
Matthew rupanya menarik Angel hingga keluar gedung acara. mereka kini duduk berdampingan di kursi taman samping hotel. cukup jauh dari tempat resepsi. hampir lima menit berlalu, tidak ada satu diantara mereka yang mulai bersuara. Angel sendiri sebenarnya sebal juga grogi, dia menanti apa yang akan dikatakan oleh Matthew padanya. namun pria yang seenaknya tadi menarik dirinya justru diam saja dan hanya terus menatap angel tidak berkedip. membuat gadis itu gugup dan berkeringat dingin.
"maaf aku sudah mengabaikannya kamu beberapa hari ini" Matthew akhirnya bersuara dan meminta maaf atas sikap tidak pedulinya beberapa hari belakangan.
Angel tidak menjawab justru hanya menatap Matthew datar. walau sebenarnya dia juga penasaran apa alasan pria itu mengabaikannya.
Matthew menggeser duduk lebih dekat dengan Angel dan menatap gadis dihadapannya dengan perasaan rindu.
"apakah sikap ku belakangan ini sangat agresif dan kamu merasa tidak nyaman?" tanya Matthew mencoba meminta kejujuran Angel.
"iya?" bingung Angel dan melihat Matthew dengan ekspresi bertanya-tanya.
"Jujur saja, aku ingin mendengar apakah usaha ku selama ini tidak ada yang menyenangkan bagi kamu" pinta Matthew sekali lagi.
"sejujurnnya iya. aku kesal bahkan ingin marah. kenapa kakak selalu berbuat sesuka hati. berbicara semaunya dan bertindak seenaknya. kakak bahkan tidak mau mengerti perasaanku" Jawab Angel menggebu-gebu dan dengan berani membalas tatapan Matthew. kedua netral gadis itu kini sudah mengembun yang membuat Matthew semakin merasa bersalah.
kini keduanya saling menatap satu sama lain. mata keduanya saling bicara menyalurkan semua perasaan yang ada.
"maaf" lirih Matthew seraya mengelus sebelah pipi Angel dengan lembut.
"kenapa? apakah kakak memang seperti ini. apakah kakak senang membuat aku tidak menentu seperti orang bodoh?"
"bukan. bukan seperti itu sayang. maaf. aku bersikap tidak menentu. kamu pasti Bingung. beberapa ini aku kehilangan kepercayaan diri untuk memiliki kamu kembali. aku tiba-tiba merasa pesimis. melihat kamu selalu tertekan saat bersamaku dan tidak bahagia. tapi saat bersama pria lain kamu bahkan bisa tertawa lepas tanpa beban. aku berpikir mungkin kamu akan lebih bahagia saat bersama exel karena dia mampu membuat kamu tersenyum dan tidak tertekan. sementara aku hanya selalu membuat kamu tidak nyaman. apalagi setahu ku kemarin dia sudah melamar kamu. aku mulai memikirkan bahwa yang terpenting kebahagiaan kamu. walau aku merasa tidak rela dan sakit. tapi asal kamu bahagia aku rasa aku juga akan baik-baik saja setelahnya. tapi ternyata aku salah. aku bahkan tidak mampu membiarkan sehari tanpa mengetahui kabar kamu dan tanpa melihat kamu. aku padahal tidak sanggup untuk melepaskan kamu. Maaf Sweetheart untuk sikapku beberapa hari ini"
saat menjelaskan semua itu, mata Matthew juga berkaca-kaca melihat air mata Angel yang perlahan meleleh di pipi gadis itu.
sementara itu, angel yang mendengar Penjelasan pria dihadapannya yang diam-diam selalu dia ingat dan belakangan justru dia rindukan, mulai merasa kesal. bagaimana bisa Matthew menyimpulkan dirinya tertekan saat bersama pria itu. Tentu saja yang sebenarnya dia grogi sekaligus gugup. setelah delapan tahun berpisah mereka kembali bertemu dan sikap Matthew yang blak-blakan masih menyimpan sayang dan cinta untuk dirinya justru dia sedikit kesulitan untuk menanggapinya seperti apa. karena kepercayaannya terhadap pria itu seolah hilang sejak perpisahan yang menyakitkan delapan tahun lalu. namun perasaan cinta dan sayangnya masih ada dan hanya terselimuti perasaan takut dibohongi lagi. kehadiran Matthew kembali, kepedulian dan kejujuran pria itu perlahan mampu membuka selimut yang menutup hatinya.
"kenapa kakak menyimpulkan seperti itu? apakah kakak tahu aku beberapa hari ini seperti orang bodoh yang tidak mengerti dengan semua yang terjadi? hiksss...hiksss.... aku kembali berharap namun sikap kakak membuat aku bingung. kakak jahat...hiksss..... hiksss..... hiksss ...... aku seperti orang yang terlalu banyak berharap untuk tidak disakiti lagi. tapi kakak selalu saja membuat aku tidak menentu.... hiksss"
Angel berujar sambil terisak dan memukul-mukul dada bidang Matthew yang terbungkus jas hitam dan kemeja putih. dia menyalurkan semua perasaan dan unek-uneknya terhadap pria itu. kesal, marah, gemas dan rindu menjadi satu. sungguh membuat Matthew tidak tahan dengan isakan gadisnya hingga membawa Angel masuk dalam dekapan hangatnya.
"maaf sayang aku salah. sungguh maaf. tolong jangan menangis. marah saja aku, pukul saja aku sesuka kamu. tapi aku mohon jangan menangis. aku tidak sanggup melihatnya, dadaku ikut sesak Sweetheart "
rasanya Matthew ingin sekali menghajar dirinya sendiri karena menjadi alasan gadisnya menangis. dia berjanji pada dirinya, ke depannya apapun yang terjadi dan kesulitan apapun itu akan dia lawan agar bisa bersatu dengan gadisnya itu. Matthew semakin mengeratkan pelukan pada angel, menyalurkan segenap rasa sayang dan cinta di hatinya.
"suttttt... jangan menangis lagi, hmm" Matthew menghapus jejak air mata yang masih mengalir di pipi gadis kesayangannya itu. Angel merasa sedikit gugup karena posisi mereka begitu dekat, apalagi wajah Matthew nampak sangat dekat dengannya hingga ujung hidung mereka hampir bersentuhan.
__ADS_1
"lepasin, aku mau masuk" Angel mencoba menghindari posisi ini yang membuatnya semakin gugup.
"no, di sini saja, kita masih perlu bicara, sayang"
"bicara apa lagi, semua sudah jelas dan selesai"
"bagiku belum, aku masih ingin bertanya padamu"
"apa lagi?"
"kenapa kamu berbohong?"
"bohong? aku tidak pernah berbohong " bantah Angel yang tidak mengingingat apapun kebohongannya.
" saat aku tanya waktu itu, kamu bilang benar sudah dilamar exel. itu benar tapi kamu tidak pernah menerimanya"
"siapa bilang. aku menerimanya" bohong Angel dan membuat Matthew memicing matanya. pria itu semakin mendekati wajah Angel hingga membuat Angel terperanjat dan memundurkan kepalanya. akan tidak baik kalau dia diam saja, bisa-bisa akan ada adegan intim di sana.
"benarkah sayang. atau perlu aku memanggil exel ke sini. lihat ini, tidakkah kamu melihatnya. tadi kamu adu jotos dengan exel, sayang, karena hak ini" Jelas Matthew sambil menunjukkan pelipisnya yang sedikit memar dan terasa sakit kepada Angel. jelas saja gadis itu kaget dan baru menyadari, memang benar pelipis kanan Matthew kelihatan memar.
"kenapa bisa sampai bertengkar" tanya Angel dengan syok
"selingkuh? siapa?"
" tentu saja Si exel"
"kenapa kakak berpikir seperti itu "
"aku melihat dia bergandengan dengan gadis lain dan seenaknya memperkenalkan ke kamu. aku menduga kamu diduakan sama dia, padahal aku sudah berusaha untuk mengalah dan membiarkan kamu bersama dia. malah dia selingkuh"
"ya Tuhan, kak. kenapa kamu menyimpulkan seperti itu?"
"itu karena kamu bilang sudah dilamar dia dan tidak ingin menyakiti perasaannya"
"itu aku lakukan karena aku ragu dan kakak membuatku bimbang"
"maaf"
__ADS_1
Matthew menggenggam tangan Angel dan menatap gadis itu dengan lembut.
"aku mencintaikamu dan tidak ingin membuat kamu tersakiti lagi. aku tidak akan menyia-nyiakan waktu dan membuat perasaan kamu bimbang lagi. aku tahu perasaan cinta kamu pun masih ada untuk ku"
"siapa bilang. aku tidak lagi" bantah Angel dan menoleh ke arah lain
"benarkah sayang, coba bilang tidak sambil menatap ku" desak Matthew yang semakin mendekatkan wajahnya ke arah Angel yang membuat membuat gadis itu gugup dan dengan tidak sengaja mendorong wajah Matthew dengan menekan bagian pelipisnya.
"auwwhhhh" desis Matthew kesakitan. rupanya dorongan Angel mengenai pelipis Matthew yang lebam.
"eewhhh... maaf, maaf kak. aku tidak sengaja " tangan Angel refleks terulur mengelus dan dengan tidak sadar Angel justru meniup pelipis Matthew yang sakit dan membuat pria itu mengambil kesempatan untuk mengadu.
"apakah sangat sakit?" tanya Angel khawatir
"sakit sayang. sakit banget "
"maaf" ucap Angel merasa bersalah.
"perlu diobati supaya cepat sembuh" ujarnya perhatian
"tidak perlu sayang, kalau dengan kesakitan begini bisa membuat kamu lulu dan perhatian, aku rela kesakitan terus"
ucapan Matthew justru membuat Angel mendadak jengah. bisa-bisanya pria dihadapannya ini senang disakiti supaya bisa dapat perhatian. dia segera menurunkan tangan dari pipi Matthew namun dengan segera ditahan dan digenggam pria itu . mata Matthew kembali menyoroti dalam manik Angel yang mampu membuat Angel meremang dan tegang disaat bersamaan.
"Sayang, bolehkah kita kembali seperti dulu " tanya Matthew yang kini kembali ke mode serius. dia ingin segera memiliki gadis itu seutuhnya di samping dirinya, sebagai, teman, kekasih, dan istrinya. memiliki hanya untuk dirinya.
"maaf kak. aku butuh waktu. tolong beri aku waktu"
"waktu untuk apa lagi, sayang?"
"meyakinkan segalanya"
"baiklah" pasrah Matthew.
setelah menyadari bahwa mereka sudah lama berada di luar, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke gedung resepsi. namun sebelum benar-benar pergi. Matthew yang memang sangat agresif masih sempat-sempatnya melayangkan satu kecupan di bibir Angel.
"cuppp"
__ADS_1
"aku sangat menyayangi dan mencintai mu Angela Abichail" ucap Matthew jujur dan segera menarik tangan Angel pergi dari sana tanpa memperhatikan bagaimana perasaan kaget Angel saat ini. Serangan dadakan bibir Matthew membaut seluruh badan angel tak bersulang hingga membuatnya meleleh seperti jelly.
hingga acara selesai, Matthew tidak melepaskan genggaman tangan mereka. bahkan dia dengan terang-teranangan menggandeng Angel di depan orang tuanya, sahabatnya dan juga si korena yang sangat kesal dan kepanasan sendiri melihatnya. mama vita yang melihat itu juga hanya mampu menghela napas panjang. putrinya benar-benar sudah dewasa sekarang.