Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Mood booster Matthew


__ADS_3

Pagi ini, Angel menuju kampus karena akan melaksanakan rapat internal bersama segenap dosen satu prodi dalam rangka persiapan semester baru. dia tidak berangkat sendiri. melainkan dihantar Matthew. pria itu pagi-pagi sekali sudah berada di rumah Angel setelah semalam merasa sangat bahagia setelah Angel memberi tahu dia mau untuk berlibur bersamanya. meskipun sebenarnya dia sudah meyakini itu, karena sudah mengantongi persetujuan mama vita. namun mendengar Angel yang juga tidak keberatan membuat kebahagiaannya berlipat ganda.


"Sayang, nanti pulang jam berapa?"


"tergantung selesai rapatnya kak"


"nanti hubungi aku kalau sudah selesai, biar aku yang jemput"


"tapi, kan kakak sibuk"


"aku tidak menerima penolakan sayang. kalau aku bilang jemput, berarti aku tidak sibuk"


"dasar pemaksa" dumel Angel sabil cemberut


"hehehehhe.. biar kamunya nggak digenitin pria caper itu"


"pria caper? siapa?"


" kan cuma satu dosen di kampus kamu yang selalu perhatian sama kamu "


"maksudnya Lauro?"


"nah tuh, cepat banget ingatnya. pokoknya aku nggak mau kamu dekat sama dia, dan kamu nggak boleh nyebut nama dia" dengus Matthew tidak suka.


"kan kita rekan kerja kak"


"tapi dia anggap kamu lebih dari itu sayang. lihat saja dia selalu ajak ini, ajak itu, kasih ini, kasih itu" dumel Matthew semakin tidak suka.


"tunggu, kok kakak tahu sih kebiasaan Lauro di kampus. kakak nggak sedang mata-matai aku kan?" tanya Angel memicing penuh selidik .


"t-iii-daklah, kan aku sering jemput kamu sayang, jadi sering lihat dia deketin kamu" Jawab Matthew gugup dan beralasan. Namun Angel sepertinya masih ragu dan kurang percaya.


"please deh sayang. serius" ujar Matthew lagi mencoba meyakinkan Angel.


"hemmm, baiklah "pasrah Angel dan masih kurang percaya.


setelah sampai di kampus Angel segera pamit turun, namun sebelum benar-benar keluar mobil. Matthew mencekal lengan Angel dan menarik tengkuk gadis itu.


cup


cup


dua kecupan mendarat di kening dan bibir Angel. tentu saja Matthew yang melakukannya.

__ADS_1


"nanti aku jemput. selamat bekerja sayang" Ucap Matthew tulus dan dengan binar mata penuh cinta. Angel tidak menjawab, mukanya memerah. serangan dadakan Matthew membuatnya gugup. Tanpa menjawab lagi, dia pun keluar mobil dan sedikit berlari menuju ruang Dosen. melihat itu Matthew terkekeh dan merasa gemas.


kemudian Matthew melanjutkan perjalanan menuju perusahaan. setibanya di sana, dia langsung naik menuju ruangannya. namun, saat masuk, dia kaget melihat Morena yang sudah berada di sana.


"apa yang kamu lakukan di sini? apakah kamu masih punya sopan santun, masuk ruangan orang tanpa permisi?" tanya Matthew dingin karena tidak suka melihat keberadaan morena di sana.


"Sayang, aku tu kangen sama kamu" Jawab morena dan perlahan mendekati Matthew. bahkan wanita itu memeluk lengan Matthew. sepertinya Morena masuk kriteria wanita tidak tahu malu. sudah ditolak berkali-kali, sudah ketahuan selingkuh tapi tetap saja menganggap dirinya tidak melakukan kesalahan apapun. dia tidak tahu Justru Matthew semakin jijik melihatnya.


"saya sibuk. keluar " ujar Matthew sangat dingin.


"tapi kita perlu bicara" Jawab Morena ngeyel.


"saya tidak ada urusan sama kamu. keluar!" tolak Matthew lagi


"tapi ini penting, Matt "


"penting buat kamu. tapi buat saya tidak. keluar sebelum saya suruh keamanan menyerat kamu. keluar!" ujar Matthew semakin marah.


"baiklah, dengarkan ini. pertunangan kita, tetap akan dilakukan. aku sudah bilang ke daddy dan daddy juga sudah menghubungi uncle Marcel. Kamu pasti tidak lupa. yang media dan publik tahu, kamu bucin banget sama aku sampai setia banget bersama delapan tahun" tutur morena percaya diri. dia yakin Matthew tidak ingin citranya rusak di depan publik.


"hehehehehehe.. atas dasar apa? haa? kamu pikir saya peduli dengan anggapan orang dan yang media katakan. kamu seharusnya tahu, semua bukti keliaran kamu sudah banyak sekali saya ketahui dan saya penggang. jadi berhentilah sebelum saya benar-benar menghancurkan kamu. Saya masih seperti ini, hanya karena melihat orang tua kita berelasi dengan baik.


"keluar!!!" bentak Matthew karena semakin kesal dengan morena yang tidak mau melepaskan rasa obsesinya.


"keamanan!!" panggil Matthew pada beberapa bodyguard yang selalu stand by di sekitar ruang kerjanya.


"kami siap melaksanakan perintah tuan" tegas Alan begitu masuk ruangan Matthew. dia seorang pengawal setia keluarga Dirgantara yang berkepala pelontos. Alan mengikuti jejak orang tuanya yang mengabdi pada keluarga Dirgantara. Kakek Alan adalah seorang guru besar pemilik pusat pelatihan bela diri. karena itu pria itu juga sudah sangat mahir dalam beberapa ilmu bela diri. Matthew sudah menganggapnya sebagai teman.


"seret dia Alan, aku tidak mau melihat dia datang ke kantor ini lagi"


"siap" Jawab Alan tegas dan menarik tangan morena untuk keluar dari sana


"lepas. saya bisa keluar sendiri" morena dengan sekuat tenaga menghempaskan cekalan Alan.


"ingat Matt, aku akan membuat pertunangan itu tetap terjadi " teriak morena dengan wajah memerah karena kesal. kemudian dia keluar dari ruangan Matthew dengan perasaan yang teramat marah.


sementara Matthew yang moodnya sudah berantakan menjadi malas melakukan apapun. akibatnya leo menjadi sasaran Kekesalan pria itu.


Namun saat mendapat pesan dari, Angel. secara drastis moodnya berubah sangat bahagia.


"Kak, Aku sudah selesai. Kalau kakak sibuk, aku pulang naik taksi saja ya"


isi pesan yang di kirim Angel kepada Matthew. pria itu nampak berbinar bahagia karena sebentar lagi dia akan kembali bertemu dengan gadisnya. kabar dari Angel saja mampu memperbaiki moodnya, apalagi kalau dia sudah melihat gadisnya, pasti dia lebih bahagia lagi.

__ADS_1


"aku ke sana sekarang. tunggu aku sayang. jangan kemana-mana. ingat Jangan meladeni pria genit itu" balas Matthew dengan memberi ultimatum. setelahnya dia mengambil kunci mobil dan tanpa pamit pada Leo segera meninggalkan perusahaan.


Leo yang masih berada dalam satu ruangan dengan Matthew menjadi bergidik. saat tadi dia melihat Matthew yang senyum-senyum sendiri jadi berpikir temannya itu sedang stress. bayangkan saja, tadi Matthew yang marah-marah tidak jelas menyuruh Leo memeriksa beberapa dokumen yang bahkan sudah tidak terpakai lagi.


"Matt, sepertinya aku harus merekomendasikan seorang dokter jiwa terbaik untuk kamu" monolog Leo dan bergidik sendiri.


Tidak menunggu sampai 30 menit, Matthew sudah sampai di kampus Angel dan menjemput gadis itu langsung ke ruangannya.


"sayang" sapa Matthew begitu sampai


"Kak, cepat banget " Angel kaget, melihat Matthew sudah berada di ruangannya. seharusnya waktu tempuh dari perusahaan Matthew menuju kampus hingga satu jam. kenapa malah pria itu sampai kurang dari 30 menit. dia Tidak terbang kan ke sini. batin Angel masih dengan tampang kaget.


Matthew tidak menjawab pertanyaan Angel, namun dengan langkah pasti menghampiri gadis itu untuk segera menuntaskan rasa rindu dan mencari kehangatan untuk menghilangkan mood jeleknya.


"kangen" ujar Matthew sedikit manja saat sudah berhasil menenggelamkan Angel dalam dekapan hangatnya. dia bahkan menghirup aroma tubuh Angel dengan mendengus leher gadisnya itu. Dengan nakal, Matthew juga mendaratkan kecu*pan basah di leher jenjang Angel yang membuatnya mendesah lemah.


"ahhh, kak. apa yang kau lakukan. lepas. ingat kita masih di kampus. jangan mesum" ucap Angel mencoba meloloskan dirinya tapi tidak dihiraukan Matthew.


"kakk hemmppp" Angel tidak dapat melanjutkan ucapannya karena bibirnya sudah dibungkam oleh Lu*matan bibir Matthew. Pria itu dengan napas yang menggebu, menyedot bibir atas dan bawah Angel secara bergantian. Rasanya Angel seolah kehilangan pijakan karena badanya melemas mendapatkan sentuhan hangat di bibirnya. sangat membaui perasaannya. untung saja ruangan Angel menggunakan pintu, jadi aksi Matthew tidak terlihat dari luar.


setelah puas, Matthew melepaskan tautan bibir mereka. dilihatnya bibir Angel merah dan bengkak, akibat ulahnya. bukannya merasa bersalah justru dia tersenyum puas seolah itu adalah karya terbaik dirinya.


Sementara Angel saat ini, masih merasa lemas dan mencoba mengatur napasnya yang terengah-engah. pipinya sekarang semakin merah karena Matthew menatapnya dengan pesona nakal. sungguh Angel tidak mampu membalas tatapan itu. Sudah pasti, pesona Matthew salah satunya adalah dari tatapan dengan beragam ekspresi yang mampu membuat kaum hawa ketar ketir. tak terkecuali Angel sendiri.


"sudah tenang"


tanya Matthew dengan tersenyum lucu melihat Angel yang sedari tadi dia melepaskan ciuman mereka masih belum mau menatapnya. Terlihat malu-malu dan gugup. menggemaskan pikir Matthew.


"i-iiiya" Jawab Angel dengan gugup dan menunduk. entah kenapa dia kehilangan kata-kata saat ini selain menurut kepada Matthew.


"yuk pulang, sayang" ajak Matthew dan menarik Angel keluar dari ruangan gadis itu.


namun, belum juga sampai di parkiran, mereka malah berpapasan dengan Lauro si pria Genit dalam pandangan Matthew.


"Hai, Angel " sapa Lauro tidak bermaksud apapun namun direspon Tidak suka oleh Matthew.


"Iya Pak Lauro" Jawab Angel dengan mendepankan maksud kesopanan. Mendengar Angel yang menjawab sapaan Lauro membuat Matthew berdecak tidak suka.


"Ayo pulang sayang. aku lapar" ucap Matthew dengan menekan kata Sayang seolah memberi tahu Lauro bahwa Angel adalah gadis miliknya.


Angel yang tidak mau berdebat, hanya mengikuti saja kemauan pria itu.


melihat Angel berlalu, Lauro menatapnya entah dengan pikiran seperti apa. namun tatapan pria itu seolah menahan gejolak akan sesuatu. marah? kecewa? sedih? atau apalagi. hanya dia yang tahu.

__ADS_1


__ADS_2