
Dua Hari berlalu. selama dua hari ini, Angel belum mau berbicara banyak pada Matthew. namun dia tetap menjalankan tugasnya sebagai istri menyiapkan semua kebutuhan Matthew.
"Sayang sudah dong marahnya. sampai kapan kamu mendiami aku seperti ini " Matthew merengek karena dua hari Angel seakan tidak menganggapnya ada.
tidak mau dibantu mandi padahal dia khawatir angel masih belum kuat sehabis kecelakaan kemarin. tidak meminta apapun untuk sarapan yang biasanya manja padanya.
Kebetulan hari ini Matthew memutuskan untuk tidak ke perusahan. dia akan bekerja dari rumah.
tanpa menjawab, Angel menarik tangan Matthew menuju kamar mandi. meski bingung namun Matthew tetap ikut. angel berhenti tepat di depan westafel.
"pipi mana?" tanyanya datar
"haa?" beo Matthew bingung
"kiri atau kanan?" tanya lagi namun kali ini seperti menahan kesal
"maksudnya apa sayang?" jujur Matthew bingung dengan pertanyaan sang istri.
"ckk, pipi mana yang dicium pelakor itu!?" Angel merasa jengkel melihat lambatnya Matthew memahami pertanyaannya
"di sini" cicit Matthew ragu seraya menunjuk pipi kanannya. takut Angel tambah marah padanya.
tanpa bersuara lagi, Angel mengkode agar Matthew menunduk. dia pun membuka keran di westafel kemudian membasuh bahkan menggosok pipi Matthew sampai merah lebih dari lima kali. sontak Matthew kaget namun setelahnya dia memahami istrinya sedang cemburu.
dengan mata menyipit dia melihat bagaimana menggemaskan wajah Angel saat kesal. bibir mungilnya komat kamit, serta menggerutu tidak jelas. ingin sekali dia tertawa, tapi dia tahan. takutnya semakin merusak mood bumil itu.
"Sayang pipihku perih" melas Matthew.
angel tersentak menyadari sudah lama dia mengosok pipi suaminya yang kini memerah. pantas perih.
"biarkan saja, supaya virus pelakor itu tidak menempel" Jawabnya pura-pura cuek padahal khawatir Matthew kesakitan..
mengabaikan rasa perih, pria itu menghadap sang istri.
"apakah kamu tidak marah lagi sayang?" rasanya tidak mengapa kalau dia menahan perih yang penting angel memaafkannya.
"aku masih kesal"
jawabnya sambil keluar dari sana.
tapi matthew menahan tangannya lalu memeluknya dari belakang. pria itu menyembunyikan wajah diceruk leher Angel. menghirup aroma sang istri yang sangat candu baginya. Rasanya dia bergejolak saat ini. hampir dua minggu tidak melakukan penyatuan membuatnya tersiksa. kini aroma angel saja sudah mampu membuatnya bergairah. Tapi sebisa mungkin dia menahan diri. Dia harus fokus untuk mendapatkan maaf dari angel dulu.
"Sayang maafin aku ya " lirihnya sambil mengusap lembut perut buncit istrinya. dia tidak kuat lagi kalau angel terus merajuk padanya. dia rindu tingkah manja dan candaan istrinya. angel pun sebenarnya sama. sungguh perasaannya sangat tenang dipeluk seperti itu. sejujurnya dia sangat merindukan sentuhan Matthew.
__ADS_1
"aku tidak akan memaafkan kamu kalau membohongi aku lagi hubby "
Matthew lega, walau tidak ada kata iya ataupun mengangguk, tapi perkataan angel menyiratkan maaf. apalagi setelah dua hari sang istri kembali memanggilnya hubby.
di sisi lain, Jovanka yang masih betah berlibur tiba-tiba di hubungi asistennya yang mengatakan kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan brand kecantikan mendadak dia diputus kontrak. bahkan beberapa perusahaan meminta ganti rugi serta meminta bayar penalti. Jovanka dinilai tidak profesional dalam bekerja. dia anggap merugikan perusahaan karena mencampur adukan urusan pekerjaan dan asmara.
"apa? kenapa bisa begitu?" pekiknya kaget tidak terima dan marah.
"kenapa aku harus bayar ganti rugi juga?"
"apakah kamu tidak melihat berita pagi ini?" tanya asistennya?
"berita? berita apa?"
"sebaiknya kamu buka media sosial kamu sekarang "
Jovanka yang penasaran segera membuka media sosialnya dan betapa terkejutnya dia melihat akun-akun gosip dan media berita online di media sosial membahas dirinya yang bekerja sampingan sebagi artis prostitusi. bukan cuma foto bahkan beberapa video saat dirinya check in di hotel dan menggoda pria tua kaya di club ada di sana. akun media sosialnya kini penuh dengan komentar pedas, maki, hinaan dan cacian.
beberapa di antaranya menyangkut pautkan pekerjaannya sebagai artis dan brand ambasador sebagai hasil dari menjual diri termasuk menjadi penghibur para pemilik Perusahaan. kepercayaan masyarakat menjadi hilang. produk perusahaan pun mengalami penurunan pembeli di pasaran. inilah alasan pemilik perusahan meminta ganti rugi. apalagi ada di kontrak bahwa Jovanka akan membayar rugi kalau masalah pribadinya malah menyeret perusahaan brand tersebut.
bahkan akibat foto dan video tersebut ada yang menyinggung perusahaan Milik ayahnya dengan mengatakan, perusahaan itu mendapat saham dengan dia menjual diri pada pria tua kaya.
"arrrgghhhh... sialll, kenapa jadi begini?" kesalnya frustasi.
Sementara itu, di rumah, Matthew sedang berada di ruang kerjanya bersama Leo. keduanya tersenyum puas setelah melakukan apa yang dimaksud Matthew sebagai pukulan telak. dia membalas Jovanka bahkan lebih kejam dari yang wanita itu lakukan padanya. hingga membuatnya tersiksa tidak mendapat maaf sang istri dua hari karena marah dan merajuk padanya.
hari ini akhirnya mereka menguak bagaimana sosok Jovanka sebenarnya ke publik yang selama ini selalu menampilkan sosok diri yang cantik, anggun dan baik. namun sebenarnya lebih dari seorang jalqng.
bisa dipastikan tidak akan ada yang bisa menyelamatkan wanita itu. mungkin sebentar lagi akan ditangkap kepolisian karena terlibat dalam bisnis prostitusi artis.
meninggalkan Jovanka yang sedang dipenuhi perasaan cemas, takut dan marah. nasib wartawan yang wanita itu sewa juga tidak jauh berbeda. kemarin setelah dihajar sampai puas oleh Matthew di markas, dalam keadaan babak belur diserahkan ke polisi untuk ditindak lanjut. Leo dan pengacara mereka beralasan bahwa, pria itu adalah wartawan gadungan yang sudah melakukan pencemaran nama baik terhadap pewaris Dirgantara Grup. mereka terpaksa bertindak kasar karena pria itu tidak mau jujur dan justru ingin kabur serta ingin menyerang mereka secara fisik.
grafik saham perusahaan kini kembali normal. Matthew dan leo cukup lega melihatnya. Bahkan Dean juga mengirim pesan, setelah video asli kejadian bosnya dan Jovanka beredar di internet, para karyawan di perusahaan Dirgantara yang sebelumnya menggosipi Matthew kini bungkam.
"ternyata kau masih selicik dulu" ujar Leo menyeringai saat keduanya menikmati kopi sore di ruang tersebut.
"tentu saja, karena aku tidak seorang diri lagi sekarang. ada istri dan calon anak-anak kami. aku harus bisa melindungi mereka. nanti kau juga seperti itu saat bersama enzy. akan terasa bedanya saat sendiri dan setelah menikah" jelas Matthew entah bermaksud bercerita atau menasihati yang pasti Leo angguk angguk saja.
"hubby"
"kak Loe"
Sapa Angel yang padahal sudah ada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
keduanya menoleh menyadari suara angel di sana.
"Sayang, sudah bangun, hm?"
Matthew segera menghampiri sang istri yang tetap berdiri di pintu. wajahnya masih terlihat mengantuk. tapi tentu saja tetap manis dan menggemaskan. perut yang sudah nampak buncit dan pipinya ikutan chuby.
"Iya, tadi aku bangun hanya sendiri di kamar makanya mencari hubby, ternyata di sini. kalian sedang apa?"
"membicarakan pekerjaan" Jawab Matthew berbohong. karena pembahasan mereka diluar pekerjaan. pria itu kini meraih pinggang Angel dan mengecup lehernya.
"hubby ada kak leo" gumam angel malu
"dia tidak melihat. matanya sedang rabun saat ini" enteng Matthew tidak melihat ekspresi kesal orang yang dia maksud saat ini.
what! rabun. Leo mendengus mendengar Matthew mengatainya sakit rabun. belum lagi mereka beradegan mesra membuat dia jadi merindukan gadisnya, si enzy.
sementara angel hanya bisa menggeleng melihat tingkah suaminya yang kalau mesum tidak akan lihat tempat dan waktu.
"hubby tadi bukannya kalian sedang membicarakan pekerjaan. aku pasti mengganggu, kalau begitu aku keluar. kalian lanjut saja" ujar Angel mencoba mencari alasan agar terlepas dari pelukan suaminya. malah yang ada Matthew semakin memeluknya erat.
"kami sudah selesai dan leo tadi katanya mau pulang "
"haaaa, hei siapa yang bilang mau pulang " dengus leo. kopi saja baru diminum seteguk masa dibilang pulang.
Matthew memberi kode agar leo keluar karena dia ingin bermesraan dengan wanitanya. yang ada Leo pura-pura tidak melihat dan cari kesibukan melihat dokumen di meja. niatnya dia ingin mengerjai di bosnya yang sudah bermesraan di depannya.
"Leo bukankah tadi kau bilang mau buru-buru pulang?" tanya Matthew berpura-pura memang seperti itu
" aku tidak mengatakan itu. aku akan lama di sini. mau belajar ilmu bermodusan sama ahlinya" ucap Leo terkikik tanpa melihat wajah jengkel Matthew
"hubby sepertinya kalian masih sibuk, aku ke kamar saja ya mau mandi" Angel akhirnya berhasil lolos dari pelukan Matthew dan berjalan keluar.
"tidak sayang. kami sungguh sudah selesai, ayo kita mandi bareng saja"
ujarnya semangat mendengar kata mandi dari sang istri. tentu saja dia mau ikut supaya bisa mandi plus mengerjai tubuh istrinya nanti.
"matt, kita masih akan belajar ilmu bermodusan. kopi kamu belum ada setengahnya diminum. bukankah akan mubazir kalau dibuang, iya kan kakak ipar?" ucap Leo sembari menanyakan pendapat angel.
"Iya betul hubby. habiskan kopi kamu. lagian kalian masih akan belajar ilmu bermodusan sepertinya itu sangat penting untuk perusahaan" Jawab Angel polos yang membuat Matthew menepus jidat dan menatap Leo jengkel.
setelah mengatakan itu angel kembali ke kamar menyisahkan Matthew menatap Leo kesal yang kini sedang tertawa terbahak-bahak.
""ckk dasar saudara tidak berperi perasaan. lagian mana ada belajar ilmu bermodusan. bermodusan palakmu" rasanya Matthew semakin jengkel sedangkan leo masih terus tertawa setelah puas mengerjai Matthew.
__ADS_1