
langit malam ini terlihat dipenuhi bintang. suasana di rumah keluarga besar Dirgantara nampak ramai dan penuh kebahagiaan. namun tidak membuat mereka lengah memastikan penjagaan yang ketat.
terdengar juga suasana riuh di sekitar lingkungan perumahan mewah tempat tinggal kedua orang tua Matthew. hal yang wajar dalam menyambut pergantian tahun.
Di halaman belakang rumah, nampak para kakek turut membantu istri mereka menyiapkan hidangan. justru para daddy yang terlihat santai. banyak alasan yang mereka katakan untuk menghindari kepulan asap pemanggangan.
"benar-benar anak durhaka. dari dulu dia suka sekali menyiksa ku" dengus dad marcel melihat Matthew yang nampak tertawa lepas dan bermesraan dengan sang istri. tidak terlihat baby Kaelo dan baby kendrick karena sudah terlelap sejak tadi. dan tidak baik juga dibawa keluar rumah saat malam begini.
syukurnya kamar kedua bayi tampan itu dilengkapi cctv dan perekam suara. apabila keduanya terbagun dan menangis mereka akan tahu. di sana juga ada para art yang sigap melapor apabila kedua bayi bangun.
tidak cuma Matthew dan angel. melvin dan selena, Leo dan enzy pun terlibat dalam obrolan itu. tentu saja daddy Jhonson jadi ikutan mendengus melihat anak putra satu-satunya.
"si Melvin itu, sejak punya anak, malah semakin manja. bukan Gilbert yang merengek pinta oerhatian. justru daddynya. bukannya manja pada istrinya si diana itu, malah manja pada putriku, selena" ujar daddy Jhonson sambil membolak balikan daging panggang.
"sudah sejauh mana hubungan mereka. bagaimana proses perceraiannya dengan Diana?" tanya ayah damian yang menyiapkan daging yang telah matang.
"entalah, aku tidak memikirkan itu. biarlah dia menyelesaikan sendiri. sejak awal aku peringatkan, Diana itu bukan wanita baik. tapi ngotot menikah dengan alasan Diana hamil" respon daddy Jhonson geleng-geleng kepala.
"woiiii, kalian" panggil dad marcel sedikit kencang.
"sini ikutan" lanjutnya lagi.
menyadari daddy mereka kesal, ketiga pria itu beranjak dan memberikan kecupan sayang pada wanita mereka.
Angel, Diana dan enzy sebenarnya tidak tinggal diam. mereka membantu para nenek menyiapkan bumbu, sambel, buah potong, nasi kuning dan minuman segar.
Di tengah suasana ramai itu, tangisan baby Gilbert mengalihkan perhatian mereka. rupanya bayi montok itu terbangun sendiri di kamar tamu dan mencari orang tuanya. Melvin mendekat dan mencoba untuk menggendong sang anak, tapi malah putranya semakin menagis. mommy Yohana juga mendekat dan mencoba mengambil alih tapi tetap saja bayi itu merengek.
"sini nak, sama tante" melihat wajah yang selalu memberinya kasih sayang layaknya seorang ibu. tangisan bayi itu langsung mereda setelah didekap sayang.
"Ulu uluh.. haus ya sayang" baby Gilbert merespon dengan suara khas bayi dan senyum yang menggemaskan.
"selena, setelah tante lihat kamu sudah cocok jadi seorang ibu. lihatlah Gilbert bahkan tidak bisa lepas dari kamu. si Gilbert, jangan tante panggil tante lagi, langsung mommy saja"
selena hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan mom helena. memang sejak awal, dia merasakan kehangatan saat mencurahkan kasih sayang dan cintanya kepada bayi Malang dalam gendongannya.
Diana sang ibu tidak mempedulikan bayi itu, tapi selalu dijadikan tameng untuk mengancam melvin saat pria itu ingin menceraikannya.
sementara melvin tersenyum hangat melihat bagaimana selena mencurahkan rasa sayang kepada sang putra. walau bukan anak kandung. tapi dia sudah bertekad akan membesarkan Gilbert selayaknya putra kandung.
selena pamit masuk ke dalam rumah untuk membuatkan baby Gilbert Sufor. mengingat bayi itu memang sejak lahir tidak diberi asi oleh Diana. sungguh kasihan.
"kau tidak mengikutinya?" tanya Matthew pada melvin yang terus melihat langkah selena hingga menghilang di balik pintu.
__ADS_1
"sana ikut masuk saja. kita juga paham kok. bukankah sekarang kau ngebet banget deketin dia supaya jadi mommy baby Gilbert. tenang saja aku tidak akan meledek bagaimana dulu kau begitu mati-matian menolak bahkan mengina selena" seleroh leo penuh nada canda dan ledekan.
"ckk, diamlah" kesal melvin namun kakinya ikut melangkah dalam rumah.
Leo terkekeh melihat kekesalan melvin. sepertinya setelah ini dia akan terus meledek peria itu. mengingat bagaimana dulu dia selalu menolak kalau keberadaan selena. sekarang justru terlihat seperti pria bucin.
"Sayang mau kemana?" tanya Matthew melihat sang istri berdiri dan berjalan menuju pintu.
"ke atas hubby. Kaelo dan Kendrick bangun" Jawab Angel sembari mengangkat sebuah alat serupa mikrofon untuk menangkap dan mendeteksi suara bayi.
"yuk, kita sama-sama ke atas" Matthew akhirnya ikut naik dan meninggalkan pekerjaannya dilanjutkan leo dan para kakek di sana.
Benar saja, saat tiba di kamar kedua bayi mereka bangun dan sudah menangis cukup kencang.
tidak menunggu lama, angel mengambil posisi dan membuka kancing baju. dia sekaligus mengeluarkan dua sumber ASI agar kedua bayinya bisa langsung menyusu bersama.
kedua bayi itu langsung melahap sumber nutrisi mereka. terlihat sangat kehausan hingga mengemut p*ting sang mama dengan kuat. Angel sampai meringis.
melihat kedua putranya yang seolah tidak mau lepas dari p*ting sang istri. Matthew antara gemas dan cemberut. dua bukit kembar sang istri yang selama ini menjadi mainan favorit dan candunya kini digarap habis dua putranya.
"mereka rakus sekali. itu kan milik ku juga" ucap Matthew sedikit merengek.
"nak sisakan buat papa ya. papa juga mau" lanjutnya lagi sambil menoel pipi kedua putranya.
"oh yeah? mirip bagaimana sayang?"
"rakus seperti yang kamu bilang. bukankah kamu seperti mereka saat lagi ada maunnya" Angel menjelaskan dengan sedikit tersipu.
Matthew terkekeh gemas melihat wajah memerah angel. gemas sekali. setelah melahirkan pipi sang istri memang tembem karena badannya sedikit gemuk yang justru membuatnya semakin terlihat seksi.
"tentu saja sayang, mereka putraku. like father, like son" ucap Matthew bangga sambil menepuk dada percaya diri.
"tapi aku berharap sifat jelekku tidak diwariskan ke mereka" harapannya sedikit takut bila nanti sifat playboy dan suka main wanitanya dulu malah diturunkan pada dua putranya.
Angel terkekeh mendengarnya. dia mengelus sayang pipi Matthew. "aku pun berharap yang sama. semoga sifat jelekku tidak mereka ikuti nanti"
"kamu yang terbaik sayang. aku rasa tidak ada yang jelek dari sifat kamu" timpal Matthew.
kini tatapan angel beralih pada wajah tampan dua putranya. rupanya mereka sudah tertidur kembali.
"mereka tampan seperti kamu hubby. banyak mirip kamu. aku sampai iri melihatnya"
memang benar kedua putra mereka seolah menduplikat wajah tampan Matthew, hanya kendrik yang sedikit mirip angel, yaitu dagunya.
__ADS_1
"nanti kalau Kaelo dan Kendrick sudah besar, ayo kita buat adek untuk mereka. mungkin saja nanti mirip kamu, sayang. cupppp"
ujar Matthew menggoda. bibirnya mengendus pelan leher jenjang angel. mengecup dan menghisap lama hingga meninggalkan warna merah keunguan.
Angel mendesis pelan. badannya sedikit meremang mendapat ramuan mesra sang suami.
"kalau belum mirip aku bagaimana?" tanya angel lirih karena Matthew terus mengecup basah lehernya.
"kita akan terus membuat bayi sampai ada yang mirip kamu. tidak peduli seberapa banyak anak yang kita punya, aku akan terus bersama kamu sampai akhir hayat"
manis sekali mulut Matthew mengatakan perasaannya. Angel justru mencebik.
"mulutmu memang manis hubby, kemarin siapa yang takut saat melihat aku melahirkan"
Matthew terkekeh mengingat moment angel melahirkan. melihat kesakitan dan perjuangan sang istri melahirkan dua buah hati mereka, saat itu juga dia bertekad tidak akan membiarkan angel hamil lagi.
"Iya aku tahu. dan aku memang sudah berpikir memiliki baby Kaelo dan baby kendrick sepertinya sudah cukup"
"lalu bagaimana kalau aku hamil lagi?"
"boleh saja. tapi kamu harus caesar saat melahirkan. dan itu untuk terakhir kalinya. aku tidak mau kamu kesakitan lagi sayang"
"baiklah kali ini aku menurut apa kata papa Matthew" setuju angel dengan jawaban manjanya. keduanya berciuman mesra. untung saja Kaelo dan Kendrick sudah terlelap kembali. kalau tidak, mungkin kedua bayi itu akan melihat bagaimana rakusnya sang papa menikmati bibir manis sang mama.
waktu menunjukan pukul sepuluh malam. semua orang sudah kenyang menikmati hidangan yang mereka siapkan sendiri. saat ini mereka masih ditaman belakang sambil bersenda gurau menikmati cemilan dan minuman hangat sambil menunggu jam pergantian tahun. Dad marcel, ayah damian dan daddy Jhonson, kembali mengenang masa muda. ketiganya menyumbang suara emas mereka untuk orang tersayang diiringi petikan gitar dari jemari dad marcel.
Matthew, leo dan melvin tidak mau ketinggalan. mereka juga menyanyi untuk wanita mereka. manis sekali. melvin bahkan sudah terang-terangan menunjukkan rasa suka dan cintanya pada selena. membuat semua orang tersenyum penuh arti.
beberapa saat berlalu, Angel dan Matthew kembali ke kamar. tinggal menghitung menit menuju tahun yang baru. mereka harus mendampingi kedua putra mereka agar tidak merasa kaget dan sendiri saat mendengar letupan kembang api di luar sana. meski di rumah mereka tahun ini tidak ada petasan dan semacamnya, mengingat ada bayi. namun tidak menutup kemungkinan di rumah tetangga sekitar pasti ada.
saat mendengar orang di taman belakang kompak menghitung mundur waktu, hingga terlihat dari beberapa titik letupan kembang api juga petasan menghiasi langit malam. semua orang bersorak gembira diiringi rasa syukur masih diberi kesempatan kembali menikmati malam pergantian tahun bersama orang tercinta.
begitu juga dengan Matthew, pria itu bersyukur. jika tahun lalu hanya ada dirinya dengan sang istri. sekarang justru mereka berempat.
tahun baru kali ini rasanya berkali-kali lipat membahagiakan untuk Matthew dan keluarga kecilnya.
sambil menjaga kedua putra mereka, angel dan Matthew memandang keluar dari balkon kamar, langit malam dihiasi kembang api.
"terima kasih sudah hadir dalam hidupku sayang. terima kasih sudah menjadi istri dan memberikan aku dua putra yang menggemaskan. aku mencintai dan menyayangimu Sweetheart " ungkap Matthew penuh perasaan sambil memeluk Angel dati belakang.
" Aku pun bersyukur memiliki kamu dan kedua putra kita dalam hidupku. terus bersama dan menua bersama ya hubby. Aku mencintai kamu tanpa batas"
bibir mereka menyatu mesra. menikmati moment tahun baru itu dengan cara mereka sendiri. sementara para keluarga di bawa juga semakin riuh gembira menyanyikan lagu kemesraaan.
__ADS_1