Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Biarkan Saja


__ADS_3

"kenapa nak? ada yang tertinggal?" mama vita bertanya begitu melihat Matthew masuk kembali dalam rumah.


"ada hal penting yang ingin aku bicarakan ma. Karena Angel belum bangun, aku bicarakan sama mama saja" jawab Matthew serius. membuat mama vita pun penasaran dan ingin tahu ada apa sebenarnya.


"baiklah. duduk nak"


setelah mendudukan diri di sofa, Matthew akhirnya mulai menceritakan hal yang diberitahu Leo beberapa saat lalu melalui telepon.


"Laura dan Morena bebas. ada orang yang membebaskan mereka. yang pasti kedua orang tua mereka" tutur Matthew memberitahu. mama vita tentu saja kaget juga merasa geram sekaligus kecewa.


"kenapa bisa begitu? bahkan sidang putusan masih lama" tanya mama vita bingung juga marah


"sepertinya ada orang dalam ma, juga uang tebusan bisa menjamin kebebasan mereka dengan beberapa catatan. Menurut mama apa yang akan kita lakukan sekarang?"


"biarkan saja"


bukan mama vita yang menjawab melainkan Angel. tanpa mereka sadari gadis itu sebenarnya sudah bangun sejak Matthew masuk lagi ke sana.


"Sayang"


"nak"


kompak keduanya kaget sekaligus bingung dengan maksud Angel.


"biarkan saja gimana, nak?" tanya mama vita bingung.


"iya ma. biarkan saja mereka. kalau mereka bebas berarti hukuman yang pantas untuk mereka bukan di bui. namun, apabila mereka menggunakan kesempatan bebas itu dengan baik, pasti Tuhan akan membuka jalan. Namun kalau mereka berbuat jahat lagi, Tuhan sendiri juga yang akan menunjukkan hukuman yang pantas untuk mereka. lagian, bukankah sekarang mereka sudah menerima hukuman atas perbuatan mereka. Dikecam, dimaki dan ditolak dalam masyarakat. mereka juga sudah merasakan dinginnya jeruji besi. jadi sekarang biarkan saja mereka bebas.


keinginan ku sebelum menikah tidak ingin memikirkan dan terbebani dengan hal apapun, ma, kak"


jelas Angel panjang lebar bermaksud menjelaskan ucapannya tadi.


Matthew menghela napas sedikit protes. begitu pun mama vita.


"Sayang, mereka bebas tidak akan menjamin mereka akan berubah. bagaimana kalau mereka berulah lagi" tutur Matthew merasa kurang setuju dengan pernyataan Angel tadi.


"Iya betul nak. mama khawatir mereka akan menjahati kamu lagi" ujar mama vita menyetujui.


"mereka bebas bersyarat. artinya ada catatan khusus kalau mereka berani mengulang perbuatan mereka. Lagian sekarang, aku tidak akan takut lagi, bukankah aku memiliki kalian yang akan selalu melindungi ku. dan ke depannya aku akan lebih melindungi diri. Jangan khawatir. aku merasa ini adalah bagian dari tantangan persiapan pernikahan kita kak"


Jawab Angel tersenyum tulus.


mama vita dan Matthew saling berpandangan sebentar sebelum akhirnya kembali memandang Angel.

__ADS_1


"kamu yakin sayang?" tanya Matthew


"yakin kak. ayo kita memulai segalanya dengan kedamaian hati dan memaafkan. dan satu lagi kak, biarkan mereka bebas atas dasar kita mencabut laporan dan tuntutan namun tetap bebas bersyarat" sekali lagi senyum tulus Angel membuat mama vita dan Matthew hampir tidak habis pikir. bagaimana bisa gadis itu segampang itu melupakan dan memaafkan orang yang telah sangat menjahatinya. namun kembali lagi, kebahagiaan Angel di atas segalanya.


"baiklah, untuk sisanya, biarlah pengacara kita dan Leo yang mengurus " .akhirnya setelah berbincang serius, Matthew pamit pulang.


sesampainya di rumah hal pertama yang dilakukan pria itu adalah menghubungi Leo dan pengacara untuk memberi tahu keputusan akhir tadi.


setelahnya dia lekas mandi. karena terlalu capek, setelah mandi dengan hanya menggunakan boxer Matthew tertidur. dia lupa mengirim pesan pada gadisnya hingga membuat Angel menunggu lama juga khawatir.


jam dua belas malam, Matthew terbangun karena perutnya sakit akibat lapar. Dengan lemas dan masih mengantuk dia mengayunkan kaki ke arah dapur.


saat sampai di anak tangga terakhir, sekilas Matthew melihat bayangan putih yang mondar-mandir di area dapur. Padahal ruang makan dan dapur saat itu menggunakan lampu remang-remang. apalagi ruangan tempat ia berdiri dalam kondisi gelap. antara takut juga penasaran Matthew mengayun kaki ke dapur, makin dekat, nampak makin jelas bayangan putih itu.


"apakah dia maling atau hantu" gumam Matthew bingung sekaligus takut.


"tapi kalau hantu, tidak mungkin kakinya sentuh lantai, tapi dia berpijak, berarti dia maling" lanjut Matthew seraya mengambil sebuah sapu yang kebetulan ada di sampingnya.


"dasar maling sialan. berani-beraninya nyusup rumah orang. rasakan ini" ujar Matthew sebelum melayangkan pukulan bertubi-tubi ke arah orang tersebut.


bukkkkkkk


bukkkk


bukkkk


"aduhhh.. aduhhh.. du"


"hei sakit... hentikan, ishhhhh"


teriak orang yang disangka maling oleh Matthew. dia terkejut mendengar suara orang tadi yang sangat familiar. beberapa detik setelahnya, orang itu berbalik sambil memegang bahu dan meringis kesakitan. mata meraka saling berpandangan kemudian melotot.


"dad" kaget Matthew


"dasar kau anak kurang ajar. tidak punya perasaan" geram dad marcel sambil meringis akibat perih dan sakit di pundaknya. bagaimana tidak Matthew memukulnya tiga kali di bahu tanpa ampun.


"ada apa ini" tanya mom helena yang tiba-tiba ada di sana dan bersamaan dengan itu lampu di dapur menyala.


"anak mu ini, sangat kurang ajar honey, dia memukulku. sakit sekali honey" rengek Dad marcel sekaligus mengadu. membuat Matthew jengah mendengarnya. selalu saja dad nya itu lupa umur kalau urusan manja sama istri.


"itu salah dad, siapa suruh tengah malam, kondisi meremang, berpakaian putih kayak hantu, mengendap-endap di dapur. aku kira tadi kalau tidak hantu ya maling" Jawab Matthew membela diri. meskipun sebenarnya dia meringis. pasti dad nya kesakitan. mengingat kuatnya tenaga yang dia gunakan saat memukul tadi.


"tega sekali kamu menganggap dad mu ini maling dan hantu" geram dad marcel pada putranya yang nampak tidak bersalah.

__ADS_1


"kan aku tidak tahu" Jawab Matthew acu membela diri


"sudah.. sudah. lagian kamu ngapain di sini sayang" tanya mama vita pada Suaminya yang seingatnya tadi sudah tertidur pulas.


"aku haus honey. mau minum. nggak tega bangunin kamu. tapi bukannya dapat minum, aku malah dapat pukulan. ni, lihat"


rengek dad marcel. dia menunjukan bekas pukulan Matthew di pundaknya yang mulai nampak merah kebiruan, seperti memar. rasanya sakit. dia menatap tajam putranya yang nampak kaget melihat kondisinya.


"ya Tuhan sayang. ini pasti sangat sakit" mama vita pun ikut kaget melihat kondisi suaminya. dia juga ikut menatap tajam putranya yang kini menggaruk kepala tidak jelas.


"heheheh.. maaf mom" ujar Matthew meringis melihat tatapan tajam sang mom.


"bukan sama mom. tapi minta maaf sama dad kamu" tegas mama vita dengan berkacak pinggang. sementara dad marcel mendengar pembelaaan sang istri memanfaatkan situasi dengan terus merengek manja pada istri tercinta untuk menyudutkan putranya.


karena sangat jarang sekali mom Helena membelanya semenjak kelahiran Matthew. sepertinya dia punya dendam yang harus di balas pada putranya itu. maka dengan tersenyum devil menatap Matthew dia juga sambil mengeluh.


"honey, bahu ku sepertinya retak. aduhhh. apakah aku akan lumpuh" Matthew memutar mata jengah mendengar rengekan dad nya. dia yakin, pukulannya tidak sampai membuat lumpuh atau patah tulang.


" Sabar, sayang nanti aku obati" tutur mom Helena lembut seraya mengelus sayang pipi sang suami.


"kamu tunggu apa lagi. minta maaf" kembali mom Helena menatap tajam putranya.


"Iya mom. dad i'm sorry" singkat Matthew terkesan tidak tulus.


setelah mendengar ucapan Matthew, mom Helena mengajak sang suami ke kamar untuk mengobati memarnya dan tidur kembali. sambil melangkah dad marcel menatap putranya dengan senyum puas seolah dendamnya bertahun-tahun berhasil dia balaskan. Namun respon Matthew biasa saja dan sekilas dia melihat senyum miring terbit diwajahnya.


"mommmm" rengek Matthew


"Iya nak" Jawab mom Helena berhenti melangkah dan berbalik melihat sang putra.


"laparrrr" lirih Matthew seperti anak kecil berhari-hari tidak makan. bahkan mukanya dibuat memelas dengan tangan memegang perut.


"Ya Tuhan nak, kamu lapar. maaf sayang. mom lupa kamu belum makan malam. ayo sini biar mama masak dulu buat kamu"


ujar mom helena tersadar, Sambil menepuk jidatnya. dia segera melepaskan genggaman tangan yang tadinya melingkar indah di lengan kekar suaminya. kini dia beralih menarik tangan Matthew menuju dapur.


Matthew bersorak girang penuh kemenangan. see, dari dulu mom nya tidak akan pernah menomor dua kan dirinya. apapun selalu dia yang diutamakan.


"putra tampan mom mau makan apa, hm. biar mom siapkan" tanya mom helena kemudian membuka kulkas mengecek isi di dalamnya.


"aku mau sop telur pakai wortel mom" Jawab Matthew penuh semangat seperti bocah lima tahun. namun tatapannya menuju sang dad yang kini nampak lesu melihat istrinya meninggalkan dirinya lagi dan lagi. Matthew tersenyum mengejek.


"Sayang, bagaimana dengan ku. ini sangat sakit" rupanya dad marcel tidak mau kalah. dia juga merengek mencoba merayu istrinya.

__ADS_1


"kamu obati sendiri dulu ya sayang. kotak P3K kan ada di kamar kita juga. nanti aku nyusul ke sana. lihat, kasihan putra ku ini kelaparan " Jawab mom helena tanpa menoleh pada Suaminya yang kini semakin lemas. tentu dia juga semakin jengkel pada putranya yang dari dulu selalu berhasil merebut kasih sayang sang istri. dia selalu saja mengalah. termasuk saat dia ingin meminta jatah malam. justru gagal oleh Matthew kecil yang tiba-tiba ingin tidur bersama meraka.


saat ini, Matthew tersenyum penuh kemenangan. tentu saja sedari tadi dia yakin. mom Helena tidak akan mengabaikan dirinya apalagi mendengar dia yang sedang kelaparan. dad marcel menatapnya sengit sementara Matthew tidka peduli justri semakin manja meminta sang mom menyuapinya juga hingga semakin menambah lama penderitaan dan kekesalan dad marcell.


__ADS_2