
Tidak terasa hari-hari begitu cepat berlalu. kini sebulan menjelang pernikahan. persiapan menyambut hari bahagia itu kini sudah mencapai delapan puluh persen. semuanya berjalan dengan lancar, desain undangan pernikahan telah selesai dilakukan tinggal mencetak dan disebarkan. totalnya sebanyak seribu undangan. itupun tidak semua kenalan jauh mereka undang. hotel resepsi tidak perlu lagi dipikirkan, karena akan menggunakan hotel milik keluarga Dirgantara.
WO juga sudah mulai mensurvei lokasi untuk melihat akan seperti apa lokasi resepsi agar disesuaikan dengan tema yang dipilih kedua mempelai. begitpun pengerjaan gaun pengantin kedua mempelai sudah hampir selesai. Untuk souvenir pernikahan, Angel dan Matthew memilih jenis souvenir Handuk dan jam tangan. Para bridesmaid sendiri diambil dari empat orang sepupu Angel dari pihak keluarga papanya.
siang ini, Angel tengah berada di mall bersama sahabatnya Bestie. Sahabatnya tengah sedih karena setelah dua bulan lebih menikah belum juga ada tanda-tanda dirinya hamil. Padahal sudah sangat berharap memiliki bayi kecil untuk melengkapi kehidupan keluarga mereka.
"beb, sebenarnya aku tidak mengetahui secara pasti bagaimana perasaan kamu saat ini. tapi sebagai sahabat, aku ingin bilang mungkin Tuhan masih belum memberi rejeki itu saat ini. Bersabarlah sedikit lagi" Angel mencoba menenangkan sahabatnya yang kini tidak bersemangat memakan pasta pesanannya.
"Lagipula bukankah Noval, mertua dan juga orang tua kamu tidak menuntut segera ingin kehadiran anggota keluarga baru. kalian baru juga dua bulan menikah. dari yang aku baca beb, apabila calon ibu stress itu juga akan menjadi faktor penghambat kehamilan"
Lanjut Angel dengan berharap sahabatnya itu bisa sedikit mengurangi perasaan sedihnya juga pikirannya terbuka. walau dia juga belum berpengalaman dalam hal ini.
mendengar penuturan Angel, pikiran bestie pun perlahan terbuka. rupanya selama ini dia saja yang tidak sabaran tanpa tahu dengan jelas apa saja yang mesti dilakukan untuk menjadi seorang calon ibu.
"Iya beb, kau benar. mungkin aku terlalu bersemangat sampai lupa apa yang mesti aku persiapkan untuk menjadi seorang ibu. Salah satunya menghindari stress. Makasih beb, sudah mengingatkan ku"
akhirnya Angel lega setelah mendengar respon baik dari sahabatnya. Mereka pun melanjutkan acara makan siang dengan lahap. Setelah menghabiskan Makanan, mereka lanjut dengan berbincang selama kurang lebih dua jam. Karena sorenya pasangan mereka, yaitu Noval dan Matthew menjemput keduanya di sana. hingga akhirnya Noval sampai lebih dulu. mereka berbincang sebentar sebelum akhirnya kedua sahabatnya itu pamit pulang duluan. sementara angel masih menunggu Matthew yang sedang dalam perjalanan.
sambil menunggu, Angel membuka akun media sosial nya. di sana, dia sedikit terkejut dengan munculnya beberapa berita di beranda.
berita itu tentang Vivi yang tiba-tiba mendadak menghilang dari dunia hiburan dan juga membatalkan sejumlah kontraknya dari dunia model.
ada yang menduga gadis itu sedang ingin istirahat dari dunia model, bahkan ada juga yang menduga vivi hamil di luar nikah dan malu untuk kembali pada pekerjaannya saat ini, ada juga spekulasi Vivi diam-diam sudah menikah dan suaminya melarang untuk kembali menjadi model.
sebenarnya Angel tidak mau tahu apa yang terjadi, hanya saja, ada beberapa media gosip dalam negeri yang memberitakan terakhir kali Vivi terlihat bersama Martin di klub malam dan mereka sedang bertengkar. tidak ingin semakin jauh melihat berita-berita itu, angel kemudian keluar dari Laman media sosialnya dan memutuskan untuk menunggu Matthew tanpa bermain ponsel.
saat ini ia tengah memperhatikan situasi dalam resto tempat ia berada. tanpa sengaja Matanya melihat sosok yang cukup familiar, walau memakai topi sosok itu dari samping nampak jelas dalam penglihatannya.
ya, sosok itu adalah Vivi, orang yang baru saja heboh diberitakan dalam media online dalam dan luar negeri. Gadis itu sedang makan dalam keadaan terburu-buru dan nampak waspada. sesekali membenarkan posisi topinya. namun Angel juga melihat Vivi seperti sedang mengusap perutnya. mungkin sakit perut atau kekenyangan pikir Angel.
Saat masih serius melihat gerak-gerik vivi, Angel tidak sadar Matthew sudah berada di sampingnya saat ini.
"Sayang, sedang lihat apa sih. serius banget" Ujar Matthew yang seketika mengagetkan Angel.
"eehhh, kakk, sejak kapan berada di sini?"
tanya Angel sambil memegang dadanya yang menunjukkan bahwa dia kegat dengan kehadiran Matthew.
"sejak kamu serius menatapnya" Jawab Matthew datar sambil menunjuk ke arah vivi. bukan marah tapi lebih ke perasaan lega. Karena sebelum ke situ, Martin sempat menghubungi Matthew sedang kalang kabut mencari Vivi. akhirnya Martin mengakui, gadis yang dia tiduri hampir dua bulan lalu adalah vivi. belakangan, gadis itu selalu menolak ketika dia berusaha untuk bertemu.
"berita tentang dia heboh di media sosial, tanpa sengaja aku melihatnya disini"
alasan Angel, Matthew tersenyum manis dan mengelus sayang pipi gadisnya. dia kemudian mengambil posisi duduk di samping Angel. sambil menggenggam, tangan gadisnya, Matthew merogoh ponsel dalam saku celana.
"sabar ya sayang" ujar Matthew sambil kemudian seseorang.
"Hallo, dia di sini. Mall S, lantai 3. Restoran khas Italia. cepat sebelum kamu kehilangan jejak lagi" setelah mengatakan itu matthew menutup sambungan telepon dan menatap Angel yang juga melihatnya dengan ekpresi bingung juga bertanya. Tentu Matthew merasa gemas, karena Angel tanpa sadar memonyongkan bibirnya, karena merasa diabaikan Matthew.
"aku barusan menelepon Martin, dia sedang mencari gadis itu" jelas Matthew seraya menujuk pelan ke arah Vivi.
__ADS_1
"Sebaiknya kita duduk membelakanginya" lanjut Matthew justru membuat Angel semakin penasaran
"kenapa?" tanya Angel singkat.
Matthew pun menceritakan segala hal yang terjadi.
mulai dari kejadian Martin dan vivi menghabiskan malam panas bersama. lebih tepatnya Martin memperkosa Vivi. Namun vivi menolak untuk ditemui Martin. Martin ingin tahu apakah gadis itu hamil atau tidak. karena malam itu Martin tidak menggunakan pengaman. tidak terhitung berapa kali dia menembak cairan bibit unggulnya ke rahim Vivi.
mendengar itu, Angel kaget. tentu dia merasa kasihan juga bingung kenapa vivi menghindari Martin.
tidak lama setelah itu, mereka melihat dari arah pintu masuk resto Martin berjalan menuju ke arah meja Vivi. pria itu sekilas melambai ke arah mereka. Matthew pun segera meraih tangan Angel untuk pergi dari sana. tugasnya sudah cukup sampai di situ.
"kenapa pergi, bagaimana kalau mereka bertengkar?" Angel bertanya dengan rasa khawatir.
"tenang sayang. Martin bukan tipe orang yang emosinya gampang meledak di tempat umum. semua akan baik-baik saja"
Angel mengangguk mendengarnya walau dia masih menoleh ke belakang.
"pulang yuk. pengen makan soto daging buatan mama Vita" ujar Matthew manja seraya memegang perutnya.
"yukk, aku juga lapar lagi kak"
akhirnya mereka segera pulang menuju resto Selera kita. karena Matthew ingin menikmati semangkuk soto daging di sana.
perjalanan menuju resto mereka isi dengan obrolan ringan.
"setelah menikah nanti, kakak ingin dipanggil apa?" Tanya Angel karena mengingat ucapan Martin tempo hari.
"memangnya mau aku panggil kakak terus?"
"tidak masalah. yang penting sudah pasti kamu hanya milikku seorang dan hanya mencintai ku" Jawab Matthew yakin dan penuh percaya diri.
"percaya diri sekali" ledek Angel yang membuat Matthew merengut kesal.
"memang ada pria lain yang kamu cintai selain aku, sayang?" tanya Matthew takut-takut.
"tentu saja ada" Angel rupanya ingin mengerjai calon suaminya itu
ckittttt
Matthew mendadak menghentikan mobil hingga hampir saja membuat jidat Angel mencium dasboard mobil.
"siapa?" tanya Matthew cepat juga penuh aura cemburu.
"ihhh kak, kau ingin membuat kita celaka"
"maaf sayang, habisnya kamu buat kakak cemburu dan juga kaget. Jawab dulu siapa orangnya?
"orang siapa?" tanya Angel pura-pura lupa.
__ADS_1
"jangan pura-pura lupa sayang. Jawab, siapa pria itu?"
"kasih tahu nggak ya?" ucap Angel sambil pura-pura mikir.
"Sayang, ayo kasih tahu. kalau tidak aku cium sampai bibi kamu bengkak, mau, hmm?"
tentu saja Angel tidak mau, bisa-bisa bibirnya akan membengkak hingga esok hari.
"orang itu, tentu saja, Alm. papa ku kak" Jawab Angel cepat karena kini Wajah Matthew bergerak mendekatinya.
cletakk
Matthew menyentil kening Angel.
"jahil banget sih. senang ya bikin aku hampir mati karena cemburu hm, sepertinya kamu harus benar-benar dikasih hukuman sayangku "
tanpa mau menunggu respon Angel Matthew dengan segera ******* bibir manis nan candu milik Angel, menghisap bibir atas dan bawah secara bergantian, napas keduanya saling memburu. rasanya naf*su Matthew sudah mencapai ubun-ubun. Dengan rakus dia terus menyedot nikmat dan kenyal rasa bibir gadisnya. hingga bunyi klakson mobil di belakang mereka membuat tautan kedua bibir itu terlepas. Dan sekarang benar saja. bibir Angel kini memerah dan nampak bengkak. sambil kembali melanjutkan perjalanan, Matthew terkekeh melihat hasil kerja kerasnya di bibir Angel. sementara gadis itu kini nampak cemberut. pertanyaan soal panggilan setelah menikah tadi justru tidak mendapat jawaban, malah Angel merasa kapok dan kedepannya berpikir berkali-kali untuk mengerjai kekasihnya.
walaupun sebenarnya dia juga sangat menikmati ciuman panas itu. Bahasa tubuhnya juga menginginkan hal yang lebih sama seperti Matthew.
"sayang" Panggil Matthew dengan terus tersenyum melihat Angel yan gmasih cemberut dan bersedekap.
"hmm" gumam Angel tanpa mau melihat Matthew
"sayaannngg" sekali lagi Matthew memanggil Angel dengan nada panjang.
"hmmmm" Angel masih saja berdehem. Matthew terkekeh gemas melihatnya.
"panggil aku hubby setelah kita menikah" Jelas Matthew yang sontak membuat Angel menoleh ke arah pria itu dan bersuara.
"hubby?"
"Iya istriku "
"haaaa... ihsss kak, kau mengerjai ku ya"
Matthew terbahak-bahak setelah membalas gadisnya. tapi demi apapun dia benar-benar suka saat Angel memanggilnya hubby.
"serius kakak ingin di panggil hubby?" tanya Angel mencoba meyakinkan
"Iya istriku "
"Issh kak. serius!"
"Iya istriku "
"pokoknya aku ngambek" cemberut Angel dan memalingkan wajahnya
Matthew rasanya semakin tidak tahan untuk terus tertawa. gadisnya itu sangat lucu saat digoda olehnya.
__ADS_1
Kebahagiaan sederhana seperti ini yang Matthew dambakan setelah menikah nanti. baginya berdua saja asal seperti ini sudah sangat cukup. memiliki anak adalah bonus untuk melengkapi Kebahagiaan itu.