
"Lebih mesra lagi, Tuan Matthew tolong tatap mata wanita anda jangan dilepas hingga dalam hitungan 10 detik"
"one..two..three.........ten..."
ceklek
"oke seperti itu mantap. Silakan berpose untuk gaya kedua, tolong tautkan dahi kalian. yes like that. Good. pertahanan posisinya "
"one.. two.. three.."
ceklek
Seorang fotografer ternama kini sedang mengambil foto Angel dan Matthew sebagai bagian dari prawedding untuk Undangan pernikahan nanti.
untuk untuk sesi pemotretan ketiga. sebelumnya mereka sudah menyelesaikan dua tema dan dua tempat untuk melakukan sesi foto, yaitu tema SMA di sekolah mereka dulu dan tematik di sekitaran jalan kota dengan keduanya menggunakan sepeda. Kini mereka sudah berada di pantai untuk melakukan sesi foto dengan tema alam dan pantai. Suasana yang mereka ambil yaitu langit jingga di ufuk Barat dengan sunset yang begitu cantik.
setelah selesai dengan semua proses pengambilan foto, akhirnya mereka beristirahat untuk sekedar menyegarkan tenggorokan.
"capek sayang" tanya Matthew begitu melihat angel yang berkeringat dan sedikit lemas.
"sedikit kak" Jawab Angel dengan senyum tipis.
"minum dulu" Matthew menyodorkan sebuah botol mineral kepada kekasihnya itu yang juga sudah dia buka.
"terima kasih kak" Angel menerimanya dengan senang hati karena sebenarnya pun dia sedang kehausan. Matthew mengangguk seraya mengelus kepalanya dengan sayang. keduanya kemudian saling menatap penuh cinta.
"wowwww, romantis sekali. apakah diriku mengganggu?"
saat asik berpandangan mesra, sebuah suara yang familiar membuyar keduanya hingga membuat Matthew berdecak sebal. tentu saja dia kenal suara itu. dia menoleh dan menatap ke sumber suara tadi dengan ekspresi kesal. Angel juga ikut menoleh dan melempar senyum canggung kepada orang itu.
"ehh, hai kak Martin " sapa Angel canggung juga malu.
__ADS_1
"ck" sementara Matthew hanya berdecak sebal.
"kenapa, jadi aku sungguh mengganggu? Sorry deh. biasa saja dong brother. mau nikah kok bawaannya marahan. entar gantengnya hilang" tutur Martin tanpa merasa bersalah. malah menggoda Matthew yang justru semakin sebal.
"kenapa ke sini?" tanya Matthew kesal
"ya elah, santai aja bro. disuruh duduk dulu kek"
"duduk di laut sana" Jawab Matthew masih jengkel. padahal tadi Martin hanya mengagetkan saja bukan menceburnya ke laut.
"Sutttt kak. nggak boleh gitu" ujar Angel menenangkan Matthew.
"sudah ngel, dia memang gitu. kalau kesenangannya di ganggu bakal marah tidak jelas kayak orang PMS" Jawab Martin dengan terkekeh lucu melihat wajah tekuk Matthew.
"waitt, tadi kamu panggil Matthew siapa?" tanya Martin untuk meyakinkan pendengarannya
"kakak" Jawab Angel yakin
"kenapa masih kakak, apakah tidak ada yang lebih mesra. aku pun kamu panggil kakak. Sama saja dong sayangnya ke aku. jangan sampai dia ngambekan karena itu" Martin berujar bermaksud mengompori sahabatnya si Matthew. benar saja. Laki-laki itu langsung menatapnya tajam tidak terima dengan perkataannya.
"ehhh" respon Angel bingung, kaget sekaligus bertanya-tanya. dia menoleh pada kekasihnya seolah bertanya dan merasa bersalah. Matthew yang paham segera mengelus sayang kepala Angel.
"sudah. tidak usah dipikirin. dia memang sengaja membuat ku kesal. bukan karena kamu sayang. justru kamu adalah penyemangat terbaik dalam hidupku" tutur Matthew yakin. Angel tersenyum hangat mendengarnya. walau sekarang pun dia mulai berpikir kira-kira ke depannya dia harus memanggil Matthew dengan sebutan apa. panggilan mesra tentunya.
"dasar bucin" ledek Martin setelah mendengar Tuturan Matthew.
"jangan iri. cari pacar sana" ledek Matthew membalas sahabatnya itu. keduanya kemudian terkekeh dan saling bersalaman ala pria. saling bertanya kabar dan mengobrol. memang beberapa waktu terakhir keduanya tidak bertemu dan tidak bertukar kabar. Martin ada urusan penting di luar negeri dan baru kembali sehari lalu. kini dia berada di sana hanya karena ingin membebaskan pikirannya dari beberapa kejadian yang menimpanya akhir-akhir ini. dia pun butuh teman bercerita.
"ada apa? aku tahu kamu tidak mungkin datang sejauh ini begitu saja kalau bukan ada sesuatu" tanya Matthew penuh selidik. dia tahu sepertinya sahabatnya itu punya masalah.
Martin membuang napas panjang sebelum menjawab.
__ADS_1
" sepertinya aku telah meniduri seorang gadis " ujarnya dengan penuh sesal sekaligus khawatir.
"lalu masalahnya dimana?" tanya Matthew lagi dengan santai. dia tahu, Martin sama dengannya dulu sering bermalam dengan wanita demi kepuasan.
"ckkk, bukankah tadi sudah aku bilang dia seorang gadis, artinya dia masih perawan " Jawab Martin berdecak sebal karena Matthew yang lemot memahami.
"kalian melakukannya atas suka sama suka?" kembali Matthew bertanya namun kali ini sedikit menunduk karena melihat gadisnya yang merasa kurang nyaman bersandar di dadanya.
"entahlah, tapi waktu itu aku mabuk. aku masih ingat sepertinya aku menarik seorang gadis ke dalam kamar hotel. saat bangun pagi dia sudah tidak ada, tapi bekas noda merah di seprei membuktikan segalanya kalau kami melakukan hal itu" Jawab Martin sambil mendesah panjang.
"aku rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan. kalau dia ingin kamu tanggung jawab harusnya dia menunggu kamu bangun. tapi dia memilih pergi. berarti dia tidak merasa rugi" mendengar jawaban Matthew, Martin merasa sepertinya itu sebuah alasan yang benar. dia pun mengangguk paham dan mencoba menghilangkan rasa bersalahnya.
sementara angel yang mendengar pembicaraan kedua pria itu entah kenapa merasa jengkel. dia tidak setuju kalau Martin justru tidak merasa bersalah. menurutnya pasti ada alasan wanita itu pergi sebelum Martin bangun.
setelah lama berbincang dan waktu istirahat selesai. mereka kembali melanjutkan sesi foto dengan mengambil tema alam.
seperti biasa, pose romantis bahkan kelewat romantis selalu ada di setiap moment foto mereka. Namun yang membuat jantung Matthew tidak karuan adalah, senyum angel yang selalu mampu membuatnya ingin menggigit bibir gadisnya itu. ternyata memang benar. berdekatan dengan wanita apalagi dengan berpose mesra seperti ini, bisa membuat hasratnya tidak terbendung. namun Syukurnya dia berjuang melawan kehendak naf*su.
setelah melewati proses pemotretan. mereka akhirnya kembali pulang. mereka berpamitan dengan Martin dan pulang dengan mobil yang berbeda. Karena sehari full mereka gunakan untuk menyelesaikan sesi prawedding. semua pasti capek. lokasi yang cukup jauh dari Perkotaan membuat Angel tidak tahan untuk menutup mata.
selama perjalanan pulang dia tertidur pulas bahkan sampai mengorok saking capeknya.
"maaf Sweetheart kamu pasti capek banget seharian ini " gumam Matthew seraya mengelus sayang kepala Angel. Gadis itu nampaknya tidak terusik saking nyenyaknya. sebenarnya dia juga lelah. namun berada di dekat Angel seolah menjadi daya pengisi semangat untuknya.
setelah menempuh perjalanan hampir dua jam. mereka tiba di depan rumah Angel. melihat kekasihnya masih pulas.. Matthew berinisiatif mengangkat tanpa membangunnya. terlihat mama vita telah membuka pintu rumah untuk memudahkan Matthew masuk.
setelah membaringkan Angel di kasur, dia juga meninggalkan satu kecupan cinta di dahi gadis itu dan berpamitan pulang pada mama vita.
saat hendak masuk mobil, dia mendapat telepon masuk dari Leo diikuti pesan dari pengacara yang mengurus kejadian yang menimpa Angel sebelumnya.
"ada apa leo?" tanya Matthew begitu menjawab telepon tersebut.
__ADS_1
"......"
"sialan, sepertinya mereka mau bermain-main denganku. aku akan mendiskusikan ini dulu. nanti aku hubungi kamu" Jawab Matthew dengan geram. sepertinya sesuatu terjadi membuat moodnya berantakan. akhirnya dia memilih kembali masuk ke rumah Angel. untuk menceritakan apa yang terjadi.