
Tidak terasa seminggu berlalu. Hari ini Angel dan Matthew akan pergi liburan berdua. untuk tempat, masih dirahasiakan oleh Matthew. Angel hanya mengikuti ajakan pria itu. Jam empat sore mereka berangkat menuju lokasi liburan. sepertinya tidak jauh dari kota J, karena Matthew menggunakan kendaraan roda empatnya saat menjemput Angel hingga saat ini mereka telah menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga puluh menit. Liburan kali ini, Matthew hanya membawa beberapa pengawal yang akan menjaga di lokasi liburan selama beberapa hari. Angel sama sekali tidak mengetahui kalau mobil di belakang mobil mereka adalah yang tumpangi bodyguard Matthew.
"Kak, sebenarnya kita akan kemana?" Tanya Angel penasaran. karena dia merasa cukup familiar dengan jalan yang mereka lalui.
"nanti kamu juga akan tahu sayang" Jawab Matthew masih belum mau memberi tahu yang disambut tampang cemberut oleh Angel. bibir gadis itu bahkan sekarang sudah maju lima centi.
"sudah. jangan monyong begitu. minta dicium, hm?"
"issh, siapa juga yang mau dicium. pikiran kakak saja yang mesum terus"
"hei, siapa yang mesum. aku hanya mengira saja sayang. atau jangan-jangan kamu sebenarnya mau dicium beneran, hm?" Matthew menggoda Angel yang membuat wanita itu berdecak. tidak lama Matthew melihatnya menguap.
"ngantuk sayang?" tanya Matthew lembut
"hm?" gumam Angel dengan mata yang perlahan mengecil
"tidurlah. nanti aku bangunan kalau sudah sampai" ucap Matthew dengan mengelus sayang surau Angel. Rupanya sapuan halus tangan Matthew di kepalanya menghantarkan perasaan hangat ke seluruh jiwa Angel. hingga tidak berselang lama dia telah terlelap. Matthew menepi sebentar mobilnya untuk memperbaiki posisi tidur Angel yang dia rasa kurang nyaman. setelah menggeser posisi kepala Angel dengan benar, Matthew juga memperbaiki tatapan poni dan beberapa anak rambut yang menutup wajah gadisnya. dia tersenyum setelah melakukan itu. ditatapnya wajah Angel dengan jarak yang begitu dekat.
"manis sekali. pengen gigit kamu, tahu nggak. kok kamu bisa segemas ini sih sayang" monolog Matthew yang merasa gemas melihat Angel terlelap dengan damai tanpa terganggu saat dia memperbaiki posisi tidurnya.
cup
"i Love you" bisiknya halus setelah memberikan satu kecupan di kening Angel.
setelahnya dia melanjutkan perjalanan menuju lokasi liburan. setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam, mereka tiba di sebuah pantai di pinggir kota. sebuah pantai cantik namun sepi, yang hanya bisa dikunjungi oleh orang-orang tertentu. karena Akses menuju pantai ini lumayan membuat dompet menipis. Di pantai ini tidak ada hotel, melainkan hanya ada beberapa vila, dan resort super mewah. lokasinya yang masih asri dan cantik alami dijadikan sebagai lokasi bisnis liburan privat dan mewah. salah satu keluarga yang bebas masuk pantai ini adalah keluarga Dirgantara. karena mereka pun membeli sebagian lokasi lahan di ujung barat pantai dan membangun sebuah vila mewah di sana.
__ADS_1
Melihat Angel yang masuh terlelap, Matthew menjadi tidak tega hingga dia memilih untuk menggendong gadisnya itu ke dalam villa menuju lantai dua. Matthew membawa Angel ke sebuah kamar mewah dengan tempat tidur berukuran Queen size yang bersebelahan dengan kamarnya. Dia meletakkan Angel perlahan. setelahnya dia keluar lagi menuju mobil untuk mengambil barang bawaan mereka. dia tidak menyuruh bodyguard, karena menurut Matthew pakaian juga adalah hal privasi untuknya. setelah meletakkan dua koper kecil miliknya dan milik Angel serta memastikan Angel masih tidur dengan nyenyak, Matthew memilih berkeliling villa untuk sekedar mengecek keadaan sekitar. Semuanya nampak masih sangat sama seperti terakhir kalinya dia datang ke sini delapan tahun lalu.
Villa ini rupanya dirawat dengan baik hingga masih nampak mewah, elegan dan sejuk. sehari sebelum berangkat. Matthew sudah menghubungi pihak penjaga villa agar menyiapkan segalanya selama mereka liburan di sana. para bodyguard yang diketuai Alan juga sudah sampai dan langsung menjalankan tugas mereka di sana.
sementara itu, di kamarnya, angel perlahan membuka mata. samar-samar dia mendengar deru ombak dan semilir angin yang sejuk langsung terasa di kulitnya. Dia seketika terjaga begitu menyadari dirinya berada di tempat asing. Awalnya dia was-was dan bingung. namun setelah nyawanya terkumpul, barulah dia ingat bahwa dia sedang berlibur bersama Matthew.
'apakah sudah sampai. kok rasanya tidak asing ya' batin Angel. karena penasaran dia segera beranjak dari kasur dan menuju balkon kamar yang terhubung langsung dengan kamar yang ditempatinya.
benar saja, deru ombak yang dia dengar tadi adalah gulungan ombak pantai. setelah mengamati sekeliling dari balkon kamar tersebut, angel menyadari rupanya dia sedang berada di sebuah villa pinggir pantai. sangat tidak asing dalam ingatannya.
semilir angin yang sepoi langsung menyapa kulit Angel. merasakan sejuknya angin, Angel memejamkan mata, sambil berpengangan pada pembatas balkon. dia menikmati angin berhembus yang ikut menerbangkan beberapa helai rambutnya.
Saat masih memejamkan mata menikmati sejuknya angin dan perasaan tenang dibawa deru ombak, Angel merasakan dua lengan mendekapnya dari belakang disertai kecupan-kecupan kecil di tengkuknya. Angel sangat hafal siapa pemilik pelukan hangat itu. si Matthew, pria masa lalu sekaligus yang sekarang mulai bertahtah kembali di hati dan pikirannya.
"kakkk" Jawab Angel seperti mendesah
"Apa sayang" Suara parau Matthew masih dengan aktivitas memeluk dan mencium tengkuk Angel.
Karena takut terbuai terlalu jauh, Angel segera melepaskan rangkulan Matthew dan membuat pria itu seketika tidak rela. Angel berbalik menghadap Matthew dan membalas tatapan pria itu.
"Kak, kita dimana? sepertinya aku tidak asing dengan tempat ini" tanya Angel yang sedari tadi merasa penasaran dengan tempat tersebut.
"menurut kamu, kita dimana sayang? kamu ingat sesuatu?"
Angel nampak berpikir keras mencoba menyakinkan ingatannya. setelah mengingat sesuatu, perlahan matanya melebar.
__ADS_1
"Kak, kita pernah ke sini kan, delapan tahun lalu?" tanya Angel yang hanya dijawab anggukan pasti oleh Matthew.
"jadi ini Villa pantai Kenangan?" tanya Angel lagi
"Iya sayang, kau sudah mengingatnya, hm? jawab Matthew dan dibalas anggukan bahagia oleh Angel.
sekarang dia ingat, delapan tahun lalu Matthew pernah membawanya ke sini untuk memenangkan pikiran dan mendapatkan kedamaian dalam dirinya saat dia melewati masa pemulihan pasca musibah kasus pelecahan yang menimpa dirinya. Tempat ini menjadi lokasi yang sangat membuatnya tenang bahkan tidak mau pulang setelah dia menemukan ketenangan di sini.
"kakak, terima kasih " tiba-tiba Mata Angel berkaca-kaca. dia terharu Matthew kembali membawanya ke tempat yang membuatnya tenang seperti delapan tahun lalu.
"hei, Sweetheart ada apa, kenapa menangis" Matthew tiba-tiba panik. Gadisnya menangis walau sempat terdengar kata terima kasih. tetap saja dia khawatir.
"aku bahagia, terharu. kakak membawa aku kembali ke sini. ke tempat ini" Jawab Angel yang kini disertai tangis bahagia. Dengan segera dia memeluk Matthew erat menyalurkan perasaan haru dan bahagianya.
"Syukurlah kalau kamu senang sayang" akhirnya Matthew lega setelah mendengar alasan Angel dan membalas pelukan gadis itu tak kalah erat.
Saat asik berpelukan. tiba-tiba pintu kamar diketuk dan sebuah sapaan mereka dengar dari luar.
tok
tok
tok
"permisi tuan, apakah anda di dalam?" sapa seorang wanita yang Suaranya terdengar halus. sepertinya seorang gadis muda.
__ADS_1