
Malam menjelang, kini Angel telah bersiap menuju hotel tempat resepsi pernikahan kedua sahabatnya. Malam ini dia akan bergandengan dengan sang mama. tiba di tempat tujuan, Acara telah dimulai beberapa saat yang lalu, artinya Angel dan mama vita sedikit terlambat.
memasuki gedung acara, Kedua wanita beda generasi itu sempat mencuri perhatian para tamu undangan. sama-sama cantik hingga membaut mata para kaum adam menatap tidak berkedip, khususnya melihat Angel yang begitu anggun malam ini. Keduanya menggunakan dress dengan warna yang sama namun dalam bentuk yang berbeda. Angel menggunakan bodycon dress bentuk sabrina berwarna maroon sementara mama vita menggunakan length dress berwarna maroon juga. keduanya langsung menghampiri kedua mempelai untuk memberi ucapan selamat.
di atas panggung, nampak Ketiga sahabat itu menitikkan air mata haru dan bahagia saat menatap satu sama lain.
"selamat ya. bahagia selalu dan jangan lupa aku tunggu kado keponakan" ucap Angel seraya memeluk kedua sahabatnya itu.
"terima kasih little rabbit untuk segalanya. doakan saja. semoga keponakan kamu segera ada dalam sebulan ke depan " ujar noval tanpa saring yang membuat Bestie tersipu malu.
"beb, terima kasih. tidak menyangka semua akan berjalan seperti ini. Aku bahagia beb. terima kasih sudah menjadi bagian dari cerita ini" tutur bestie dengan mata berkaca-kaca yang disambut pelukan hangat oleh Angel.
"kembali kasih. kalian berdua adalah sahabat ku. aku turut bahagia melihat kalian bahagia seperti ini. jawab angel tulus. mereka kembali berpelukan hangat. setelah beberapa saat pelukan itu terlepas. Angel memberikan sebuah tas kado untuk kedua sahabatnya. mama vita juga turut memberikan ucapan selamat kepada kedua sahabat putrinya yang sudah seperti anak untuknya.
setelahnya, mama vita dan Angel bergabung di kursi undangan. nampak dari jauh Angel melihat Exel berjalan ke arahnya sambil menggandeng seorang gadis cantik yang membuat jidat gadis itu berkerut. bukan karena cemburu melainkan dia sedikit bingung siapa wanita yang digandeng sahabatnya itu.
"Hei, ngel, tan. malam" sapa Exel begitu sampai di depan Angel dan mama vita.
"malam semua " ucap gadis yang digandeng exel ikut memberi salam dengan tersenyum manis. gadis itu berkulit eksotis khas Indonesia. sangat manis dengan mata bulatnya.
"selamat malam juga" kompak Angel dan mama vita .
"oh yeah, Angel, tan. kenalin ini Cristy temanku" jelas exel tanpa diminta yang membuat rasa penasaran Angel terjawab begitu juga dengan mama vita.
"Cris, ini Angel teman ku dan tante vita mamanya" kenal exel pada wanita di sampingnya.
"hallo, Angel, tante. saya Cristy. teman Exel. senang bertemu dan berkenalan" ujar Cristy memperkenalkan diri dengan ramah.
"hei, Cristy saya Angel dan ini mama saya" respon Angel seraya bersalaman dengan gadis yang bernama Cristy tersebut diikuti mama vita.
"wah ternyata Angel jauh lebih cantik dari yang kamu ceritakan ya exel. pantesan kamu selalu menggebu dan bahagia saat membicarakannya" tutur Cristy gamblang yang membuat Exel salah tingkah karena ketahuan sering menceritakan Angel kepada gadis di sampingnya yang merupakan teman masa kecilnya.
sementara angel yang mendengar itu sebenarnya sedikit kaget namun tetap berusaha untuk tersenyum biasa saja seolah tidak merasakan apapun begitu juga dengan mama vita.
Sementara di Meja tamu bagian lain, nampak Mata tajam Matthew sedari tadi menyoroti Angel semenjak gadis itu datang hingga kini mengobrol dengan exel bersama seorang gadis lainnya yang digandeng exel. pria itu bertanya-tanya, kenapa Angel tidak cemburu atau marah melihat exel membawa gadis lain di sana dan malah mengajaknya mengobrol dengan Angel dan mama vita. ataukah Angel pura-pura baik-baik saja. tidak bisa dibiarkan. bukankah pria itu sudah melamar Angel. lalu siapa wanita gandengan pria itu sekarang. kenapa mereka terlihat lebih mesra bahkan tertawa bahagia bersama.
Matthew merasa exel keterlaluan mempermainkan perasaan Angel. padahal dia sudah merelakan wanita yang teramat dicintainya itu untuk bahagia bersama Exel. namun pria itu justru secara terang-tegangan membawa gadis lain ke hadapan Angel dan mama vita.
maka saat dia melihat exel berjalan ke arah toilet. dia dengan segera mengikuti pria itu.
"mau kemana?" Tanya morena penasaran
"bukan urusan kamu" Jawab Matthew
__ADS_1
"Kalau begitu aku ikut" rengek morena yang membuat Leo yang di sampingnya memasang wajah jengah apalagi si Matthew.
"mau ke toilet, buang air besar. mau ikut?" ujar Matthew berbohong walau sebenarnya dia juga akan ke toilet namun dengan tujuan lain.
mendengar Jawaban Matthew , Morena segera menggeleng cepat karena merasa jijik masuk di toilet umum. orang tua Matthew yang juga ada di situ melihat interaksi kedua anak muda itu dengan tenang tanpa berniat ikut campur.
Matthew akhirnya beranjak dari sana dan menunggu dengan tenang exel di pintu luar toilet pria. sepertinya dia benar-benar sungguh-sungguh akan memberi ketegasan pada exel nanti dan entah dengan cara apa, itu hanya Matthew yang tahu.
tidak berselang lama, exel keluar dan kaget melihat Matthew bersandar sambil bersedekap di depan toilet. pria itu nampak menatapnya tajam seolah ingin menelan exel hidup-hidup.
"ikut aku" Ujar Matthew tanpa basa basi dan terkesan seperti memaksa.
exel yang sebenarnya kaget tetap mengikuti langkah Matthew karena dia pun sebenarnya penasaran dengan keberadaan Matthew di sana
begitu tiba di lorong yang cukup sepi, Matthew menghentikan langkah dan segera balik. tanpa ba bi bu dia melayangkan satu bogeman ke wajah exel yang membuat pria itu kaget dan terjungkal.
"bughhh" Matthew memukul exel dengan kuat. tentu saja rasa sakit menjalar ke wajah pria itu terbukti dengan keluarnya darah dari sudut bibirnya karena sedikit robek.
"apa-apaan kamu, sialan?" tanya exel marah dan kaget dengan tindakan Matthew
"kamu yang sialan. apa maksud kamu membawa gadis lain ke hadapan Angel. aku bahkan sudah rela merelakan dia untuk kamu. kenapa kamu terang-teranangan selingkuh di depan dia, haaaa?! bentak Matthew tak kalah emosi.
ucapan Matthew membuat Exel bingung. maka dengan perlahan berdiri dia juga mencoba mencerna ucapan pria itu.
"Iya. bukankah kamu sudah melamar angel. lalu kenapa kamu selingkuh, sialan!" Matthew berucap dengan nada emosi.
"melamar?" exel kembali bertanya dengan sedikit kebingungan
"Iya. kamu sudah melamar Angel kan. aku melihatnya sendiri waktu itu di restoran seafood bintang lima tepatnya di basemant. sekarang kamu malah pura-pura tidak ingat, sialan kau!"
tutur Matthew semakin emosi dia menarik kerah kemeja exel hingga pria itu sedikit tercekik. dia sepertinya sangat marah karena exel mempermainkan perasaan Angel.
Exel yang sedari tadi bingung dan berusaha mencerna setiap perkataan Matthew kini perlahan mengerti ke arah mana pembicaraan pria di depannya itu. maka exel pun menjawabnya dengan tertawa yang justru membuat Matthew semakin kesal dibuatnya.
"hehehehhe " tawa exel
"kenapa kamu malah ketawa sialan?"
"lepasin!" dengan sekuat tenaga dan gerakan cepat exel menghempas tangan Matthew hingga membuatnya bebas dari rasa tercekik.
"Kalau kamu menuduh ku selingkuh dari Angel, itu sama sekali tidak benar. karena kami tidak pernah bersama sebagai pria dan wanita yang saling mencintai. dia tidak pernah menerimaku. apalagi lamaran itu. tidak sama sekali " Jawab exel menjelaskan dengan nada yang awalnya tegas namun perlahan lirih karena kembali merasakan perihnya perasaan saat di tolak oleh Angel untuk kesekian kalinya.
"apa maksud kamu" tanya Matthew yang kini kebingungan
__ADS_1
"pikir saja sendiri " dan satu lagi harusnya aku yang menghajar kamu sampai babak belur. pria brengsek seperti kamu tidak seharusnya dicintai dan ditunggu oleh gadis baik seperti Angel. kamu bahkan terlihat lebih cocok bersama wanita yang selalu menempel sama kamu. sama-sama liar dan tidak peka" ujar Exel yang emosi dan dengan sekuat tenaga dia melayangkan satu bogeman ke pelipis Matthew yang membuat pria itu mundur beberapa langkah karena tidak siap menerima serangan exel.
"bughhhh"
"anggap saja itu sebagai balasan untuk rasa sakit yang Angel rasakan bahkan setelah delapan tahun berlalu. kau terus menyakitinya sialan "
setelah mengatakan itu, Exel segera pergi dari sana. meninggalkan Matthew dengan segala perasaan berkecamuk dan kebingungan yang kini mulai terjawab dalam pikirannya.
satu yang pasti dia tangkap dari Ucapan Exel
'Angel tidak pernah menerima exel dan lamaran itu juga tidak'
itu berarti selama ini dia sudah salah sangka terhadap gadisnya itu.
kini perasaan bersalah dan rindu yang menggebu melebur menjadi satu dalam pikiran dan dada Matthew.
Angel-nya tidak pernah berhenti memikirkan dirinya, benarkah memang begitu? seperti maksud perkataan exel tadi?
"ya Tuhan, Matthew, kau bodoh, sangat bodoh. kau bahkan membuatnya kesakitan kemarin. sial "
ujar Matthew yang memarahi dirinya sendiri
"Sayang maafin aku" Matthew kembali bermonolog atas perasan bersalahnya.
dengan langkah lebar dia kembali ke ruangan resepsi tadi. setibanya di sana, mata elangngya menyoroti setiap sisi ruangan mencari seseorang. dan ketemu.
perasaan rindu, cinta dan sayang kini semakin menumpuk dalam dada Matthew melihat bagaimana manisnya Angel bercerita, tersenyum dan bersenda gurau bersama mama vita, dan orang tua kedua pengantin.
hingga dengan penuh keyakinan dia menuju dimana gadisnya berada.
"permisi" sapa Matthew begitu sampai di sana.
Angel, mama vita dan orang tua dari para pengantin sontak menoleh kompak. beberapa di antara mereka memasang wajah Bingung namun tetap menjawab sapaan Matthew. tidak terkecuali Angel. dia sebenarnya sangat menghindari untuk bertemu dengan pria di hadapannya itu. yang sayangnya perlahan-lahan membuatnya rindu.
"boleh saya bicara dengan Angel sebentar?" Tanya Matthew seolah meminta Izin pada orang-orang di sana.
"silakan " Jawab mama vita yang entah kenapa begitu ringan menjawab setuju.
Angel ingin protes namun tangannya sudah ditarik oleh Matthew meninggalkan tempat itu. tentu saja perasaannya saat ini sangat tidak karuan karena gugup, rindu dan juga bertanya-tanya, kemana Matthew akan membawanya.
"lepasin" Angel berusaha menarik tangannya dari genggaman erat Matthew yang entah kenapa terasa hangat hingga menjalar ke seluruh tubuhnya
"ikut saja sayang" tutur Matthew lembut tanpa menoleh namun mampu membuat Angel semakin salah tingkah.
__ADS_1