
Selepas memberi kejutan pada sang istri yang dilengkapi dengan satu ronde gaya baru di ranjang meraka, Matthew merasa luas dan lega. Kini, dengan senyum merekahh dia membawa sang istri menuju restoran Selera Kita demi mengobati kerinduan Angel pada mama vita .
setibanya di sana, tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Exel dan Cristy yang juga hendak masuk.
akhirnya mereka saling menyapa dan masuk bersama. tanpa ada rasa cemburu dan kesal, Matthew membiarkan Angel bertukar kabar dengan exel mantan saingannya. Karena sekarang dia yakin, Angel hanya miliknya seorang.
Ternyata di dalam mereka kembali dikejutkan dengan keberadaan Bestie dan noval. Mereka sedikit bingung melihat bestie yang merajuk dan marah-marah hingga Noval kewalahan menenangkan sang istri.
mereka pun mendekat dan Angel berinisiatif bertanya
"Nov, ada apa?"
merasa ada yang memanggil dua orang yang tadinya sedang ribut itupun menoleh. kaget, lega sekaligus bersyukur nampak dari wajah Noval.
"Ya Tuhan, syukur kepadamu. Angel, tolong aku. Dia dari kemarin tidak mau makan kalau bukan kamu yang suapi" mohon noval dengan memelas. sementara Bestie kini sumringah bukan main melihat keberadaan sahabatnya.
tentu saja Angel dan mereka yang baru sampai kebingungan.
"kenapa bisa? maksudku ada apa?" Angel seperti kebingungan mengutarakan maksudnya.
"dia ngidam sejak jam 2 dini hari tadi dan tidak mau makan kalau bukan kamu yang suapi" jelas noval dengan lemah. tatapannya penuh harap.
"ahh baiklah. aku paham. sepertinya ponakan aunty ini kangen dan pengen aunty suapi ya"
Setelah mendengar penjelasan noval, kini Angel paham. sahabatnya mengidam disuapi dirinya. dia mengambil posisi di samping Bestie dan perlahan menyuapi bumil yang matanya entah sejak kapan sembab akibat menangis.
Matthew, exel dan Cristy pun ikut duduk.
mereka ikut memperhatikan bagaimana sabar dan telatennya Angel menyuapi Bestie yang sedang mengidam.
__ADS_1
"Gimana, rasanya, beb?"
"enak. sangat enak. lebih enak dari rasa soto sebelumnya"
entah apa bedanya. tapi itulah yang dirasakan oleh bumil tersebut. disuapi Angel membuat makanan yang dia santap terasa jauh lebih enak. wajahnya nampak bersinar senang.
Noval mendesah lega. Melihat istri yang kembali ceria dia berharap malam ini dia diperbolehkan tidur bersama lagi.
"Sayang, malam ini aku boleh tidur di dalam lagi kan. di luar dingin lho sayang. masa kamu tega"
Bestie mendengus. dia menolak untuk berbelas kasih pada Suaminya.
"tidak boleh. Angel ke sini bukan karena kamu yang panggil. tapi dia datang sendiri. kamu sudah membuat aku dan anak kita menunggu dari semalam. aku masih kesal"
mattew kembali lemas. tadinya dia sudah sangat berharap malam ini dapat tidur nyenyak dengan berbagi kehangatan bersama sang istri. tapi sepertinya dia masih berteman kan angin sepih nan dingin malam ini. dia masih ingat semalam bahkan bestie sampai menyuruhnya tidur diluar akibat tidak memenuhi keinginanya. Jam dua pagi bangun ingin makan soto daging tapi harus Angel yang suapi. mau bagaimana noval menuruti sementara jam segitu semua sudah tidur. akibatnya bestie marah-marah dan tidak mau makan. sore ini kembali bumil cantik itu kembali menuntut janji noval untuk membawanya bertemu Angel. Tadi sempat ke rumah utama keluarga Dirgantara, tapi tidak menemukan keberadaan Angel bahkan ponselnya tidak aktif. hingga noval memutuskan untuk membawa sang istri ke restoran Selera Kita, barang kali ada Angel di sana. namun hasilnya nihil. tapi akhirnya dia bersyukur Angel muncul di sana setelah dia hampir putus asa menghibur sang istri yang merajuk. tapi sepertinya malam ini dia masih merasakan dinginnya malam tanpa pelukan hangat sang istri.
Exel dan Matthew yang duduk bersebelahan dengan noval nampak terkikik lucu sekaligus puas melihat penderitaan calon ayah muda tersebut. noval makin kesal hingga ingin mengumpati kedua pria di sampingnya.
"tentu tidak. Angel-ku tidak akan seperti itu" bantah Matthew seolah tahu calon bayinya kelak akan berpihak padanya.
"percaya diri sekali. lihat saja nanti. aku doakan Angel akan menendang kamu dan tidur di halaman rumah " noval masih kesal hingga merutuki jawaban Matthew
sementara Exel hanya bisa menggeleng kepala melihat keduanya.
mereka akhirnya sama-sama menikmati soto daging setelah mama vita ikut bergabung di sana. Angel makan disuapi Matthew sambil dirinya menyuapi sahabatnya yang lagi mengidam.
sekitar pukul setengah 7 malam mereka baru tiba di kediaman keluarga Dirgantara. Saat masuk mereka melihat mom Helena dan dad Marcel sedang ngobrol sambil menonton acara favorit mereka.
setelah menyapa kedua orangtua iu mereka berpamitan ke kamar untuk mandi dan kembali lagi ke sana setelahnya. Malam ini, Matthew akan menyampaikan niatnya untuk pindah ke rumah baru mereka.
__ADS_1
"mom, dad aku mau bicara" dari nadanya memang terdengar serius hingga kedua orang tuanya segera menoleh dan mendengar Matthew yang kini duduk berdampingan dengan Angel di sofa samping mereka.
"ada apa nak?" tanya mom helena bingung juga serius sementara dad marcel hanya diam dan menanti
"aku dan Angel berencana pindah dan tinggal di rumah kami sendiri, mom, dad. Kita ingin mandiri dan memulai semuanya dari awal bersama keluarga kecil kami"
penjelasan Matthew tentu membuat kedua orang tuanya kaget bahkan angel ikut kaget. dia tidak tahu akan secepat ini Matthew mengutarakan untuk pindah ke rumah baru mereka.
sementara itu mom Helena merasa tidak setuju. baginya rumah besar Dirgantara sangat cukup untuk menampung banyak orang termasuk cucu-cucunya nanti. Dia masih belum ingin tinggal pisah dari putra dan menantunya. dia masih ingin menjalani peran sebagai mertua dan calon nenek.
Lain mom Helena, lain pula dad marcel. pengakuan Matthew yang ingin tinggal sendiri tentu membuatnya bersorak girang dalam hati.
'akhirnya aku bisa bebas bersama istriku tanpa ada gangguan dari siapapun termasuk anak perusak suasana dan kesenanganku' batinnya girang.
rupanya dari Matthew kecil, Dad marcel sudah menantikan moment ini. saat-saat dimana Matthew pamit untuk memulai kehidupan barunya. Semenjak kecil Matthew selalu saja merebut banyak waktunya bersama sang istri. padahal Matthew putranya. namun entah kenapa pria itu selalu cemburu.
"baguslah. memang sudah sepatutnya begitu. Dad mendukung rencana kamu" enteng dad marcel dengan senyum bahagia yang membuat Matthew memicing menyadari ekspresinya.
"padahal mom masih ingin sekali menghabiskan waktu bersama menantu mom" ungkap mom Helena sedih.
Angel yang melihat itu merasa tak enak hati.
"mom, kami pindah bukan berarti tidak akan ke sini lagi. Masih ada akhir pekan. kami akan sesering mungkin ke sini. iya kan hubby?"
Angel menoleh pada Matthew yang disambut anggukan setuju suaminya.
"tentu sayang. tenang saja mom. kita juga tidak akan langsung pindah esok. mungkin seminggu lagi. karena kami harus mengisi perlengkapan rumah dulu. kalau kangen kita, mom bisa menginap ke rumah. kalau dad sibuk. aku bisa jemput"
Matthew menaikkan sudut bibirnya. rupanya dia masih punya cara untuk membuat dad nya kesal.
__ADS_1
akhirnya mama Helena mengangguk setuju walau belum sepenuhnya rela. sementara dad marcel mendengus kesal melihat seringai licik putranya.