Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Proses Penyembuhan


__ADS_3

2 Bulan Pasca kejadian yang menimpa Angel, ada banyak cerita yang terjadi. Angel belajar di rumah dengan mendatangkan guru dari sekolah, sudah dapat dimintai keterangan sebagai korban oleh pihak kepolisian setelah dia siap dan merasa mampu melihat orang, walau hanya beberapa orang saja. Ada Bestie dan Noval yang turut membantunya. Mama vita selalu berada di sisinya untuk memberi support, cinta dan kasih sayang. Tante kirana dan suaminya hampir tiap hari berkunjung, begitu pun dengan orang tua noval yang beberapa kali mengunjungi Angel. Matthew menjadi sosok yang sangat berjasa ada proses penyembuhan Angel. Bahkan saat Angel memberi keterangan kepada polisi, Matthew berada di sisinya dan menggenggam tangannya seraya selalu tersenyum hangat dan mengangguk menguatkan. Hal ini terjadi karena Angel butuh dukungan, dia tidak mau kejadian 5 tahun silam kembali terulang dimana gadis sepuluh tahun sebagai korban, dengan ketakutan memberi keterangan namun polisi tidak mempercayai, karena pelaku dibantu orang dalam untuk tidak disalahkan. Saat kejadian itu, Angel sendiri dan hampir dilecehkan. tidak ada orang lain di sana, syukurnya belum sempat pelaku melecehkan Angel, terdengar pintu depan di ketuk dan ada suara yang berteriak memangil Angel. Itu adalah suara mama vita. Saat itu pelaku meras kesal dan mengancam Angel untuk tidak mengatakan apapun kepada mamanya. Ketika pintu di muka, Angel keluar, berlari memeluk mamanya dan menangis, dia ketakutan dan tidak mampu bicara hingga pingsan. Mama vita merasa ada yang janggal dengan putrinya. Apalagi setelah menyadari di rumah tersebut hanya ada Angel dan suami dari tetangganya. Setelah Angel siuman dan ditenangkan, Dia berani berbicara bahwa dia diperlakukan tidak senonoh oleh om Beni tetangga mereka. Mama vita tidak terima dan melaporkan Pelaku ke polisi, mereka juga sempat melakukan pemeriksaan fisik terhadap Angel ke klinik, di sana ada bukti kekerasan fisik seperti memar di lengan, wajah dan paha. Itu bisa dijadikan barang bukti. Namun ternyata orang kaya dengan uang bisa meloloskan diri. Awal mendengar kisah ini, Matthew sangat geram dan ingin menghajar pelaku. Namun dia juag berusaha tenang agar tidak menimbulkan ketakutan bagi Angel.


Selama dua bulan ini, ada berbagai cerita yang sudah Matthew dan Angel rangkai bersama. Melvin dan Martin juga beberapa kali berkunjung dan tidak sesering Matthew yang hampir menginap di rumah Angel. Mama vita sebenarnya sejak awal ingin bertanya mengenai siapa Matthew dan kenapa dia begitu perhatian kepada putrinya. Namun dia urungkan karena fokus ke penyembuhan Angel yang dinilai begitu cepat karena setelah dua bulan di mau keluar rumah dan tersenyum kepada orang yang mengunjunginya. Matthew berada di sana selalu membantu Angel belajar, meskipun sudah ada guru dari sekolah dan Bestie serta Noval yang tidak pernah absen ke rumah. Matthew juga sering membawa Psikiater ke sana, serta selalu berusaha membuat Angel percaya akan dirinya bahwa dia wanita yang kuat dan sanggup untuk melawan rasa takutnya. Kebersamaan ini yang membuat mereka semakin dekat selama dua bulan terakhir. Angel bersyukur, saat itu Matthew datang bagai malaikat untuknya dan entah kenapa, dia bahkan tidak merasa canggung lagi saat berdua dengan pria tampan tersebut.


Matthew yang akhir akhir ini sering ke rumah Angel yang menyita banyak waktu berduanya dengan Laras hingga gadis itu menjadi kesal dan marah.


"Sayang, hari ini kencan yuk? Sudah lama kita nggak jalan dan mesraan berdua" Ajak Laras saat mereka di parkiran dan hendak pulang.


"Aku sibuk Ras" Jawab Matthew singkat.


"kamu sibuk apa. kok akhir akhir-akhir sering melamun, telepon nggak diangkat, kalau pun angkat alasannya selalu sibuk. Kamu berubah Matt" Tutur Laras dengan mulai terisak. Dari dulu ini senjata yang paling sering dia gunakan untuk membuat Matthew lulu. Namun kali ini dia salah karena Matthew memilih masuk dalam mobil tanpa mempedulikan rengekannya. Sebenarnya Matthew mulai muak. Laras ini bermuka dua. Di lokasi syuting dia bermesraan dengan pacar artisnya hingga check in hotel.


"kamu mau pulang atau tetap di situ? tegas Matthew


"drama" Kata melvin yang tiba-tiba nongol dengan Martin yang dibales tatapan kesal oleh Laras.


"Sana Masuk, sebelum ditinggal kamu sama si cecenguk" lanjut Martin dengan terkekeh. Mereka tahu, Laras ini dari dulu paling suka mendrama keadaan. Tapi entah kenapa mereka tetap berteman sedari dulu bahkan sudah seperti saudara. Di dalam mobil Laras masih kesal terhadap Matthew. Belakangan mereka hampir tidak pernah hang out berdua karena kesibukan masing-masing. Laras dengan dunia artisnya sibuk merampungkan projek film baru sementara Matthew Banyak menghabiskan waktu di rumah Angel.


"Matt, ke apartemen yuk"


"Aku sibuk Ras"


"Tapi aku kangen sama kamu matt"


"ini kan sudah ketemu"

__ADS_1


"Tapi aku ingin berduaan sama kamu, memangnya kamu nggak kangen sama aku"


"Ras, please" Matthew tidak peduli Laras yang marah dan kesal terhadapnya. Dia tahu arah pembicaraan Laras yang ingin berduaan dengannya, biasanya mereka akan menghabiskan waktu di apartemen Matthew dengan kegiatan dewasa yang belum seharusnya dilakukan. saling berciuman panas, menyentuh satu sama lain dengan bebas meski belum masuk keintiman yang lebih dalam. Entah kenapa Matthew sekarang merasa risih bahkan jijik kalau membayangkan kegiatan yang selama ini dibuatnya bersama Laras setelah mengetahui Laras check in di hotel bersama teman artisnya yang setelah dicari tahu adalah patner kerja Laras.


Setelah mengantar Laras, Matthew pulang ke rumah. Hari ini ada jadwal latihan boxing bersama 3M sekawan. Rencananya, sore ini dia akan ke rumah Angel. Rasanya dia selalu rindu gadis itu jika mengingat kebersamaan mereka dua bulan terakhir ini. Membayangkan saja sanggup membuat dia senyum tidak jelas seperti orang gila. Dia belum pernah merasakan perasaan sedalam ini sebelumnya. Bahkan bersama Laras. Sejak berpacaran dia tidak merasakan kerinduan mendalam, tidak posesif dan juga tidak khawatir kalau Laras jauh darinya. Tapi semua rasa itu justru ada saat mulai mengenal seorang gadis manis bernama Angel.


"Siang Mom" Sapa Matthew sembari mencium tangan mamanya yang sedang membaca majalah di ruang keluarga.


"Siang, nak" balas mom Helena sembari mengulur tangan menyambut salaman putra tersayangnya.


"Dad tidak pulang makan siang di rumah. Ada pertemuan dengan rekan bisnisnya. Jadi mama tunggu kamu untuk makan bersama. Kamu belum makan di luar kan?"


"Belum mom. Dan sudah berapa kali Matt bilang, mom nggak harus nunggu aku pulang untuk makan. Jangan tahan lapar mom. Aku nggak mau mom sakit"


"Mom tadi sempat makan cake, jadi ya belum lapar-lapar banget. Sudah sana, ganti baju, mom siapkan makanan dulu" Matthew mengangguk dan berlalu ke kamarnya. Setelahnya dia menuju meja makan. Di sana sudah ada Mom Helena yang menyajikan menu kesukaan Matthew yaitu ayam goreng mentega dan tumis brokoli. Mereka menikmati menu makan siang diselingi obrolan ringan.


"Nggak kok ma. Biasa, cuma ngumpul bareng teman saja dan main ke rumah Melvin dan Martin.


"Jangan merahasiakan apapun dari mom dan dad, oke?


"Oke mom"


Mom Helena sengaja memancing kejujuran anaknya karena dia dan suaminya mendengar laporan dari sekolah kalau Matthew merekomendasikan guru untuk memberikan privat belajar bagi seorang siswi yang tengah mengalami musibah. Mereka tidak marah, justru mereka senang Matthew melakukan upaya kebaikan untuk menolong temannya di sekolah. Hanya saja mereka belum pernah melihat Matthew begitu antusias menolong teman selain orang-orang terdekatnya seperti keluarga, 3M sekawan dan juga Laras. Apalagi ketika mendengar orang yang dibantu adalah seorang gadis. Mereka merasa ada yang disembunyikan oleh putra mereka. Tapi mereka tetap percaya, apapun tindakan Matthew kalau untuk kepentingan membantu sesama.


Tepat pukul 3 Sore 3M sekawan tengah latihan Boxing. Ini bukan hanya sekedar gaya hidup dan kesehatan serta kebugaran melainkan kebutuhan untuk perlindungan diri, mengingat mereka selalu berhadapan dengan orang-orang yang mengajak adu jotos.

__ADS_1


"Sore ini kamu ke rumah Angel?" Tanya Melvin pada Matthew.


"Iya. Kenapa?"


"Gercap banget ya rupanya kamu untuk memenangkan taruhan kita" Matthew tidak menanggapi, Karena dia sejak awal tidak mendekati Angel karena kepentingan memenangkan uang taruhan. Dia bahkan memiliki lebih banyak dari yang ditaruhkan. Taruhan itu dibuat Melvin karena memang saat itu dia butuh uang untuk membeli kapal pesiar yang memang sejak lama diincarnya. Dia bisa saja membeli lagi dengan uangnya namun, seminggu sebelumnya dia baru saja membeli motor sport, pasti akan diomeli oleh sang momy kalau dia mengeluarkan uang 3 miliar untuk membeli kapal tersebut. Apalagi ATM kesayangan sedang disita Dady karena ketahuan mabuk di Club.


"aku juga akan ke sana" kini Martin ikut masuk ke pembicaraan Matthew dan Melvin.


"Kemana" tanya Melvin dengan begonya. Harusnya dia sudah tahu arah pembicaraan ini.


"Tentu saja ke rumah Angel. Kamu nggak Ikut?"


"4 Miliar masih prioritas ku. Tentu saja aku juga ikut"


" Dasar mata duitan" sindir Martin


"Hei jangan salah. Nanti kalau kapal pesiar itu jadi milikku, kamu juga pasti mengemis padaku untuk dipakai kencan dengan Kekasihmu" Melvin balas menyindir Martin. Matthew yang mendengar itu menjadi Jengah hingga memutuskan untuk ke kamar dan bersiap ke rumah Angel.


"Hei Matt, kemana? ini belum selesai" teriak Melvin. Martin juga menyusul keluar


"Eh kalian mau kemana sih"


"Masih mau 4 miliar?" tanya Martin. Melvin mengangguk dengan bego.


"Ya udah ayo" lanjut Martin yang membuat Melvin tahu tujuan mereka selanjutnya yaitu ke rumah Angel.

__ADS_1


"Ahaaaaa... Adik Angel yang manis seperti rabit rabitt , tunggu di sana, kakak akan segera datang mengapel" Melvin berteriak dengan tingkah kekanakan yang membuat Martin menggeleng Jengah.


__ADS_2