
Siang ini, Bestie dan Angel bertemu di restoran dekat SMA Jaya karena memang lokasinya berada di antara salon yang disewa Noval dan Hotel tempat Acara akan berlangsung. Di sana mereka langsung memesan makanan. setelah pesanan tersaji mereka makan dengan lahap karena menu yang dipesan merupakan kesukaan mereka.
"Lihat dan makan ini, aku jadi ingat Noval. Dia apa kabar ya?" Ujar Bestie sendu di sela kunyahannya.
"yang pastinya dia baik dan sehat" ujar Angel penuh keyakinan
"kok kamu yakin banget?"
Angel gelapan dan secara cepat menjawab "kita kan nggak dengar kabar dia sakit atau kabar buruk lainnya. berarti dia sehat dong"
"Iya juga ya" Bestie mengangguk setuju namun masih dengan ekpresi yang muram.
'syukurlah ' batin Angel
30 menit berlalu makanan dipiring mereka ludes tidak tersisa.
"aku kenyang banget. kalau noval ada di sini, dia pasti akan marah kalau aku makan banyak olahan seafood" tutur Bestie dengan sendu yang tidak pernah menghilangkan sebutan Noval di setiap ucapannya. Dan memang benar, sejak dulu, Bestie akan alergi kalau berlebihan makan dari hasil olahan seafood. Noval selalu protektif menjaganya kalau soal makanan yang satu ini.
"kamu kangen dia ya?" tanya Angel dengan nada menggoda.
"apaan sih. Tidaklah. Aku hanya teringat dulu saat kita makan seafood bersama" bantah Bestie yang tidak sinkron dengan kata hatinya.
"Gimana ya, kalau Noval tiba-tiba pulang ke sini dan bukan sendiri malah bawa cewek yang mungkin sudah jadi tunangan atau istrinya. dia kan sudah lama tidak berkomunikasi dengan kita" tutur Angel lagi mencoba memanasi sahabatnya.
"tidak boleh" ujar bestie lantang
"apanya yang tidak boleh? noval nggak boleh sama cewek lain, gitu? Angel semakin menggoda temannya itu.
"maksudnya tidak mungkin dia sudah bertunangan atau menikah"
"kenapa?"
"ya tidak mungkin saja, masa dia menikah tidak mengundang kita"
Angel mengangguk kepala seolah menyetujui ucapan bestie. padahal dari tadi dia ingin sekali tertawa melihat ekspresi sahabatnya yang tidak karuan.
"btw, beb, kok kamu jadi misterius begini sih? mendadak banget ngajak perawatan ke salon. Masa cuma karena aku ulang tahun. kamu kan nggak suka ke salon. ada yang kamu sembunyi kan dari aku ya?" tanya bestie dengan mata memicing membuat Angel mendadak gugup.
"yyyaaa,yaa.. aku merasa tidak ada salahnya aku mencoba perawatan di salon. kamu kan sudah biasa. nah aku sekalin ajak kamu saja, biar aku tidak grogi" ujar Angel gugup dan mencoba mencari alasan.
"baiklah. jadi kapan kita akan ke salon?"
"sekarang saja"
"tapi ini masih jam satu siang. masa kita perawatan siang-siang?"
"tidak apa-apa. aku maunya mencoba banyak perawatan hari ini"
"huhhhhh baiklah "
Akhirnya mereka berangkat menuju salon dengan menggunakan mobil Angel. Sesampainya di sana mereka di sambut langsung oleh pemilik salon yang nampak sangat gemulai. orang mengenalnya dengan panggilan Mba Marla.
"selamat siang gadis gadis cantik. Jadi yang mana rupanya yang bakal jadi bintang dan calon pengantin malam ini" tanya mba Marla keceplosan. Mata Angel langsung melotot memperingati.
"pengantin?" tanya Bestie bingung dengan alis mengekerut.
"upssss. Maaf keceplosan ehhh.. tidak tidak.. maksudnya saya salah orang" ujarnya dengan tingkah centil dibuat-buat.
__ADS_1
"maksudnya Mba Marla mungkin karena banyak pelanggan dia mengira kita pelanggan yang membutuhkan perawatan untuk menikah" Jelas Angel cepat untuk menghilangkan kecurigaan Sahabatnya.
"ohhh.. ku kira ada yang akan jadi pengantin di antara kita" Ujar Bestie seolah paham
'kau yang akan jadi bintang dan calon pengantinnya sahabatku' batin Angel
akhirnya mereka berdua diarahkan pada bilik yang berbeda dan mulai melakukan perawatan. tidak tanggung-tanggung dari ujung kepala hingga ujung kaki dilakukan perawatan terbaik. semua ini atas dasar permintaan noval. Saat Bestie menikmati pijatan di badannya, Angel di sisi lain mengecek kembali semua perlengkapan yang akan dipakai Bestie malam ini, mulai dari gaun hingga high-heels, dan masih banyak lagi aksesori lainnya.
Angel tidak membutuhkan banyak perawatan, dia hanya melakukan treatment wajah dan creambath rambut.
Pukul 4 sore Bestie selesai melakukan perawatan bahkan dia sampai tertidur cukup puas tadinya. dia diarahkan untuk langsung memakai gaun dan berdandan. Namun gadis itu menolak karena dia berpikir itu tidak perlu.
"beb, ini untuk apa lagi sih. kan sudah perawatan. masa berdandan dan bergaun lagi. memangnya mau kemana?" Tanya Bestie bingung dengan semua ajakan Angel hari ini.
"aku mau ajak kamu dinner. pokoknya kamu jangan menolak, cukup ikuti saja ya"
bestie akhirnya pasrah. Angel juga bersiap-siap dari sana. Dia menggunakan kamar mandi di salon tersebut untuk memberi diri. kemudian dia juga ikut di dandan.
"wow.. kau terlihat seperti seorang dewi, sangat cantik" puji Angel melihat penampilan sahabatnya dalam balutan gaun putih potongan sabrina yang menjuntai indah hingga ke lantai.
"kamu berlebihan. tentunya kamu juga sangat cantik" balas Bestie yang melihat Angel dalam balutan dress biru dongker hingga mata kaki. Angel terlihat seperti seorang putri yang mempesona.
Hari sudah mulai gelap, tepatnya pukul setengah tujuh malam. mereka keluar dari Salon dan berkendara menuju sebuah hotel berbintang di kota J.
Setelah memarkirkan mobil, mereka naik menggunakan lift dari basemant menuju lantai paling atas hotel tersebut. tepatnya ke lantai 60. tepat pukul 7 saat mereka masuk dalam lift. Di dalam Lift, Angel masih sempat memberi tahu Noval dan exel kalau dia dan Bestie sedang dalam lift menuju lantai 60.
sesampainya di lantai paling atas, mereka langsung masuk ke satu satunya ruangan suit room di lantai tersebut. Saat masuk, semuanya nampak sunyi. Namun desain ruangan tersebut membuat Bestie terkesima hingga tidak mampu bertanya banyak ke Angel. Ruangan itu seperti sudah ditata untuk melakukan pertemuan khusus. Dilihat dari posisi meja dan kursi yang begitu rapih dan teratur. Namun anehnya tidak ada satupun orang kecuali mereka berdua. Saat dia masih serius menatap seisi ruangan, diam-diam Angel keluar dan mengunci ruangan tersebut.
"wow, ini benar-benar luar biasa. Interiornya sangat mewah, ya beb. kamu dapat penawaran atau diskon ya mau dinner ke sini?"
tanya bestie yang tidak menyadari Angel sudah meninggalkannya seorang diri. Menyadari tidak ada sahutan, Bestie menoleh dan kaget tidak menemukan Angel.
"Angel "
"kamu dimana"
"Ngel, please jangan main-main seperti ini. kamu tahu aku penakut"
Bestie bergerak ke sana kemari sambil berteriak mencari Angel. namun tidak ada sahutan sama sekali. Dia mengambil ponselnya dan kemudian menghubungi kontak Angel namun nomor gadis itu mendadak tidak aktif. Bestie menjadi panik. Dia bergegas Ke arah pintu dan mencoba untuk membuka namun sialnya pintu terkunci. Bestie benar-benar panik saat ini.
Dari balik sebuah tirai, nampak seorang pria tampan, sedang menatap penuh kerinduan pada Bestie. pria itu adalah Noval yang sejak 30 menit lalu sudah stay di sana untuk menanti kedatangan Wanitanya.
"sayangku, kau begitu cantik. Aku sangat merindukan mu" gumam noval dengan dada bergemuruh hebat menahan gejolak rindunya. dia benar-benar takjub dapat melihat Bestie secara langsung, yang kini menjelma menjadi gadis yang cantik dan dewasa.
Sementara Bestie masih mencoba memaksa membuka pintu, tiba-tiba tirai di belakangnya bergeser ke kiri dan ke kanan. nampak di sana juga ada sebuah layar proyektor yang kini mulai menampilkan video dan beberapa foto di iringi lagu romantis dari James Arthur 'say you won't let go'.
Air mata Bestie meluncur deras melihat isi dari video tersebut. Foto dan video dirinya dari kecil bersama seorang pria yang hingga kini masih dia tunggu kepulangannya. seperti yang diminta pria itu dalam surat yang pernah dititipkan ke Angel. memintanya untuk tetap menunggu dan menjaga hatinya hingga pria itu kembali nanti.
semua kenangan mereka dalam foto dan video ditayangkan pada layar tersebut. Tangisan Bestie semakin tidak terbendung seiring rasa rindunya yang semakin besar. Hingga akhir video, Bestie masih saja terisak.
"Nov, kapan kau pulang, aku lelah kalau terus menunggu begini. Aku rindu"
ujarnya tergugu. Saat masih terisak, di sisi kanan tirai, nampak sebuah lampu besar menyoroti seorang pria kini berdiri gagah dengan setelan jas hitam dan dasi kupu-kupu. senyum tampan menghiasi wajahnya.
Bestie langsung tercekat karena terkejut, tidak mampu bersuara dan hanya bisa menutup mulutnya dengan tangan. Air mata meluruh deras dari dua bola matanya.
pria yang dirindukannya kini berdiri di hadapannya. Noval-nya ada di depannya saat ini. ini tidak mimpi tapi nyata.
__ADS_1
"novallll" gumamnya lirih dan terisak
"merindukan ku gadis berisik, hmmm? ujar Noval lembut dengan tatapan teduh dia merentang tangan seolah memanggil gadis yang tengah terkejut di depannya untuk segera datang memeluknya. dan tidak menunggu lama, beberapa detik setelahnya Bestie sudah masuk dalam dekapannya dengan tangisan yang semakin kencang.
Bestie bahkan memukul mukul dada Noval melampiaskan segala perasaannya.
"dasar jahat kau jahat, sangat jahat hiks hikss hiksss..ja.h..attt"
isak bestie dan memukul dada noval.
"Maaf. I miss you so much" Ujar noval serta semakin mengeratkan pelukannya pada wanita itu.
"kau begitu cantik dan kau semakin tinggi. rupanya kau tumbuh dengan sangat baik, hem?" ucap Noval dalam pelukan mereka.
cup cup cup cup cup cup cup cup cup"
seluruh wajah bestie dipenuhi kecupan basah dari bibir seksi pria itu.
"Jangan nangis pagi, aku kan sudah ada di sini"
"kau jahat, kau tidak sayang kan sama aku. kau pergi sesuka hati, pulang juga begitu. kau jahat, hiksss hiksss"
"Maaf. aku tidak akan pergi lagi tanpa kamu"
"janji?"
"janji sayang"
Di sela tangisnya, muka Bestie memerah melihat dan merasakan semua perlakuan manis dan romantis Noval. Noval terkekeh gemas dan menggigit pipi Bestie pelan hingga gadis itu nampak cemberut merasakan geli juga sakit di pipinya.
"katakan padaku, kenapa kau pergi tanpa pamit"
mendengar itu, Noval dengan gerakan perlahan mendudukan bestie pada sebuah kursi sementara dia mengambil posisi dengan menekuk salah satu kakinya, dia terlihat berjongkok sekarang. Dia mengambil tangan Bestie dan menggenggamnya erat.
"apakah kau masih ingat, dulu saat kita masih berseragam putih biru, aku pernah mengatakan bahwa aku memiliki seorang gadis yang akan kunikahi nanti saat sudah dewasa. aku tidak mau berpacaran untuk menjaga perasaannya. karena aku hanya menginginkan gadis itu"
Bestie mengangguk kepala pelan setelah mengingat kenangan itu.
"sejak itu aku menjaga gadisku dengan cara ku sendiri walau terkadang membuatnya jengkel, namun itu caraku supaya dia selalu mengingat ku. Hingga saat SMA aku di suruh Ayah untuk meneruskan pendidikan di Singapura, namun aku menolak karena ingin menyelesaikan sekolah di SMA Jaya. Seiring berjalannya waktu, aku menyadari satu hal, bahwa aku tidak mungkin melamar dan membahagiakan gadisku kalau aku belum memiliki apapun yang membuat diriku bangga maupun dia bangga. Akhirnya aku memutuskan untuk menyetujui permintaan ayah melanjutkan studi ke Singapura. Aku ingin memantaskan diei untuk menjadi pria yang layak untuk dia banggakan. Kini aku kembali dan menemui gadis itu. gadis yang selama ini satu satunya yang kucintai sebagai wanita selain Ibuku. Sekarang aku datang ingin melamarnya untuk menjadi milikku seumur hidup"
Noval sengaja menjeda kalimatnya karena mau melihat respon Wanitanya.
"siapa gadis yang beruntung itu?"
Tanya Bestie sendu dan merasa sedih. Noval kembali untuk melamar cinta pertamanya. Dan entah siapakah itu, Bestie tidak tahu. Justru dia merasa sakit mendengar Pengakuan Noval.
"Nama Gadisku itu Celesta Bestie, yang sekarang sedang berada di hadapanku. Satu satunya gadis yang kucintai dan ingin ku jadikan milikku.
Mulut Bestie sedikit menganga antara menangis haru, terkejut dan salah tingkah.
"Jadi Celesta Bestie, gadis yang paling kucintai, bersedia dan maukah engkau menjadi teman, sahabat kekasih juga kelak menjadi istri dan ibu dari anak-anak kita"
"Celesta Bestie, Will you Marry Me?"
Dengan sekali Tarikan napas dan perasaan yang teramat gugup, Noval mengungkapkan lamarannya pada Bestie yang sekarang nampak terisak dan membuang pandangan ke arah lain.
Noval menjadi sedikit ragu melihat respon gadis itu.
__ADS_1
gaaesss... kira-kira bestie terima nggak ya lamaran Noval?
lalu bagaimana ya kelanjutan kisah Angel dan Matthew?