
teriakan minta tolong dengan lirihan tidak berdaya nampak terdengar dari sebuah gedung jauh dari pusat kota.
sejak dua jam lalu, tubuh seorang wanita berusia setengah abad dijadikan tempat pelampiasan fantasi seksual lebih dari delapan orang preman. apa yang bisa dilakukan wanita tua itu selain memohon dilepaskan dan memberontak, walau suaranya tidak terdengar sebab ditutup lakban.
"emmmmmmmm...emmmmmm" dia mencoba sekuat tenaga berteriak dengan lelehan air mata yang tidak berhenti mengalir.
"hei kau wanita tua, teruslah berteriak minta tolong. nanti ada yang menolong, yaitu malaikat maut" ujar seorang preman dan disambut tawa lepas teman-temannya.
"hehehehhe... lebih baik kau nikmati saja, pelayanan kami. ini enak kok. dengar-dengar dari bos kami, kau sudah lama menjanda. pasti kau merindukan belaian lelaki. biar aku puaskan kau sayangggg" ucap seorang lagi dengan seringai mesum.
"kau tinggal pilih, di antara kami siapa yang lebih dulu mulai. milik kita semuanya besar, juga panjang. kau akan puas.. hehehe " sambut preman lain dan tangannya tanpa sungkan meremas dada wanita itu yang sudah tanpa penutup.
terhina, itulah yang dirasakan wanita itu sekarang. dirinya tergoda dan terhina. dia tidak berdaya. namun satu yang perlu dia syukuri, bukan kedua putrinya yang mengalami ini. biarlah dia berkorban hingga kehilangan kehidupan. asal kedua anaknya baik-baik saja, dan tidak mengalami hal serupa.
di tengah suasana senang para pria bejat tersebut dan kondisi tidak berdaya wanita tua tadi, terdengar beriringan ketukan langkah mendekat.
tak
tak
tak
tak
tak
"apa yang kalian lakukan padanya?" ujar seorang wanita begitu tiba dan mendapati para preman tengah rebutan menjama tubuh tawanannya.
"boss, akhirnya datang juga. tentu kami bersenang-senang. seperti yang bos katakan, kami bebas melakukan apapun padanya, ...hehehe" Jawab seorang kepala preman dengan tanpa malu mengelus tubuh wanita tadi.
sementara tawanan tadi, melotot kaget setelah melihat tiga wanita di depannya. dia ingin berteriak tapi mulutnya masih tertutup yang ada dia melotot kaget hingga anak matanya hampir keluar.
"hallo vita. senang bertemu dengan kamu lagi. gimana rasanya langsung dilayani banyak pria. enak? kau rindu belaian lelaki bukan. silakan aku akan memberi waktu kau menikmati pelayanan mereka" tutur seorang wanita yang sangat mama vita kenal.
ya tawanan tadi adalah mama vita. dia disekap di sana setelah berhasil di culik para preman melalui pemesanan taxi online. para preman yang juga mantan anggota gangster yang disewa mahal ketiga wanita tadi.
Fashback ON
jam menunjukkan pukul 5 sore. pekerjaan mama vita sudah beres. laporan dan meeting dadakan dengan para karyawan sudah juga dilakukan. sekarang dia hendak pulang. tapi Leon sedang mendapat tugas lain, sehingga tidak bisa menjemput nya. sopir pribadi juga sedang di rumah, akan lama lagi kalau menunggu sopirnya datang. mama vita akhirnya memilih pulang naik taksi yang dipesan secara online.
mama vita sengaja menunggu di parkiran depan resto. tidak menunggu lama taxi datang dan mengatakan atas pesananannya. tanpa memperhatikan ponsel mama vita naik begitu saja. baru saja dia duduk, ternyata ada orang lain di sana yang duduk di kursi penumpang dan langsung memukul tengkuknya hingga pingsan. ponsel yang sedang dia pegang bahkan sampai terlempar keluar. setelahnya mama vita sadar dan menemukan dirinya di sekap di sebuah ruangan dan sedang dilecahkan bahkan diperkosa beberapa preman pertato dan bermuka sangar. dia tidak sanggup melawan. tangan dan kakinya diikat. mulutnya juga dilakban.
Sungguh miris. bahkan dia sempat mendengar seorang di antara para pria bejat itu menyebut dua putrinya dalam target.
"uhggg... ibunya saja seenaknya ini. apalagi kedua putrinya yang akan segera kita tangkap. pasti lebih nikmat" pria itu terus memacu dirinya di atas badan mama vita menjemput kenikmatan yang sedang dia inginkan. mama vita digilir oleh orang-orang tadi.
__ADS_1
Flashback Off
"buka lakbannya. aku ingin mendengar suara ******* wanita murahan itu " perintah wanita tadi yang merupakan otak di balik semua ini.
kretttt
bunyi lakban yang nampak dipaksa tarik dan lepas dari mulut mama vita.
"desi!!!!!" Teriak mama vita menggema setelah berhasil mulutnya bebas.
ternyata wanita yang menyebabkan dirinya di sekap hingga dinodai adalah nyonya desi, seseorang yang akhir-akhir ini mengusik ketenangannya. wanita itu tidak sendiri melainkan bersama putrinya jovanka yang sudah berhasil kabur dari Singapura dengan penampilan terbaru dan seorang wanita hamil yang merupakan margaret.
selama beberapa waktu terakhir mereka telah menyusun dengan matang tentang rencana ini. sama-sama punya dendam pada target yang sama juga putrinya membuat mereka gelap mata melakukan tindakan bejat itu. tanpa perasaan dan penuh rencana jahat.
"tidak usah berteriak memarahi ku vita. nikmati saja pelayanan mereka" seringai iblis tanpa perasaan terbit dari bibir nyonya desi. dia bahkan tertawa senang melihat mama vita mati-matiqn menahan suaranya dari serangan bagian bawa oleh lelaki bejat di depannya.
sementara di sisi lain. Angel tidak henti-hentinya menangis dalam pelukan mom helena. kedua mertuanya segera datang setelah mendapat kabar dari Matthew. begitu juga enzy yang kini sedang ditenangkan Leo. mereka semua berkumpul di satu tempat yaitu kediaman Angel dan Matthew.
leon dan beberapa pengawal sudah memeriksa cctv di resto. anehnya semua cctv rusak. bahkan yang ada di gedung seberang jalan juga sedang tidak berfungsi. hal itu menyulitkan mereka mendapat petunjuk.
dua orang sekuriti resto bahkan mengakui tidak melihat bos mereka naik taxi. sebab mereka sedang ada di parkiran samping saat itu.
sejam lalu leo sempat melapor kejadian kehilangan ke polisi tapi belum di proses sebab polisi akan menerima laporan apabila orang hilang lebih dari 24 jam.
hal ini membuat Matthew bertambah murka. inilah sebabnya dia sangat tidak suka dan sulit percaya pihak kepolisian.
"Sayang, aku janji akan membawa mama pulang, jadi tetaplah di rumah bersama mom dan dad. ada kakak iparr juga" Matthew berusaha membujuk angel karena ingin ikut mencari.
"hubby, aku mau ikut. aku ingin mencari mama,, hikss"
"no sayang, tetaplah di rumah. ingat kandungan kamu. aku tidak ingin kalian kenapa-napa, hmm? nurut ya"
"benar kata suami kamu sayang. kita di rumah saja ya. mom yakin, mama kamu akan segera ketemu. ayo kita duduk lagi di sana"
dengan berat hati Angel setuju dan ikut mom helena kembali ke sofa ruang tamu.
Matthew berangkat setelah memberikan ciuman menenangkan bagi istrinya.
"matt, ada petunjuk baru. gedung samping resto yang sudah lama di tutup itu padahal cctvnya masih berfungsi" beritahu leo sambil mengotak-atik laptopnya. jiwa hacker nya kini keluar.
"berikan kontak pemilik gedung padaku" timpal Matthew.
Leo langsung membacakan dan segera dihubungi Matthew.
ternyata pemilik gedung berada di luar negeri. namun mengetahui siapa yang menghubungi dia, pria itu tanpa sungkan mengizinkan untuk memeriksa rekaman cctv di gedung miliknya.
__ADS_1
"kita ke gedung itu sekarang" perintah Matthew setelah berhasil sepakat dengan pemilik gedung.
tidak menunggu lama mereka sampai. di sana padahal seseorang yang dipercaya untuk menjada gedung telah menunggu mereka. Bukan cuma leo dan Matthew beberapa orang pengawal dari markas juga berada di sana. ternyata cctv dati gedung itulah yang menangkap jelas kejadian saat mama vita masuk taxi. tidak ada yang aneh. namun saat pintu mobil tertutup nampak sedikit gambar tertangkap sebuah benda terlempar keluar melalui jendela mobil. padahal itu adalah ponsel milik mama vita yang akhirnya remuk terlindas ban mobil.
bukan itu yang menjadi fokus mereka. melainkan taxi dan plat nya. ternyata taxi itu tertangkap beberapa kali bolak balik di sekitar resto sebelum akhirnya menjemput mama vita. sepertinya sengaja mengamati lokasi sekitar resto.
setelah mendapat petunjuk awal leo segera meretas semua cctv di semua jalan yang diyakini dilewati taxi tadi. setelah hampir sejam mengotak-atik laptop juga dibantu Matthew yang juga handal dalam bidang itu. satu petunjuk utama yang mereka temukan. pada cctv terakhir, taxi tersebut mengarah pada lokasi ke luar kota dan GPS mobil berhenti sangat jauh dari lokasi mereka. tepatnya di tengah hutan. sebuah bangunan tua. rumah lama peninggalan puluhan tahun.
menyadari lokasi yang jauh, Matthew memutuskan untuk menggunakan jalur udara. Sebuah helikopter segera di siapkan. beberapa anak buah juga ikut serta. sementara jalur darat akan dipimpin Leon bersama melvin dan noval yang baru saja tiba di lokasi setelah dihubungi Matthew. tanpa membuang waktu mereka berangkat.
Di gedung penyekapan.
mama vita kembali pingsan. setelah dua orang preman kembali menyiksanya dengan brutal. nyonya desi tertawa puas melihatnya.
sungguh biadab dan kejam. nyonya desi, jovanka dan Margaret berjiwa psikopat bahkan bisa dikatakan bukan manusia.
mana ada sesama manusia membiarkan seseorang tersiksa begitu saja tanpa rasa belas kasih. kecuali dia nuraninya sudah tidak ada.
"sadarkan dia kembali?" perintah Margaret yang duduk berpangku kaki di sebelah nyonya desi dengan perut buncitnya. wanita sinting itu sedang mengandung empat bulan dari pria yang memperkosanya beberapa bulan lalu.
"sirami dengan air" tambah jovanka ikut bersikap kejam.
tanpa menunggu lama, seorang pria datang selembar air keruh berbau busuk lalu di siram begitu saja ke tubuh telanjang mama vita.
"uhuk...uhukk. uhukk.uhukkk.."mama vita terbangun dan langsung batuk-bqtuk. jiwa ragannya sudah tidak dapat dia selamatkan lagi. dia hancur, noda, dan hina. dia menagis tergugu memandang tiga wanita biadab di depannya, juga beberapa preman yang sudah siap kembali menikmati tubuhnya.
dalam keadaan seperti ini, ribuan kata maaf dia Utarakan untuk alm. suaminya dan kedua putrinya. dia merasa gagal menjaga diri sebagai istri dan ibu.
"aku berharap Tuhan membalas semua perbuatan kalian" lirih mama vita dengan sisa tenaganya.
nyonya desi terkekeh sinis.
"kau pikir Tuhanmu masih ada dan menolong kamu saat ini. kau bahkan sudah menjadi ****** saat ini. kemana Tuhan mu?"
nyonya desi berucap santai dan meledek mama vita.
dor
dor
dor
"ada di sini Tuhannya"
"arghhhhhhhh...!!!"
__ADS_1
teriakan kesakitan menggema dari beberapa orang yang terkena tembakan mendadak. dalam kondisi tidak siap mereka kalangan kabut