Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan

Aku, Kepahitan Dan Kebahagiaan
Beristirahat Dalam Damai


__ADS_3

Tidak ada yang bisa menebak akan seperti apa takdir dan akhir hidup seseorang. kalau sejak awal sudah bisa melihat, mungkin bisa menggunakan kesempatan untuk mengubahnya sesuai keinginan.


Angel sama sekali tidak menduga perbincangan semalam dengan sang mama adalah moment terakhir yang tidak pernah akan terulang lagi. tiga jam semenjak dia melelapkan diri, dia terbangun karena mendapat mimpi bertemu dengan papq Michael yang penuh senyuman. katanya ingin menjemput cintanya. dalam mimpi itu dia juga menemukan sosok ibunya yang menyambut kehadiran sang papa dengan senyum kerinduan dan cinta.


"nak hiduplah dengan bahagia. papa dan mama selalu menyayangi dan mencintai mu. suami dan anak-anakmu kelak akan selalu menjadi pelipur lara hidupmu. Jangan menyimpan dendam"


itulah pesan terakhir dari papa dan mamanya dalam mimpi sebelum akhirnya menghilang dari pandangan. tidak mau kehilangan,dia berteriak dan terbangun dari tidurnya.


dengan langkah tergesa Angel menghampiri mama vita di ranjang pasien.


"Sayang, kenapa?" Matthew kaget menyadari pergerakan sang istri. dia baru saja terlelap dengan posisi duduk di samping sofa tempat Angel tidur.


angel tidak menjawab, jadi Matthew menyusul sang istri.


sementara angel di tempatnya terpaku melihat mama vita tertidur sambil tersenyum. wajahnya begitu cerah namun sedikit pucat. dia nampak kaku.


perasaan angel tidak karuan, dengan tangan yang bergetar dia mencoba memegang tangan sang mama.


sangat dingin dan kaku


deg


"ma.."


"mama bisa dengar aku?"


"ma, tidur mama nyenyak banget ya"


Angel tidak karuan terus memangil mama vita dan terus mengelus tangan kaku serta dinginnya.


"sayang, ada apa?" Matthew berdiri di samping Angel dan merangkul pinggangnya


"hiksss, hubby. mama..."


"suttt, mama sedang beristirahat, sayang" tutur Matthew lembut menenangkan istrinya.


Angel menggeleng dan terus terisak


"tidak hubby. hiksss.. kenapa mama diam saja. aku terus memanggilnya hiksss.. hiksss. tadi aku mimpi papa datang katanya mau jemput mama terus mereka pergi meninggalkan aku sendiri, aku takut hikssss"


"suttt, tenang sayang" perasaan Matthew juga mendadak cemas. seharusnya mama vita walau sangat nyenyak juga bisa terusik mendengar mereka. tapi sedari tadi mertuanya itu tetap terlelap dalam senyuman dan wajah pucatnnya. tubuhnya kaku dan tidak bergerak.


"ma, ini aku Matthew. mama bisa dengar aku" kini dia ikut memangil sang mertua. tapi tetap tidak ada sahutan.


"ma, bangun ma. mama tidurnya lelap banget buat aku khawatir" panik.. Angel sangat panik saat ini.


"panggil dokter nak" mom helena bangun mendengar suara menantunya.

__ADS_1


Leo segera menekan Bell karena dia juga ikut bangun bersama enzy.


tidak lama, Dokter Selena datang dan langsung memeriksa mama vita. namun dengan segenap perasaan sedih dia segera berbalik menuju keluarga yang sedang cemas menanti.


"saya minta maaf menyampaikan berita ini kepada kalian. Tante vita sudah meninggal dunia"


deggg


"mama...."


"Sayang!!"


Leo dan Matthew berteriak kompak kala istri mereka pingsan seketika


Suasana duka nampak melingkupi kediaman mama vita. para pelayat sejak tadi tidak berhenti berdatangan mengucapkan bela sungkawa. para karyawan resto bahkan orang-orang terdekat alm. mama vita tidak percaya wanita berhati malaikat itu pergi meninggalkan dunia begitu cepat. walau tidak mengetahui penyebabnya mereka sangat sedih dan merasa kehilangan.


sementara itu, Angel tetap berada di samping peti jenazah sang mama. air mata tidak berhenti mengalir dari mata sembabnya. hanya hafalan doa yang dengan suara lirih yang sanggup dia ucap. berharap sang mama mendapat tempat yang layak di surga.


angel bahkan tidak menyadari sudah begitu banyak para pelayat keluar masuk di ruangan itu. sebentar lagi jenazah mama vita akan dimakamkan. setelah tadi didoakan bersama dipimpin seorang pastor.


"Sayang, biarkan mereka menutup petinya ya, sebentar lagi mama akan dimakamkan" dengan sabar dan penuh kasih Matthew mencoba membujuk angel yang sedari tadi belum mengizinkan siapapun menutup peti jenazah.


sejak menerima kabar sang mertua telah tiada, istrinya itu tidak mengeluarkan suara sama sekali selain air mata yang terus tumpah. sempat pingsan namun siuman lagi dan langsung histeris memanggil sang mama. setelahnya diam seribu bahasa.


para sahabat dan keluarga bolak balik mengelus angel memberikan dukungan dan ketenangan. bestie bahkan memboyong bayi mungilnya demi melihat terakhir kalinya jenazah mama vita. dia sempat menghibur sang sahabat dengan berbagai kata dukungan dan penguatan.


Angel segera menepi, membiarkan orang-orang memaku peti jenazah. rupanya wanita itu benar-benar menyelesaikan doa panjangnya sebelum membiarkan dengan perasaan tidak rela sang mama menuju rumah peristirahatan terakhir.


Matthew mendekapnya erat. mencium puncak kepalanya tanpa henti. mengelus perut buncitnya dengan sayang. terus mengucapkan kata-kata menenangkan. di samping itu, mom helena juga sejak tadi terus mengelus punggung sang menantu. sementara dad marcel bersama ayah damian membantu di depan menyambut pelayat bersama orang tua bestie dan noval.


tidak beda jauh dari angel, enzy juga beberapa kali pingsan. dia terpaksa beristirahat di kamar ditemani Leo. wanita itu kehilangan malaikat penolongnya. seorang wanita yang menjaganya dengan segenap cinta dan kasih.


pukul tiga sore, suasana pemakaman umum begitu hening. mama vita sudah dimakamkan di samping makam papa Michael. tinggal keluarga saja yang berada di sana. termasuk dua adik kandung mama vita yang tadi pagi langsung terbang dari luar kota begitu mendengar kabar duka.


rupanya Angel tidak mau beranjak dari sana. dia semakin terisak namun kini suaranya terdengar begitu menyesakkan dada semua orang. dia rindu papa dan mamanya. kedua orang tuanya pasti sudah berkumpul bersama sekarang. sementara dirinya ditinggal dalam kesedihan yang panjang.


"hiksss..hiksss.... beristirahat dalam damai ma. aku sangat menyayangi dan mencintai mama. kalau ketemu papa sampaikan salam rinduku padanya.. hiksss...hiksss"


kalimat itu akhirnya keluar juga dari bibirnya. kalimat duka yang tidak pernah ada dalam bayangannya akan dia ucapkan secepat ini.


mata Matthew ikut mengembun menyaksikan istrinya begitu hancur karena kehilangan. walau merasakan duka yang mendalam Matthew sebisa mungkin harus menjadi tempat sang istri bersandar sekarang. dia harus menjadi penghibur dan penyemangat agar angel tidak larut dalam duka. apalagi dia kembali teringat pesan sang mama mertua sebelum dinyatakan meninggal.


"Sayang, relakan kepergian mama. dia sudah bahagia sekarang. tidak sakit lagi. mama pasti sudah ketemu papa dan mendoakan kita dari sana. mama akan sedih kalau kamu terus bersedih. apalagi cucu-cucu mama dalam perut kamu akan ikut sedih. kamu tidak sendiri. ingat dan lihat ada begitu banyak orang yang menyayangi kamu sayang. sekarang ayo kita pulang. sebentar lagi turun hujan"


Matthew lega setelah melihat anggukan sang istri. Angel pamit dan melangkah berat meninggalkan tempat itu. sesekali dia menoleh ke belakang melihat dua makam orang tuanya. sesak, pedih, perih menghujam dadanya.


jingga langit kini berlalu dan berubah menjadi gelap. langit tanpa bintang berselimut awan pekat, petir bersahutan sana sini, hujan sejak tadi belum juga mereda. alam seolah ikut berduka.

__ADS_1


Angel melangkah pelan mengitari sekeliling rumah. matanya sendu melihat setiap sudut rumah itu penuh dengan kenangan bersama sang mama juga papa walau hanya sebentar.


rumah yang dibeli dari hasil kerja keras mama vita dan papa Michael. rumah yang dibangun dengan penuh mimpi dan harapan.


dulu keduanya berharap memiliki banyak anak dan membesarkan mereka di sana dengan segenap cinta, rumah itu juga yang menjadi tempat mereka menikmati masa tua sambil melihat cucu-cucu mereka berlari bahagia ke sana kemari.


ternyata semua itu hanya sebatas mimpi dan harapan. Tuhan punya rencana lain dalam hidup kedua pasangan suami istri itu.


Angel kembali terisak dalam kesedihan. kenapa berat sekali rasanya dia mengikhlaskan kepergian sang mama.


sementara Matthew terus mengikuti langkah pelan sang istri. dia tidak ingin meninggalkan angel sedikpun. saat angel berhenti karena menagis dia memeluk wanitanya. kembali menguatkan dan menghibur istrinya.


hingga malam kian larut, Angel akhirnya terlelap karena lelah menangis.


Matthew masih terjaga. dia memandang wajah Angel dengan perasaan sedih dan sesal.


pikirannya kembali terbang pada beberapa jam lalu saat mertuanya menitipkan pesan yang kini menjadi pesan perpisahan terakhir.


Flashback On


"mama ingin menitipkan pesan pada kalian berdua"


deg


perasaan Matthew mendadak tidak enak.


"nak Matthew, nak Leo. mama tidak tahu akan seperti apa kondisi mama kedepanya. tapi apapun yang terjadi, tetaplah menjadi sumber kekuatan bagi istri kalian. kedua putriku adalah wanita yang sebenarnya rapuh. tapi mama bersyukur mereka mendapatkan suami hangat dan pengertian seperti kalian berdua. tolong untuk selalu menjaga dan mencintai angel-ku dan enzy-ku. kelak jadilah orang tua yang penuh cinta dan dan bijak"


"satu lagi, jangan mengotori tangan kalian dengan menghukum desi dan anak buahnya. biarkan pihak berwenang menyelesaikan segalanya. Jangan menaruh dendam nak. itu tidak baik untuk jiwa raga kalian. hiduplah dengan tenang tanpa dendam" lanjut mama vita.


"ma, tanpa mama minta pun Matthew pasti akan melakukannya. itu sudah seharusnya, ma. sekarang mama segeralah sembuh. bukankah sebentar lagi cucu-cucu mama akan lahir. mama harus sehat supaya bisa gendong mereka" timpal Matthew dan disambut senyuman mama vita. walaupun pesan kedua tadi belum pasti akan dia lakukan. karena sekarang amarahnya sedang berkobar.


"benar kata Matthew ma. yang penting sekarang adalah kesembuhan mama. lihat putri-putri mama sangat berharap mama sembuh" Leo ikut merespon perkataan Matthew


"segeralah beristirahat. kalian pasti capek. temani istri kalian. mama juga akan tidur" ujar mama vita dengan wajah dipenuhi senyuman. dia tidak lagi melanjutkan pembicaraan tadi karena niatnya sudah tersampaikan.


Flashback Off


rasa sesal Matthew karena lalai memastikan keamanan mertuanya hingga berujung pada kejadian tragis sebelum akhirnya merenggut nyawa sang mertua kembali menggerogoti hatinya.


tekadnya sekarang adalah mewujudkan semua pesan terakhir mertuanya walau sebenarnya tanpa diminta pun sudah pasti dia lakukan.


"hiksss.. mama, papa.. hiksss aku rindu kalian "


Matthew tersentak dari lamunan nya menyadari Angel mengingau dan menangis dalam tidur.


dia pun segera mendekap sang istri dan membelai lembut puncak kepalanya.

__ADS_1


"suttt, tenang sayang. ada aku di sini. cup"


__ADS_2