Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Bertemu Masa Lalu


__ADS_3

Saat ini, Angel tengah menatap pantulan dirinya di cermin. Gadis itu sampai tidak dapat mengenal dirinya sendiri. Hasil sentuhan tangan mama vita sungguh luar biasa mengubah penampilannya.


"mama sangat berbakat" puji Angel pada wanita kesayangannya


"kamu bisa saja nak" Respon mama vita sambil tersenyum


"serius ma. Aku baru sadar. Tangan mama terampil banget mau buat apa saja. Masak, oke juga dadan oke, apalagi yang lainnya" ucap Angel jujur.


"terima kasih sayang. Tapi kalau boleh mama jujur, hasil dandanan ini juga didukung oleh para anak mama yang sangat cantik" Mama vita balas memiji Angel. hingga keduanya tergelak bersama. Bahagia yang sangat sederhana.


"gaunnya juga mendukung nak. Sangat cantik" Ujar mama vita seraya melirik gaun yang dikenakan putrinya.


Angel tersipu. Gaun yang dipakai Angel barusan adalah gaun yang beberapa saat lalu dikirim Matthew melalui supirnya Indra. Gaun itu berwarna maroon dengan bentuk maksi dress yang menjutai hingga lantai. untuk kaki dia menggunakan high-heels hitam yang senada dengan mini bagnya. untuk gaya rambut Angel, mama vita membuat bentuk simple bun. terlihat elegan dan manis di saat bersamaan. Setelah selesai, mama vita nampak kagum pada Angel yang kini menjadi gadis dewasa yang elegan dan cantik. karena tidak ada lagi yang perlu dipakai, mereka segera ke depan, bertepatan saat itu Matthew tiba di rumah untuk menjemput Angel.


pria itu menggunakan tuksedo hitam dan dalamnya kemeja maroon. sepertinya Matthew sudah merencanakan ini. Pakaian mereka terlihat Couple.


"selama sor...." Matthew tidak mampu melanjutkan kata-katanya selain langsung terperangah dan mengaga lebar. demi apapun dia sedang melihat bidadari saat ini. Ya Tuhan gadisnya sungguh luar biasa cantik. untung saja air liur pria itu tidak menetes karena kelamaan membuka mulut. Angel yang ditatap seperti itu langsung tersipu dan menunduk.


" Sore nak Matthew " sapa mama vita sambil tersenyum lucu melihat putrinya yang malu-malu begitu juga Matthew.


"Aaa... sore tan" Jawab Matthew gugup yang juga ikut tersipu karena tertangkap basah sedang mengagumi anak gadis orang.


"sudah siap ya rupanya," ujar Matthew basa basi karena dia mendadak gugup


"Iya" Jawab Angel singkat dan kembali ke mode juteknya.


mereka pun pamit. Tidak lupa juga Angel membawa serta kado yang dia siapkan sebelumnya. Dalam perjalanan, tidak henti-hentinya Matthew memandang Angel. gadis itu sangat memukau dirinya.


"apa lihat-lihat" ketus Angel yang sedang menyembunyikan perasaan gugup.


"kamu cantik" Respon Matthew.. muka Angel saat ini sudah semerah Tomat Cherry mendengar pujian Matthew


"fokus menyetir saja. Saya tidak mau mati muda" ketus Angel lagi.


"Iya sayang... aku pun begitu. Kita belum menikah, belum punya anak, belum bahagia bersama"


"hey siapa yang mau menikah dengan kamu?" dengus Angel tidak terima


"kamu" Jawab Matthew


"tidak akan" ketus Angel lagi.


Matthew hanya bisa terkekeh melihat betapa gemasnya Angel saat marah. Mukanya cemberut dan bibir monyong.


tidak berselang lama mereka tiba di tempat tujuan. Matthew turun dan segera membuka pintu mobil untuk Angel. Dia menggandeng gadis itu walau sempat ditolak. Namun melihat ada banyak orang dengan kamera di sana membuat Angel diam dan menurut.


mereka masuk dan segera memberi selamat pada pengantin. tentunya kehadiran keduanya ikut menjadi pusat perhatian dan juga perbincangan orang-orang di sana. khususnya para karyawan Matthew yang beberapa orang diundang ke acara tersebut.


"selamat kak Melvin dan Mba Diana. Semoga bahagia selalu" ucap Angel dan meletakkan sebuah tas kado yang dia bawa dari rumah.


"terima kasih Angel" Jawab mereka tulus


"selamat Brother, selamat Diana, bahagia selalu " ucap Matthew tulus.

__ADS_1


"terima kasih Brother, kalian juga cepat nyusul ya" Jawab Melvin seraya menggoda Angel.


"eehhh" beo Angel tersipu dan kaget.


"doakan saja Brother " Matthew menimpali dan memasang senyum manis.


Setelahnya Matthew dan Angel segera mengambil tempat duduk di dekat panggung pengantin.


"mau makan atau minum dan makan snack dulu" tanya Matthew begitu mereka sudah mendapat tempat duduk


"minum dan snack saja" singkat Angel. sepertinya dia masih tersipu atas ucapan melvin tadi.


"oke, tunggu sebentar biar aku ambilkan"


"tidak usah, saya ambil sendiri saja"


"cukup duduk disini dan aku akan kembali" ujar Matthew lembut kemudian segera berlalu menuju meja konsumsi.


Angel memperhatikan semua gerak-geik Matthew. ada perasaan hangat mendapat perlakuan manis pria itu, namun perasaan takutnya masih mendominasi. Dia hanya takut suatu saat Matthew kembali berujar semuanya hanya permainan. hingga dia belum mampu sepenuhnya percaya pada pria itu. Asik memandang Matthew, tiba-tiba seorang wanita menyapa Angel.


"wowww,, Lihat, ini Angel kan" Ucap wanita itu.


Angel menoleh untuk memastikan siapa yang menyebut namanya.


"Kak Laras" gumam Angel kaget. Tentu saja kaget. mereka tidak bertemu hampir delapan tahun. Laras juga menghilang dari dunia hiburan tanah Air, terakhir Angel pernah melihat berita tentang laras, kalau wanita itu kini menjadi model internasional.


"Iya, kenapa? kaget" Tanya Laras tersenyum remeh


"seperti yang kamu lihat. Aku sehat"


"Syukurlah kak" Jawab Laras tulus


"tapi, ngomong-ngomong, ternyata hobby kamu nggak berubah ya, tetap saja jadi perebut pria milik wanita lain" ujar,Laras sinis.


"maksud kakak apa?" Tanya Angel bingung


"jangan sok polos. Bukannya kamu tahu kalau Matthew akan bertunangan sebentar lagi, kamu masih saja ya genit sama dia"


perkataan Laras sangat menusuk di hati Angel. Saat itu pun Matthew telah kembali dengan membawa sebuah nampan berisi dua jus jeruk serta beberapa kue basah.


Dia bingung melihat Wajah gadisnya yang muram serta matanya juga menemukan ada Laras di sana. Tentu saja dia juga kaget. mereka sudah sangat lama tidak bertemu setelah terakhir kalinya dia mengancam gadis itu di restoran di hari terakhir dia ketemu Angel.


"sayang" Panggil Matthew pada Angel namun gadis itu hanya menunduk


"Hai Matthew apa kabar?" tanya Laras antusias. Dia sangat terpesona melihat Matthew yang sekarang sangat gagah, dan semakin tampan


"baik" Jawab Matthew datar namun pandangannya tetap melihat Angel. Dia yakin ada hal yang dikatakan Laras yang membuat mood gadisnya buruk.


"Sayang, Ayo kita pindah ke sana" Ajak Matthew seraya sebelah tangannya yang kosong menarik lengan Angel.


"aku boleh gabung?" tanya laras seolah tidak mau jauh dari Matthew


"masih ada meja yang lain" Jawab Matthew dan berlalu.

__ADS_1


Laras kesal karena diabaikan Matthew. Dulu bahkan pria itu sangat peduli padanya. Entah kenapa dendamnya pada Angel muncul kembali.


"Dasar gadis munafik. Tampang saja yang polos. Aslinya kayak J*lang" gumam Laras kesal pada Angel.


Di sana, Angel juga bertemu dengan kedua sahabatnya. Namun karena mood yang terlanjur down dia menanggapi apapun dengan tidak semangat.


Saat pulang pun Angel banyak diam. Melihat itu, Matthew segera menghentikan mobilnya di pinggir jalan. dia menoleh dan memandang lekat Angel yang masih serius melamun. gadis itu bahkan tidak sadar kalau mobil Matthew berhenti saat ini.


"Sweetheart" panggil Matthew namun Angek masih serius melamun.


"sayang" kali ini Matthew juga mencoba menggenggam tangan Angel.


"ehhh, kenapa?" kaget gadis itu. dia baru sadar saat ini mobilnya tidak bergerak lagi. apakah mereka sudah sampai. Namun kondisi ramainya jalan menunjukan mereka belum tiba di rumah.


"kenapa berhenti?" tanya Angel bingung


"Ayo jujur, kamu kenapa" Matthew justru bertanya pada gadisnya yang kini sedang berpura-pura biasa saja.


"saya?" tanya Angel sambil menunjuk dirinya sendiri


"Iya sayang. dari tadi kamu diam saja. Apa ada yang mengganggu pikiran mu?


mendengar itu, angel menatap mattew datar.


"tentu ada. Dan saya harus mengatakan ini. berhentilah mendekati saya. Saya rasa tidak perlu lagi menunggu sebulan. Jawaban saya akan tetap sama. saya menolak "


Jawaban Angel tentu membuat Matthew kaget dan juga semakin yakin, pasti ada yang dikatakan Laras yang membuat gadis itu jadi seperti ini.


"Laras mengatakan sesuatu tadi?" tanya Matthew seraya memegang dua sisi bahu Angel. Priab itu menatap Angel sangat dalam.


" ti...dakk" Jawab Angel gugup.


mau dia bicara apapun itu bukan urusan saya. ini murni keputusan saya sendiri" Ujar Angel yang tidak mau menatap Matthew yang membuat pria itu mendesah kasar.


"Sweetheart, dengar. mau apapun yang kamu dengar dari siapapun itu. Tolong jangan dipendam. katakan padaku, hmm?"


"saya mau pulang" Angel tidak mau mendengar perkataan Matthew dan meminta untuk pulang saat itu juga.


"Kalau keberatan saya bisa naik taksi" ujar Angel saat melihat Matthew bukannya menjalankan mobil justru terus menatap padanya.


Matthew menarik bapas panjang. sepertinya dia perlu cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di tempat pesta tadi. Matthew kembali menjalankan mobilnya hingga beberapa menit setelahnya mereka sampai di rumah Angel.


Matthew menarik tangan Angel sebelum turun dia menangkup wajah gadis itu dan mendekatkan ke arah wajahnya sambil menatapnya penuh cinta.


"Sweetheart, aku tidak akan menyerah. mau bagaimana kau menolak aku akan terus berusaha. Satu Bulan itu masih berlaku untukku. Aku mencintaimu. malam ini tidur yang nyenyak, hmm"


Cupppppp


tutur Matthew pelan dan lembut yang mampu membuat tubuh Angel meremang mendengar ucapan Matthew dan merasakan sapuan hangat bibir pria itu di keningnya. Ciuman itu cukup lama hingga mampu membuat Angel hampir pingsan karena kelamaan menahan napas.


Dia pun turun dalam keadaan gugup hingga hanya kata terima kasih yang mampu terucap dari bibinya.


"segera cek CCTV di ballroom hotel resepsi pernikahan Melvin pada jam 8 malam hingga jam 9 malam. Cari tahu apa yang dikatakan Laras pada Angel" Matthew mengirim pesan kepada Leo dan Indra yang segera dilakukan oleh kedua pria tersebut.

__ADS_1


__ADS_2