Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Semoga Kamu Bahagia


__ADS_3

Malam, saat menjelang tidur, Angel duduk bersila di atas tempat tidur. tangannya masing-masing memegang dua kotak seperti kado dalam ukuran berbeda. Dia nampak berpikir sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk membuka Dua benda tersebut. Setelah merenungi apa yang dikatakan bestie siang tadi, Angel akhirnya memutuskan untuk tidak menutup diri dari semua rasa yang berkecamuk tentang masa lalu. dia harus tetap membuka diri akan segala kemungkinan yang akan terjadi ke depannya. Dia tidak mau karena masa lalu dia terus menutup diri. salah satunya yang perlu dia lakukan adalah dengan berhenti berpura-pura melupakan kisah cinta masa lalu. makanya tadi saat sampai di rumah terbesit keinginan dalam benak Angel untuk membuka dua kotak pemberian Matthew yang belum dia buka.


"tak apa, kalaupun di simpan lagi, to suatu saat akan ada kemungkinan untuk membuka dua kotak ini" monolog Angel.


Dengan perasaan yakin dan ragu dia mulai membuka satu persatu kotak tersebut. Dia sebenarnya selama ini penasaran dengan isi kedua kotak tersebut. Namun karena besarnya ego dan masih tersisa rasa sakit akan masa lalu membuatnya tidak punya keberanian untuk melihat isi dalam dua kotak itu.


Angel Pov


Aku mulai membuka satu dari dua kotak kenangan pemberian cinta pertama sekaligus masa lalu ku. Walau dipenuhi perasaan ragu dan deg-degan, tanganku tidak berhenti membuka kertas pembukus dari kotak tersebut. Saat Sampai pada kertas lapisan akhir, aku bisa melihat dibaliknya adalah sebuah kotak beludru marron. aku belum mau melihat isi dari kotak pertama ini. meski jantung ku berdetak makin tak karuan, aku kembali membuka lapisan demi lapisan kertas bungkusan kotak kedua dan akhirnya aku melihat di dalamnya ada kotak lumayan besar.


"Ya Tuhan, semoga isinya tidak membuat ku goyah. Aku tidak mau menangis lagi" gumamku lirih.


walau sebenarnya aku mulia merasakan perasaan mendung dan mata perlahan memberat.


Dengan penuh keyakinan aku dengan sekaligus membuka dua kotak tersebut. nampak di dalamnya berisi dua benda yang berbeda, beludru marron isinya sebuah kalung berlian dengan hiasan berbentuk hati pada bagian tengah juga ada sepucuk surat sementara yang kotak kedua berisi sebuah bingkai beserta fotonya.


Jemariku nampak gemetar saat mengambil liontin cantik itu. aku akui kalung ini sangat mewah dan cantik. namun pandangan ku beralih pada sepucuk kertas yang aku yakini ada sebuah surat. Benar saja, setelah ku buka lipatan kertasnya, ada sederet baris yang dipenuhi ukiran kata dari tinta pena. Aku tidak lagi mampu mengendalikan diri, Air mataku tumpah saat bibirku mulai bergumam membaca kata demi kata dalam surat itu.


Dear My Love


Angela Abichail


Sayang, aku minta maaf untuk sakit yang kau rasakan sekarang. Aku tahu, aku salah. Namun aku hanya ingin kau percaya bahwa aku sangat menyayangimu, sangat mencintaimu dan sangat menginginkan dirimu lebih dari apapun.


Hari ini, aku ingin pamit pergi untuk sementara. Aku pergi untuk berjuang menjadi lelaki sejati yang pantas memiliki kamu seutuhnya suatu saat. Dan berharap kau tetap menantiku kembali di sini.


Aku mohon tolong sisakan rasa maaf itu untuk ku.


aku pamit ya. Tolong Tetap sehat dan jangan menangis.


Aku akan kembali suatu saat dan tetap akan membawa cinta ini untukmu. semoga nanti saat aku kembali hatimu sudah melunak dan menyisahkan maaf untukku.


Semoga kalung yang aku berikan ini dapat menyampaikan segenap tulusnya rasa penyesalan dalam diriku. Jika maaf itu masih ada, kalung ini tolong di pakai ya sayang hingga aku pulang nanti.


I Love you so much Angela Abichail


Dari pria yang akan tetap mencintaimu


Matthew Odilo Dirgantara


Aku tidak dapat menutupi kepekaan dalam hati akan ketulusan yang kak Matthew sampaikan dalam surat itu. Terbukti air mata ku tumpah hingga tidak mau berhenti. aku berusaha untuk tidak terisak kuat dan menutup mulut dengan kedua tanganku.


"hiksss hiksss hiksss"


"hiksss hiksss hiksss "

__ADS_1


Air mata ku terus saja tumpah saat aku beralih melihat foto dalam kotak kedua. Foto saat kami menikmati sunset di belakang rumah. Kenangan indah yang terakhir kalinya dari kebersaam kami berdua. Foto ini terlihat begitu manis. Gambarnya di ambil saat kak Matthew mencium keningku. Rasanya dadaku begitu sesak. aku bahkan bingung menafsirkan perasaan ku sendiri. Yang aku tau saat ini, Rasanya aku begitu sulit mengatakan apapun selain hanya ada air mata dan kesesakan di dada.


"tidak. sudah cukup. Semuanya sudah berlalu. Mana mungkin dia masih punya rasa itu. ini kan sudah delapan tahun berlalu. Dia bahkan sudah ada calon istri"


aku terus bergumam lirih menolak segala keyakinan yang mendadak muncul dalam pikiranku. Entah berapa lama aku menagis hingga akhirnya aku tertidur dengan posisi memeluk bingkai foto dan memegang erat kalung berlian tadi.


Angel Pov End


Angel tidak menyadari bahwa semua aktivitasnya sebelum tidur tadi disaksikan mama vita dari balik cela pintu. Tadinya wanita itu mau mengobrol dengan sang putri, justru dia kaget melihat putrinya sedang menagis. Dia tahu, apa yang menyebabkan anak gadisnya kembali menangis.


"Nak, kamu masih memikirkannya? maafin mama ya" Tanya mama vita bergumam Lirih meski tidak di dengar Angel yang kini terlelap. Wanita itu sempat berpikir, apakah selama ini dia mengekang putrinya itu. Dia pun menutup pelan pintu kamar Angel dan berlalu kembali ke kamarnya untuk istirahat malam juga.


Ke esokan harinya, setelah selesai mengajar dua sesi. Angel makan siang bersama Exel di Sebuah restoran bintang lima. Exel bahkan sengaja mereservasi satu ruangan VIP khusus lunch mereka siang ini. Angel pun melihat, Hari ini exel tampak berbeda dari segi penampilan. Jika sebelumnya dia lebih casual sekarang justru terlihat formal. Bahkan sedari tadi pria itu minim bicara namun sering menatap lekat wajah Angel.


"Angel" panggil Exel saat selesai makan


"iya" Jawab Angel tenang meski ada perasaan bingung dalam benaknya.


"Bolehkah aku bilang, aku sudah tidak mau menunggu lebih lama lagi. jadi, maukah kamu menikah denganku" Ujar Exel Lugas dengan pandangan penuh harap. Dia bahkan menyodorkan sebuah kotak beludru hitam yang berisi sebuah cincin berlian.


Whatttttt... Angel butuh beberapa saat untuk mencerna apa yang diucapkan exel. Pria itu melamarnya? Sungguh?


Angel mengaga tidak percaya juga tidak mampu berbicara apapun.


"Xel, Sorry. Ini maksudnya apa. Aku tidak mengerti. Kamu melamar aku?" tanya Angel tidak yakin.


"Exelll Akuuuuu.." Angel tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Dia begitu bingung sekarang. kenapa tiba-tiba exel melamarnya.


"Jawab saja. Mau nanti atau sekarang aku rasa jawaban kamu pasti akan tetap sama. Kamu hanya perlu Jawab iya kalau mau dan tidak kalau menolak. Jangan menjawab karena terpaksa ya"


Angel menunduk dan tidak mampu melihat wajah Exel. Jemarinya saling bertautan menandakan ada perasaan tidak nyaman yang dia rasakan saat ini.


"Exel, aku.. aku tidak ingin menjalani sesuatu karena terpaksa. Aku minta maaf. ak..u"


Belum selesai Angel bicara, Exel langsung memotong. Dia sudah meyakini jawaban gadis itu dari awal. Hanya saja entah kenapa hatinya butuh pembuktian. walau pada akhirnya dia yang terluka.


"baiklah. It's oke. aku paham dan tahu apa jawaban kamu. Kamu tidak perlu memaksa diri. Aku minta maaf kalau membuat kamu tidak nyaman dan aku melakukan ini karena perasaanku ini tulus. Tapi aku juga tidak bisa mengambil keputusan sepihak untuk memaksa kamu, ngel. Kamu temanku. Aku tidak mau kehilangan teman sebaik kamu hanya karena aku egois"


Exel berujar dengan nada bicara bergetar. Mata pria itu nampak memerah sementara dengan sekuat tenaga dia mencoba untuk tidak menagis. Siapa yang tidak kecewa dan terluka kalau sama-sama berada dalam posisi seperti pria ini. Sakit tentunya.


Angel merasa sangat bersalah melihatnya.


"Exel maaf "


"apakah karena dia?" Exel bertanya dengan tenang.

__ADS_1


"dia siapa?"


"kamu masih memikirkannya? kak Matthew "


Angel kaget mendengar pertanyaan Exel.


"ti..dak, aku tidak memikirkannya lagi" Jawab Angel terbata dan menuduk.


Exel tersebut tipis melihatnya. "aku harap kamu berhenti membohongi diri, Ngel." Terdengar ada ketulusan dan ketidakrelaan dari nada bicara pria itu.


Karena merasa suasananya sudah berubah canggung, exel mengajak Angel pulang. Saat di parkiran, sebelum Angel memasuki mobil, Exel menahan tangan gadis itu.


"Boleh aku memeluk kamu?" Tanya Exel penuh harap.


Angel menoleh dan tidak mampu menolak saat melihat tatapan sendu pria itu.


Angel mengangguk dan seketika itu juga Exel mendekapnya erat.


"terima kasih, ngel. Aku harap kamu bahagia apapun pilihan dan keputusan kamu. Dan kita akan tetap berteman seperti biasanya kan?"


"Terima kasih, xel. maaf ya. Aku bukan wanita yang pantas untuk kamu. Di luar sana masih ada yang jauh lebih baik dari aku. Dan tentu saja kita akan tetap berteman"


Exel mencoba menahan gejolak dalam dadanya. dia ingin sekali berteriak mengatakan wanita yang ku inginkan hanya kamu, Angel.


"Tolong terima ini. Walau kamu menolak lamaran ku. Anggap saja ini sebagai kenang-kenangan dariku"


Pria itu menyerahkan cincin tadi kepada Angel. meski Angel menolak lamarannya, dia berharap cincin itu masih bisa menjadi sebuah hadiah untuk gadis pujaannya.


"tapi ak.."


"please" pinta exel dengan tatapan memohon.


"baiklah" Jawab Angel pasrah.


"terima kasih. aku menyayangi kamun Angela " Ucap Exel tulus dan melabuhkan sebuah kecupan hangat dan lama di kening Angel.


Meski kaget Angel tidak marah. Dia mencoba memaknai ciuman itu atas dasar pertemanan. Akhirnya keduanya memilih pulang dengan mobil masing-masing.


Sementara tidak jauh dari situ, ada seorang pria yang berdiri dengan menatap nanar pemandangan di depannya. Dia sudah terlambat dan bahkan sepertinya sudah tidak ada kesempatan lagi untuknya memperbaiki segalanya.


Gadisnya sudah memilih pria lain. "semoga kau bahagia" lirih Pria itu dengan mata yang berembun.


Tanpa Angel ketahui, ada dua pria berbeda yang mengucapkan kalimat yang sama untuknya hari ini.


'semoga kau bahagia'

__ADS_1


satu kalimat dengan harapan dan doa yang sama. Menginginkan kebahagiaan dengan pilihan gadis itu.


__ADS_2