
Angel dan Matthew tidak mampu membendung perasaan bahagia. Angel benar-benar hamil. hasil tespek pagi ini menunjukkan dua garis. tidak tanggung-tanggung. tespek yang dibeli Leo dicoba semua oleh Angel atas saran suaminya. semua alat itu menujukan hasil positif. Setelahnya mereka langsung bersiap ke dokter. Setelah melakukan USG hasilnya pun sama.Angel benar-benar hamil. dan yang lebih membuat mereka kaget dan bertambah bahagia adalah hasil USG menujukan ada dua titik kantong di rahim Angel. Artinya wanita itu hamil bayi kembar.
"ini ya pak bu. titiknya masih kecil. diperkirakan usianya batu enam minggu" ujar dokter sambil terus menggerakkan alat di perut Angel.
"wahh, sepertinya ada dua" sambung dokter tersebut
"dua? maksudnya dokter?" tanya Matthew bingung dan saling berpandangan dengan sang istri.
"coba diperhatikan, ada dua titik kantong di rahim Ibu Angel. saya menyimpulkan ini adalah bayi kembar. tapi kita akan membuktikan seiring usia kandungan bertambah. mungkin saat usia 12 minggu kita dapat mengetahui dengan jelas. tapi saya yakin ini kembar"
mendengar penjelasan dokter. Air mata bahagia kembali mengalir dimata pasangan suami istri itu.
"Sayang, terima kasih. aku sangat bahagia. kita sungguh akan menjadi orang tua. aku mencintaimu Sweetheart"
"sama-sama hubby. aku pun bahagia. Aku tidak sabar sabar menanti mereka lahir"
mereka saling memeluk, Matthew tidak henti-hentinya memberikan banyak kecupan di wajah sang istri.
setelah di USG, angel turun dari ranjang pasien dibantu Matthew. kini mereka tengah serius mendengarkan semua arahan dokter.
"sekali lagi selamat ya pak, bu. sebentar lagi menjadi orang tua. Saran saya, mohon kandungannya dijaga, jangan terlalu capek. jangan banyak pikiran dan stress. banyak makan yang bergizi. karena mengingat usia kandungan yang masih muda, sangat mudah dan mudah keguguran. perlu berhati-hati pada usia kandungan trisemester pertama" jelas dokter itu dengan ramah dan tersenyum manis.
"baik dokter. terima kasih " kompak Matthew dan Angel
"apakah ada yang ingin ditanyakan, pak bu?"
Matthew menggaruk kepalanya yang tidak gatal. dia ingin bertanya, tapi ini sangat absurd. dia ragu juga bingung. apakah hal semacam ini pantas untuk ditanyakan.
Angel pun sama, mesti ragu namun dia tetap bertanya walau nanti ujungnya malu sendiri.
"dokter, sebenarnya beberapa waktu terakhir, aku merasa saat melakukan hubungan dengan suami gairahku sangat besar. apakah ini wajar?"
Matthew kaget namun juga senang akhirnya Angel mewakili niatnya tadi.
dokter pun tersenyum geli. pasangan muda di depannya ini begitu polos dan juga lucu.
"Itu wajar bu. tapi sebaiknya, untuk usia kandungan trisemester pertama lebih baik jangan terlalu sering bu. lakukan dengan posisi yang aman untuk ibu dan bayi"
"oh begitu ya dokter. Hubby kau dengar itu. Jadi setelah tidak boleh sampi tiga ronde apalagi lima ronde" Jawab Angel polos dan menoleh pada Suaminya yang kini menepuk jidat mendengar jawabannya. Sementara sang dokter rasanya ingin sekali terbahak-bahak. namun dia tahan untuk menjaga wibawanya.
kembali Angel melihat dokter untuk meneruskan keluhannya.
"dokter, aku juga merasa mual dan lemas. tapi pusingku menghilang saat menghirup aroma tubuh suami ku. aku juga senang makan hasil masakannnya. apakah ini bagian dari mengidam?"
"betul bu. sepertinya bayi kalian sangat manja dan ingin selalu dekat dengan ayah meraka "
puas berkonsultasi dengan dokter mereka segera keluar untuk menebus vitamin dan penguat kandungan di bagian apotek rumah sakit.
masih di rumah sakit, dengan perasaan bahagia dan antusias, Matthew menghubungi orang tua dan mertuanya memberi tahu kabar bahagia itu. tentu saja, kehebohan kini terjadi di kediaman Dirgantara.
"Sayang, menantu kita hamil. kita akan menjadi opa dan oma" ujar mom helena penuh haru yang disambut pelukan bahagia sang suami.
"Iya sayang. aku tidak sabar menggendong cucu kita. apalagi kita sekaligus dikasih dua cucu. sungguh berkat Dari yang maha kuasa "
__ADS_1
tidak beda jauh dari orang tua Matthew, Mama vita saat ini pun menangis haru.
"kau dengar sayang, kita akan menjadi kakek dan nenek. putri kita sekarang sedang mengandung. apakah kamu bahagia mendengar kabar ini, disana?"
sembari menatap foto mendiang suaminya. dia bahagia sekaligus sedih. sedih karena sang suami tidak merasakan secara langsung kabar bahagia itu.
Di sisi lain. saat ini, pasangan suami istri yang tengah berbahagia itu dalam perjalanan menuju perusahaan Dirgantara, Angel memaksa ikut karena tidak mau jauh dari Matthew juga menolak alasan Matthew menunda meeting hanya karena takut Angel kenapa-napa.
"selamat matt, Angel. sekarang menjadi calon orang tua " Ucap Leo tulus sambil menyetir.
terima kasih kak" Jawab Angel
"Terima kasih Leo, dan jangan lupa segera susul kita ya. Awas nanti Enzy keduluan orang yang lamar" timpal Matthew membuat Leo kikuk karena ditatap bingung dan penuh tanya oleh Angel.
"Enzy? maksudnya kakak Enzy?" tanya Angel kebingungan
"Iya sayang. Leo ini, diam-diam berhubungan sama saudara angkat kamu itu" Matthew terkekeh dan tersenyum miring melihat kegugupan Leo.
"wahhh, benarkah itu. Kak Leo kau harus segera melamar kak Enzy. aku beberapa kali melihat, dia dekat dengan salah satu koki di resto. apalagi aku pernah membantu pria itu memberikan coklat dan bunga ke kak enzy. namanya Chiko" Angel berkata jujur. karena sebelumnya dia mengira Kalau enzy sedang menjalin hubungan dengan orang dalam di restoran cabang.
Ckittttttt
Karena kaget mendengar ucapan Angel, tanpa sengaja Leo menekan rem mendadak hingga dua orang di kursi belakang hampir saja terjungkal.
"Leo kau ingin mati, hahhh!!" berang Matthew kesal. untung saja dia segera menahan badan Angel, kalau tidak wanita itu mungkin akan terdorong ke depan.
"sorry, Matt. ada kucing lewat " Leo beralasan
"kucing matamu! kau tidak ingat istriku sedang hamil!"
meski masih kaget dan syok, Angel tetap mengangguk
"tidak apa-apa kak. Berhati-hatilah".
akhirnya kembali mereka melanjutkan perjalanan. Namun, saat mobil masih bergerak pelan, Angel melihat seorang pedagang buah sedang mangkir di pinggir jalan.
"kak Leo, stop"
pria itu menurut dan menepi
"ada apa?" Tanya Matthew bingung
"hubby, aku mau rujak yang itu"
dengan wajah berbinar dan penuh harap Angel menunjuk salah satu penjual rujak yang ramai pembeli di pinggir jalan.
melihat situasi dan kondisi di sekitar pedagang rujak sangat kumuh dan juga ramai dipinggir jalan. Matthew menolak keras.
"no..no..no. itu tidak bersih, sayang. kita bisa beli ditempat yang lebih higenis. atau kita buat sendiri saja"
"tapi aku mau itu hubby" Angel memelas
"tidak sayang. nanti kamu sakit perut. kasihan bayi-bayi kita" Matthew tetap pada pendiriannya.
__ADS_1
mendengar penolakan sang suami, Angel menjadi begitu sedih hingga matanya berkaca-kaca. entah kenapa dia ingin menangis saat ini.
"Leo jalan" titah Matthew tanpa menyadari Angel tengah menangis tanpa suara di sampingnya.
Leo yang menyadari kesedihan Angel, mencoba meminta pendapat Matthew namun tetap ditolak pria itu.
"tapi matt, apa tidak sebaiknya dibeli saja"
"aku bilang jalan"
Leo menghela napas panjang dan kembali melanjutkan kendaraan roda empatnya.
Kini hari beranjak Menuju sore. Sepanjang hari menemani sang suami di perusahaan, Angel tidak berbicara banyak. bahkan menolak disentuh suaminya. dia hanya sekedar mengatakan iya dan tidak. Matthew sebenarnya sedikit heran dan terus bertanya
"Sayang, kamu kenapa? sejak tadi kok diam".
Angel tidak menjawab dan justru menutup mata seolah tertidur.
pria itu benar-benar tidak mengetahui mood wanita yang sensitif saat hamil. apalagi permintaannya tidak dipenuhi. meski Matthew sudah menghubungi art di rumah untuk menyiapkan rujak yang enak, tetap saja, Angel tidak suka dan sedih. dia tetap berkeinginan memakan rujak dari penjual keliling tadi.
sesampainya di rumah tanpa menunggu Matthew Angel segera keluar dari mobil dengan mata yang kembali berkaca-kaca. kesal, sedih dan marah menjadi satu. Matthew dan leo menyusul di belakangnya. saat masuk, ternyata, orang tua dan mertuanya telah ada di sana. mereka menyambut Angel dengan heboh dan bahagia
"menantuku"
"nakk"
panggil mom Helena dan mama vita antusias seraya bergiliran memeluk Angel.
kedua wanita satu usia itu dengan semangat membawa Angel menuju ruang keluarga.
"ayo duduk. jangan kelamaan berdiri nanti capek" ujar mom helena lagi
mereka semua pun ikutan duduk di sana.
"selamat nak, sebentar lagi kalian akan jadi orang tua " Ucap dad marcel lembut.
"terima kasih dad" jawab Angel pelan
kali ini dad marcel bersuara. sejak tadi dia ingin memeluk menantunya namun mendapat tatapan tajam dari Matthew seolah jangan menyentuh istriku.
apalagi dua calon nenek yang kini tengah heboh menyita Angel bersama mereka.
ditengah kebahagiaan itu, mom Helena dan mama vita menyadari Angel yang muram.
"nak, kamu kenapa?"
"apakah ada yang sakit. kamu capek"
keduanya menjadi khawatir. sebab sejak tadi Angel tidak banyak bicara. justru kini menangis sesegukan.
"hiksss..hikkkss.. hiksss...."
tentu saja mereka kaget dan cemas.
__ADS_1
'ada apa' batin mereka bertanya-tanya.