
Matthew tiba cepat di rumah. tadi dia menyetir seperti ugal-ugalan.
dia memarkirkan mobil dengan asal. naik ke lantai atas tanpa mempedulikan sapaan beberapa art yang juga menunggunya cemas.
"Dimana istriku?!"
tanyanya tegas antara khawatir dan marah pada art di rumahnya yang tidak langsung menghubunginya tadi.
"tuannn" kaget seorang art yang berusaha memanggil Angel agar membuka pintu.
"masih di dalam tuan. sepertinya pintu dikunci. kami tidak bisa buka dengan cadangannya" lanjutnya gugup
"menyingkir dari situ!" pelayan tadi langsung bergeser ketakutan melihat ekspresi tuanya
tok
tok
"sayang, ini aku. buka pintunya, hmm. tolong jangan begini. aku sangat mengkhawatirkan kamu. di buka ya"
Matthew mengetuk dan memanggil angel, namun tidak ada respon apapun dari dalam. berkali-kali di coba tapi tidak ada sahutan. karena takut terjadi sesuatu. Matthew memutuskan untuk mendobrak pintu itu.
namun saat hendak mengambil ancang-ancang, justru Angel membuka pintu dan menampakkan diri tanpa bersuara. tapi wajahnya menampilkan senyum yang entah kenapa Matthew rasa bukanlah senyum kebahagiaan. Angel menutupi semuanya dengan senyuman.
"Sayang, kau baik-baik saja? kenapa mematikan ponsel dan mengunci pintu. aku khawatir."
Matthew langsung memeluk Angel dengan rasa lega dan juga cemas tanpa peduli dengan beberapa pelayan yang masih di situ. melihat tuan dan nyonya mereka butuh suasana pribadi. mereka pun turun tanpa suara.
"ayo kita masuk. kita perlu bicara" ajaknya setelah melepaskan pelukan. Angel tetap diam dan ikut saja.
Matthew mendudukan Angel di pinggir kasur dan dia jongok dengan menekuk sebelah kakinya.
"Sayang. aku tahu kamu pasti sudah melihat berita tentang aku pagi ini. Aku ingin menjelaskan bahwa kejadiannya tidak seperti itu. aku.."
"kamu berbohong, mau beralasan seperti apapun kemarin kamu menipu aku kak"
Angel tidak ingin mendengar penjelasan Matthew, baginya, bohong tetaplah bohong. dia merasa sakit saat tahu Matthew membohonginya kemarin.
Matthew pun menyadari kesalahan yang dia lakukan.
"maaf sayang, aku salah" ujarnya sesal
"apa salahnya jujur kak. atau memang benar, kakak punya hubungan sama dia, tertarik sama dia. Sampai aku sebagi istri kakak bohongi."
tutur Angel mulai terisak. dia merasa dadanya sesak. entah kenapa pikirannya mengatakan kalau Matthew memang punya hubungan dengan Jovanka. padahal beberapa minggu sebelumnya dia tahu dan yakin Matthew adalah suami paling setia. Jovankalah yang menunjukkan bibit pelakor. mingkin karena kemarin Matthew memilih berbohong makanya dia marah. apalagi foto dan potongan video yang dia dapat menunjukkan suaminya begitu menikmati pelukan dan kecupan Jovanka.
Matthew gelapan melihat istrinya menangis, perasaan menjadi sesak. dia menyesal kemarin tidak langsung jujur.
__ADS_1
"tidak sayang. jangan berbicara seperti. iya aku mengaku salah. kamu perlu tahu, kejadiannya tidak seperti itu. dia yang memeluk dan menciumku. aku kaget karena kejadiannya begitu cepat dan tidak sempat menghindar. aku salah. kemarin aku berpikir kamu akan kepikiran kalau aku akan jujur mengenai kejadian itu. padahal aku salah karena memilih berbohong. Maaf"
lirih Matthew penuh sesal. dia merasa sakit melihat air mata Angel tidak berhenti mengalir.
perasaan yang kacau membuat Angel tidak ingin mendengar alasan apapun dari suaminya. dia berdiri dan naik ke kasur untuk tiduran.
"aku ingin sendiri. tolong jangan ganggu aku"
"tapi sayang, ak"
Matthew tidak melanjutkan ucapannya. dia menghela napas. mungkin sebaiknya membiarkan sang istri menenangkan pikiran dulu. sembari dia menuntaskan permasalahan yang ada.
kakinya bergerak ke sisi ranjang. mengecup dahi Angel berkali-kali hingga kata maaf dan rasa cinta yang teramat besar untuk wanitanya itu terus dia ucapkan.
melihat Angel menutup mata, Matthew keluar menuju ruang kerjanya. dia sebenarnya tahu. istrinya tidak benar-benar tidur.
sesampainya di sana dia langsung menghubungi Leo.
"Jadi benar itu perbuatannya?" tanya Matthew begitu panggilannya di jawab Leo
"Iya, berita sudah aku kendalikan. dia menyewa wartawan lepas. aku dan beberapa bodyguar sudah menangkapnya" Jawab Leo dari seberang
"bawa dia ke markas" tegas Matthew emosi.
"baik matt"
"dia sedang menghindar dengan alasan liburan matt. apa perlu mengutus pengawal ke kota B untuk menyeretnya ke sini?" tanya Leo lagi
"tidak perlu. dia akan datang sendiri nanti" respon Matthew dengan menyeringai tipis. wanita semacam jovanka baginya urusan kecil.
seperti dugaan Matthew, ini pasti kerjaan Jovanka. menyewa seorang wartawan untuk membuat scandal. tapi permainannya tidak rapi. hingga dengan muda, Leo yang seorang hacker handal menemukan Web pertama yang menyebarkan rumor-rumor tersebut. bersama Leo dan beberapa bodyguar lainnya, berhasil menemukan titik lokasi dari pemilik akun. seorang pria yang statusnya wartawan lepas bekerja di belakang layar. selalu menjadi sumber gosip dan isu tentang kehidupan artis dan orang-orang kaya di negara itu. Wartawan tersebut mencoba melarikan diri saat mengetahui dirinya dalam. tapi dia tidka cukup kuat melawan banyaknya bodyguar di sana. ingin melewati Leo saja tidak bisa karena langsung pingsan setelah di bogem tiga kali.
sementara dalang dibalik semua kehebohan ini malah asik menikmati liburan di luar kota. saat berita sudah menjadi trending topik. dia malah memilih berlibur untuk menghindari media. baginya masyarakat akan bisa menilai sendiri dari foto dan berita yang beredar. dia akan santai berpangku tangan menerima hasil sesuai isi otak liciknya.
melihat semua kehebohan itu terjadi dan juga setelah dia berhasil mengirim foto dan potongan video ke Angel, dia tertawa puas. berharap sekarang Angel sedang menderita dan membuatnya keguguran. niatnya adalah tidak membuat tanganya kotor dengan mencelakai angel secara fisik tapi langsung membuat mental dan pikiran angel down seketika.
di lokasi leo mengerjakan semuanya
sesuai perintah Matthew, mereka membawa pria itu ke markas yang sudah turun temurun diwariskan dari keluarga Dirgantara, yaitu sebuah markas pelatihan khusus untuk bodyguar.
"seret dan ikat dia" perintah Leo padan leon begitu sampai di ruang bawah markas tersebut.
"baik!" sigap leo melaksanakan
"menurutmu, apa yang akan tuan lakukan padanya" tanya leon sembari mengikat pria tadi yang masih dalam kondisi pingsan karena tadi dihajar Leo saat dia mencoba berontak dan kabur.
"mungkin menghajarnya. sekurangnya paling tidak membuatnya babak belur seperti kamu kemarin. atau kalau tidak ya, ma-ti!" tutur Leo sembari membuat gerakan memotong leher
__ADS_1
Leon bergidik, dia tahu betul bagaimana emosi seorang Matthew saat diusik apalagi melibatkan orang-orang kesayangannya.
leon tidak bisa membayangkan akan seperti apa jadinya orang ini sebelum diserahkan ke polisi. atau belum sampai ke polisi sudah tinggal nama.
sementara itu, di rumah Matthew saat ini.
setelah menghubungkan leo, dia memperhatikan grafik saham perusahaan. nampak sedikit turun akibat berita-berita heboh pagi ini. kemungkinan besar ada beberapa pemegang sahan yang terkecoh. tapi itu tidak masalah baginya. dia akan melakukan pukulan telak untuk membalas semua ini nanti. dia pun kembali ke kamar dan mendapati sang istri masih berbaring.
dia mendekat berupaya membujuk angel untuk makan siang bersamanya. kali saja wanita itu akan luluh. tapi yang ada Angel tidak mau menanggapi perkataannya.
hingga dia dikejutkan dengan kedatangan mertuanya dan tidak lama kedua orang tuanya juga muncul dengan wajah gelisah.
melihat Angel yang hanya diam dan mata sembab. mereka yakin wanita itu pasti kepikiran.
mama vita mengahampiri putrinya, Matthew pun memberi ruang padanya.
walaupun tidak tahu apa yang terjadi. namun saat ini mama vita harus bersikap bijak. nanti dia akan menanyakan apa yang terjadi pada menantunya.
"tidak perlu dipikirkan. kamu sedang mengandung. ingat kata dokter kemarin. kamu tidak boleh kepikiran apalagi stress" tutur mama vita
"Iya ma, aku tahu. aku baik-baik saja"
"nak mom memang tidak tahu kenapa bisa ada berita seperti ini, tapi percayalah pada suami mu. dia akan mengurus semuanya" mom helena ikut menimpali.
meski dia tahu sekarang berita-berita itu tidak lagi ada, tapi dia khawatir menantunya terus kepikiran. apalagi sedang mengandung. salah satu awal dari perkara rumah tangga adalah kesalahpahaman. dia tidak ingin hal itu terjadi pada kehidupan menantu dan putranya.
"iya mom" timpal Angel dengan senyum tipis.
"Matthew sebenarnya apa yang terjadi" pernyataan dad marcel membuat perhatian mereka beralih menatap Matthew.
Matthew diam sejenak. dia menarik napas pelan sembari menatap wajah sembab Angel. dia semakin merasa bersalah. akhirnya dia menceritakan kejadian saat dia tidak sengaja menabrak jovanka kemarin.
ekspresi para orang tua di sana tentu saja sama. ikut marah dan kecewa. bagi mereka yang sudah berpengalaman dan melewati masa-masa kehidupan rumah tangga seperti Matthew dan Angel, tentu merasa tindakan Matthew salah. walau maksudnya untuk membuat Angel tidak kepikiran, justru dengan menyembunyikan kebenaran akan menimbulkan masalah yang lebih berat.
karena kejujuran pada pasangan adalah hal yang paling penting untuk menghindari adanya kesalahpahaman.
Matthew pun diberi nasehat oleh mama vita dan dad marcel.
Matthew mengakui dirinya salah. tapi saat ini, Angel masih merajuk padanya.di meja saat makan siang bersama pun Angel tidak mau berbicara dengannya selain pada mertua dan orang tuanya.
Di sisi lain..
Jovanka sedang marah-marah karena menyadari semua berita scandal dirinya dan Matthew lenyap begitu saja. tadinya dia mengira berita itu akan menjadi perbincangan orang selama berhari-hari padahal tidak sampai dua jam malah lebyap semuanya. apalagi saat menghubungi wartawan sewaannya kemarin, malah hanya dijawab operator.
"ck sial. kemana dia. katanya bisa diharapkan. padahal cuma sekelas kecoa"
"apakah Matthew sudah tahu? semudah itu" monolognya tidak percaya. selama ini semua gosip dan isu yang beredar tidak ada satupun yang tahu dari mana asalnya. itu adalah kerjaan wartawan yang dia sewa uang dinilai hebat dan handal. tapi kok yang ini malah cepat sekali hilang beritanya.
__ADS_1
sepertinya dia lupa dan meremehkan seorang Matthew. lupa bahwa Matthew adalah seorang Dirgantara.