Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Menantu Untuk Mom Helena


__ADS_3

Saat ini, Angel tengah menatap bayangan dirinya di cermin. Matanya hampir tidak berkedip melihat pesonanya dengan wajah hampir tidak dikenali setelah berdandan dan berpakaian branded. Benar-benar seperti ratu. Mama vita yang sedari tadi memperhatikan putrinya tersenyum teduh. Dia sangat terharu melihat putrinya sekarang mulai dewasa. Dia cantik dan sanggup memikat lawan jenis.


pukul 5 sore, Matthew datang menjemput Angel. Dia duduk di ruang tamu sembari menunggu gadisnya yang masih bersiap di kamar. Tak lama berselang, Orang yang ditunggu menghampirinya dengan langkah yang begitu anggun. Sumpah pesona kekasihnya yang begitu kuat sampai membuat Matthew menatap dengan mulut terganga. Oh god, Gadisnya sangat luar biasa cantik dan anggun. Sungguh dia terpesona. Sama hal dengan dirinya, Angel pun terpesona dengan penampilan Matthew, mereka mengenakan warna pakaian yang sama, yaitu putih. Mereka saling memandang beberapa detik hingga deheman mama vita memutuskan aksi saling tatap keduanya. Mama vita tersenyum lucu melihat Wajah tersipu keduanya. Setelah berbincang sebentar dengan mama vita, keduanya pamit menuju rumah Matthew. Di perjalanan Angel menunjukkan gelagat yang ragu cemas juga khawatir. Wajar saja, ini pertama kalinya dia mengikuti acara seperti ini, diundang untuk memberi suprise pada orang tua kekasihnya. Sudah pasti dia tidak percaya diri. Menyadari kecemasan kekasihnya, Matthew menggenggam tangan Angel dengan erat untuk menyalurkan kekuatan seraya meyakinkan dengan tatapan mata dan senyuman hangat bahwa semua akan baik-baik saja.


Mobil Matthew memasuki sebuah Kompleks perumahan mewah yang masing-masing rumah minimal terdiri dari tiga lantai. Angel hanya menatap kagum. Kehidupan orang kaya kontras berbeda dengan mereka yang miskin. Hingga matanya fokus pada sebuah rumah mewah berlantai 5 setelah mobil Matthew memasuki gerbang hitam yang menjulang tinggi. Dari luar saja Rumah itu terlihat seperti istana raja. Angel kini kembali gugup.


"Sayang, yuk Turun" Ajak Matthew yang menyadarkan Angel dari keterpakuan dan kegugupannya. Angel mengangguk ragu. Sebelum turun Matthew memberikan kecupan ringan di kening gadisnya untuk kembali menguatkan kepercayaan diri Angel. Keduanya Turun dengan Angel yang membawa serta kado yang mereka beli tadi siang. Matthew menggandeng tangan Angel seraya melangkah ke dalam rumah. Dari luar saja terdengar kalau di dalam rumah nampak ramai.


Saat tiba di depan pintu, Angel mengucapkan salam kepada pemilik rumah dan semua yang ada di sana.


"Selamat sore" Sapa Angel mengalihkan atensi semua orang di ruang tamu.


"Sore mom, dad" Matthew ikut memberi salam sembari mengajak Angel ke arah tempat kedua orang tuanya duduk.


"Selamat sore son" Jawab dad Marcel dengan tatapan tenang namun menyimpan rasa penasaran.


"Selamat sore putra tampannya mom" Jawab mom Helena. Sama halnya dengan sang suami, mom Helena pun penasaran dengan Gadis cantik yang ada di samping putranya tersebut. Sungguh gadis yang manis dan menggemaskan.


"Selamat Ulang tahun mom. Selalu sehat dan umur panjang. I Love you so much" ungkap Matthew memberikan ucapan selamat ulang tahun pada mom Helena seraya mendekap erat wanita yang telah bertaruh nyawa demi melahirkannya.


"Selamat bertambah usia Tante. Tetap sehat dan diberkati Tuhan" Ucap Angel dengan tersenyum hangat setelah Matthew melepaskan pelukan dari mom Helena.


"Waw, terima kasih nak. Kau sangat manis" Jawab Mom Helena sembari mengelus dengan sayang pipi Angel. Dia merasa begitu tersentuh dengan senyum tulus gadis yang berdampingan dengan putranya.


"Mom, this for you. Sedikit hadiah dari kamu berdua" ungkap Matthew dan mengarahkan Angel untuk memberi kado yang dipegangnya.


" Wahhhh, Terima kasih banyak sayang. Mama penasaran dengan isinya. Tapi mama akan membukanya nanti ya." Tutur mom Helena yang dibalas anggukan keduanya.


"Tapi ngomong-ngomong, nak, kamu tidak berniat memperkenalkan gadis manis di samping kamu?" Tanya mom Helena yang tidak bisa menahan jiwa keponya.


"Mom, dad, kenalkan ini Angel, calon menantu kalian.


Sayang, ini mom Helena dan Dad Marcel, orang tua ku dan calon mertua kamu" jelas Matthew dengan percaya diri dan penuh keyakinan. Dia seolah mendeklarasikan bahwa dari sekarang hingga di masa depan gadisnya hanya Angel dan tetap Angel. Bisa dipastikan ekspresi semua orang di sana seperti apa. Tentunya ada yang kaget, ada yang iri, tidak setuju, Bahkan sangat marah. Namun satu yang pasti mom Helena tersenyum sumringah dan bahagia. Sementara Angel, wajahnya kini semerah Tomat chery. Dia Malu saat Matthew yang mengutarakan dirinya calon menantu dalam keluarga pria tersebut. Angel bahkan belum memikirkan untuk hal-hal demikian.

__ADS_1


"Calon menantu?" beo mom Helena dengan serius


"Kalau gitu selamat datang di rumah sayang, menantuku" ungkap mom Helena dengan wajah yang penuh senyum bahagia. Melihat Angel seolah dia merasa memiliki anak gadis yang begitu manis. Laras saja tidak mampu menyentuh hatinya walau sudah lama berteman bahkan berpacaran dengan anaknya. Angel tidak melakukan apapun, Namun caranya bersikap dan bertutur kata membuat orang di sekitarnya tertarik bagai dia adalah magnet yang menarik.


"Ehh" kaget Angel dengan tidak tahu harus merespon seperti apa yang ada mukanya justru tersipu melihat respon mom Helena yang sangat antusias kepadanya. Menumbuhkan senyum kelegaan dalam hati Angel.


"Selamat datang nak" Ucap dad Marcel mengikuti sambutan istrinya.


"Nak, bagaimana kamu bertemu, berteman dan mau berpacaran dengan berandalan ini, apakah dia memaksa dan mengancam kamu?" Tanya dad Marcel yang justru mendapat pelototan tajam dari Matthew. Pria tua di hadapannya ini bukannya mendukung dengan mensanjung dirinya, justru menunjukkan kejelakan sikapnya di hadapan sang pacar.


"Terima kasih untuk om dan Tante, salam kenal. Saya Angel. Kak Matthew baik kok om." Ucap Angel seraya membela kekasihnya seolah tidak mau dijadikan bahan ledekan dad Marcel. Mendengar penuturan Angel, Matthew tersenyum bahagia dengan hidung kembang kempis dan cengegesan tidak jelas.


"panggil mom dan dad saja, ya seperti Matthew" Suruh mom Helena. Angel ragu menjawab iya, namun melihat anggukan Matthew, akhirnya dia menyetujui.


"Kalau dia, nakal kasih tahu dad, oke. biar dad akan jadikan dia santapan buaya. Pokoknya jangan takut. Mom dan dad akan membela kamu" Goda Dad Marcel pada dua sejoli tersebut namun tetap ada nada peringatan di sana seolah memberi tahu putranya agar tidak merusak gadis yang dia kenalkan saat ini. Angel hanya membalas dengan senyum malu-malu. Membuat mom Helena gemas. Semua keluarga Matthew yang ada di sana menyambut kedatangan Angel dengan perasaan antusias. Termasuk kedua orang tua Melvin juga Martin. Mereka belum pernah melihat Matthew serius seperti ini sampai memperkenalkan seorang gadis dalam keluarga berarti dia memang tidak main-main. Keluarga pun menyambut baik niat Matthew.


Dari Arah pintu nampak Melvin datang bersama Martin dengan membawa sebuah kotak kado besar. Melvin melayangkan tatapan hangat pada mom Helena dan tersenyum jahil pada dad marcel yang membuat pria tua tersebut menatap waspada dan garang pada Melvin. Dia tidak mau keponakannya itu tersenyum dan tebar pesona pada istrinya. Mode cemburunya kembali on. Melihat respon dad Marcel, semua yang di sana tertawa lucu. Lagian aneh-aneh saja dia cemburu sama Melvin. Ya kali keponakannya itu menjadi saingan dirinya dalam merebut perhatian dan kasih sayang istrinya. Sesampainya di depan Mom Helena, tanpa mempedulikan tatapan tajam pamannya, Melvin adanya Martin mengucap selamat kepada bibinya tersebut.


"Selamat menjadi semakin tua bi. Aku harap bibi banyak sabar menghadapi pria tua seperti paman" Ucap Melvin seraya mencium pipi kiri kanan Mom Helena. Melihat itu, dad marcel langsung menjewer telinga Melvin karena berani menyentuh dan tersenyum pada istrinya. Semua yang di sana ketawa lepas.


Kemudian Acara di lanjutkan dengan memotong kue dan makan malam. Acara ulang tahun mom helena hanya dihadiri oleh keluarga, kerabat dan kenalannya. Mom Helena dengan bangga memperkenalkan Angel pada teman-temannya. Setelah menerima suapan kue dari Mom Helena, Angel, Matthew, Melvin dan Martin nampak mengobrol di sudut ruangan. Sambil sekali-kali dihampiri oleh mom helena yang ingin menawarkan makanan dan masih ingin mengobrol dengan Angel. Matthew nampak perhatian dan memperlakukan Angel dengan lembut. Seperti mengambilkan makanan, minuman, desert, serta makan dengan tangan yang saling menggenggam. Tingkah Matthew menjadi pusat perhatian orang-orang di sana. Pria itu nampak bucin pada gadisnya. Mom Helena sampai geleng kepala melihat tingkah putranya.


Di Area lain yang masih dalam ruangan tersebut, persisnya di dekat meja konsumsi, Seorang gadis nampak mengepalkan tangan dengan wajah penuh amarah. Gadis itu adalah Laras. Dia marah terhadap Angel yang menurutnya sangat tidak tahu diri dan kecewa dengan Matthew yang tidak pernah memperlakukannya selembut memperlakukan Angel. Amarah dalam jiwanya makin berkobar melihat orang tua Matthew yang menyambut Angel dengan hangat dan bahagia. Di samping laras nampak Vivi juga berdiri dengan muka masam. Dia sangat iri pada Angel yang entah kenapa selalu di keliling orang-orang tampan yang juga menjadi incarannya.


Laras datang, atas undangan mom Helena dan mewakili orang tuanya yang tidak dapat hadir. Sementara vivi di sana hanya menemani Laras. entah sejak kapan keduanya berteman.


Waktu menunjukan pukul setengah 9 malam. Angel nampak mulai mengantuk, dia mengajak Matthew untuk pulang dan diangguki oleh pria tersebut. Keduanya menghampiri orang tua Matthew untuk berpamitan.


"mom, Saya pamit pulang dulu" Kata Angel pada Wanita di depannya.


"Cepat banget sayang. masih jam segini" Jawab mom Helena yang merasa belum terlalu malam untuk mengobrol lagi.


"Maaf mom, mama menunggu saya di rumah" Ungkap Angel jujur. Mendengar itu, mom Helena menjadi tahu dan yakin kalau gadis di depannya ini adalah anak baik-baik.

__ADS_1


"Baiklah. Sering-sering ke sini lagi ya sayang, supaya mom ada teman ngobrol"


"Iya mom. Pamit dulu ya mom. Selamat malam, sekali lagi selamat ulang tahun dan tetap sehat. Ungkap Angel tulus.


"Terima kasih sayang. Matthew akan mengantar kamu. hati-hati di jalan" balas mom Helena tak kalah tulus.


Akhirnya Angel berpamitan dan menyalami kedua orang tua Matthew dan keluarganya di sana.


"Sayang, kamu mengantuk?" tanya Matthew saat dalam perjalanan pulang


"Iya kak" Jawab Angel


"tiduran saja, nanti aku bangunin kalau sampai rumah" Kata Matthew dan mengelus kepala kekasihnya dengan sayang. Angel perlahan menutup mata dan terlelap.


"Sayang, Cup.. cup.. yuk bangun " Panggil Matthew membangunkan Angel sembari mengecup keningnya.


Tak lama setelahnya, Angel bangun dengan mata yang berkedip lucu. Dia terlihat sangat mengantuk.


"sudah sampai ya kak?"tanya Angel untuk memastikan penglihatannya.


"Iya sayang. Malam ini tidur yang nyenyak. Terima kasih sudah bersedia datang ke rumah. Malam ini kau sangat luar biasa cantik. Love you sayang. Cup" tutur Matthew dan tak lupa kecupan penuh cinta dia labuhkan di kening gadisnya. Angel tersenyum dengan malu-malu kucing. Lucu sekali Matthew melihatnya.


"Sama-sama kak. Terima kasih sudah mengajak aku ketemu orang tua kakak. Padahal mereka baik banget" Balas Angel. Gadis ini masih cukup polos untuk membalas setiap perlakuan manis Matthew.


"Sini" tunjuk Matthew pada pipinya supaya Angel memberikan ciuman di sana. Dengan pergerakan malu-malu, Angel mencondongkan badan hingga posisi wajah keduanya hampir tidak berjarak.


"Cup" kecupan Angel membuat Matthew bahagia bukan main. Walau hanya kecupan tapi dahsyatnya sampai membuat jantungnya berpacu. Dia menjadi salah tingkah.


"Yuk Turun" Ajak Matthew setelah menyadari tingkahnya. Dia kembali memasang ekspresi cool supaya selalu terlihat keren di mata kekasihnya.


Matthew mengantar Angel hingga ke depan pintu dan berpamitan pulang pada Angel dan mama vita yang tengah menunggu mereka di sana.


Dalam perjalanan pulang, dia mendapat sebuah pesan dari nomor baru berisi foto dan sebuah pesan yang berbunyi 'apakah dia juga perlu melihat ini?'

__ADS_1


Di dalam foto itu, nampak dirinya tengah terlelap dengan Posisi tidak menggunakan baju dan dalam dekapannya ada Laras yang tertidur nyenyak.


"****" Siapa yang mau main gila sama kau" umpat Matthew. Dia tahu itu adalah foto lama saat dia dan Laras Dua tahun lalu bermesraan dan tertidur bersama di apartemen. Dia ingat saat itu laras hanya mengenakan ****** *****. Sekarang dia mendadak khawatir foto masa lalunya akan sampai ke tangan Angel. Tidak. dia tidak mau kehilangan gadis itu. Dia harus membereskan masalah ini secepatnya.


__ADS_2