Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Biar Aku saja Yang Terluka


__ADS_3

Pada Hari senin pagi, Angel dalam perjalanan menuju kampus. Pagi ini dia ada jadwal mengajar jam sembilan hingga sebelas siang. Namun, di tengah perjalanan tiba-tiba mobilnya mogok. Karena merasa aneh dan tidak yakin, dia segera keluar dari mobil dan mengecek apa yang terjadi pada bagian terluar mobilnya.


"ya ampun kempes" lirih Angel sedih juga jengkel kenapa malah di saat-saat seperti ini ban mobilnya kempes.


"ini kerjaan siapa sih yang buang paku sembarangan " gerutunya semakin kesal setelah melihat beberapa buah baku menancap di ban mobilnya.


"di sini nggak ada bengkel juga sepi"


Angel baru menyadari, daerah situ lumayan sepih dan jauh dari keramaian. Di tempat itu juga beberapa kali diberitakan rentan terjadi kondisi yang seperti dialaminya saat ini. belum lagi kasus-kasus kejahatan lainnya. Angel jadi bergidik ngeri dan mulai ketakutan. tentu saja kenangan pahit masa lalu akan kembali terkenang disaat -saat seperti ini.


dia mencoba menghubungi nomor Exel karena biasanya pria itu yang sering menolongnya di saat seperti ini. Namun kontak exel tidak aktif. Beberapa hari belakangan pria itu juga menghilang kabar dan rupanya Angel jadi sedikit kepikiran pada sahabatnya itu.


Akhirnya Angel kembali ke dalam mobil sambil memikirkan siapa yang bisa membantu dia sekarang. saat dia masih melihat deretan kontak di Ponselnya, tiba-tiba dari arah depan dua motor melaju kencang dan berhenti tepat di depan mobilnya. Ada empat orang yang turun dari dua motor tersebut. Tampilan mereka sangat menyeramkan persis seperti preman. apalagi ada yg terlihat sedang memegang tongkat bisbol dan Pisau.


Angel nampak ketakutan saat ini. apalagi salah satu dari keempat pria tadi mengetuk jendela mobilnya dengan tidak sabaran. Tentu saja dia tidak membukanya.


"keluar!!" Perintah seorang preman


"Kalau kamu tidak keluar saya akan menghancurkan mobil ini dan sekaligus kamu juga. Keluar!!!"


Angel semakin gemetaran dan keringat dingin mengalir di seluruh tubuhnya. Dia terus merapalkan doa memohon perlindungan Tuhan dan semoga ada malaikat yang menolongnya segera.


"hancurkan saja kaca mobilnya. Sepertinya di dalam seorang cewek cantik. Lebih enak kita nikmati dulu tubuhnya. hahahaha...hahahaha..hahahaha" ujar preman lain yang sedang memegang tongkat bisbol sambil terbawa terbahak-bahak seolah bahagia dengan idenya. ketiga temannya nampak menyetujui dan ikut tertawa.


"tidak, jangan. tolong jangan" lirih Angel ketakutan saat melihat seorang preman mulai memukul kaca mobilnya dengan tongkat bisbol.


Di tengah ketakutan yang menyerang jiwa raganya, Ponsel Angel bergetar panjang tanda ada telepon masuk. tanpa pikir panjang dan melihat siapa yang menelepon, dia segera menjawab.


"Tolong, tolong aku. tolong. Hanya kata-kata itu yang sanggup terucap dari bibirnya saat ini. Badanya terus bergetar hebat saking takutnya. sementara penjahat di luar semakin terus ingin menghancurkan kaca mobilnya.


sementara pria yang menelepon Angel ikut panik saat mendengar suara ketakutan dari gadis kesayangannya. pria itu adalah Matthew.


"Sweetheart, ada apa? kamu kenapa?" justru tangisan dan isakkan ketakutan yang terdengar dari ponsel Matthew.


"Sayang tolong katakan kamu di mana sekarang!!?"

__ADS_1


"tidak, jangannnn" itu kata-kata terakhir Angel yang Matthew dengar sebelum akhirnya panggilan itu terputus.


"siaaalll" umpat Matthew membuat Leo yang sedang menyetir bingung dan kaget.


"Matt ada apa?" Tanya pria itu


"Angel dalam bahaya. ya Tuhan ponselnya mati tapi aku tidak tahu dia dimana?" Ujar Matthew sangat resah


"Matt, lacak lokasi terakhir Angel melalui nomor ponselnya lewat GPS" beritahu Leo. Dalam kondisi seperti ini Matthew justru tidak mampu berpikir karena terlalu cemas. dengan segera dia melakukan apa yang dikatakan Leo.


"Dapat. Lima menit dari sini. Lurus terus Leo dan ngebut dengan kecepatan penuh" tanpa menjawab Leo segera menancap gas.


sementara di lokasi Angel saat ini, kaca depan dan pintu samping mobil kini nampak retak dan perlahan hancur. gadis itu sangat tidak berdaya saat ini. Apalagi Trauma masa lalu semakin membuat jiwanya terguncang.


"Ayo nona manis, main bareng kita yuk" ujar seorang preman dengan tatapan mesumnya setelah berhasil menghancurkan kaca mobil Angel.


"jangan sentuh aku. lepas" ujar Angel ketakutan saat preman tersebut mencoba memegang dadanya.


"Hei, jangan berteriak. tidak akan ada yang menolong kamu di sini. Lebih baik menurut saja!!" teman preman tadi nampak geram melihat Angel yang melawan dan memberontak.


"tidak. Jangan sentuh!!" dengan sekuat tenaga yang tersisa Angel memberontak dan melawan.


satu tamparan keras mendarat di pipi Angel hingga ujung bibir gadis itu Robek dan berdarah.


"diamlah ******!!!" geram preman tersebut seraya menarik Angel dengan kasar keluar dari mobil. Preman itu berusaha melepaskan pakaian Angel.


"berhenti keparattt sialaan!!!" Suara Lantang Matthew saat ini menandakan betapa Marahnya pria itu sekarang. Matthew yang baru saja datang menyaksikan betapa keras dan kasarnya seorang preman menampar dan menarik tangan gadisnya. .


Bugh


Bugh


Bugh


Bugh

__ADS_1


"kau sialan. beraninya kau menyentuh kasar dan menampar gadisku. Mati saja kau"


Matthew sangat emosi dan tanpa pikir panjang, segera melakukan penyerangan membabi buta kepada keempat preman tadi. Sementara Leo segera menelepon polisi untuk segera ke lokasi tersebut.


setelahnya dia membantuh Matthew menghajar para preman tersebut..


keempat preman tersebut nampak babak belur dan satu persatu mulai tumbang. Tiga orang sudah berhasil di kalahkan Matthew sementara satunya masih dihajar Leo.


"hiksss hiksss hiksss " Suara isakan Angel menyadarkan Matthew akan keberadaan gadisnya di situ yang kini berderai air mata.


"Sayang. maaf aku terlambat. maaf." Matthew segera memeluk Angel dengan sangat erat. dia kini turut merasa sakit melihat gadisnya sesegukan dan ketakutan. apalagi pipi gadis itu bengkak dan sudut bibirnya robek.


"tenang sayang. aku di sini. tenang, hmm"


Ucapnya lembut sambil terus membelai surai hitam milik Angel serta kecupan bertubi-tubi dia berikan di puncak kepala gadisnya. sementara Angel tidak mampu menjawab selain badannya yang terus bergetar ketakutan. Dia menyembunyikan wajahnya di dadah bidang Matthew dan membalas pelukan pria itu lebih Erat.


Saat masih terus menenangkan Angel, tanpa Matthew sadari seorang preman yang tadinya dia kira sudah pingsan malah masih punya tenaga dan kini bangun menyerang Matthew.


"Awassss Matthew!!!" Teriak Leo namun terlambat, pisau preman tadi mengenai di perut samping Matthew saat pria itu berbalik dan tidak menyadari aksi preman tersebut.


"akhh" hanya suara itu yang keluar dari bibir Matthew


"tidakk ... no kakak" teriak Angel ketakutan dan cemas melihat darah segar keluar dari perut Matthew. Angel memangku kepala Matthew tangannya yang bergetar berpengangan erat dengan tangan Matthew yang kini terasa mulai dingin.


"hiksss hiksss.. kakak Matthew, kenapa kau harus berkorban seperti ini untuk ku" ujar Angel berderai air mata.


"suttt, jangan menagis sa..yanggg. aku tidak apa-apa. Tolong ja..ngan mee..nannngiss" Matthew masih mencoba memaksa diri untuk terlihat baik-baik saja dia membelai dengan sayang pipi Angel dengan tenaga yang tinggal seberapa lagi.


"sa..yangg jangan menangis biar aku saja yang terluka. Aku bersyukur kau baik-baik saja sayang. ujar Matthew terbata seiring kesadarannya yang semakin menipis.


sementara Leo saat ini segera memberikan bogeman bertubi-tubi kepada preman tadi saat pria itu ingin juga memukul Angel dengan tongkat bisbol dari arah belakang. Pria itu pingsan sekejab. di saat itulah polisi baru muncul dan membuat Leo berteriak penuh amarah.


"dasar tidak berguna!!"


" Kak, jangan tutup mata mu aku mohon" Angel semakin ketakutan melihat wajah pucat Matthew yang tidak mampu menjaga kesadarannya.

__ADS_1


"sayaa..nggg aku mencintai mu. Ma..aaff" Matthew berucap dengan sangat lirih kemudian hilang kesadaran.


"tidakk. Kakk Matthew hiksss...hikssss bangun kak, bangun!!" teriak Angel histeris melihat Matthew yang tidak sadarkan diri. Hingga beberapa detik setelahnya pandangan Angel menggelap. Gadis itu juga pingsan di sana.


__ADS_2