Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Rencana Licik


__ADS_3

Setelah melakukan rawat inap 5 hari di rumah sakit, Angel kini kembali pulang. namun tetap dalam pantauan yang ketat oleh Matthew sesuai arahan dokter. Wajah Angel kini terlihat lebih segar dan tidak lagi pucat.


saat akan masuk ke mobil, Angel menyadari bukan Leon yang menyetir melainkan salah satu teman sesama bodyguar leon.


"Hubby, dimana leon?"


"dia sedang cuti, sayang. penyakit ambeyennya kambuh" bohong Matthew.


padahal sebenarnya, leon masih berusaha menyembuhkan bekas memar dan luka di wajahnya akibat bogeman Tuannya.


Matthew melarang Leon muncul dihadapan Angel sampai keadaannya benar-benar pulih. takut Angel bertanya macam-macam.


Angel mengangguk paham tanpa bertanya lagi.


"tidurlah sayang, nanti aku bangunkan kalau sudah sampai"


"baiklah hubby "


Angel tidak menyadari entah jam berapa mereka tiba di rumah, yang pasti saat dia bangun sudah ada di atas ranjang. bahkan sekarang waktu menunjukan pukul setengah empat sore.


Dia beranjak menuju kamar mandi karena ada panggilan alam. dia pun sekaligus melakukan ritual mandi sore.


dia tidak akan lama di kamar mandi. karena untuk berdiri dan duduk terlalu lama belum begitu kuat. dia harus bisa menjaga kandungannya agar tetap baik-baik saja. buah cintanya dengan sang suami.


saat keluar, padahal Matthew sudah berdiri di samping ranjang dengan wajah khawatir. dia juga sudah dalam penampilan segar. karena telah mandi saat angel masih tidur.


"Sayang, bukankah sudah aku bilang, jangan memaksa diri. biar aku bantu untuk mandikan"


Angel tersenyum tenang melihat betapa besar kesabaran Matthew untuk menjaga dan mengurusnya apalagi saat di rumah sakit. benar-benar suami siaga.


"hubby, aku sudah bisa melakukan itu. kan aku mandi tidak lama. jangan khawatir"


"tidak, kali ini kau harus mendengarkan ku. bagaimana kalau perut kamu tiba-tiba sakit, tidak kuat berdiri dan terpeleset. jangan membantah oke." kali ini Matthew harus sedikit tegas pada sang istri. itu karena dia khawatir dan sangat menyayangi Angel dan buah hati mereka.


"baiklah. terserah kamu saja hubby" pasrah Angel tidak ingin berdebat.


"yuk pakai pakaian kamu. keburu masuk angin sayang. ada yang ingin aku katakan setelah ini"


"apakah ada sesuatu yang serius?" tanya Angel penasaran. saat mengandung, rasa penasarannya memang tidak terkendali.


"pakai baju dulu sayang" Matthew dengan lembut membantu sang istri berpakaian. layaknya anak kecil, Angel mau-mau saja.


kini keduanya menikmati matahari terbenam dari balkon kamar. sebelah tangan Matthew memeluk bahu Angel, sebelahnya lagi dia gunakan untuk mengusap lembut perut buncit sang istri. perhatian seperti ini mengalirkan perasaan hangat hingga seluruh aliran darah angel.


Matthew pun mulai mengatakan berita yang sempat dia dapat saat angel tidur tadi.


"Pernikahan Leo dan Enzy akan dimajukan tiga minggu lagi" beritahunya. Angel mendongak menatap sang suami. dia sedikit terkejut mendengar kabar itu.


"kenapa begitu?"


"keadaan om Damian kembali menurun. Dia meminta pernikahan itu segera dilangsungkan. dia takut tidak bertahan hingga Leo menikah"


entah kenapa Angel yang mendengar itu menjadi sedih. bukan sedih karena pernikahan yang dimajukan melainkan karena keadaan om Damian yang kembali drop.


"Emm kasihan om Damian. Dia pasti bisa sembuh"


"Iya sayang. kita banyak bantu dengan doa ya"

__ADS_1


"Iya hubby"


"oh iya, ada satu kabar lagi sayang"


"apa?"


"pelaku yang menabrak kamu kemarin sudah dijatuhi hukuman. 5 tahun penjara"


Matthew was-was memperhatikan wajah sang istri. takut Angel trauma atau takut mengingat kejadian itu.


namun Angel diam saja tanpa merespon apapun. hal itu membuat Matthew sedikit panik.


"Sayang, kenapa diam saja. kau baik-baik saja kan?"


"aku baik hubby. tidak usah dibahas lagi ya" rupanya membicarakan pria yang menabraknya malah membuatnya kembali dirundung rasa bersalah pada kedua buah hatinya.


"baiklah sayang. malam ini mau makan apa, hm? mungkin istri dan anak-anak papa mau sesuatu?"


tanya Matthew mengalihkan pembicaraan agar angel merasa tenang kembali. dia tahu walau istrinya itu tidak jujur, dari raut wajah dan gerak geriknya Matthew bisa melihat ada rasa panik dan tidak nyaman saat menceritakan soal kecelakaannya.


"malam ini aku ingin makan soto daging buatan mama dan puding buah buatan mom" Jawab Angel antusias.


Matthew pun merasa lega kembali melihat wajah riang sang istri.


"baiklah sayang. aku akan segera menghubungi mom dan mama. atau bagaimana kalau kita undang mereka untuk makan malam disini saja?" tawar Matthew.


"wahh itu juga lebih baik hubby"


akhirnya malam itu, semua anggota keluarga kumpul bersama. menu utama dinner keluarga dadakan itu sesuatu permintaan sang bumil, soto daging dan makanan penutup puding buah.


Pagi kembali datang, Dan hari ini mau tidak mau Matthew harus berangkat ke kantor. akan ada rapat bersama rekan bisnisnya pagi ini yang tidak bisa diwakilkan, meski pun oleh Leo atau Dean.


"ingat sayang, jangan banyak gerak. apalagi turun ke dapur untuk masak. hubungi pelayan saja untuk menyiapkan makanan. jangan turun pakai tangga. ada lift, gunakan itu. kalau ke kamar mandi hati-hati, di sana lantai licin. satu lagi kalau ada apa-apa, segera hubungi aku. mama akan ke seni untuk menemani kamu selama aku di luar. paham sayang?"


memang terdengar sangat overprotektif, tapi semua itu Matthew lakukan karena dia begitu menyayangi sang istri.


"Iya hubby. aku akan mengingat dan menurut" Jawab angel patuh dan tersenyum manis.


"sekarang, berikan suami tampan mu ini suplemen super dengan lima kecupan" ujar Matthew percaya diri dengan mencondongkan wajahnya ke hadapan Angel.


"isshh suami ku narsis sekali"


meski demikian, Angel tentu menurut. bukan cuma lima kecupan tapi seluruh bagian wajah Matthew dia kecup. dan bukan Matthew namanya kalau diam saja. dia tentu membalasnya dengan ciuman yang teramat mesra. pada akhirnya membuat dia tersiksa sendiri. dia malah tidak ingin melepaskan istrinya. tapi karena kecelakaan kemarin, dokter menyarankan hingga akhir three semester pertama mereka tidak berhubungan dulu.


'sial,kau bangun. tolong bekerja samalah untuk sebulan ke depan. kau akan puasa. ingat itu" batinnya sambil melihat are bawahnya.


"hubby, kenapa? muka kamu merah. apakah mendadak demam?" tanya Angel polos


"tidak sayang sepertinya aku sedikit merasa gerah. ayo kita turun untuk sarapan" Jawab Matthew seraya mengajak Angel untuk ke bawah.


"sungguh cuma gerah?"


"Iya sayangku "


"tapi kamar kita ber-ac. aku bahkan merasa dingin"


"oh.. itu mungkin karena aku terburu-buru sayang. juga aku sedikit gugup pagi ini ada pertemuan bisnis" bohong Matthew. sejak kapan dia gugup bertemu rekan bisnisnya. yang ada orang yang gugup melihat wajah dingin dan seriusnya namun tetap sangat tampan.

__ADS_1


akhirnya setelah menyelesaikan sarapan, Matthew pamit ke perusahan seorang diri. karena Leo masih berada di rumah sakit menemani ayahnya. pria itu akan masuk sedikit terlambat. Matthew tidak mempermasalahkan itu. sementara angel sedang mengobrol bersama mama vita di rumah.


Tepat pukul 10 pagi, Matthew ditemani Leo berangkat menuju restoran Seafood sementara perusahaan akan ada Dean sekertarisnya yang mengurus di sana. pagi ini sesuai agenda dia melakukan pertemuan dengan rekan bisnisnya yaitu Tuan Garry dari perusahaan B. membahas kembali kelanjutan kerja sama pembangunan beberapa pabrik olahan Jagung. pertemuan itu berjalan lancar tanpa hambatan.


namun ada satu hal yang membuat Leo dan Matthew saling melirik. Margaret mantan sekertaris dad marcel yang sudah dipindahkan ke kantor cabang kota B kini sudah menjadi asisten pribadi Tuan garry. padahal pada pertemuan sebelumnya asisten pria itu adalah seorang pria. mereka bahkan tidak menerima laporan surat pemberhentian ataupun resign Margaret dari kantor cabang.


"tuan Matthew, untuk urusan di lapangan soal pembangunan pabrik, sepenuhnya akan menjadi tugas asisten saya, Margaret. semogaTuan Matthew tidak keberatan. " ujar Tuan Garry.


"baik tuan garry. saya sama sekali tidak keberatan. Perusahaan kami akan mengirim Leo asisten saya juga ke lapangan untuk mengecek sekali-kali. namun yang mengontrol tetap adalah tim lapangan dari kantor cabang kota B. respon Matthew tenang.


namun tidak dengan Margaret. mukanya terlihat kesal karena tadinya dia berharap Matthew langsung yang menangani proyek itu. tentu dia harus segera menyusun rencana baru.


setelah pertemuan selesai, mereka akhirnya balik. namun Matthew mendadak ingin ke toilet. sementara Leo akan menunggu di parkiran. selesai dengan urusannya di toilet, dia pun keluar. karena terburu-buru, saat berjalan Matthew tidak menyadari ada seseorang yang datang dari arah berlawanan dengannya. hingga keduanya bersenggolan dan hampir terjatuh. untung tangan Matthew cepat menahan pada sisi luar toilet. namun dia kaget setelah menyadari orang yang bersenggolan denganya malah memeluk dia erat. dan apa yang baru saja dia rasakan. sebuah kecupan di pipinya. mata Matthew langsung melotot tajam dan marah.


tentu saja dia kaget dna refleks mendorong orang itu. dia semakin kaget setelah menyadari Orang itu adalah Jovanka.


"hai Matthew sayang " sapa jovanka dengan senyum menggoda.


"apa yang kau lakukan!! " bentak Matthew. dia merasa jovanka pasti sengaja melakukan itu.


"Matthew, sepertinya kita berjodoh ya, bertemu dalam ketika sengajaaan seperti ini, berujung romantis" ujar jovanka mulai ngawur.


tanpa meladeni Wanita itu lagi, matthew segera pergi dari sana, seraya membuka jasnya. dia juga mengosok pipinya berkali-kali dengan sapu tangan. dia merasa Jovanka sudah membawa kuman sial padanya.


sementara itu, jovanka memperhatikan kepergian Matthew dengan senyum penuh arti.


"Gimana, sudah dapat apa yang saya suruh tadi?" tanya Jovanka pelan pada seseorang yang bersembunyi di balik tembok.


"sudah nona" Jawab orang tersebut.


"bagus ini bayaran tambahan untuk kamu. ingat jangan mengatakan apapun pada orang lain. hidup kamu tidak akan aman " ancamnya sangat menyeramkan di telinga orang tadi.


"baik nona. saya permisi " pamit orang itu gemetaran.


Jovanka pun juga pergi dari sana dengan perasaan senang. setelah ini dia akan membuat sebuah berita heboh.


dia begitu bahagia, kedatangannya ke restoran tadi untuk menemui seorang pria tua rekan bisnisnya ayahnya yang juga sering menyewanya bermain beberapa kali, di sana dia justru mendapatkan keuntungan lain. dia melihat Matthew dan leo di Sana. masuk ke sebuah ruangan private VVIP. dia tahu, Matthew melakukan pertemuan di sana. dia pun berencana menunggu Matthew. dan ketika melihat Matthew keluar menuju toilet, sebuah ide gila tiba-tiba muncul di otak liciknya.


dia menyewa seorang pelayan restoran untuk mengambil gambar dirinya bersama Matthew. dia berencana akan pura-pura menabrak Matthew kemudian memeluk dan mencium pria itu. dan rencana itu berhasil. dia pun pulang dengan hati riang gembira.


sesampainya di rumah, Jovanka langsung menghubungi seorang wartawan anonim yang selama itu bekerja di belakang layar menyebarkan rumor, gosip dan isu tentang para selebriti dan orang-orang kaya di negara itu. dia akan menyewa pria itu untuk membuat berita scandal dirinya dan Matthew.


"lakukan sebaik mungkin. saya berharap ini akan heboh dan menguntungkan saya. saya akan mentransfer bayaran lebih untuk kamu setelah berita ini berhasil" Ucapnya saat menghubungi wartawan anonim tersebut. dia juga mengirimkan beberapa foto tadi saat dia dan Matthew berpelukan dan dia mencium pipi Matthew.


"terbitkan esok pagi. jadikan berita utama" lanjutnya lagi.


"baik" Jawab singkat dari wartawan anonim tersebut.


setelah mengakhiri panggilan itu, jovankan kembali tersenyum jahat.


"semoga esok saat melihat dan mendengar berita ini, wanita sialan itu akan segera syok hingga keguguran. ya ujungnya meminta pisah dari Matthew. dan saat itu akulah pemenangnya" dia kembali terjawa jahat persis seperti wanita gila penuh obsesi.


sementara itu, setelah Matthew dari restoran tadi, dia segera kembali ke rumah. dia bahkan sudah membuang sapu tangan dan jasnya di tempat sampah restoran.


melihat suaminya pulang tanpa memakai jas, Angel un bertanya.


"hubby, dimana jas kamu?"

__ADS_1


"ohh, tadi terkena tumpahan minuman. sudah kotor dan bau, jadi aku membuangnya saja di tempat sampah " Jawab Matthew berbohong.


dia tidak mau menceritakan kejadian bertemu jovanka. takut Angel kepikiran. namun dia tidak menyadari, ketidakjujuran itulah yang pada akhirnya membuat Angel menaruh banyak beban pikiran.


__ADS_2