
Siang ini, Matthew ingin bertemu Angel. Namun dia tidak memiliki kontak gadis itu, karenanya dia menghubungi Noval untuk mendapatkan nomor Angel. Noval menolak memberi tahu, tetapi pria itu sempat bilang, Matthew bisa meminta langsung kontak Angel saat bertemu gadis itu. Karena kini Angel sedang berada di restoran MU sebuah resto bintang lima dekat kampus Angel. Di sana gadis itu makan siang bersama Exel.
Namun yang membuat Perasaan Matthew tidak karuan adalah, perkataan noval yang memberi tahu, Angel akan dilamar siang ini. Siapa prianya? tentu saja Si exel, siapa lagi.
Matthew sampai kalang kabut hingga melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju restoran yang dimaksud Noval. Namun, saat sampai di parkiran resto, dia menyaksikan pemandangan yang menyesakan dadanya. Dari pandangannya, Dia melihat Angel tengah bahagia menerima cincin pemberian exel juga Sebuah kecupan mesra di kening gadis itu. Dia terlambat, sangat terlambat sekarang. Dengan langkah gontai dia masuk kembali dalam mobil dan pulang ke rumah. Air mata tidak mampu dia bendung.
sesampainya di rumah, dia memarkirkan mobilnya asal. Dia masuk dan mendapati kedua orangtuanya sedang mengobrol di ruang tamu. hari ini dia dan Dad Marcel hanya setengah hari di kantor. sehingga siangnya mereka bisa kembali ke rumah.
"Son, duduklah dulu" Perintah Dad Marcel begitu melihat Matthew masuk ke rumah
"ada apa dad?" Tanya Matthew setelah mendudukan diri di sofa.
Sejenak dad marcel menatap putranya yang sekarang tengah berwajah sendu. Entah karena apa.
"Soal pertunangan kamu dan Morena, apa tidak sebaiknya dilakukan secepatnya? kalau bisa sebelum Melvin menikah. Lucas barusan menelepon, menanyakan ini"
"Dad atur saja semuanya, aku akan mengikuti seperti yang kalian mau"
Jawab Matthew datar. beberapa tahun belakangan pertunangan selalu menjadi hal yang sering dibahas. Dia awalnya yakin mau menolak. Karena dia hanya menginginkan seorang wanita yaitu Angel. Namun melihat kejadian tadi, sepertinya dia memang harus mengikuti keinginan orang tuanya kali ini. pertunangan itu tidak dapat dihindari lagi, mengingat dia dan Morena sudah menjalani hubungan hampir delapan tahun. walau sebenarnya tidak ada sedikit pun perasaan cinta dalam hatinya.
"Kamu yakin?" tanya Dad Marcel ragu. karena selama ini Matthew sangat kekeuh menolak pertunangan itu. dengan alasan masih muda dan belum siap.
"Bukankah ini yang kalian inginkan. Kalau sudah selesai aku ke kamar dulu"
"Nak.." Mom Helena ingin mencegah Matthew namun pria itu sudah melangkah.
"Matthew!!!" bentak Dad Marcel
"kamu tidak menjawab mom, setidaknya jangan abaikan istriku kalau kamu lagi kesal.
"sorry dad, aku lagi lelah. Mom, nanti kita bicara lagi. Aku ke kamar dulu, mau istirahat" ucap Matthew tersenyum tipis pada wanita kesayangannya itu.
setelah Matthew menghilang dari pandangan mereka. Mom Helena mulai menghela napas panjang
"Sayang, apakah kamu tidak melihat tadi wajahnya seperti terpaksa? apakah pertunangan ini masih tetap di lakukan?"
Mom Helena sepertinya sangat peka dengan perasaan putranya saat ini.
"Honey, ini yang terbaik. Lagian dia mau nunggu apa lagi. Usianya sudah cukup dewasa untuk menikah. kamu mau dia terus liar di luar sana" Tutur dad Marcel yang membuat istrinya tidak menjawab lagi.
__ADS_1
memang benar, semenjak dijodohkan dengan Morena, Matthew kembali menjadi liar. dia keluar masuk klub malam hanya supaya Morena melihat satu sisi buruknya yaitu menyukai kebebasan. Namun hal itu justru di senangi Morena yang juga tidak suka dengan hubungan terkekang.
Matthew langsung menghempaskan diri ke kasur saat sampai di kamar. Dia perlahan memejamkan mata untuk menekan perasaan sesaknya. Namun dia merasa terusik dengan suara deringan ponsel. dia merogoh saku celana dan melihat si penelpon yang ternyata Morena. Dia mengabaikan panggilan itu karena tidak mau berdebat dengan gadis itu yang nanti malah semakin membuat dia pusing. ponsel itu terus saja berdering. Karena kesal dia menonaktifkan ponselnya. sementara Morena yang penggilannya diabaikan Matthew tidak merasa kesal sama sekali karena sekarang dia tengah bahagia mendapatkan informasi dari Uncle Marcel bahwa Matthew menyetujui pertunangan mereka. Akhirnya setelah sekian lama impiannya akan terwujud.
Malamnya, Matthew bertemu kedua sahabatnya di Club malam yang sering mereka datangi dulu saat SMA. Hingari bingar musik sudah menjadi kebiasaan bagi mereka. Wanita penggoda dengan aktivitas liar yang tidak tahu tempat pun sudah sering mereka lihat. Pesona mereka bertiga dari dulu hingga sekarang memang tidak dapat diragukan terbukti beberapa wanita penghibur dan penikmat cinta satu malam saat ini dengan suka rela menawarkan diri untuk mereka tiduri. Martin yang memang belum berkomitmen dan belum memiliki pasangan sudah memilih salah satu diantara wanita itu bahkan sekarang sudah duduk dengan pose menggoda di pangkuannya.
"cihhh, kau sungguh ingin menikmati sel*ngkangannya, kulihat kemarin dia bermalam dengan Albert di kamar atas"
Ujar Melvin pada Martin. dia mengingatkan pria itu bahwa dia tidak ingin meniduri wanita sembarangan apalagi yang bekas saingan si Albert yang sejak sekolah dulu selalu mengajak dirinya ribut.
"Pergilah " usir Martin pada wanita itu
"tapi kita belum menikmati malam yang indah ini baby" ujar wanita itu menggoda
"aku tidak suka bekas orang. pergi!"
dengan penuh Kekesalan wanita tadi berdiri dan Berjalan dengan menghentak kaki.
sementara dari sisi lain club itu, nampak seorang gadis cantik, bertubuh tinggi dan ramping menatap lekat wajah Martin. Seperti ada kerinduan dari Tatapan gadis itu. namun keberaniannya seakan menghilang sejak peristiwa yang membuatnya menjadi bahan Cacian satu sekolah delapan tahun lalu.
"paman menelepon mommy tadi sore. benar kau akan bertunangan dengan si cicak betina itu?" Tanya Melvin penuh keraguan pada Matthew
dia ingat betul, Morena tidak mau mandi dengan sembarangan air. Bahkan dia pernah bilang, air di Indonesia tidak cocok untuk kulitnya. Jadi dia akan mencari air yang sangat bersih untuk mandi. sungguh sangat aneh pikir Martin.
"ckk, itu keinginan mereka " Jawab Matthew kesal tidak semangat
"Bagaimana dengan Angel?" tanya Melvin lagi.
"sudah terlambat. sudah di lamar orang " ada mimik sendu dari wajah Matthew saat mengatakan itu. Hal itu bisa dilihat juga kedua sahabatnya
"whatttt dilamar? Sama siapa?" Teriak Melvin kaget.
"Nggak usah lebay deh. bisa budek nhi kuping dengar suara kamu kayak toa gitu" ujar Martin dengan kesal. orang yang dia maksud malah tidak peduli sama sekali.
"Matt, aku tanya dijawab dong. Angel di lamar siapa?" Melvin bertanya sekali lagi karena melihat Matthew ogah-ogahan menjawabnya.
"exel" singkat Matthew
"kapan dan dimana? bagaimana kau tahu" kepo Melvin penasaran
__ADS_1
"kau ini kepo sekali " sindir Martin yang merasa sahabatnya itu jiwa keponya lebih dari para perempuan yang hobinya rumpi no secret.
"Diamlah. kau juga penasaran kan" ketus Melvin pada Martin.
"Matt, kok malah tiduran, dijawab dong " paksa Melvin yang kini melihat Matthew tiduran di sofa.
"di resto MU, tadi siang" Jawab Matthew menutup mata dengan tangannya.
"kamu yakin, dia dilamar" Tanya Martin ragu.
"hemm" Matthew hanya berdehem mengiyakan
"Dan Angel menerimanya" Jiwa kepo Melvin seperti menular ke Martin. Sekarang dia malah sangat penasaran dengan cerita Angel di lamar
"apa lagi artinya menerima cincin dan mengecup kening kalau bukan menerima " Jawab Matthew masih tiduran.
"karena itu kau menyetujui bertunangan?"
"iya"
"jangan buru-buru Matt, bilang bibi dan paman, setelah aku menikah baru kamu tunangan " tutur Melvin. Pria itu seperti merasa keberatan dengan pertunangan Matthew.
"ya aku rasa memang sebaiknya gitu Kau masih punya waktu untuk mikir lagi" timpal Martin yang juga ikut kaget dan ragu.
"Iya aku akan mengatakannya nanti" Jawab Matthew tidak semangat.
mereka kemudian menikmati beberapa botol minuman sebelum akhirnya pulang dalam keadaan mabuk. Melvin di jemput calon istrinya Diana, Matthew dan Martin di hantar sopir ke Apartemen Matthew.
Dua hari setelahnya, Matthew dikejutkan dengan kedatangan Morena. Gadis itu bahkan langsung berkunjung ke perusahaan dan tidak mau langsung ke rumah. Padahal Matthew masih sangat sibuk karena baru dua hari mulai aktif bekerja di perusahaan Dirgantara.
"Sayang, aku kangen" Ujar Morena dan langsung memeluk Matthew manja bahkan di depan para karyawan.
"Apa yang kau lakukan di sini " Matthew bertanya dengan kesal. Dia merasa kedatangan Morena pastikan akan merecoknya nanti.
"tentu saja karena aku kangen. kamu bahkan tidak pernah menelepon begitu sampai di Indonesia "
Matthew tidak menanggapi justru berjalan menjauh dari situ.
kedatangan Morena memang menarik perhatian semua karyawan Perusahaan. Mereka yakin Morena adalah kekasih Matthew. Mereka terlihat serasi menurut mata yang melihat .
__ADS_1