Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Saya Tidak Mau


__ADS_3

Tiga hari berlalu. pagi ini, Matthew nampak sudah rapih dengan pakaian kantornya. Dia kembali melihat pantulan dirinya dalam cermin sebelum benar-benar keluar.


"perfect" gumamnya percaya diri. Dan itu memang kenyataan. Dia sangat gagah, tampan dan berkarisma. setelah memastikan penampilannya sempurna, dia segera keluar menuju lantai paling bawah rumah tersebut.


"Hai Leo, Morning" sapa Matthew pada asisten dad Marcel yang juga nanti akan menjadi asistennya.


"Morning Matt" Respon Leo. mereka memang sudah akrab sejak dulu. meski tidak di sekolah yang sama. Namun Leo seperti saudara bagi Matthew. Selain karena Ayahnya yang mantan Asisten dad Marcel, Ibu Leo juga dulu adalah Asisten Mom Helena di butiknya sebelum akhirnya menikah dengan ayah dari Leo.


"apa jadwalku hari ini?" tanya Matthew seraya menuju meja makan untuk sarapan.


"Hanya ada pertemuan dengan Tuan barabas, di Selayar Coffee Shop. Jam 9 pagi" Jawab Leo


"okay. yuk sarapan dulu"


"saya sudah sarapan Matt. mungkin saya nunggu di depan saja" tolak Leo


"lho, ini mom sudah siapkan sup jagung kesukaan kamu" Ujar mom Helena yang datang dari arah dapur dengan membawa mangkuk berisi sup jagung kesukaan Leo.


"hehehehhe.. aku yakin kamu tidak akan sanggup menolaknya brother " ucap Matthew pada Leo dan itu benar. Leo tidak sanggup menolak apapun permintaan wanita itu yang sudah seperti ibu baginya. Karena semenjak Ibunya meninggal 13 tahun lalu, Wanita itu menjadi sosok yang sangat menyayanginya bagai seorang ibu. Dan itu juga berlaku sejak dia masih kecil.


"Maaf Bibi, saya merepotkan " Ujar Leo merasa sudah merepotkan mom Helena.


"kamu juga putraku" Jawab mom Helena khas dengan senyum keibuan.


"Ayo nak, duduk" kali ini dad Marcel yang mengajak Leo untuk makan bersama. akhirnya Leo duduk di sana dan sarapan bersama.


"biar aku ambilkan untuk kamu sayang" morena hendak mengambil makanan untuk Matthew saat pria itu ingin menuangkan nasi ke piring.


"tidak usah. saya bisa sendiri" tolak Matthew. Membuat morena tersenyum kecut.


selesai sarapan Matthew dan Leo berangkat menuju perusahaan. Dad marcel menyusul di belakang dengan mobil yang lain.


"Aku dengar, Noval akan menikah dua minggu lagi?" tanya Matthew pada Leo yang masih fokus menyetir.


"Iya Matt, kamu sekeluarga dapat undangan"


"kamu juga dapat kan?"


"tentu. Kalau noval tidak mengundang saya, akan saya kacau kan pernikahannya nanti" ucap Leo bercanda.


perlu diketahui, Leo dan Noval teman satu kampus saat di Singapura. itulah sebabnya mereka berteman beberapa tahun terakhir.


"oh iya, Melvin ngajak ketemu malam ini di tempat biasa" Leo memberi tahu akan pesan Melvin tadi pagi.


"dia itu mau nikah masih ngajak clubbing" kata Matthew tersenyum bingung dengan Melvin yang akhir-akhir ini sering ngajak kumpul padahal persiapan pernikahannya yang seminggu lagi pasti sangat sibuk.


"sekalian pesta akhir masa lajang kayaknya Matt. Habis nikah kayaknya si Diana ngekang dia terus" tanggap Leo yang juga ikut tersenyum dan dibalas kekehan dari mulut Matthew.


"oh iya, kontak Angel dan jadwalnya mengajar sudah saya WhatsApp barusan ke kamu"


"good Leo. kamu memang sangat bisa diandalkan" Matthew tersenyum puas, akhirnya Leo berhasil mendapatkan kontak Angel. Dia tidak tahu saja, Bagaimana usaha leo mendapatkan kontak dan jadwal Angel. Pria itu bahkan harus memaksa Noval untuk memberitahunya.


Matthew membuka aplikasi pesan singkat dalam ponselnya dan melihat ada pesan masuk dari Leo yang berisi kontak dan jadwal harian Angel. Matthew langsung menyimpan kontak itu dengan username 'my future wife' dia bahkan terkekeh melihatnya.


Dengan perasaan yang masih membuncah, Matthew segera mengetik pesan untuk Angel.


'Morning sayang. gimana tidurnya semalam, Nyenyak?'


Matthew menekan tombol send dan akhirnya pesan itu terkirim. terlihat status centang dua walau belum di baca. Sambil menunggu balasan, dia membuka data mengenai jadwal Angel. Dia mengangguk seolah paham dengan apa yang dia baca. Lama menunggu, tapi Angel belum juga membalas. Hingga tiba di perusahaan, Pesannya belum mendapat balasan.

__ADS_1


'mungkin dia lagi sibuk' batinnya. setelah mempelajari jadwal Angel tadi memang benar pagi ini jam setengah delapan gadis itu akan mengajar kelas pagi dan sore jam tiga hingga setengah lima.


Dia dan Leo keluar dari mobil. tidak ada perlakuan tuan dan Asisten di sini. Baginya sudah cukup Leo menyetir saja. Untuk urusan buka tutup pintu mobil dia bisa lakukan sendiri.


"Pagi Tuan Matthew " Entah dari mana datangnya, tiba-tiba Margaret sudah nongol saja di depan mereka. Seperti biasa wanita itu berpakaian minim dan sangat menggoda seperti wanita malam.


Dia dan Leo tidak menjawab sapaan Margaret, setelah melihat sekilas wanita itu, mereka kemudian langsung naik ke lantai tempat ruangan kerja mereka.


Margaret kesal karena di abaikan Matthew. Padahal pagi ini dia sudah berdandan secantik mungkin agar Matthew terpesona padanya. Namun kenyataannya, dia dipandang jijik bagai makanan dikeribungi lalat.


"hissss, sialan. sia-sia aku dandan kayak gini" gerutu Margaret dengan menghentak kaki kesal.


"ada apa dengan kamu?" Saat tengah kesal, Margaret dikagetkan dengan kedatangan dad Marcel.


"Eh Tuan Marcel. Tidak ada apa-apa tuan" jawabnya gugup.


Dad marcel berlalu tanpa merespon lagi.


"ayah dan anak sama saja. sama-sama cuek tapi tetap menggoda. lihat saja nanti, aku akan mendapatkan salah satu di antara kalian " ujar Helena yang dapat di dengar dirinya sendiri. sepertinya gadis ini sangat berambisius.


Sore saat waktu menunjukkan pukul empat, Matthew bersiap-siap menuju kampus Angel. Laki-laki itu sudah bertekad untuk mulai melakukan pendekatan dan membuat gadis itu jatuh cinta kembali padanya.


Dia berangkat bersama Leo. setibanya di kampus, Dengan langkah tegas Matthew segera Menuju ruang dosen. Dia yakin Angel belum pulang karena dari jadwalnya wanita itu akan ada di kampus hingga jam lima sore. Matthew sampai bertepatan dengan Angel yang baru saja keluar ruang dosen dan hendak pulang.


tentu saja wanita itu kaget dan terheran dengan keberadaan Matthew di kampus.


"Sore sayang, Ayo pulang" Tanpa menambah kata, Matthew langsung menarik Angel dan membawa gadis itu ke parkiran.


"Hei, apa yang anda lakukan. lepaskan saya" berontak Angel yang kaget dengan sikap spontan Matthew.


"Aku akan mengantar kamu pulang. Ayo masuk" ujarnya seraya membuka pintu mobil.


"apa anda sehat tuan?


"tentu sayang. kalau tidak sehat aku tidak mungkin ada di sini. Sakit sekali pun aku tetap akan datang"


"apa yang anda lakukan di sini dan berani sekali anda menarik saya"


"menjemput kamu sayang"


"saya tidak butuh. saya tidak suruh. Saya bisa pulang sendiri"


"aku tahu, tapi aku ingin melakukannya "


Angel semakin pusing saja dengan jawaban Matthew


"Ayo sayang masuk" ajak Matthew sekali lagi


"saya tidak mau. Minggir! saya bawa mobil dan bisa pulang sendiri. Lagian anda siapa berani sekali datang ke sini dan memaksa saya pulang dengan anda. Seperti orang tidak waras" ketus Angel.


" Iya, aku memang sudah tidak waras dan itu karena kamu" ujar Matthew penuh penekanan dan menghimpit tubuh Angel ke mobil. tatapan pria itu sangat dalam. Hingga mampu membuat jantung Angel berdetak tak karuan.


"Minggir" tegas Angel dan mendorong dada Matthew yang semakin mengikis jarak mereka. Matthew menyadari kegugupan gadis itu. dengan tersenyum simpul dia menarik diri.


"yuk pulang" Ajaknya lagi.


"tidak"


"kamu nggak lihat, kita jadi pusat perhatian mahasiswa kamu?"

__ADS_1


"haa?" kaget Angel dan melihat sekeliling. Benar saja, mereka sudah menjadi bahan tontonan mahasiswa di parkiran kampus. Ada yang melihatnya bingung, ada juga yang tersenyum dan ada juga yang pura-pura tidak melihat.


"Maaf ya, calon istri saya, lagi ngambek karena terlambat saya jemput " Tutur Matthew pada mahasiswa yang ada di situ. walau sebenarnya tidak direspon.


"hey apa yang anda katakan " siapa yang mau.."


dengan segera Matthew menghentikan omongan Angel yang dia yakini tidak akan menurut padanya


"sudah yuk, malu dilihat mahasiswanya kamu" Ujarnya dengan nada memperingati Angel akan statusnya yang seorang dosen.


mau tidak mau, Angel menurut.


"tapi mobilku?" bingungnya


"berikan kuncinya padaku"


"haaa?


"kunci mobil kamu sayangku"


dengan segera dan perasaan dongkol Angel memberikan kunci mobilnya.


"Leo?" Panggil Matt


"Yes Matt"


"ni" Matthew melempar kunci mobil Angel kepada Leo yang langsung sigap ditangkap pria itu.


"Hantar mobil ini ke rumah calon istriku" ujarnya penuh penekanan


"siapppp" Jawab Leo dilengkapi dengan sikap hormat selayaknya saat menghormati bendera saat apel di sekolah.


Angel semakin bingung dengan adanya Pria lain di sana. meski tadi dia dengar Matthew memanggilnya 'Leo' tetap saja dia tidak mengenal pria itu.


"sudah yuk masuk. tenang mobil kamu aman sama saudaraku"


Matthew mendorong pelan Angel untuk masuk dalam mobil setelahnya dia juga ikut masuk.


Karena tidak ingin mengulangi kejadian beberapa hari lalu, Angel dengan segera memasang sabuk pengaman dan kemudian tetap memasang wajah jutek. Matthew gemas melihatnya. Dia dengan spontan mengacak rambut gadis itu namun segera ditepis oleh Angel.


Sementara tidak jauh dari situ, Lauro juga ikut menyaksikan kejadian itu. dia kaget saat mendengar Matthew menyebut Angel sebagai calon Istri pria itu. Yang dia tahu selama ini Angel dekat dengan Exel. Lalu bagaimana ceritanya dia punya calon suami yang lain. bagaimana dengan Exel. Dia pun bingung.


"kita makan dulu yuk" Ajak Matthew setelah mobil keluar dari parkiran kampus.


"tidak. saya kenyang. langsung pulang saja " tolak Angel kesal


"tapi aku lapar sayang. kalau begitu kamu temani aku makan saja ya"


Angel mendengus kesal dan pasrah


"oh iya, kenapa kamu tidak menjawab pesanku?" tanya Matthew setelah mengingat sejak pagi pesan yang dia kirim tidak ada balasan dari gadis di sampingnya.


"pesan?" bingung Angel


"Iya sayang. Tadi pagi aku mengirim kamu pesan. Coba cek ponsel kamu"


Gadis itu menurut dan segera membuka aplikasi pesan singkat dalam ponselnya. Dia menemukan sebuah kontak baru beserta pesan di dalamnya.


Setelah membaca isinya, gadis itu menoleh kepada Matthew dan menatap pria itu kesal. Dia tidak mau mengatakan apapun. Sebenarnya saat ini ia merasa grogi dan tidak nyaman satu mobil dengan Matthew. Maklum mereka pernah berhubungan sangat baik dan manis di masa lalu. setelahnya mereka berpisah atas dasar sebuah masalah. Tidak saling berkabar hingga delapan tahun. Sekarang bertemu kembali. tentu Angel merasa canggung walau sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya perasaannya di masa lalu masih bersemayam dan terselimut hilangnya rasa percaya kepada Matthew.

__ADS_1


__ADS_2