Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Mom Helena Ingin Punya Anak Gadis


__ADS_3

Hari sabtu mendekati sepekan lagi kelas XII akan melaksanakan Ujian akhir sekolah sebelum Ujian Nasional. Matthew mengajak Angel main ke rumahnya. Ini adalah permintaan Mom Helena yang mengeluh rindu sama Angel. Setelah pulang sekolah Angel membantu melayani pembeli di restoran dan sorenya baru akan ke rumah Matthew. Rencananya dia akan makan malam di sana.


Pukul 3 sore, Angel balik ke rumah untuk sekedar beristirahat sebentar sebelum bersiap untuk jalan. ke rumah Matthew. Setelah beristirahat satu jam, Angel bersiap-siap dan memastikan penampilannya selalu sopan dan tidak berlebihan. Dia keluar dari kamar dan menuju ruang tamu. Di sana nampak Matthew menunggunya sambil bermain ponsel. menyadari kehadiran seseorang, Matthew menoleh dan langsung terpesona dengan penampilan gadisnya yang sore ini terlihat sangat manis.


"Sayang, kau selalu manis dan menggemaskan " Jujur Matthew dengan pandangan penuh cinta pada kekasihnya. Angel hanya tersipu malu mendengar pujian Matthew. Mereka lalu berjalan menuju restoran dan berpamitan pada mama vita. Seperti biasa, mama vita selalu menyuruh untuk pulang sebelum jam sepuluh malam.


Tiba di rumah Matthew, Ternyata mom Helena sudah menunggunya di depan rumah dengan senyumbuang merekah. Sementara dad Marcel berada di ruang kerja sedang berbincang serius melalui telepon dengan rekan binis. Begitu Angel tiba di depannya, wanita parubaya itu memeluk Angel dengan sayang. Dia tidak berani bertanya mengenai musibah yang baru-baru ini dialami gadis itu karena sebelumnya sudah diperingati Matthew. Takutnya Angel Trauma dan tidak mau mengingat kejadian itu lagi. Sementara Matthew tersenyum hangat menyaksikan dua wanita kesayangannya sedang menyalurkan rasa rindu.


"Yuk, nak kita masuk. Mom ada sesuatu buat kamu" ujar mom helena antusias. Dia begitu senang dengan kedatangan Angel. sampai melupakan anak lelakinnya yang sekarang tengah cemberut ditinggal kedua wanita tersebut.


"Aku ini anak siapa sih sebenarnya " Gumam Matthew lirih namun tetap tersenyum. Mom Helena akan selalu antusias kalau Angel ada di rumah sampai melupakan dia dan Dad Marcel.


Sesampainya di dalam rumah, mom Helena menyuruh Angel untuk duduk selagi dia mengambil sesuatu di kamar. Tak berselang lama wanita parubaya itu keluar dengan membawa sebuah kotak kado berukuran sedang.


"ini untuk kamu, dari mom" ujar dan tersenyum tulus


"untukku?" beo Angel memastikan pendengarannya. wanita di depannya hanya mengangguk mengiyakan


"bukanlah nak" ujar mom helena


"Iya mom" Ujar Angel walau sebenarnya dia masih bingung, dia dikasih kado dalam rangka apa . Bahkan ulang tahunnya masih sangat lama. Namun setelah dia buka, air mata mengalir di setiap sudut matanya. Hal itu sontak saja membuat semua orang yang ada di sana kaget dan cemas.


"Nak, apa kamu tidak suka hadiahnya? Maafin mom ya" ujar mom helena yang menjadi panik melihat Angel bukannya senang malah menangis. Angel hanya mampu menggeleng dan melihat mom Helena dengan senyum yang dihiasi air mata. Dengan sesegukan dia menjawab.


"Enggak mom. Justru karena aku terharu makanya aku menagis. ini terlalu indah. Aku baru mendapatkan yang seperti ini. Terima kasih mom. Terima kasih banyak. ujar Angel tulus kemudian memeluk Wanita parubaya tersebut.


"Oh Tuhan, Syukurlah kalau kamu suka nak" Ucap mom Helena.


"Sweetheart kamu membuat ku hampir jantungan" Lirih Matthew yang malah jadi melow melihat kekasihnya yang sedang menagis terharu.


"hiks..hiks.. hiks.. Maaf kak, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya jadi mengingat almarhum Papa, dulu saat dia masih hidup mama rajin sekali merajut dan menyulam. Namun semenjak papa meninggal dia tidak melakukannya lagi. Biasanya dulu kami akan merujut bersama dan belajar dari mama. Dan rajutan kami yang belum sempat selesai dibuat saat Papa meninggal persis seperti yang mom beri. Syal untuk musim Dingin. Dulu aku selalu bertanya-tanya salju itu seperti apa. Dan ingin bermain salju. Papa dan mama menyiapkan segalanya untuk liburan. Namun tidak terwujud karena Papa mendadak meninggalkan kami" Tutur Angel panjang lebar. Mom Helena turut sedih mendengarnya. Dia pun semakin mengeratkan pelukannya. pantas saja gadis di depannya langsung menangis saat melihat syal pemberiannya.


Sementara Matthew, mendekati kedua wanita itu dan mengelus sayang puncak kepala Angel. Setelah merasa tenang. Angel dan mom Helena kini berkutat di dapur. mereka memasak berbagai menu untuk makan malam.


"ada apa mom" Tanya Angel saat menyadari mom Helena yang menatapnya sejak tadi


"terima kasih ya nak" Ucap mom Helena


"terima kasih untuk apa mom?"


"karena sudah mewujudkan salah satu impian terbesar mom yang belum terwujud. Dari dulu, saya selalu memimpikan moment seperti ini. punya anak gadis yang bisa menjadi teman cerita, seru-seruan di dapur, mengobrol dan belanja bersama. Berkat kamu, semuanya menjadi terwujud. saya sangat bersyukur untuk itu nak" Jelas mom Helena yang menceritakan keinginannya punya anak gadis.


"aku juga berterima kasih untuk mom, karena aku bisa belajar banyak hal dari dirimu mom" Tutur Angel dengan tulus. Matthew menjadi terharu dan semakin menyayangi kedua wanita di depannya. Dia kemudian naik ke kamarnya untuk mandi sore.


menu sore ini yang dimasak oleh Angel dan mom Helena yaitu ayam kecap, Ikan kukus bumbu kuning, tumis jagung muda+buncis+wortel, dan makanan penutupnya puding rasa mangga. setelah lama berkutat di dapur. semua masakan telah terhidang di meja.

__ADS_1


"Nak, mom mau panggil dad di kamar, kamu ke kamar Matthew ya, suruh dia turun"


"ehh, apakah tidak masalah mom?" Angel ragu, karena dia belum pernah masuk ke kamar laki-laki.


"tidak masalah nak. Nanti kamu naik lift yang sebelah sana. Kamar Matthew ada di lantai tiga. Kamar pertama dan satu-satunya di sebelah kiri"


"baik mom" Angel perlahan melangkah, namun dia masih saja ragu. setelah naik ke lantai tiga, dia menemukan sebuah kamar dengan pintu putih bersih yang cukup besar.


tok..tok..tokk


"kakk"


tok...tok.. tokk


"Kak, ini aku Angel. kakak di dalam kan?"


Dari dalam kamar belum ada suara sama sekali. Angel jadi sedikit panik, jangan-jangan Matthew pingsan atau semacamnya.


"Kak, Aku masuk saja ya. maaf lancang"


Angel membuka pintu di depannya dan melangkah masuk. Dia celingak celinguk melihat seisi kamar. Namun orangb yang dicari tidak ada. Angel justru terpaku melihat kamar Matthew. Kesan pertama yang Angel rasakan saat masuk adalah wangi khas pria.Terdapat banyak miniatur robot, miniatur Anime yang tersusun rapi di rak samping sebuah lemari yang berisi beberapa medali. Wah, Angel baru sadar, kekasihnya itu seorang yang cerdas. Kamar ini sangat rapi kalau untuk ukuran kamar seorang pria. Belum habis kekagumannya akan isi kamar tersebut tiba-tiba dia dikagetkan dengan keberadaan Matthew. Dan apa yang dia lihat barusan sungguh membuatnya malu. Pria itu baru saja selesai mandi. Rambutnya masih basah. Wow badan Matthew sungguh Hot dan atletis. Angel dapat melihat dengan jelas gambaran kotak-kotak di perut kekasihnya itu.


"aahhhhhh. Kakak kenapa kau tidak pakai baju" teriak Angel setelah menyadari keberadaan Matthew yang hanya mengenakan handuk. Dia langsung memutar badan membelakangi Matthew.


"Kak, di panggil kom untuk makan. Aku duluan ya"


"Kenapa buru-buru. Nanti barengan saja hem"


Gila, jantung Angel menggila. Matthew sekarang berada persis dibelakangnya. Bahkan wajahnya dengan manja berada di pundak Angel. Matthew memutar posisi Angel hingga kini mereka saling bertatapan. Matthew sedikit menunduk untuk menjangkau posisi kekasihnya yang lebih pendek darinya. Dia dapat melihat betapa merah muka Angel sekarang karena malu. Dia tersenyum gemas.


"duduk di situ, dan tunggu aku selesai berpakaian. nanti kita akan turun bersama"


Ujar Matthew seraya menuntun Angel untuk duduk di tepi tempat tidur. Angel tidak dapat merespon apapun selain membuang pandangan ke arah lain. Matthew memasuki sebuah ruangan yang dipastikan sebagai ruang ganti yang berisi lemari pakaian dan segala kebutuhan yang akan dia pakai.


tidak menunggu lama, Matthew keluar dengan menggunakan celana kain selutut dan baju kaos hitam, Matthew terlihat sangat tampan dan penuh pesona apalagi dengan badannya yang memang atletis. melihat itu, Angel langsung menunduk karena masih merasa malu. Pipinya kembali bersemu seperti tomat chery. malu-malu meong yang menggemaskan.


Matthew menunduk dan menatap wajah kekasihnya dalam, senyum tampak menghiasi wajah tampannya. membuat Angel langsung terpesona dan bengong.


"Yuk" Ajak Matthew dan menggenggam tangan Angel.


"ah, iya ayo kak" Jawab dengan kaget setelah menyadari sikapnya.


mereka turun dengan bergandengan tangan. Di meja makan nampak, mom Helena dan dad Marcel sudah menunggu. Mom Helena menyadari kegugupan Angel. dia tersenyum, sepertinya tadi Angel ke kamar Matthew di saat yang tidak tepat. karena melihat rambut Matthew yang masih agak lembab. rupanya putranya itu barusan selesai mandi.


mereka akhirnya menikmati makan malam dengan suasana yang bahagia. Setelah makan mereka berkumpul di ruang depan untuk sekedar mengobrol. Jam setengah sembilan Angel pamit pulang.

__ADS_1


"ini buat mama kamu. salam ya buat dia. Kapan-kapan semoga bisa ketemu" ujar mom Helena dan memberikan satu kotak puding sebagai ole-ole untuk Mama vita.


"terima kasih banyak mom, maaf merepotkan" Ucap Angel merasa sungkan.


"sama sekali tidak merepotkan nak."


Angel akhirnya berpamitan pada kedua pasangan suami istri tersebut.


"Kalau bocah berandal ini nakal, kamu bilang sama dad, biar dad beri hukuman " Ujar dad Marcel saat Angel mencium punggung tangannya. Angel hanya menjawab dengan senyuman dan mengangguk. sementara Matthew menatap pria parubaya tersebut dengan kesal dan mencebik.


saat dalam perjalanan pulang. Matthew tidak melepaskan genggaman tangan mereka


"Sayang" Panggil Matthew


"Iya kak"


"setelah nganter kamu, aku ke tempat Melvin ya. Sepertinya dia sedang punya sedikit masalah dan dia butuh kita"


"Iya kak, salam buat kak Melvin. jangan begadang ya"


Matthew mengiyakan saja, dia juga belum tahu apakah nanti menginap di sana atau pulang. sepertinya melvin sedang kalut. tadi dia mendapat Pesan dari Martin bahwa melvin sedang mabuk di Club. tidak biasanya melvin seperti itu. Justru dia adalah orang yang paling santuy di antara 3M sekawan.


Sesampainya di rumah. Matthew langsung mengecep sekilas kening Angel dan juga ******* sebentar bibir ranum Angel. Gadis itu masih saja tersipu mendapat perlakuan romantis Matthew


"Masuk dan langsung bobo, hem"


"Iya. Kakak juga hati-hati pulangnya.


"sini" tunjuk Matthew pada pipinya. Angel mengerti dan memberikan apa yang Matthew mau.


Cup


sebuah kecupan Angel berikan pada pipi kekasihnya itu. Matthew terlihat menahan napas. Dia selalu berhasrat di dekat Angel. Sungguh gila rasanya kalau dia selalu menahan diri seperti ini. Gadisnya itu seperti punya magnet yang membuat dirinya ingin selalu mendekat.


mereka turun bersama dan masuk ke rumah. setelah berbincang sebentar dengan mama vita, Matthew pamit. Angel menyerahkan puding titipan mom Helena dan diterima dengan antusias oleh mama vita. Angel terkekeh. Mamanya memang pencinta puding.


saat di kamar, setelah membersihkan diri dan bersiap untuk tidur. ponsel Angel bergetar. Ada dua pesan masuk dari nomor berbeda. pertama dari kekasihnya Matthew yang memberi tahu kalau dia sudah bersama Melvin. Dan kedua pesan dari nomor tidak di kenal


'Hai Angel. Malam. Apa kabar?' isi pesan dari kontak baru tersebut. Angel mengabaikan begitu saja. karena dia tidak mengenal pemilik nomor tersebut. malam kian larut, Angel pun sudah terbuai dalam bunga tidurnya.


Sementara di apartemen Matthew, dia dan Martin sedang mencoba menghentikan Melvin yang minum alkohol padahal sudah mabuk saat minum di club. dia bahkan berbicara sembarangan sampai terdengar kata-kata


"kecil-kecil tapi munafik kau selena "


Martin dan Matthew mulai paham sepertinya ini tentang masalah perjodohan yang pernah direncanakan oleh orang tua Melvin dengan anak sahabat mereka. tapi Melvin sangat menolak dan bahkan membenci gadis yang bernama selena tersebut.

__ADS_1


__ADS_2