakan maaf sama kamu"
__ADS_1
Angel yang melihat vivi sesegukan segera mengusap lengan gadis itu dan tersenyum tulus.
"Sudah kan? Ayo" Matthew segera menarik Angel tanpa menunggu jawaban gadis itu.
"eww.. vi kita duluan ya" Angel tersentak karena tidak siap ditarik Matthew.
Vivi melihat kepergian Angel dan Matthew dengan perasaan lega. rasanya plong dan bebannya berkurang setelah rasa bersalah yang menumpuk di hatinya segera terlepas dengan kata maaf.
setelah menjauh, Matthew segera menghentikan langkahnya dan melihat dengan seksama wajah Angel. barang kali ada rasa ketakutan di sana. dia bahkan memindai wajah Angel dengan perasaan cemas.
"Sayang, kamu baik-baik saja kan" Matthew bertanya dengan nada khawatir.
"kakak kenapa? aku baik-baik saja kak"
"kamu nggak merasa takut atau mungkin trauma kamu kambuh setelah ketemu wanita tadi?"
"maksud kakak si vivi?"
"jangan sebut namanya. aku tidak suka!"
"tidak usah khawatir aku baik-baik saja kak. semua yang terjadi di masa lalu, sudah aku ikhlas kan. termasuk kesalahan vivi aku juga sudah memaafkan dia"
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja. kakak lega mendengarnya sayang"
Matthew merasa lega setelah mendengar jawaban Angel. Dia bersyukur trauma masa lalu gadisnya tidak menghalangi mimpinya hingga menjadi seperti sekarang. Satu lagi, Matthew semakin mencintai gadis itu. karena punya kebesaran hati untuk memaafkan dan tidak menyimpan dendam.
"ya udah yuk kak, kita lanjut lari lagi"
"Ayo sayang"
mereka kemudian lanjut lari pagi dengan mengelilingi taman sebanyak 20 putaran. eiitss itu hanya berlaku untuk Matthew. karena pada putaran ke sepuluh Angel merasa tidak sanggup dan memilih duduk menunggu Matthew di sebuah kursi taman.
"lagi mikirin apa sih sayang? serius banget" tanya Matthew karena tadi mendapati Angel sedang melamun.
"tidak ada kok kak. hanya serius melihat sekitar sini saja. nggak sadar kalau kakak sudah sampai " Angel ngengir kuda saat menjawab.
"kebiasaan kalau ditanya masih tidak jujur. kamu liatin mereka kan?" tunjuk Matthew pada sepasang keluarga kecil yang sedang menikmati udara pagi di taman. nampak suami istri tersebut sedang mengajak bayi mereka belajar berjalan di atas rumput taman.
"hehehehehehe.. ketauan ya kak" Jawab Angel cengegesan Matthew pun mengacak rambutnya gemas.
"kamu mau juga?" tanya Matthew yang kini ikut melihat aktivitas keluarga kecil tersebut.
"mau apa kak?"
"punya baby seperti mereka" tunjuk Matthew pada bayi kecil yang sedang tertawa riang merasa geli kakinya menginjak rumput. sungguh menggemaskan pikir Matthew.
"Kalau Tuhan menganugerahkan malaikat kecil dalam pernikahan kita nanti, tentu aku akan sangat bahagia dan bersyukur kak"
"aku pun menginginkan hal yang sama sayang.
Kalau gitu, nanti setelah menikah kita harus lembur terus sayang"
"lembur?"
"Iya, kan mau punya baby"
"kaitannya sama lembur apa kak?"
"lembur membuat baby. kan kita harus kerja keras supaya baby cepat ada di sini" ucap Matthew gamblang seraya mengusap lembut perut rata Angel dari luar.
__ADS_1
"nggak begitu juga dong kak. masa harus lembur, nanti baby nya belum ada yang ada aku malah capek dan sakit pinggang" Jawab angel dan merasa tersipu.
perasaan Angel memang menghangat mendengar Matthew menginginkan anak dalam pernikahan mereka nanti. namun kenapa harus dengan bahasa yang mesum juga. kan Angel jadi salting dan tubuhnya ikut meremang.
"Kalau kamu capek, cukup aku saja yang bekerja sayang, kamu cukup berada di bawa dan aku bekerja dari atas"
"apaan sih kak. sudah ah, tidak usah bahas lagi" rasanya Angel ingin sekali pergi dari sana. Matthew bicaranya makin ngawur.
"aku serius sayang. tugas kamu cuma satu"
"apa?" bodohnya Angel malah bertanya
Matthew segera mendekat dan berbisik lirih di telinga Angel.
"cukup mendesah yang kuat dan menyebut namaku, maka aku akan semakin semangat bekerja di atas kamu. dijamin kamu pasti puas dan keenakan"
bicara frontal Matthew dengan tatapan mesumnya.
"kakakk! pekik Angel tersipu mendengar penuturan Matthew. wajahnya kini sangat merah karena merasa malu. Matthew yang mesum kok malah dia yang malu. kan dia jadi kesal. sementara Matthew malah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi malu-malu kekasihnya.
"kenapa?" tanya Matthew dengan rasa tidak bersalah
"kakak masih tanya kenapa. kakak itu kelewat mesum. ngomong kok ngawur banget" Jawab Angel kesal sekaligus gemas. entah seperti apa kondisi jantungnya sekarang.
"betul lho sayang. Jangan lupa nanti kalau pengen, bilang saja, nggak usah malu-malu "
kali ini Angel memilih tidak menjawab namun segera beranjak dari sana.
"Sayang, mau kemana?" teriak Matthew melihat Angel berjalan menjauh.
"pulang!" ketus Angel. bukannya merasa bersalah, Matthew malah semakin terbahak. Sungguh Angel sangat lugu dan polos. dia akhirnya mengejar gadis itu dan mensejajarkan langkah mereka. Matthew menggenggam jemari Angel dan terus melangkah hingga gadis itu berhenti ngambek dan capek jalan tidak tentu arah. malah bolak-balik tidak jelas sekitar taman saja.
"sudah selesai ngambeknya, hmm?" tanya Matthew dengan tersenyum gemas melihat Angel yang masih belum mau menatapnya. Matthew menyadari sebenarnya Angel tidak marah tapi lebih ke arah malu dan merasa tidak karuan mendengar pembicaraannya yang mesum.
Angel masih mendengus dan cemberut.
"berhenti dulu ya sayang, kita belum minum lho dari tadi"
"ini" Matthew menyerahkan sebotol air mineral kepada Angel setelah membuka segelnya.
Angel menerima botol minum tersebut dan langsung meneguknya. entah karena haus atau merasa gerah dengan ucapan mesum Matthew tadi, Angel minum hingga air dalam botol tersebut habis tanpa sisa.
punya Matthew saja bahkan masih habis setengah.
"setelah ini masih mau singgah ke tempat lain, atau pulang?"
"kak, aku tiba-tiba lapar. kita makan dulu ya kak"
"kamu kelaparan sayang ?" tanya Matthew khawatir
"Iya kak, tadi hanya minum satu gelas susu" Jawab Angel sembari mengusap perutnya yang kini berbunyi minta segera di isi.
"ya sudah yuk, kita ke kedai sana saja. di sana Bubur ayamnya enak. kamu mau?"
"mau kak" Angel mengangguk antusias mendengar sebutan bubur ayam. beberapa hari memamg dia ingin sekali makan bubur ayam.
akhirnya mereka sarapan bubur ayam di taman tersebut. setelah selesai mereka pulang ke rumah.
Hari ini adalah hari minggu, Mereka berdua sudah sepakat akan mengikuti doa di gereja sore nanti. Sebelum menikah, keduanya memang ingin lebih dekat kepada sang pencipta sekaligus ingin menguatkan iman. mau bagaimana pun mereka akan segera menikah dan hidup berkeluarga.
__ADS_1