
Pagi ini, Matthew bangun dengan perasaan teramat bahagia. dia bangun lebih awal, padahal kegiatan surga dunia mereka semalam sangat menguras waktu dan energi. namun pagi ini senyum sumringah tidak lepas dari wajah tampannya.
Dia asik memandang wajah lelap dan lelah sang istri. mulut angel sedikit terbuka dengan beberapa kali bergerak gelisah kemudian mendekap badan kekarnya dengan erat. sepertinya sang istri tahu, Matthew sedikit meregang pelukan mereka hingga dia terusik.
karena merasa gemas, Matthew menggigit pelan hidung mungil dan mancung milik sang istri lalu bibir ranum yang masih terbuka itupun dia kecup berkali-kali. tangannya dengan perasaan teramat sayang membelai puncak kepala hingga punggung polos Angel.
Angel terusik dan perlahan membuka mata. hal pertama kali yang dia lihat adalah senyum manis dan wajah tampan suaminya. namun mengingat kegiatan panas mereka semalam. wajah Angel tiba-tiba tersipu.
"morning istri ku" sapa Matthew disertai kecupan di seluruh bagian wajah Angel
cup
cup
cup
cup
cup
"morning juga hubby"
respon Angel seperti gumaman. namun dia juga membalas kecupan Matthew dengan mencium sekilas bibir seksi pria itu.
bukannya diam, justru Matthew menahan tengkuk sang istri dan mengubahnya menjadi tautan bibir yang teramat mesra. bunyi decapan dari hisapan serta ******* keduanya terdengar begitu jelas dalam kamar itu.
Angel menyerah duluan karena merasa sesak dan napas yang terasa sulit.
"manis. bibir kamu manis seperti madu, sayang" puji Matthew.
Angel malah monyong dan cemberut
"ihhh, hubby pagi-pagi malah menggobal"
Matthew terkekeh. dia merasa dunianya begitu bahagia dengan kehadiran Angel dalam hidupnya.
Matthew bermaksud menggoda sang istri dengan membelai lembut dua bukit milik Angel yang sejak semalam dia cap sebagai miliknya juga.
tentu Angel bergerak gelisah. pegangan pada selimut terlepas hingga tubuh polos Angel nampak jelas di mata Matthew. tadinya dia ingin menggoda sang istri justru pagi ini dia kembali cenat cenut dan bergelorah ingin mengulangi lagi kegiatan panas mereka seperti semalam. terbukti sekarang, tongkat sakti premiumnya berdiri tegak menantang. hal itu juga tidak luput dari pandangan Angel. mata gadis itu melotot kaget dan dengan segera mencari alasan agar lolos dari keganasan Matthew. bukannya menolak. namun rasanya dia belum sanggup mengulang kegiatan itu. badannya masih terasa remuk.
__ADS_1
Angel berdesis seperti menahan sesuatu. Matthew segera menghentikan kegiatan tangan nakalnya yang sudah merambat kemana-mana.
"kenapa sayang" tanya Matthew
"pipis. aku kebelet pipis hubby" rengek Angel manja.
dia kemudian bergerak ingin beranjak namun perasaan teramat sakit di pusat sensitifnya membuatnya terpekik menahan sakit.
"auhhhh.. sakittt" lirihnya dengan mata berkaca-kaca
"apa yang sakit? bagian mana yang sakit sayang?" Matthew khawatir sampai tidak paham sakit yang dimaksud Angel.
"ini hubby. iniku sakit" beritahu Angel sambil memegang bagian bawahnya yang dia rasa perih, ngilu dan pedih.
mendengar itu, Matthew bergerak cepat membaringkan sang istri. dia dengan segera membuka lebar paha Angel dan mengecek, ternyata benar, ada luka lecet di sana bahkan sedikit bengkak dan merah. dia pun meringis sambil menatap wajah sang istri.
"maaf sayang. sepertinya semalam aku terlalu bersemangat "
dia memeluk Angel dan segera mengangkatnya menuju kamar mandi. Angel pasrah begitu saja karena dia pun belum sanggup bergerak banyak. di sana Matthew membiarkan Angel membuang air kecil sambil dia mengisi bathtup dengan air hangat dan menuangkan aroma terapi untuk sang istri dan dirinya berendam berdua.
meski masih dengan perasaan malu, Angel membiarkan saja Matthew mengurusnya pagi ini. dalam keadaan polos sekalipun dia tidak persoalkan. toh sekarang Matthew adalah suaminya.
Angel sebenarnya sadar. sedari tadi Matthew bergerak gelisah karena tongkat sakti premiumnya tidak mau tidur dan ingin masuk sarangnya kembali. Karena merasa dia punya tanggung jawab untuk memuaskan sang suami dalam hal kebutuhan biologis, Angel pun membiarkan Matthew menyentuhnya sesuka hati dia juga melakukan hal yang sama. hingga penyatuan mereka kembali terjadi di dalam bathtup. setelah sama-sama puas dan lega. Matthew mengangkat tubuh angel dan kembali mandi bersama di bawa shower dengan air hangat. kali ini mereka sama-sama keramas hingga penyatuan untuk kesekian kalinya kembali terjadi.
selepas mandi, bukannya lemas berkurang. justru badan Angel semakin remuk. hari ini akhirnya mereka tidak keluar kamar. mereka akan menikmati sepanjang hari ini di kamar hotel saja.
Angel sedari tadi bermanja manja pada sang suami. seperti saat rambutnya dikeringkan dengan hairdrayer oleh Matthew, Angel memeluk pinggang pria itu dengan erat. membenarkan wajah di perut Matthew dan sesekali menatap penuh cinta sang suami. makan pun disuapi. dan kini dia tidurnya di atas badan Matthew. entah kenapa dia ingin melakukan semuanya. manja dan merengek apapun yang dia inginkan pada sang suami.
Bahkan saat Matthew mengobati bagian sensitifnya dengan mengoleskan salep pereda perih dia tidak menolak sama sekali. justru dia pasrah.
Matthew pun tentu tidak menolak, justru dia bahagia karena merasa sangat dibutuhkan dan dicintai oleh Angel.
"mau makan apa, Sweetheart?" Tanya Matthew sambil membelai lembut surau Angel. gadis itu baru saja bangun tidur saat waktu menunjukan jam makan siang.
"aku ingin yang berkuah dan sedikit asam hubby" respon Angel pelan seperti bergumam. matanya masih tertutup.
"baiklah sayang. bersabar ya, aku pesankan dulu"
Matthew akhirnya memesan menu makan siang mereka melalui telepon hotel yang tersedia di lamar mereka.
__ADS_1
setelah menunggu hampir 30 menit, pesanan mereka datang.
menyadari tugasnya sebagai seorang istri. dengan langkah tertatih karena rasa ngilu di bagian sensitifnya, Angel menuju mini table yang ada tengah kamar tersebut.
meskipun sudah berkali-kali dilarang Matthew namun Angel tetap mengelak dan beralasan bahwa sudah merasa lebih baik. padahal jelas-jelas jalannya saja masih pincang.
Angel dengan cekatan menaruh nasi beserta lauk pauk di piring sang suami selanjutnya mengisi piringnya juga. Matthew melihatnya dengan senyum bahagia. dia merasa sangat bahagia dilayani oleh sang istri.
mereka kemudian makan dengan lahap dan beberapa kali masih sempat saling menyuapi. setelah menikmati lunch, mereka kembali bersantai mesra di kamar luas tersebut.
saat waktu menunjukan pukul empat sore, Matthew mengajak Angel untuk berenang bersama sambil menunggu sunset yang biasanya dapat dilihat dengan jelas oleh para turis di kolam renang hotel tempat mereka menginap. letak kolam ini juga persis berada di bagian belakang hotel sangat strategis untuk menikmati sunset. Matthew bahkan merogoh dana luar biasa untuk memesan secara pribadi kolam renang tersebut. Namun Angel tidak mengetahui hal itu. karena semua yang dia nikmati saat ini adalah kado pernikahan serta kejutan spesial suami tampannya.
Hampir 30 menit berapa di kolam dengan pemandangan terbuka, Angel dan Matthew asik berpelukan mesra memandang indahnya langit yang perlahan jingga di bumi positano. apalagi susunan rumah di pinggir tebing yang begitu apik.
namun sesaat Angel menyadari, tempat itu begitu sunyi tanpa orang lain selain keduanya. dia sedikit heran. bukankah kolam ini adalah fasilitas umum di hotel tersebut. lalu kemana para pengunjung lain. apakah sebuah kebetulan hanya dia dan Matthew yang ingin menikmati langit senja positano sore ini? rasanya tidak mungkin.
"Hubby, kenapa di sini begitu sepih?" tanya Angel sembari memandang sekitar kolam
Matthew hanya merespon dengan senyum. Pria itu kini fokus mengajak sang istri berenang berdua dengan bebas tanpa ada rasa khawatir tubuh indah Angel dilihat banyak orang apalagi para pria.
"Hubby?!" panggil Angel seperti merengek
"kenapa sayang?"
tanya balik Matthew seraya semakin mendekatkan diri ke arah Angel. hingga dia berhasil menghimpit sang istri dalam kungkungannya.
"eehhh, hubby mau apa?" sentak Angel kaget karena melihat pandangan bergelorah dari kedua manik Matthew.
"menurutmu aku mau ngapain istriku?" Matthew menggoda Angel sembari mengelus halus paha Angel yang berada di dalam air kolam. tentu saja Angel meremang sekaligus gelisah.
"hubby, jangan di sini, nanti ada yang melihat kita" panik Angel karena menyadari maksud suami mesumnya.
"tidak akan ada yang berani melakukan itu, walau hanya sekedar lewat di sini" Ujar Matthew santai dan kini tangannya sudah berhasil mengelus lembut dua bukit kembar sang istri. Angel sampai melenguh dibuatnya.
"kenapa bisa begitu hubby?" tanya Angel begitu lirih karena kini dirinya terbawa arus gelorah Matthew. pandangan sayu itu membuat Matthew tersenyum puas juga nakal.
"karena aku sudah menyewa tempat ini hanya khusus untuk kita berdua. jadi ayo coba sensasi baru dengan bercinta di sini my wife"
tutur Matthew penuh minat dan kini sudah berhasil memasukkan tangannya ke dalam kain segitiga bawah Angel dan mengelus lembut lembah itu.
__ADS_1
"apaaaa?! pekik Angel antara kaget dan mendesahh