
Hari ini, Angel siap-siap untuk pulang ke rumah. setelah melewati serangkaian pemeriksaan pagi tadi oleh dokter, akhirnya Angel diperbolehkan pulang. pagi-pagi sekali Exel sudah berada di ruangan gadis itu untuk Menjemputnya dan mama vita. padahal Mama vita bisa saja memesan taksi namun Exel tetap bersikeras menginginkan dia yang mengantar keduanya balik ke rumah. mungkin karena exel masih merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Angel, dia tidak mampu menolong gadis itu dan memilih menonaktifkan ponsel karena dia memutuskan untuk mengobati rasa sakit hatinya pasca Angel menolak lamarannya.
"ma, aku ke ruangan kak Matthew sebentar ya, mau pamit" Ujar Angel meminta Izin ke ruang perawatan Matthew.
"mama juga akan ke sana. kita akan pamitan bersama"
"baiklah ma"
"Nak, Exel kalau mau ikut juga, ayo" ajak mama vita karena melihat pemuda itu dari tadi begitu semangat membantu Angel untuk bersiap-siap pulang ke rumah.
"oke tan" Jawab Exel menyetujui. dia juga ingin bertemu secara langsung dengan Matthew. Seperti apa pria itu selama beberapa tahun tidak bertemu hingga mampu membuat Angel tidak mampu membuka hati untuk pria manapun termasuk dirinya. walau Angel selalu menyangkal perasaannya sudah tidak ada lagi untuk Matthew namun exel masih bisa membaca dari sorot mata dan raut gadis itu yang justru menggambarkan hal yang sebaliknya.
akhirnya mereka bertiga segera ke ruangan Matthew dan di sana ternyata tidak ada orang lain selain Matthew.
"permisi, selamat pagi" salam Angel begitu membuka pintu. Gadis itu terpaku sebentar melihat pemandangan seorang pria yang tengah serius menatap benda lipat persegi di pangkuannya. Apakah dia sudah sanggup memangku benda seperti itu, apakah sudah tidak sakit. batin Angel melihat aktivitas Matthew.
"selamat pagi, masuklah "Jawab Matthew yang sedang memangku laptop di atas tempat tidur, sepertinya pria itu sedang serius mengerjakan sesuatu.
"selamat pagi nak Matthew " ucap mama vita ikut menyapa Matthew.
__ADS_1
"pagi juga tan"
Jawab Matthew halus. mata Matthew juga menangkap sosok pria di samping Angel yang bersikap kalem dan tenang. sekarang Matthew melihat dengan jelas rupa exel yang sejak masuk berada di samping Angel. sebagai sesama pria, Matthew mengakui, dari soal tampang, exel tampan dan juga masuk dalam kriteria idaman wanita. Berdiri di samping Angel membuat Exel terlihat seperti pasangan yang cocok untuk gadis itu dan Matthew sangat tidak menyukai kondisi seperti ini. Dia sangat cemburu namun dia akan berusaha untuk menyetujui ucapan dad Marcel di hari kemarin bahwa mencintai tidak harus memiliki. Asal Angel bahagia walau perasaannya teramat sakit.
"kak" panggil Angel lirih begitu tiba di samping Matthew.
"Iya, angel"
degg
jawaban itu entah kenapa terdengar sangat datar dan tidak selembut biasanya. Bahkan Matthew tidak pernah memanggilnya dengan menyebut nama. entah kenapa, Angel merasa nyeri mendengarnya. tapi karena apa. bukankah dia tidak mengharapkan pria itu lagi.
"Gimana keadaan kakak? tanya Angel mencoba menekan perasaan sedih setelah mendengar respon Matthew tadi.
"aku juga sudah membaik kak dan hari ini aku diperbolehkan untuk pulang. sekali lagi terima kasih. semua berkat bantuan kakak. aku minta maaf kak. untuk keadaan kak Matthew sekarang. maaf sudah melibatkan kak Matthew "
tutur Angel sangat lirih antara merasa menyesal dan dan merasakan perasaan sakit. karena sejak tadi sikap Matthew nampak acuh dan dingin, jawabannya juga singkat-singkat saja.
"Syukurlah kalau kamu sudah membaik. Jangan merasa bersalah. Siapapun akan melakukan hal yang sama kalau sedang berada di posisi saya kemarin" Jawab Matthew tersenyum tipis namun tidak mampu di lihat Angel yang sudah terlanjur merasa diacuhkan.
__ADS_1
"Nak Matthew, kalau butuh apapun, tidak perlu sungkan untuk memberi tahu ya. sekali lagi tante berterima kasih atas pengorbanan kamu. Semoga kamu segera sembuh" ujar mama vita tulus yang seketika itu merasa ada yang berubah dalam interaksi Angel dan Matthew.
"kakak Matthew kalau butuh bantuanku, aku ada kok dan siap membantu" sambung Angel yang berharap respon Matthew akan berubah setelahnya. Entah kenapa dia merasa lemah setelah melihat sikap Matthew yang ogah-ogahan padanya.
"terima kasih tan, Angel. tapi di sini saya sudah punya banyak orang untuk membantu. Kamu istirahat saja Angel semoga benar-benar cepat sembuh" tolak Matthew yang justru semakin membuat perasaan Angel bertanya-tanya dan sedih.
ada apa? kenapa dia menolak, bukankah harusnya Matthew senang karena angel menawarkan diri untuk berada di sisinya selama sakit. kenapa sekarang malah menolak. bukankah pria itu berkali-kali bertekad mau berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dan cintanya lagi. lalu kenapa Hati Angel sekarang malah berharap itu benar-benar dilakukan Matthew. bukankah dia harusnya senang melihat sikap Matthew yang sekarang karena sedari awal dia kekeuh menolak kembali kehadiran Matthew dalam hidupnya.
Matthew menoleh ke arah Exel hingga tatapan keduanya bertemu menandakan adanya aura permusuhan dan persaingan di sana.dari tatapan itu sudah nampak jelas keduanya tidak saling menyukai. sementara, Matthew justru menghindari menatap wajah Angel. dia berusaha sebisa mungkin menahan gejolak rindu sekaligus rasa cemburunya.
Hingga saat angel pamit pun Matthew bersikap biasa saja seolah Keberadaan Angel di sana tidak penting baginya. sepanjang perjalanan pulang Angel nampak diam dan tidak berbicara apapun. begitu tiba di rumah dia langsung masuk kamar dengan alasan mau melanjutkan istirahat. mama vita pun menyetujui karena wanita paru baya itu masih saja khawatir walau dokter mengatakan Angel sudah sembuh.
Exel yang paham, memilih segera ke lokasi syuting acara masak di saluran tv milik keluarganya yang dia pandu sendiri setelah sang daddy mundur dari program tersebut.
Di kamarnya, Angel duduk di tengah kasur sambil menatap jauh keluar, entah apa yang memenuhi pikiran gadis itu sekarang. namun dari matanya yang berkaca-kaca, sepertinya dia sedang dalam perasaan yang tidak baik-baik saja.
sementara itu di rumah sakit. sejak kepulangan Angel. Matthew juga banyak diam. dia bukannya sengaja mengabaikan gadis itu. dari ekor matanya tadi dia bisa melihat raut sedih gadis itu. apakah karena merasa bersalah atau karena gadis itu merasa ada yang berubah dari sikapnya. entahlah. yang pasti dia juga merasa berdenyut sakit melihat wajah sendu gadis itu.
Matthew kembali menerawang, selama dia gigih mendekati Angel selama ini sepertinya gadis itu tertekan. sementara kemarin saat bersama exel gadis itu bebas berekspresi. mungkin benar yang dikatakan dad marcel, dia harus mencoba ikhlas kalau Angel merasa bahagia dengan pria lain yaitu exel. walau dia sendiri sangat tidak rela dan cemburu juga sakit hati.
__ADS_1
hingga tiga hari berlalu. Matthew kini diperbolehkan pulang ke rumah. Angel yang ingin menjenguk Matthew di rumah sakit sekaligus ingin membantu pria itu untuk pulang, justru mendapat penolakan dari Matthew dengan alasan tidak ingin dikunjungi oleh siapapun lagi. Tentu Angel merasa sedih juga perasaan sakit hinggap di dadanya setelah dia mengetahui dan melihat alasan Matthew menolak kehadirannya karena adanya Morena yang hanya berdua dengannya di ruang inap tersebut.
Pernikahan Bestie dan Noval yang tinggal menghitung hari justru di nantikan dengan perasaan yang kacau oleh Angel. gadis itu, banyak diam dan sendu. Dia hanya banyak bicara saat kembali mengajar di kampus sementara saat di luar dia akan diam dan menjawab seadanya kalau ditanya.