Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Semua Karena Cinta


__ADS_3

Saat ini Kondisi Matthew perlahan membaik. Dua hari dia bahkan tidak mampu bergerak di tempat tidur, karena bekas jahit pada luka tusukannya sangat sakit. sekarang pun dia hanya mampu bergerak seadanya di ranjang pasien. untuk duduk dan ke toilet masih memerlukan bantuan. Di ruangan itu hanya ada dia dan mom Helena. sedang dad Marcel menghadir rapat internal di kantor cabang yang tidak sempat dihadiri Matthew karena kecelakaan tersebut. Leo sedang mengurus berkas untuk para penjahat di kantor polisi.


beberapa kali pria Matttew menanyakan keadaan Angel pada orang tua dan sahabatnya. Jawaban mereka sama yaitu Angel baik-baik saja.Walau begitu dia tetap merasa tidak puas sebelum memastikan sendiri Namun bagaimana caranya, kondisinya saat ini masih sangat tidak memungkinkan.


ceklek


baru saja Matthew hendak menutup mata mau beristirahat, tiba-tiba bunyi pintu yang terbuka menandakan ada yang masuk. Matthew mengira itu mungkin salah satu dari keluarganya, makanya dia memutuskan untuk tetap menutup mata. Namun Matanya mendadak terbuka setelah mendengar suara gadis yang sangat dia rindukan beberapa hari ini.


"permisi mom, apa aku mengganggu?" sapa Angel yang masih berdiri di ambang pintu dengan baju pasiennya.


"tidak nak. Masuklah" Jawab mom Helena tersenyum hangat.


Angel segera melangkah ke arah mom Helena namun matanya seakan terpanggil ke arah ranjang pasien. Hingga kedua netral miliknya bertemu dengan netral Matthew yang menggambarkan kerinduan mendalam.


"sayang" lirih Matthew namun masih terdengar Oleh Angel.


"Kak.. kakak tidak tidur?" tanya Angel Antusias.


" kemarilah" panggil Matthew. tidak menunggu lama Angel menghahampiri Matthew dengan perasaan bahagia memenuhi relung hatinya.


Mom Helena menyadari keduanya butuh waktu untuk bicara, maka dia pun pamit keluar dengan alasan mencari minuman dingin di kantin rumah sakit.


"kakak, bagaimana keadaan Kakak?" tanya Angel begitu duduk di kursi samping ranjang Matthew.


"aku baik sayang" Jawab Matthew lembut. Angel sepertinya sudah terbiasa dengan panggilan sayang dari Matthew.


"kamu bagaimana? pipi kamu sudah tidak sakit lagi?" tanya pria itu seraya membelai lembut pipi Angel. Sentuhan Matthew di wajahnya membuat Angel gugup dan pompa jantung yang semakin cepat. Apalagi mata tegas milik Matthew seakan menghunus hingga ke jantungnya.


"aku juga baik kak" Angel menjawab dengan wajah menunduk karena gugup

__ADS_1


" Kak, Aku minta maaf. Gara-gara menolong aku kakak jadi begini" Angel merasa bersalah melihat kondisi Matthew yang walaupun sudah membaik tapi masih butuh perawatan ekstra.


"pasti rasanya sangat sakit " Angel perlahan berkaca-kaca karena tidak mampu menahan perasaannya.


"Sayang, lihatlah aku baik-baik saja. Sudah sepatutnya aku melakukan itu. Kamu tahu karena apa sayang, hm? tanya Matthew yang membuat Angel seketika mengangkat wajahnya hingga pandangan Keduanya kembali bertemu.


"karena aku sangat menyayangimu dan mencintaimu " ungkap Matthew tulus seraya menggenggam erat jemari tangan Angel. pengakuan pria itu membuat Angel menangis entah karena perasaan apa. yang pasti dia merasakan gelenyar memenuhi hatinya mendengar pengakuan Matthew.


"jangan menangis, jangan merasa bersalah. Kamu tidak melakukan kesalahan apapun " hibur Matthew yang melihat Angel sesegukan. Dia sebenarnya kesal, kondisinya sekarang membuatnya dia tidak mampu bergerak untuk mengapai gadisnya ke dalam pelukan. Namun satu hal yang membuat perasaan Matthew membuncah bahagia. Cara bicara Angel tidak lagi formal padanya. Tidak lagi menggunakan, Anda, saya, dan tuan. melainkan panggilan seperti saat mereka pacaran dulu.


Keduanya kembali hening. namun Mata Matthew tidak melepaskan sedikit pun dari gerak-gerik Angel. Pria itu tahu, sepertinya gadisnya sedang Gugup saat ini.


"kamu sudah makan sayang?" tanya Matthew mencoba menghilangkan kecanggungan gadisnnya.


"Iya" Jawab Angel singkat dan tetap menunduk.


"Sayang?" panggil Matthew lirih


"Sayannggg" panggil Matthew sekali lagi karena Gadis itu sama sekali tidak punya keinginan untuk memandang wajahnya, apa karena sangat gugup?


"iya"


akhirnya Angel mengangkat wajahnya. Tatapan polos dan teduhnya membuat Matthew tidak tahan. ingin sekali pria itu, menggigit dan mel*mat bibir ranum Angel yang selalu menggoda imannya.


"aku haus. Tolong ambilkan aku air sayang. aku tidak sanggup mencapainya" Jujur Matthew


"ahh, iii..yaa kakk" Jawab Angel terbata-bata. permintaan Matthew seolah tidak selaras dengan tatapannya yang menginginkan hal lain. Entah mengapa Angel merasa pria itu sedang menahan sesuatu.


"ini kak" Angel menyerahkan satu gelas air mineral yang berada di nakas samping ranjang Matthew.

__ADS_1


"terima kasih sayang " Respon Matthew seraya mengembalikan gelas yang sudah kosong. Namun tangan pria itu mencegah Angel bergerak walau sekadar mengembalikan letak gelas bekas minumnya.


dia ingin terus memandang dan menikmati wajah manis dan candu milik gadisnya. Hingga pandangan Keduanya terkunci. Matthew perlahan menarik pergelangan tangan Angel dan membuat gadis itu jatuh terduduk di ranjangnya. tatapan Matthew terkunci pada bibir Pink dan ranum Angel. dia sudah tidak mampu menahan untuk menikmati kehangatan bibir itu. Perlahan dia mencoba mendekatkan wajah keduanya.


Angel yang merasakan Sapuan hangat napas Matthew menjadi sangat gugup. Dia benar-benar bingung mau bereaksi seperti apa. Hingga kini ujung hidung mereka berdua mulai bersentuhan, karena sangat gugup Angel menutup mata, mattew tersenyum bahagia melihatnya. Bagai mendapat lampu hijau dari gadisnya. sedikit pergerakan saja maka bibir keduanya akan menyatu. Namun di saat hal itu akan terjadi


ceklekkkk


Pintu terbuka membuat Angel Kaget dan secara refleks langsung berdiri dengan wajah merona. Dia dengan gugup meletakkan gelas tadi ke nakas.


sementara Matthew sangat kesal karena hasratnya untuk menikmati manisnya madu pada bibir Angel menjadi gagal. Apalagi setelah melihat siapa orang yang telah berani mengganggunya. Si Morena Alias cicak betina menurut panggilan Melvin dan Martin.


"Hai sayang" Sapa Morena dengan tenang dan romantis. walau sebenarnya dia sangat kesal melihat keberadaan Angel di sana.


Dia Tahu, sepertinya Matthew dan Angel hampir saja berciuman namun gagal karena kedatangannya. Dia pun bersorak dalam hati.


"kenapa kau kemari?" tanya Matthew datar dan sebal karena waktu berduanya dengan Angel terganggu.


"kok kamu tanyanya gitu sayang. aku kan kangen kamu. Mau jengukin kamu juga" Ujar Morena dengan nada sendu dan manja yang dibuat-buat.


Merasa keberadaannya di sana sebagai pengganggu Angel memilih undur diri.


"Kak, Aku balik ke ruang inap ku dulu ya. Moga kakak cepat sembauh" pamit Angel yang tidak disenangi oleh Matthew.


"di sin.....


"Iya Angel, Makasih ya, Kamu pengertian banget deh tahu saja kami lagi saling Rindu" belum sempat Matthew mencegah Angel, justru Morena menjawab dengan asalnya saja. membuat Matthew geram dan entah kenapa perasaan Angel menjadi sedih mendengarnya. Morena bergelayut manja pada lengan Matthew yang tidak terpasang infus. seolah menunjukkan pada Angel keduanya kini membutuhkan waktu untuk melepas rindu.


Angel keluar dari ruang perawatan Matthew dengan langkah yang berat seolah tidak rela. Perasaannya menjadi muram apalagi dia masih mendengar kalimat cinta dan sayang serta bunyi kecupan Morena kepada Matthew.

__ADS_1


'kenapa rasanya sakit begini' batin Angel


__ADS_2